Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 100


__ADS_3

Entah kenapa Anggrek merasa ada yang aneh dengan sikap Alif hari ini. Alif terlihat begitu dingin dan tidak peduli. Saat Anggrek meminta tolong untuk diantar pulang, Alif menolak dan hanya menjawab secara singkat.Anggrek merasa bingung dengan perubahan sikap Alif.


" Apa aku punya salah? kenapa akhir - akhir ini kamu berubah dingin terhadapku Lif." tanya Anggrek disaat jam istirahat makan siang. Ia sengaja menghampiri Alif yang sedang makan siang sendirian.


"Mungkin hanya perasaanmu saja." Alif masih menyendok makananya tanpa melihat kearah Anggrek.


"Tapi aku merasa kamu menghindariku."


"Tidak!"


"Apa karena aku jalan dengan Fafa sehingga kamu marah padaku." Anggrek mencoba menegaskan bahwa apa yang dia fikirkan benar.


"Hahahaha, kamu itu lucu nggrek. Apa hubungannya denganku, kamu mau jalan dengan siapa bukan urusanku. Kita tidak ada hubungan khusus, kenapa aku harus marah." ketus Alif


Anggrek tersenyum kecut, hatinya sangat perih saat Alif mengatakan bahwa tidak ada hubungan khusus diantara mereka. Memang benar selama ini Alif tidak pernah menyatakan rasa cinta pada Anggrek, namun setidaknya Alif bisa menjaga nada bicaranya agar tidak terlalu ketus.


"Iya, memang kita tidak ada hubungan spesial. Aku juga bukan pacar kamu kan, jadi aku bebas jalan dengan siapa saja."


Anggrek merasa tidak berselera untuk makan kembali, rasanya terasa hambar karena perkataan Alif yang menyakiti hatinya. Ia menundukan kepala sambil memainkan handphone.


Alif sesekali melirik Anggrek yang sedang menundukan kepala dan fokus dengan handphonenya. Terlihat Anggrek yang sedang senyam - senyum sendiri hingga Alif merasa penasaran.


"Sedang chatting sama siapa?" tanya Alif penasaran.


"Kepo!" balas Anggrek, "Kita kan tidak ada hubungan khusus, aku mau chattingan dengan siapa bukan urusanmu." Anggrek menirukan perkataan Alif kembali.


Alif begitu kesal karena jawaban Anggrek sama persis dengan Fafa. Kepo!


Sepenasaran itukah dirinya dengan hubungan Anggrek dan Fafa. Terkadang Alif merasa itu bukan dirinya yang selalu ingin tahu tentang orang lain namun dia benar-benar penasaran.


Anggrek masih dengan senyuman lebarnya, senyuman pura-pura agar tidak terlihat menyedihkan di depan Alif.


"Yesss...!" seru Anggrek, "Akhirnya Fafa mengajak aku jalan lagi pasti seru lagi jalan sama Fafa." ucap Anggrek berbohong, sebenarnya di dalam hati Anggrek ingin sekali muntah saat dia mengatakan bahwa seru jika jalan kembali bersama Fafa, yang ada hanya menjengkelkan.


"Mau jalan kemana?" Alif melirik Anggrek yang masih tersenyum lebar.


"Ke bioskop dong, kita mau nonton." jawab Anggrek dengan senyum palsunya.


"Kemarin di kota B ngapain saja sama Fafa?" tanya Alif lagi.


"Kemarin dia memberiku soto super pedas. Aku tidak bisa menghabiskan satu mangkok itu, Fafa benar-benar kurang ajar mengerjai aku. Dia memakai uangku untuk membeli ponsel baru, tapi sudah diganti sih. Dia juga meninggalkan aku di supermarket, aku tungguin lama banget ternyata dia tidur di toilet. Aku menangis sehingga Fafa menenangkanku, banyak orang mengira aku pacarnya. Fafa memelukku dan merayuku dengan sangat manis. Walaupun dia sangat menyebalkan tetapi dia pria baik dan asyik." Anggrek menjelaskan kejadian kemarin


" Jadi kamu makan soto yang hot banget! " Alif membuka mulutnya, ia melongo dengan ucapan Anggrek.


