
Cup
"Makasih sayang" Mengecup kening Hana dan menarik miliknya keluar. Ia berguling ke samping Hana. Ali menarik selimut dan memeluk istrinya.
"Sama-sama" kata Hana. "Oh ya bang, adek tadi dikasih ini sama ibu" Hana menunjukkan sebuah ATM. Ali tersenyum.
"Iya itu untuk kamu, sudah gak usah tanya itu ATM apa. Pokoknya itu untuk kamu. Abang hanya dapat cuti 3 hari, kamu mau liburan kemana?" tanya Ali mengubah topik pembicaraan.
Hana berpikir. "Ke rumah Abang. Rembang"
Ali menautkan alisnya. "Kenapa pengen kesana?"
"Adek belum pernah ke rumah Abang, Adek ketemu keluarga Abang juga disini. Gak afdol kalau adek belum kesana"
"Rumah abang jelek dek" Hana mencubit perut Ali. "Memang adek tanya jelek atau bagus?"
"Ya sudah kalau kamu maunya ke Rembang, besok kita berangkat. Sekalian sama rombongan keluarga abang saja kalau begitu" Hana mengangguk.
"Bobok gih" kata Ali. "Belum mengantuk" Kata Hana
Ali membelai rambut istrinya. "Tidurlah, abang bacakan surat An-Nisa" Ali mulai melantukan ayat-ayat suci. Hana memejamkan matanya. Hingga akhirnya, Hana tertidur.
Ali tersenyum memandangi istrinya. "Abang sayang sama kamu, Abang cinta sama kamu"
"Adek juga cinta dan sayang sama Abang" jawab Hana membuat Ali terkejut. "Lhah, belum tidur dek?"
Tak ada sahutan lagi dari mulut Hana. Menandakan ia terlelap. "Ngelindur atau apa sih?" tanya Ali. Ia mengeratkan pelukannya pada istrinya. Dan ikut terpejam bersama
.
Sedang di lain rumah, Muti sudah kehabisan tenaga karena suaminya sudah 3 kali ini ingin bercinta dengan dirinya. "Mas, ayo diakhiri. Tenagaku sudah habis sayang" pinta Muti. Sigit tersenyum kecut mendengarnya.
"Tunggu sebentar lagi" Sigit mempercepat temponya, tubuhnya mengejang dan.... "Aaahhh" ucapnya setwlah berhasil menebar benih-benih cinta itu kembali.
__ADS_1
Ia berguling ke samping Muti. "Nyerah kamu?" tanya Sigit. "Tenagaku habis sayang"
"Mau mas buatkan makanan?"
Muti menggeleng. "Gak usah lah, sudah malam sekali kalau mau makan. Mas, aku mau pelihara kucing ya?"
Sigit menolaknya dengan keras. "Gak! Dari tadi itu melulu. Kan mas sudah bilang, kalau kamu bisa melayani mas sampai 6 ronde, silahkan kamu pelihara itu meong. Ini baru tiga kali saja sudah minta selesai kok"
"Aaahhhh.... mas.... 3 lagi buat besok" bantah Muti. Sigit tetap menggeleng. "Hitungannya kalau besok ya dimulai dari nol lagi"
"Yaaahhhh...... kok gitu sih?? Kamu gak sayang sama aku ya?" tanya Muti kesal. Ia melepaskan pelukannya dan membelakangi Sigit.
"Dosa" kata Sigit singkat. "Habisnya kamu, aku pengen pelihara kucing saja gak boleh"
"Yank" kata Sigit. "Hmm?" geram Muti. "Dosa, kamu mau dilaknat malaikat sampai selesai subuh? Dan pahalamu hilang?"
Akhirnya Muti berbalik arah menghadap suaminya. Sigit membelai rambut istrinya. Menghujani wajah Muti dengan ciuman sayang. "Kita ini sedang proses membuat junior-junior kita, yang mana, dalam tubuh kita ini semuanya harus sehat. Kamu pernah dengar kan penyakit TORCH? Atau Toxoplasma?"
Muti mengangguk. "Itu sumbernya bisa dari bulu kucing sayang, Mas gak kepengen kamu itu nanti malah kena toxo ataupun TORCH. Mas pengen kamu itu sehat, Mas pengen anak yang kamu kandung nantinya sehat sampai lahir ke dunia. Paham?" Muti mengangguk.
