Cinta Karena Mandat (Revisi)

Cinta Karena Mandat (Revisi)
Bab 99


__ADS_3

Sigit melihat rekaman cctv itu. Ia melihat kepada Luna. Luna menganggukkan kepalanya. "Besok kita tangkap Arsya!".kata Sigit dikuasai emosi. Ali tertawa mendengarnya.


"Komandan gendeng! Redam dulu emosi mu Git!" Luna tertawa mendengarnya. Ali jika sudah jengkel kepada Sigit akan mengatai sesuka mulutnya.


"Gendeng piye to Al?"


"Gendeng lah! Kamu punya bukti apa.kalai Arsya yang menjadi tuan muda alias kakaknya si Yudi? Cuma mengandalkan suara doang? Dia bakalan lolos begitu saja. Kita butuh jebakan untuknya" jelas Ali panjang lebar kepada Sigit.


Muti dan Hana hanya diam mendengarkan rencana mereka. "Lalu rencana apa? Kamu punya ide?" Ali menggeleng. "Belum nemu"


Mereka semua berpikir bagaimana cara untuk mengungkap jati diri Arsya sebenarnya. "Ah, aku tahu. Panggil om Tompel kemari Lun" titah Sigit. Luna mengangguk dan segera menghubungi om Tompel.


Tak lama, om Tompel datang memenuhi panggilan itu. "Om, kami punya tugas untuk om Tompel. Berpura-puralah om ingin bekerja dengan Arsya. Buat mereka benar-benar percaya bahwa om bisa diandalkan. Korek semua infomasi dari orang kepercayaan Arsya. Cari titik lemahnya"


Om Tompel mengangguk. "Oh ya, hampir saja aku lupa. Kemarin tak sengaja aku mendengar bahwa mereka akan membebaskan orang bernama Mia. Siapa dia?"


Muti dan Hana saling berpandangan. "Dia ibunya Humam. Orang yang telah mencambuk kami"


"Mengapa ia ingin membebaskan Mia?" tanya Ali.


"Om tidak tahu alasan pastinya. Tapi Arsya ini akan memberikan keuntungan besar bagi bisnisnya kelak" kata Om Tompel. Sigit, Luna, dan Ali saling berpandangan.

__ADS_1


"Seberapa jauh proses pembangunan hotel om?" tanya Luna. "Hampir finishing. Arsya tak membiarkan para pekerjanya bersantai. Pukul 6 pagi mereka sudah mulai bekerja, pukul 11 malam mereka baru berhenti" terang om Tompel.


"Edyan! Kerja rodi benar!" sahut Sigit. "Kita biarkan rencana Arsya berjalan mulus dulu. Cari bukti sebanyak-banyaknya. Tampung semua bukti yang ada, hingga kita bisa menghancurkannya sekaligus" tutur Ali. Semuanya mengangguk.


"Lebih baik kamu tinggal sama Hana pas mas piket ya sayang. Mas gak mau kamu kenapa-napa lagi" Kata Sigit. Muti mengangguk.


"So sweet banget suamiku...."


.


Arsya memulai rencananya. Ia membebaskan Mia dari penjara. Entah bagaimana dan dibantu oleh siapa, malam itu dengan mudahnya Mia bebas. Ia memohon agar Humam, anaknya dapat dibebaskan juga. Tapi Arsya menolaknya.


"Jika kau tidak mau tidak apa-apa"


"Oke, 3 hari lagi hotelku sudah jadi. Peresmian akan aku laksanakan 2 minggu lagi. Aku harus ke Jakarta dan Malang untuk mengontrol bisnisku. Lakukan tugasmu. Cari dan jaring para gadis belia. Tawarkan kepada mereka gaji yang besar" Mia mengangguk.


Om Tompel melaksanakan perintah Sigit. Ia berpura-pura ingin menjadi anak buah Arsya. Ia menjelek-jelekkan Ayah Tristan agar mereka semakin percaya. Akhirnya om Tompel berhasil meyakinkan semuanya.


Ia mulai mengulik informasi. Menyadap ruangan yang biasa digunakan Arsya untuk menerima tamu. Ia juga meletakkan alat perekam disana.


"Eh bro, wanita itu siapa sih? kok aku baru lihat?" tanya om Tompel pada salah satu anak buah Arsya.

__ADS_1


"Oh, itu tante Mia. Dia itu nantinya yang akan mengelola bisnis ini"


Om Tompel mengangguk. "Tapi aku heran sama tuan muda, kenapa bangun hotel di kawasan sepi?"


"Hahahah, jelas lah, hotel ini kan untuk prosti*tusi" Om Tompel mengangguk. "Kamu kira real hotel?"


Om Tompel mengangguk. "Hahaha, mana ada, semua bisnisnya adalah begitu"


.


.


.


Like


Vote


Komen


Tip

__ADS_1


Segini dulu gaes, othor sibuk padat merayap. othor mau menyelesaikan tugas yang di dunia nyata dulu. banyak banget tugasnya


__ADS_2