" Sialan si Fafa, gue dikerjain. Gara-gara dia aku salah paham sama Anggrek! "gumam Alif dalam hati, ia begitu kesal karena rasa cemburu


" Iya, hot banget sotonya bikin sakit perut. " ucap Anggrek." Yasudah, aku kerja dulu. Bye. " Anggrek melambaikan tangannya pada Alif.

__ADS_1


" Tunggu. " Alif menahan lengan Anggrek


" Ada apa Lif ?"


" Jangan jalan sama Fafa." pinta Alif


"Kenapa?"


"Karena... karena... Fafa sudah punya pacar." jawab Alif dengan cepat, ia bingung alasan apa yang harus ia katakan agar Anggrek menolak ajakan Fafa untuk jalan bersama lagi.


" Tidak masalah bagiku kalau Fafa sudah punya pacar."


" Bisa nggak sih, kamu nurut denganku." pinta Alif.


"Kenapa aku harus nurut sama kamu. Kamu juga bukan pacar atau kakak aku. Kita tidak ada hubungan khusus! " Anggrek sengaja menekankan kalimat terakhir. Ia menghempas tangan Alif pergi menuju ruang tugasnya.


"Kamu fikir aku akan menangis saat kamu ketus padaku seperti ini. Aku mau tahu sampai dimana kamu menginginkan diriku.Aku mau tahu bagaimana perasaanmu kepadaku." Anggrek menyunggingkan senyumnya. "Permainan dimulai Lif, kita lihat perasaanku berbalas atau aku harus berhenti menyukaimu."


* **


Navysah meminta bantuan Alif untuk mengantarkan dirinya ke Mall. Ia begitu sibuk dengan persiapan Raffa yang sebentar lagi akan menikah.


" Kok nggak sama Fafa mah, kan tadi dia kesini. "


" Fafa lagi anterin undangan sama Inha. Mas Raffa sama Kinan sedang pemotretan prewedding, Inka kuliah, Pak Ari sedang anterin pesanan ke customer mama. Masa kamu nggak mau bantuin mama." gerutu Navysah.


"Mama tiduran di kursi belakang ya, mama ngantuk." Navysah masuk di kursi penumpang bagian tengah. Ia merasa sedikit lelah dan akhirnya tertidur.


"Mah, sudah sampai." Alif membangunkan ibunya yang tertidur. Sebenarnya Alif juga mengantuk tapi mau bagaimana lagi,titah ibu ratu lebih penting dari segalanya.


Navysah dan Alif masuk ke Mall dan membeli beberapa kebutuhan untuk seserahan Kinan. Mereka sempat makan di food court sebelum pulang ke rumah.


"Mampir ke SPBU dulu ya mah." Alif melirik ibunya yang sedang rebahan di kursi belakang.


"Iya, mama tidur dulu ya. Kalau sudah sampai rumah bangunkan mama.Sekarang mama cepat lelah, mungkin faktor umur." Navysah memejamkan matanya


"Iya mah nanti Alif bangunin."


Mereka berhenti di sebuah SPBU dengan ciri khas berwarna merah putih. Alif mengisi bahan bakar, ia membayangkan apa yang sedang Anggrek lakukan saat ini. Biasanya Anggrek mengirim pesan atau sekedar bertanya tentang jadwal esok hari. Tapi tidak untuk hari ini.


"Lif, mama ke toilet dulu ya." Navysah bergegas masuk ke toilet SPBU karena dirinya sudah tidak kuat ingin buang air kecil.


"Iya mah." Alif masih memikirkan Anggrek, ia memainkan ponsel untuk menelepon Anggrek.


