
"Apa syaratnya?!" tanya Kinan.
Raffa tidak menjawab pertanyaanya, ia melajukan mobil ke sebuah hotel di kawasan Kemang. Dan Kinan merasa heran kenapa pria disampingnya memakirkan mobil di area tersebut.
"Raffa, kau tidak salah tempat! Ini kan hotel."
"Kau tahu kan aku akan pergi ke Inggris dengan waktu yang lama?"
Dan Kinan menganggukan kepala.
"Katanya kamu mencintaiku...,mau ikut tidak masuk ke hotel" ucapnya dengan senyuman menyeringai.
"Tapi Raffa aku takut" ucapnya sembari meremas kedua tangan. "Kamu tidak akan macam-macam denganku kan" ia langsung menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Ya sudah kalau tidak mau, aku tidak memaksa. Kalau takut jangan ikut " ia sengaja mengedipkan matanya untuk menggoda Kinan dan keluar dari mobilnya.
Kinan masih termenung dengan apa yang akan dilakukannya, namun seketika ia membuka mobilnya dan berlari mengekori Raffa.
Ia menahan senyum saat Kinan berlari mengejarnya dan bergelayut di lengannya.
"Raffa, apa kau yakin akan melakukan itu padaku?" tanyanya. Ia tidak yakin pria disampingnya ini akan melakukan hal yang tidak baik kepadanya.
"Itu apa?" ia mulai menekan tombol lift ke lantai tiga. Wajahnya pura-pura bodoh saat Kinan bertanya dengannya.
"Itu...!" seru Kinan.
"Apa...! aku tidak mengerti, coba kau jelaskan padaku." Ia berjalan dengan tergesa-gesa dan berhenti di depan sebuah kamar. "Kalau kau tidak ingin masuk maka pergilah" sambungnya lagi, ia memutar knop pintu dan suara si gadis cerewet itu menghentikan langkahnya.
"Ma.. Maksud aku, kau mengajakku ke hotel apa karena ingin iya iya denganku?" ucapnya dengan ragu.
Raffa memutar badan, menatap gadis itu kembali dan menautkan alisnya sejenak, ucapan Kinan membuat hatinya kesal namun disatu sisi ia ingin tertawa keras.
"Pfffttt... Hahahaha..., Ya ampun Kinan otakmu ada dimana! Aku Raffa Raihan. Kita sudah berteman sejak umur enam tahun, kau tidak mengerti sifatku!" ia tertawa dan menggelengkan kepala tidak percaya dengan ucapan konyol Kinan.
"Walaupun kamu telanjang aku tidak nafsu padamu, Kitis... Kitis... "bisiknya di telinga Kinan, deru nafas Raffa seolah meremang bulu kuduknya, hatinya berdesir kembali saat jarak mereka begitu dekat." Dan pikiran yang disini harus dibersihkan "ia mengetuk kepala Kinan dengan jarinya.
Raffa masuk ke dalam toilet kamar hotelnya,sedangkan Kinan menggerutu karena Raffa berhasil membuat dirinya malu. Entah apa yang dipikiranya sehingga berkhayal Raffa akan melakukan hal yang buruk padanya, dan bodohnya lagi ia mengikuti langkah pria yang sangat dicintainya.
"Kenapa aku sangat bodoh saat bersamanya, padahal tadi Raffa sudah bilang kalau takut jangan ikut tapi diriku selalu mengikutinya. Untung saja dia pria yang baik, kalau tidak aku pasti melakukan apa saja yang dia minta."
Kinan melihat isi kamar hotel dan terdapat beberapa lukisan. Ia menatap sebuah lukisan keluarga, lukisan dengan latar taman rumahnya. Ia merasa terharu Raffa melukis semua anggota keluarganya, entah ia mengambil foto darimana.
" Krek..." suara pintu kamar mandi terbuka.
__ADS_1
Kinan langsung menubruk tubuh Raffa dan memeluknya, "Raffa kau melukis keluargaku, aku sangat senang.Terima kasih"ucapnya
"Eh.. eh.. Kinan apaan sih, lepasin nggak!" Ia mencoba melepaskan pelukan Kinan darinya.
"Sebentar saja, peluk aku. Tadi kamu bilang tidak bernafsu saat aku telanjang masa cuma peluk nggak boleh" sambungnya lagi.
Ia hanya mendengus kesal, bisa-bisanya Kinan mencari kesempatan untuk bisa memeluknya.
"Isssh...sudah belum peluknya, sudah lima menit kamu memelukku" desis Raffa.
"Dasar pelit!, peluk sebentar saja dihitung" gerutu Kinan. Ia berjalan dan duduk di samping ranjang
"Raffa, kapan kamu menyewa tempat ini? Ada tiga lukisan disini, salah satunya keluargaku." tanyanya,"Dan itu lukisan keluarga Rio iya kan"
" Iya itu untuk Rio, aku sudah disini saat kamu mulai datang ke rumah lagi. Terkadang main di Rio, terkadang melukis disini.
" Wah...!! Tempat tidurnya sangat empuk"Ia merebahkan diri di atas ranjang dan berguling kesana kemari. "Aku kira kamu mengajakku kesini untuk iya iya. Hahaha..." selorohnya.Dressnya sempat terangkat ke atas saat ia berguling di ranjang dan terlihat paha mulusnya.
Raffa hanya menatap kesal padanya,ia membuka lemari dan melemparkan sebuah celana kolor miliknya" Pakai itu jangan lupa dicuci sampai bersih, pikiranmu harus dibersihkan juga agar tidak mesum terus. " ketusnya.
