Cinta Karena Mandat (Revisi)

Cinta Karena Mandat (Revisi)
Bab 139


__ADS_3

Danang menjemput Luna setengah jam lebih awal. Ia turun dan bertemu dengan Bima dan Ali. "Assalamualaikum" sapanya. "Waalaikum salam" jawab Ali dan Bima.


"Jemput Luna bro?" tanya Bima. Danang mengangguk. "Iya, tapi, kegasiken yo?" Mereka mengangguk.


"Tunggu sini dulu saja Nang" Ali mempersilahkan Danang duduk. "Baru balik dari Bali?" tanya Ali lagi. Danang mengangguk.


"Maaf gak bisa datang pas 4 bulanan Hana ya Mas Al"


Ali tersenyum. "Gak papa, cuma selametan kecil-kecilan kok" Sigit datang bersama Luna. Wajah Sigit sangat kusut, seperti baju yang tak disetrika.


"Eh, mas, kok sudah datang?" tanya Luna. "Sengaja biar kamu gak nunggu lama nanti. Ini kenapa wajah mas Sigit begini?". Luna menahan tawanya.


"Kamu sih mas Al, sudah buka puasa tapi pamer ke orang lain! Ada yang ngiri kan jadinya! Hahahaha" Luna tertawa melihat wajah Sigit yang cemberut dan memanyunkan bibirnya. Ali mulai iseng. Ia mengambil potret ekspresi Sigit yang seperti itu.


Lalu ia mengirimnya di grup panitia resepsi. Bima dan Luna langsung tertawa melihatnya.


Ali : (Mengirim foto Sigit yang cemberut dan memanyunkan bibirnya) Ini nih wajah orang yang lagi puasa pengen buka tapi gak bisa 😜


Bima : 🀣🀣🀣 Ya Allah Ndan..... posone abot nemen sih? Wes lah poso bedhug po ashar bae.... (Ya Allah Ndan..... puasanya berat banget.sih? Sudah lah puasa dzuhur atau ashar saja....)


Hamka : Ngopo cah kui? (Kenapa anak itu?)


Ali : Disuruh puasa sama dokter kandungan. Pengen buka tapi gak bisa πŸ˜‚πŸ˜…


Damar : πŸ˜†πŸ˜† Abot abot abot. Kuat apa gak bang Si?? Lambaikan tangan ke kamera yang mengarah ke istri kalau sudah gak kuat....


Hamka : Aku meh melu ngakak, tapi wedi karma (Aku mau ikut ngakak, tapu takut karma) 🀣🀣🀣


Maryam : πŸ€ͺ itu abangnya siapa sih? Kok kayak kenal gitu. Mbak Muti.... Muncullah muncullah!


Jihan : 🀣🀣🀣🀣 Mas Si.... kasihan banget!


Muti : πŸ˜… sabar ya sayang.... cuma 10 minggu kok. Cepet kok


Hana : 🀭 10 minggu bagaiman 10 windu. Sabar yo mas... Alhamdulillah, suamiku aman?


Ali : Aman sayang, nanti lagi yak?? 😜


Sigit : πŸ™„ seneng.... seneng..... seneng lihat orang menderita.... Awas saja ya kalian! Bima, bang Hamka, Damar, Danang, Habib! Kalian pasti akan merasakannya!


Danang : Lhah, kok aku kena juga? Aku diem lho mas πŸ˜…


Sigit : Diem di hape, di sampingku?? Kalian memang saudara dan temen lucknut! 😀😀


Hana : Nanti Abang mau lagi?? Boleh boleh, tuh mas Si.... Bang Ali sudah buka puasa lhoooohhh. Gimana rasanya sayang??

__ADS_1


Ali : Nikmat! Mantap! Kurang! Aye! πŸ•ΊπŸ•ΊπŸ•Ί


Muti : πŸ€¦β€β™€πŸ€¦β€β™€πŸ€¦β€β™€ kalian kenapa malah begitu sama bojoku?? 😭😭 jangan makin diiming-imingi.... makin jadi nanti dia godain aku....


Maryam : 🀣🀣🀣 Mbak Mut juga takut tergoda ya? Gitu kan maksudnya?


Luna : Maryam memang anak kecil paling cerdazzzzz


Shanum : 🀣🀣🀣🀣, los mas Si! Los puasanya sampai 9 bulan maksudnya....


Sigit : 😭😭😭😭😭😭


Maryam : Kuat kan lah hatimu.... dari siksa para sepupumu.... 🎢🎢🎢 sebuah bait lagu dari kenjen ben.


Muti : Sabar cinta.... kalian memang paling best dalam hal pembulian. 🀣🀣🀣


Semua yang sedang bersama Sigit saat itu, tertawa sampai perut mereka kram. "Haduh, sudah ah, balik, jemput Hana, ajak main...."


Sigit memicingkan mata kepada Ali. "Happy banget ya Al ya???"


"Jelas bos!! Nikmatnya bukber bersama istri tercinta Hahahahaha"


"Sialan memang lu Al! Sepupu sedang puasa begini malah dipamerin melulu!"