"Laaaaaahhhh..... itu lagi yang dibahas. Menjurusnya kesitu lagi. Hadeh.... Yank, pelihara yang lainnya kek, biawak, buaya, kadal, bunglon, ular. Mas tahu itu hewan kesayangan Nabi. Mas mudeng. Mas setujuin semuanya. Asal jangan kucing. Selain penyakit tadi, ada satu alasan yang memang gak boleh kamu tahu" jelas Sigit.
Muti menautkan alisnya bingung. "Alasan apa tuh? Katanya saling terbuka? Katanya gak boleh ada rahasia-rahasiaan? Jadi, ayo ngomong" Sigit menggeleng. Muti menggelitiki perut suaminya. Hingga Sigit tertawa kegelian.
"Ahahahaha, stop sayang. Oke... Mas akan kasih tahu alasannya. Huh huh. Ehm, jadi.... Mas ini melarang kamu pelihara kucing karena.... Mas geli sama binatang satu itu"
Muti mendelikkan matanya. Ia tertawa terbahak-bahak. "Wkwkwkwkw, gak salah dengar kan aku mas? Ha? Komandan yang super nyebelin dan galak seperti kamu, geli sama kucing? Ha? Hahahahahahah"
Sigit memanyunkan bibirnya sebal. "Teroooossss...... tertawa yang puas! Mas mau tidur!"
"Ih, ngambek. Jangan ngambek dong suamiku sayang.... Ya sudah deh, gak jadi pelihara kucing" kata Muti.
Sigit meraih ponselnya. "Pelihara ini saja, buat aquascape kita kasih ikan-ikan kecil. Kita letakkan di meja ruang tamu. Nanti kalau ada yang berkunjung pasti suka deh lihat seperti ini"
__ADS_1
Muti melihat contoh gambar yang ada pada ponsel Sigit. "Bagus, kasih ikan ****** saja mas"
"Ojo, kalau ****** hanya bisa satu Yank. Dia ikan petarung. Nanti saling makan. Mati malahan" Muti mengangguk-anggukan kepalanya.
"Ya sudah deh. Buat kayak begini saja. Tapi, beneran kamu takut sama kucing mas?" Tanya Muti. Sigit menganggukkan kepalanya dengan malu. "Bukan takut sih yank. Geli"
"Geli gimana sih? Orang kucing bagus kok"
"Ya pokoknya geli, hi..... apalagi kalau pas lagi ngusel-ngusel kaki. Alaaaahhhh...... bisa naik ke atas meja aku" jelas Sigit. Muti tertawa lagi. tak menyangka suaminya begitu geli dengan hewan yang menggemaskan seperti kucing.
Sigit gemas karena sedari tadi dirinya ditertawakan oleh Muti. Ia menggigit hidung Muti. "Sakit!" kata Muti
"Biarin! Gemas aku sama kamu sedari tadi menertawakan aku. Besok mas kena piket malam yank, kamu di rumah sendirian? Atau mau ke rumah kakek?"
"Ke rumah kakek saja. Sepi mas gak ada kamu di rumah" kata Muti. Sigit tersenyum. "Nanti rumah kita akan jadi ramai sayang. Semoga segera tumbuh benih cinta kita dalam rahim kamu ini"
"Aamiin" kata Muti mengamini ucapan suaminya. Sigit beralih ke perut Muti. Membacakan sholawat nabi di depan perut Muti dan mengecupnya. Muti tersenyum dan membelai rambut suaminya.
"Lagi yuk?" kta Sigit dengan senyum sumringah. Muti tak habis pikir dengan suaminya. Baru setengah jam lalu mereka mengakhiri aktivitas membahagiakan itu, dan ini minta lagi. "Ha?"
Sigit tak mau menunggu jawaban Muti. Ia mulai menyusuri setiap lekuk tubuh istrinya. Dan akhirnya terjadi pergulatan panas lagi. Muti hanya bisa pasrah dengan sentuhan yang diberikan oleh suaminya itu.
.
.
.
Like
Vote
Komen
__ADS_1
Tip