Cinta Karena Mandat (Revisi)

Cinta Karena Mandat (Revisi)
Bab 156


__ADS_3

Resepsi telah selesai digelar. Baik acara Luna maupun acara Maryam. Mereka pulang ke rumah masing-masing. Luna langsung diboyong oleh Danang ke apartemennya. Sedangkan Maryam langsung menempati rumah baru mereka.


Maghrib berkumandang. Semua melakukan ibadah sholat sebagai kewajiban mereka terhadap sang Khaliq. Selesai sholat Luna dan Danang bertadarusan bersama. Mereka menunggu waktu hingga Isya' dan sekalian sholat Isya'.


"Mas, mau makan apa?" tanya Luna kepada suaminya. Danang mendekatinya dan membisikkan sesuatu padanya. "Mau makan kamu"


Luna menahan tawanya. "Dasar cowok! Ternyata bener ya? Di otak kalian tuh itu melulu yang dipikirin!"


Danang tertawa. Ia melihat isi kulkas. "Bikin ayam goreng mentega saja yank, ayo masak sama-sama" Luna mengangguk. Danang sangat telaten mengajari istrinya memasak. Butuh waktu 1 jam lamanya hingga masakan itu matang. Mereka makan bersama.


"Mmm, ternyata masakanku enak juga ya?".kata Luna. Danang tersenyum dan mengacak-acak rambutnya. "Makanya belajar masak yank"


"Iya mas, gak usah sama Muti, kan ada suami aku yang bisa ngajarin aku masak"


"Gak gratis lho belajar masak sama aku" Luna menautkan alisnya. "Mau dibayar pakai apa?" tantang Luna kepada Danang. Danang menunjuk bibirnya dan ranjangnya. Luna tersenyum.


"Dasar! Gak mau rugi banget sih!"


"Iya dong" Luna menangkup wajah Danang dan mencium bibir Dananh dengan cepat, secepat kilat. Wajahnya merona merah karena menahan malu. Danang tersenyum. "Lagi" katanya.


"Malu ih"


Danang tertawa. "Aku sekarang siapamu?"


"Suamiku"


"Terus kenapa malu?" Tanya Danang sambil mencubit dagu Luna. Danang menangkup wajah Luna. "Kita sudah halal, tak perlu lagi ada rasa malu". Danang tersenyum menatap istrinya. Mulai mendekatkan bibirnya ke arah bibir istrinya. Saat akan menyatu.... ting tong. Bel apartemen berbunyi.


Danang menjatuhkan kepalanya di bahu Luna. "Siapa sih?? Gak tahu orang mau indehoy apa gimana sih?"


Luna menahan tawanya. "Awas dulu mas. Biar aku bukain pintunya" Danang mengangguk. Luna berjalan menuju pintu dan melihat siapa yang datang.


"Sigit dan Muti? Ngapain mereka kesini?" Luna membuka pintu apartemennya. Sigit, Muti, Hana, dan Ali tersenyum nyengir ke arahnya. "Ngapain?"


Mereka masuk nyelonong ke apartemen Danang tanpa dipersilahkan terlebih dahulu oleh Luna. "Assalamualaikum" kata mereka kompak. Danang ikut melihat tamunya.


"Waalaikum salam" jawab Luna. Danang terheran dengan para sepupunya. "Pada ngapain disini?" tanya Danang.


"Mau ngrecokin malam pertama kalian"


"Ha?" sahut Danang dan Luna bersamaan. Semuanya tertawa melihat ekspresi wajah pengantin baru itu. "Kenapa? kok kaget gitu?" kata Muti.


"Ih,..... kalian ngapai coba disini. Mending pada dirumah ya kan, berdua sama istri biar romantis" Sanggah Danang.


"Pada pulang sana...." Luna mengusir mereka satu per satu.


"Budhe kamu tega nak, padahal Ibu ngidam pengen tidur di rumahnya malam ini" kata Hana sedih sambil mengelus-elus perutnya.


"Nah loh, nanti kalau sampai anak ku ngeces lihat kalian mbuh ya!" imbuh Ali. Lunad dan Danang garuk-garuk kepala mendengarnya.


Muti mencium wangi masakan. Ia menuju meja makan dan melihat makanan masih tersaji disana. "Kalian kok tega sih? Bumil gak ditawarin makan" kata Muti langsung mengambil piring dan sendok, mengisinya dengan makanan nan menggiurkan itu.

__ADS_1


Dananh dan Luna hanya bisa menghela nafas mereka. Ali mengambil gambar mereka yang kesal dan mengirimnya di grup.


Ali : (Mengirim gambar pasutri baru itu dengan wajah sangat kesal) Mau unboxing, eh... digangguin sama sepupu somplak. Begini deh jadinya 😁😁😁


Hamka : ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ Rasain lu Lun! Kena juga kan! Wkwkwkw, lanjutkan tugas kalian wahai junior ku!


Damar : Parah! Sepupu macam kalian memang, aduh dek..... ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ Sabarno Lun!


