
Hari lamaran Shanum dan Hamka pun digelar. Muti dan Sigit sudah di Magelang pada malam harinya. Rombongan yang berangkat dari Semarang bersama keluarga Hamka adalah Kakek Umang, Maryam, Azka, Luna, Danang, Papah Bagas, Mamah Anin, Mami Salma, Papi Raka, Bima, Jihan, Damar. Hana dan Ali tak bisa ikut karena usia kehamilan Hana yang sudah masuk hamil tua. Mengharuskannya tak boleh pergi jauh.
Bima mengambil foto Hamka yang tampan memakai kemeja batik berwarna dominan hitam. Mengirimnya di grup.
Bima : (Mengirim foto Hamka)
Sigit : Ajegile...... cakep amat lu bang! Perut agak rata nih?? Dikemanain??
Bima : (Mengirim foto lagi yang memperlihatkan perut Hamka yang dipakaikan korset)
Ali : 🤣🤣🤣 Pantesan korset bini gua yang udah gua siapin ilang! Ternyata mbok pakai Bang??
Muti : 😅 usaha tak akan mengkhianati hasil!
Sigit : 🤣🤣🤣 wong kok do somplak kabeh! Siapa yang makein begituan??
Bima : (Mengirim foto Jihan dan Maryam yang masih merapikan korset)
Shanum : Abang.... gak usah pakai begituan.... nanti sesak! 😥
Hamka : Itu karena baju Abang gak bisa dikancing beb.... 😭😭😭 gegara opor lontong nih
Ali : 🤣🤣🤣
Sigit : 🤣🤣🤣 nyalahin opor lontong! Mulutmu yang gak bisa berhenti makan!
Hamka : 😭😭😭
Shanum : 😥 Makenya nanti aja kalau sudah sampai sini. Makanya kalau bebeb ngomong tuh didengerin sayang.... jadinya begini kan..... 😞
Damar : Kosrsetnya ucul alias lepas terus, sampai harus dipakaikan peniti nih. Bang bang, mau ketawa tapi kok yo kasihan 😂
Hana : 🤭🤭🤭
Ali : Ngapain ditutupin dek ketawanya? Los ke wae... 🤣🤣🤣🤣
Maryam : Yang salah bukan orangnya gaes. Bajunya menyusut kena dingin. 😜
Hamka : 😭😭😭😭😭
Sigit : Sumpah aku pengen ngakak gulung-gulung karo salto 🤣🤣🤣🤣🤣
Semuanya menertawakan Hamka gara-gara baju sarimbitnya dengan Shanum tak muat. Bobot Hamka naik 3 kilo setelah lebaran. Dan saat ini beratnya di angka 85 kg.
Mereka berangkat dari Semarang. Hamka memasang wajah cemberutnya. "Sudah lah, pakai baju Apakmu saja. Lebih longgar" Amak Hamka memberi saran. Damar yang menjadi supir bagi Hamka dan keluarganya menahan tawanya.
"Gak mau lah Mak, ini baju pasangan"
__ADS_1
"Terus kalau gak pakai baju ini Shanum bakalan batal jadi mantu Amak sama Apak? Gitu maksudnya?" tanya Apak Hamka. Hamka berdecak semakin kesal.
"Sudah lah, terserah kamu. Makanya, besok lagi kalau makan dibatasi!" Amak Hamka ikut kesal.
"Macam mana mau dibatasi, orang lapar kan ya makan? Bener gak Dam?" tanya Hamka pada Damar.
Amak Hamka menjewer telinga anaknya itu. "Bantah saja teroooosssss....."
Hamka memanyunkan bibirnya. Damar tertawa melihat keluarga itu. Mereka masuk tol Ungaran agar tak memakan waktu untuk sampai di Magelang.
Setelah melewati beberapa kabupaten, tibalah rombongan itu di Magelang. Hamka kembali ribut dengan korsetnya yang tak karuan. Maryam dan Jihan kembali membantunya. "Baru nemu lho aku, calon manten model begini. Nyusahin!" kata Maryam.
Semuanya tertawa. Mereka disambut oleh keluarga Pak Farid dan Pak Duta. Dipersilahkan masuk.
Acara langsung dimulai. Dibuka oleh Pak Duta sebagai wakil besan dari keluarga Shanum. Papah Bagas yang ditunjuk sebagai wakil besan dari keluarga Hamka juga mengutarakan maksud kedatangan rombongan keluarga besar mereka.