"Maaf Pak, di SPBU tidak diperkenankan menggunakan handphone." ujar seorang karyawan SPBU.


"Oh, maaf. Saya lupa."

__ADS_1


"Bahan bakar sudah terisi sesuai pembelian, Semoga selamat sampai tujuan dan terima kasih." ucap karyawan dengan tersenyum manis.


"Oke."


Alif melajukan mobilnya ia masih melamun karena Anggrek tidak membalas pesan darinya, namun saat di tengah jalan dia diikuti sebuah motor. Terlihat dua orang pria gondrong dan sangar mengacung - acungkan jarinya. Mereka melotot kearah Alif seolah menyuruhnya berhenti.


"Sial!, jangan - jangan mereka begal." seru Alif, ia menginjak gas dengan kecepatan penuh. Alif takut ia akan menjadi korban begal karena sekarang sedang marak tindak kejahatan.


"Seharusnya ada Fafa, dia kan jago bela diri.Kalau aku tidak bisa." Alif semakin panik, ia menginjak gas dengan cepat.


Alif melihat kearah spion, kedua pria itu masih mengejar Alif dengan kecepatan penuh.


"Mereka ngapain sih!, masih ngikutin aku" Alif semakin panik karena jalanan mulai macet.


"Tok.. Tok.. Tok.. Buka!!" teriak seorang pria gondrong itu.


"Buka bodoh!" teriak pria itu lagi.


Alif dengan sangat terpaksa menurunkan kaca mobilnya. "Apa lu! Berani sama gue." bentaknya dengan keras. "Maju sini gue nggak takut." Alif menatap tajam kedua pria itu.


"Woiii... b*ngsat!!! Emak lu ketinggalan di SPBU. Dasar bodoh!!!" maki pria gondrong tersebut. Mereka pergi meninggalkan Alif yang sedang tertegun dan membuka mulutnya.


"Astagfirullah, mama gue ketinggalan. Alamat ngomel - ngomel durasi dua jam." Alif kembali panik, ia memutar arah dan kembali ke SPBU.


Dan benar saja Navysah sedang duduk manis di kursi karyawan SPBU. Dia mengobrol dan tertawa dengan beberapa karyawan itu.


" Maaf mah, Alif lupa. "Alif cengar - cengir berharap ibunya akan memaafkan dirinya.


" Bagus ya, pergi gitu saja ninggalin mama.Uang dan ponsel mama di mobil lagi.Kamu mama teriakin nggak denger "semprot Navysah, ia menatap tajam Alif.


Alif hanya tersenyum dan malu saat ibunya mengomel padanya.


Sepanjang perjalanan Navysah masih mengomel hingga masuk rumah ke dalam rumah.


" Ada apa mah? " Fafa dan Inka yang sedang makan mendengar ibunya mengomel tiada henti.


" Itu tuh, si Alif kurang ajar banget ninggalin mama di SPBU. " gerutu Navysah.


"Kan sudah minta maaf mah, udah jangan ngomel lagi mah." pinta Alif lagi. Ibunya jarang sekali memarahi dirinya sehingga Alif merasa pusing jika Navysah terus mengomel padanya.


Fafa terkekeh mendengar penurunan ibunya, "Kutuk mah kutuk jadi Malin Kundang eh bukan deh, tapi kutuk jadi Alif Kandang." Fafa mulai memprovokasi ibunya.


"Omelin mah mas Alif tujuh hari tujuh malam,omelin mah!" Inka mulai mengkompori ibunya. Ia merasa senang karena Alif jarang kena semprot ibunya


"Potong uang jajan mas Alif mah, potong lima puluh persen terus uangnya buat Inha mah." sahut Inha yang baru saja datang dari ruang tengah.


"Rese kalian semua, adik-adik kurang asem! Kompor semua, matre lagi." dengus Alif kesal. Ia masuk ke dalam kamarnya dan mengunci diri.

__ADS_1


__ADS_2