"Si, kemarin si Niken ngapain nyamperin kesini?" tanya Luna yang mendengar cerita dari rekan-rekannya. Sigit mengangkat bahunya dan menggelengkan kepalanya.


"Aku juga gak tahu Lun, Muti sampai ngamuk di loby. Kemarin juga dia wa, langsung ku blokir semuanya. Kenapa sih dia?"


Luna menghela nafasnya. "Gimana gak nyariin kamu Si, orang rumah tangga dia itu katanya nih ya, gak bahagia! Suaminya sibuk sama urusan kerjaan"


Sigit mengerutkan keningnya. "Lha dia kan juga polisi, tahu donh kerjaan kita gimana? Aneh ih si Niken"


Luna mengangguk. "Hati-hati saja lah Si, apalagi Muti lagi hamil. Moodnya bisa ngeswing kapanpun"


Sigit mengangguk. "Aku jemput Muti dulu lah, kalian mau kemana?"


"Nyari cincin" jawab Danang. "Uwauw! Terkejut aku" kata Sigit sedikit lebay. Hingga Danang dan Luna tertawa.


"Udah ah, balik. Bye" Sigit meninggalkan mereka. Luna dan Danang bergegas ke toko perhiasan tempat mereka janjian dengan mamah Ana.


"Lhoh, kok pakai mobil kamu mas? Mobilku?" tanya Luna heran. Mereka masuk ke dalam mobil. Danang membantu Luna memakaikan seatbelt Luna.


Luna tersenyum mendapatinya. "Makasih mas"


"Sama-sama sayang. Mobil kamu sudah mas kembalikan ke rumah. Mulai besok, mas antar jemput" Luna mengangguk.

__ADS_1


"Kapan ngurus berkas nikah kantor?" tanya Danang. "Berkasnya sudah ada di rumah kok mas, tinggal diisi lalu dikumpulkan. Setelah itu seperti biasa, rikes, menghadap atasan, sidang BP4R"


Danang mengangguk. "Kita urus sama-sama, biar cepat selesai" Luna mengangguk dan tersenyum. Danang memegang tangan Luna dan mengecup bagian punggung tangannya.


Tak lama mereka telah sampai di toko perhiasan itu. Mamah Ana sudah menunggu mereka. Luna turun dari mobil dan menyalami calon mertuanya.


"Assalamualaikum mah, sehat mah?" Mamah Ana cipika cipiki dengan Luna. "Alhamdulillah sehat sayang. Yuk langsung yuk. Mamah sudah pilihkan beberapa model untuk kalian"


Mereka mengangguk dan mulai melihat pilihan model mamah Ana. Luna sangat suka dengan pilihan mamah Ana, terkesan sederhana. "Yang ini saja ya mas?" tanya Luna.


Danang melihatnya. "Iya, yang ini saja mah. Bagus, simpel" Mamah Ana mengangguk. Karyawan toko itu membawa contoh ukurannya, setelah dipastikan pas dijari keduanya, selanjutknya transaksi pembayaran. Danang segera membayar biaya cincin itu. Ia melihat ada gelang yang sangat cantik menurutnya.


"Mbak, tambah itu ya? Langsung bungkus saja" kata Danang. Karyawan toko itu langsung melakukan perintah Danang. Tak lama mereka selesai dengan pemilihan cincin.


"Kalian pulang saja duluan, mamah nanti sama bundamu, dan Mimi Amira mau belanja seserahan" Luna mengernyitkan dahinya. "Kan masih lama Mah?"


Mamah Ana tersenyum. "Sebulan itu cepet sayang, besok baru puasa eh tahu-tahu udah lebaran saja"


Luna tersenyum. "Ya sudah kalau begitu. Mamah hati-hati ya?" Mamah Ana mengangguk. Tak lama Bunda Tari datang bersama Mimi Amira membawa mobil Luna.


"Hati-hati bun, budhe" Mereka mengangguk. Luna pulang bersama Danang. "Mampir le kafe bentar ya yank? Berkas mas ada yang ketinggalan" Luna mengangguk.


Tak lama, mereka sampai di kafe, Danang dan Luna turun. Danang menuju ruangannya, mengambil berkas yang ia butuhkan. Luna duduk menunggunya. Penasaran dengan goodie bag yang dibawa Danang sejak dari toko perhiasan tadi.


Danang tersenyum. Ia menghampiri Luna dan duduk di sebelahnya. Mengeluarkan kotak perhiasan itu dan menunjukkannya pada Luna. "Untukmu wanita terspesial dalam hidupku"


Luna menutup mulutnya tak percaya. Ia mengembangkan senyumnya. "Makasih mas"


Luna memeluk Danang. "Sama-sama. Sini mas pakaikan" Danang memakaikan gelang itu di pergelangan tangan Luna.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip


Othor masak dulu, lanjut shift sore. Dilanjut malam yak??

__ADS_1


__ADS_2