" Aku kesini karena ingin ke toilet dan juga ingin memberimu lukisan itu sebagai ucapan terima kasih karena sudah merawat mama Navysah" sambungnya lagi.
"Ngapain iya iya denganmu, aku nggak nafsu. Aku ini pria normal yang suka cewek sexy bukannya cewek tipis sepertimu" cibirnya kembali.
"Dia itu waras tidak sih pakai celana di depanku, walaupun tidak terlihat bagian tubuhnya seharusnya dia tahu kalau perbuatannya bisa memancing pria berbuat sesuatu" gumamnya dalam hati, ia hanya bisa terlolong melihat kelakuan Kinan.
"Pusing aku lihat kamu Nan, kau itu polos atau bodoh" lirihnya, dia memalingkan mukanya.
"Kamu bicara apa Raff, seperti kumur-kumur tidak jelas. " ia menghampiri ke arah sofa
"Kamu itu yang tidak jelas, menjengkelkan" kesalnya, entah kenapa ia selalu kesal saat bersama Kinan. Tingkah laku perempuan yang berusia hampir delapan belas tahun ini selalu menguji kesabarannya. Ia memang pintar dalam pelajaran tetapi nol besar saat bersama lawan jenis.Ada perasaan takut di hati Raffa jika Kinan salah dalam pergaulan. Ia yang selalu menjaganya disaat sekolah, sedangkan kini harus pergi jauh. Kedua orang tua Kinan begitu sibuk bekerja sehingga luput dari pengawasan orang tua.
"Raffa, kau mengajakku kesini karena ingin membicarakan urusan kita, iya kan?". Ia terhenyak kembali saat gadis cerewet itu menepuk bahunya.
" Apa syaratnya ?"
Raffa hanya menghembuskan nafas kasarnya, dan menatap kembali wajah gadis cerewet itu. "Yang pertama, aku ingin bertunangan secara sederhana hanya keluarga kita saja tidak banyak orang"
"Oke" jawab Kinan cepat
"Aku akan pergi jauh tidak tahu kapan pulang, kau belajarlah yang rajin raih cita - citamu. Jika aku tidak menelepon atau tidak bisa berkomunikasi denganmu jangan marah, kita jauh jarak dan waktu dan kamu harus pahami itu,jangan manja bersikaplah lebih dewasa "
"Oke aku akan berusaha memahamimu. Kalau aku kangen, apa kau akan pulang setiap liburan tiba? "tanyanya
__ADS_1
" Entahlah..."balasnya," Pakailah baju yang tertutup, setidaknya pakai celana jangan dress seperti ini"
"Aku suka dress, lebih terlihat cantik dan feminim" sahutnya,
"Yasudah terserah jika tidak mau"
" Lalu apalagi syaratnya?"
" Kinan, perlu kamu tahu. Aku Raffa Raihan bukan Raffa Ahmad, aku tidak punya banyak uang dan tidak bisa menjanjikan apa-apa untukmu. Aku pun tidak ingin menikah muda, aku punya impian dan cita-cita. Jika suatu saat kamu jatuh cinta pada lelaki lain yang lebih baik dan mapan dariku, menikahlah dengannya jangan menungguku "
Kinan langsung memukul lengan Raffa bertubi-tubi setelah mendengar ucapannya.
"Apaan sih Nan! , kenapa kau pukul aku"ucap Raffa sembari menahan tangan Kinan.
"Kamu itu bagaimana sih, minta bertunangan denganku tapi menyuruhku menikah dengan orang lain!" ia menggerutu dengan kesal. " Aku akan menunggumu pulang dan kita akan menikah, cuma kamu yang aku mau bukan yang lain"
"Itu kan seandainya, seandainya Nan!" jelasnya
"Tidak ada kata seandainya, cukup kamu yang aku cintai. Titik"
Raffa memijit kepalanya yang sedikit pusing, Kinan perempuan yang mempunyai prinsip kuat dalam berkomitmen, tidak mudah dipukul mundur. " Satu lagi, Tolong jaga adik-adik dan mama Navysah" pintanya.
" Kamu tenang saja, aku akan menjaga mama Navysah dan double kembar" jawabnya. "Raffa, ada yang ingin aku tanyakan. Kenapa kamu ingin bertunangan denganku, apa alasanmu?"
"Tidak ada alasan"
"Raffa, aku ingin kamu jujur?"
"Nggak ada alasan Nan, jujur saat ini aku masih menganggapmu adik tidak lebih. Tadi kamu bilang mencintaiku, setidaknya salah satu dari kita ada yang mencintai.Jika kita berjodoh suatu saat kita akan bersama, jika tidak berjodoh yasudah kita masing-masing jalani hidup"
"Aku yakin kita akan berjodoh, aku yakin itu. Aku janji akan setia menunggumu pulang dan menikah denganmu,tidak akan selingkuh, aku tidak akan melirik pria selain kamu Raffa!" ia meyakinkan dirinya.
"Jangan berjanji padaku, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Jika aku jatuh cinta dengan wanita lain bagaimana"
"Itu tidak boleh terjadi!, Kamu milikku " seru Kinan, " Kamu cukup membuka hati untukku, belajar mencintaiku sebagai wanita bukan sebagai adik."
Dan Raffa hanya membalas dengan mengedikkan bahunya.
"Tok.. Tok.. Tok.." terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
" Siapa yang datang Raff?, apa kita digrebek karena berduaan di kamar lalu disuruh nikah lagi. Kuyyylah... cepetan grebek aku, hehehe " ia tertawa dan mulai berkhayal seolah di dunia film.
"Ojo ngimpi...!" ucapnya sembari meraup wajah Kinan.
__ADS_1