Sampailah pada acara inti yaitu penyematan cincin pada masing-masing jari calon pengantin itu. Mimi Amira menyematkan cincin di jari manis Hamka dan Amak Hamka menyematkan cincin di jari manis Shanum. Saatnya mereka berfoto. Azka mengambil potret mereka berdua.
Saat diarahkan gaya oleh Azka, tiba-tiba saja, peniti yang ada pada korset itu lepas, sehingga korsetnya pun ikut lepas. Membuat kancing pada baju Hamka lepas.
Semua tertawa melihatnya. Shanum sampai terpingkal-pingkal menyaksikan perut buncit Hamka yang sedari tadi bersembunyi ingin menampakkan dirinya di kamera.
"Piye iki?" kata Hamka hampir menangis. Luna dan Maryam membantunya memakaikan lagi peniti.
"Tahan nafasnya" kata Luna. Hamka menahan nafasnya. Alhasil foto yang diambil mengundang tawa bagi orang yang melihatnya.
Shanum kembali dan memberikannya pada Hamka. "Masa gak ada yang lain sih beb?"
"Gak ada abang, cuma itu yang ukurannya XL. Udah sih pakai saja. Kan acaranya sudah selesai" kata Shanum. Dengan berat hati Hamka memakainya dan semua mata tertuju padanya.
Sigit mulai lagi ulah jahilnya. Ia mengambil gambar Hamka yang sudah berganti baju memakai kaos partai dan mengirimnya di grup.
Sigit : (Mengirim gambar Hamka yang memakai kaos partai). Lamaran pake baju sarimbit ❌. Lamaran pake kaos partai ✔️
Damar : 🤣🤣🤣🤣🤣
Ali : 🤭🤣🤣🤣🤣🤣 baju dia kemana Si??
Maryam : Kancingnya lepas. 🤦♀
Hana : Astaghfirullah.... 🤣🤣🤣🤣
Amaris : Ya Allah ya Rabb.... Shan.... gokil abisssss 🤣🤣🤣
Shanum : ☹️😔 cuma satu itu yang gede. Gak ada yang lain 😭😭😭
Hamka : Kalian nih temen apa temen sih? Suka banget melihatku menderita.... 😭😭😭😭
__ADS_1
Sigit : Gak papa bang, buat kenang-kenangan
Bima : wetengku kaku kram. Adooohhh....
Jihan : Aku makan sampai keselek! 🤣🤣
Tak habis-habisnya Hamka menjadi bulan-bulanan dan menjadi bahan tertawaan semuanya.
"Jadi acara selanjutnya adalah pernikahan yang tanggalnya sudah ditetapkan tanggal 25 ya pak, bu" Pak Duta mengambil kesimpulan dari acara itu. Semuanya mengangguk.
"Saya itu suka lho sama nak Hamka. Lihat ini, saya sudab tidak menjabat jadi bupati saja masih dipromosikan olehnya. Makasih lho nak" kata pak Duta menambah beban malu Hamka.
Hamka hanya memasang wajah sedihnya dan memanyunkan bibirnya. "Gak paoa, ini sebagai pembelajaran, harus diet. Kalau tidak mau begini lagi kejadiannya. Masa iya nanti pas nikahan pakainya kaos partai lagi? Kan ya gak lucu?"
"Masih mending ada yang pas Pah, coba tadi gak ada yang pas. Pakai singlet doang kali ya bang??" Damar menggoda Hamka. Semuanya kembali tertawa.
Acara lamaran telah usai dilaksanakan. Hamka dan keluarga besarnya langsung pamit pulang.
"3 hari lagi kami yang gantian ke Semarang" kata pak Farid kepada papah Bagas.
"Ya besan. Tak tunggu kehadiran semuanya. Bib, merem matanya, jangan lihat Maryam dulu. Biar nanti pas akad jadi ewaw.... gitu lho" jawab Papah Bagas.
Habib tertawa nyengir. "Kan kangennya sekarang pah, masa gak boleh dipandangi sih?" jawab Habib.
Sigit berdecak. "Nanti pas malam pertama kamu gak ada gregetnya lho sama Maryam"
"Mosok Bang?" tanya Habib penasaran. Sigit mengangguk mantap. Akhirnya Habib memejamkan matanya.
"Ih, dikibulin sama bang Si mau aja sih mas?" kata Maryam. Semuanya kembali tertawa.
"Dasar pada jahil semua nih" seru bu Laras.
.
.
.
Like
Vote
Komen
Tip
Maaf baru up. othor masuk pagi soalnya
__ADS_1