Bima : Bahaya! Ntar kalau aku udah nikah sama Jihan pintu asramaku gak akan aku buka meskipun ada yang gedor-gedor. Bodo amat! Daripada kayak nasibnya Luna ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ


Amaris : Ya Allah.... kalian ih, ganggu orang yang mau ibadah aja sih. Atau kalian yang mau jadi suhu buat ngajarin mereka ðŸĪŠ


Hana : Aku lagi ngidam ngrecokin malam pertamanya orang. Gimana dong?? 😟😟


Maryam : Untung lampu rumah udah tak matiin semua tadi. Jadi dikiranya gak ada orang. Ups... keceplosan 😅


Sigit : Oh tenang, giliran kamu selanjutnya dek! 😜


Hana : Bener banget mas Si, besok kita nginap ke rumah baru mereka


Habib : Please.... jangan kakak kakak kesayanganku.... pleaseeee 🙏🙏🙏


Muti : ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ


Hana : 💃💃💃💃


Maryam : Besok kita ngungsi ke Magelang mas!


Ali : Tak susulin! 😜


Maryam : Bener bener kata kamu Az, mereka lagi jadi ular ya kan? Pengganggu!


Danang : Ngalamat gak bisa tidur nyenyak aku nih 😭😭😭


Hamka : ðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢðŸĪĢ


Damar : 💆‍♂💆‍♂💆‍♂💆‍♂💆‍♂


Bima : Sumpah, para sepupu pada gendeng ya begitu. Ampun bang jago!


Sigit dan Ali tertawa puas menyaksikan Luna dan Danang. Muti sudah puas makan. Hana menguap. "Yok tidur yok, kamar utamanya mana nih?"


Luna mencegah mereka masuk kamar utama. "Pengen ponakan kamu ngiler ngeces terus???"


Luna pasrah. "Aaahhhh.... Kalian ih.... nyebelin banget siiih....."


Semuanya masuk ke kamar utama. Hana dan Muti tidur diranjang itu. "Hmmm, nyamannya....." kata Hana.


Luna menghela nafasnya. "Lhah, kalau kalian tidur di atas, aku dimana dong?" tanya Danang.


"Mas Danang tega membiarkan bumil tidur di bawah?? Ya Allah.... tega banget sih" ucap Hana dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Iya, pinjem ranjangnya semalam saja kenapa sih Nang" timpal Muti.


Danang duduk lesu disamping pintu. "Ngapain dlosor begitu?" tanya Sigit. "Kalian mbok ya sadar diri sih.... Adek aku ini pengen ketemu sama sesuatu yang baru gitu lho"


Semuanya tertawa. "Besok kan masih bisa.to? Janjiannya dibatalin aja dulu" sanggah Ali.


Luna menarik selimutnya. "Mbuh mbuh mbuh karepmu! Ngantuk aku! Mapan mapan mapan"


Semuanya kembali tertawa. Rencana mereka untuk menggagalkan malam pertama Danang dan Luna berhasil.


"Ya Allah.... salah apa aku hingga dihukum seperti ini? Kenapa Engkau kirimkan sepupu somplak hamba disaat yang tak tepat??" Danang mengeluh.


Semuanya tertawa mendengarkan keluhan Danang. "Misi terselesaikan!" kata Sigit dan tos terhadap Ali.


"Gak enak kan digangguin pas lagi mau indehoy? Masih ingat gak kamu Lun? Hmm? Hahaha. Ya sudah deh, kami pulang. Piye Han? Ngidam mu wes keturutan opo durung?" tanya Sigit.


Hana dan Muti tertawa. "Ya sudah yuk pulang, aku juga mau ngasih jatah sama suamiku" kata Hana beranjak turun dari ranjang.


Muti mengirim pesan di grup.


Muti : OTW rumah Maryam dan Habib, karena Hana ngidamnya ganti pengen disana 😁


Maryam : Aku udah otw Magelang 🏃‍♀🏃‍♀🏃‍♀


Ali : Tak cegat di Polsek Ungaran! ðŸ‘Ļ‍✈ïļðŸ‘Ļ‍✈ïļðŸ‘Ļ‍✈ïļ


Habib : 😭😭😭


Mereka akhirnya pulang karena sudah puas mengerjai Luna dan Danang.


"Huft..... untung mereka pulang" ucap Danang. Luna bergegas ke kamar mandi dan mengganti bajunya memakai baju haram hadiah dari para sepupu gilanya. Menyemprotkan parfum kesukaannya "Aduh.... kenapa seksi begini sih"


Danang masuk ke kamar mandi dan melihat istrinya yang menggiurkan. Ia mendekat.dan memeluknya dari belakang. "Wanginya... Mas pengen sekarang yuk.... sebelum mereka berubah pikiran balik lagi kesini"


Luna mengangguk malu. Danang menggendongnya dan membawanya ke ranjang, mulai mengecup satu per satu bagian tubuh istrinya dan melalukan ibadah halal yang seharusnya dilakukan pasangan suami istri.


"Aaaah......" lenguh keduanya.


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip

__ADS_1


Udah 3x up ya, mau ke sebelah dulu, up juga yang disana. Hehehe


"Pelabuhan Hati si Kembar 4"


__ADS_2