Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 11


__ADS_3

Raffa mengantar Kinan pulang ke rumahnya dan disambut ibunya.Mereka datang basah kuyup karena hujan.


" Eh, menantu datang. Kalian hujan - hujanan ya,cepat ganti baju nanti masuk angin.Terima kasih ya Raff sudah mengantarkan Kinan pulang"


Raffa sudah biasa mendengar tante Ifa memanggilnya menantu sebagai candaan saat mereka bertemu.


"Iya tan, tadi hujan deras dijalan. Mau pakai mobil tapi Kinan nggak mau"


"Kinan ganti baju dulu sana"


"Iya mah"


"Raffa, tante ambilkan baju dulu buat kamu biar nggak kedinginan" ucapnya " Bi Tuti, tolong buatkan Raffa teh hangat ya"


"Baik bu"


Ifa memilih baju suaminya yang pas untuk dipakai Raffa. " Pakailah, ini baju dan celana panjang Om Shafiq. Kalau yang ini masih baru belum pernah dipakai" dirinya menyodorkan pakaian dan sebuah kotak tempat CD pria.Nanti ganti di kamar mandi Kinan saja ada shower air hangat,tungguin dia keluar dulu "


"Iya tan" ia menunduk malu.


Kinan datang dengan rambut yang basah dan pakaian yang baru. "Raffa, kamu mau ganti baju? " dan ia menganggukan kepalanya.


"Kinan antar dia ke kamarmu beri dia handuk,terus kamu kesini lagi ya. Awas kalau berduaan di kamar, mama langsung nikahkan kalian berdua" ancamnya


"Ishh.., mama apaan sih! Nggak lucu" gerutunya


Dirinya mengantarkan Raffa ke kamar dan menyiapkan air hangat untuknya. "Ini handuknya, aku keluar dulu" Kinan bergegas keluar kamar, debaran jantungnya sudah tidak bisa dikondisikan berada dalam satu kamar dengan Raffa. Dia tiduran di paha ibunya dan pura-pura bermain ponsel. "Khalif sama Nenek kemana mah?"


"Ke supermarket belanja, tadi diantar Ayah" ucapnya "Kenapa wajahmu kayak udang rebus merah begitu"


"Ah mama rese, kalau nggak ledekin aku nggak enak ya" cebiknya


"Hahaha, ya sudahlah mama kawinin aja kamu sama Raffa secepatnya biar halal"


"Apaan sih mah! Masih kecil jangan mikirin nikah dulu, Kinan ingin jadi dokter. Nanti saja kalau sudah dewasa"


"Nanti kalau sudah dewasa, kamu mau nikah sama Raffa?" tanya Ifa, Kinan tidak menjawab pertanyaan ibunya. Ia merasa malu dan menahan senyumnya.

__ADS_1


"Lah, gayamu nan malu-malu meong. Sudah jelas diwajahmu itu. Nggak usah bohong sama mama" ia meraup wajah anaknya


"Mama ah, malu tahu. Please mah, jangan sampai dia tahu. Kinan malu, nanti Raffa berubah menjauhi Kinan" pintanya.


"Dia belum tahu, kamu suka padanya"


Kinan hanya menggelengkan kepala.


"Cuma dianggap adik saja" dirinya menundukkan kepala


"Ya ampun, kasihan banget sih anak mama. Memang yah tuh bocah pikirannya lempeng banget, yang tiap hari ketemu saja nggak dilirik padahal anak mama cantiknya masyarakat gini, mama memang tidak salah pilih calon mantu, dia memang naif. Kamu tenang saja, serahkan semuanya pada mamamu ini yang penting kamu bahagia sayang "


" Cantiknya masyarakat, berarti wajahku pasaran mah! "gerutu nya " Sainganku banyak, aku jadi insecure mah. Semuanya cantik dan orang tua mereka kaum atas"


" Mama akan berusaha yang terbaik untuk kebahagiaan kamu nan" dirinya mencium pipi anaknya


"Makasih ya mah, Kinan sayang mama. Cup cup"


"Kalau ada maunya gini nih, sekarang mama tanya. Kamu lebih sayang mama Ifa atau mama Navysah" ucapnya dengan tegas. Kinan hanya diam tidak menjawab, jika dia bisa menjawab dengan jujur dari hatinya, ia akan memilih mama Navysah karena memang ia lebih dekat dengannya. Tapi dia tidak berani, karena akan menyakiti perasaan mama Ifa.


"Keduanya" jawab Kinan sembari memeluk ibunya.


"Maafkan Kinan mah, Kinan senang disana soalnya rame, kalau disini Kinan merasa kesepian" dirinya menundukkan kepala.


"Mama tahu itu, maaf ya. Mama selalu sibuk kerja hingga kamu kurang perhatian" Ia membelai rambut anaknya.


"Iya mah, Kinan ngerti"


-Raffa -


Setengah Kinan menutup pintu kamarnya, dia bergegas untuk mandi air hangat agar tidak masuk angin. Ia keluar dengan memakai baju yang cukup longgar pemberian tante Ifa. Ia melihat ranjang yang rapi dengan bedcover bergambar princess, dinding kamar bercat pink dan beberapa foto dirinya saat kecil.Dia ingat, terakhir kali dia pernah masuk ke kamar Kinan saat umur sepuluh tahun, dan kamar ini masih sama hanya bertambah banyak koleksi buku dan fotonya. Terlihat seulas senyum di bibirnya, ia ingat hampir semua foto ini mama Navysah yang memotretnya. Ia melihat disisi lemari ada banyak buku bacaan kesukaan Kinan. Buku yang sama ia miliki di rumah dan sudah pasti mama Navysah yang membelikan. Setiap dia membeli apapun, Kinan selalu dibelikan barang yang sama. Ia melihat satu foto di dekat ranjang, Foto mama Navysah bersama mereka. Foto dirumah lama sebelum mereka pindah, saat Raffa cemberut karena mainan nya diambil Kinan.


"Ini budhe Salma yang memotretnya.Aku seperti melihat masa lalu, bahkan mamaku sangat sayang padanya daripada diriku ini yang notabene anak kandungnya sendiri " ia merebahkan diri di ranjang Kinan sembari membaca buku yang terletak di sisinya. "Dia memang suka biologi, semoga cita-citanya tercapai menjadi dokter". Ia merasa lelah dan mengantuk, hingga tanpa sadar tertidur lelap.


* **


"Kok Raffa lama ya mah" ia melihat jam dinding, sudah satu jam lebih dirinya menunggu Raffa keluar kamarnya.

__ADS_1


"Coba kamu tengok, siapa tahu dia butuh sesuatu" perintah ibunya. Ia bergegas menuju kamarnya dan terlihat Raffa yang sedang tertidur memeluk gulingnya.


" Ternyata dia tidur, pantas saja nggak keluar kamar" ia menutup tubuh Raffa dengan selimut miliknya,menatap dengan intens wajah Raffa yang tertidur nyenyak. "Kamu sangat tampan, bulu mata yang indah seperti mama Navysah. Apalagi kalau senyum, gula saja kalah manisnya pantas saja banyak wanita yang ingin menjadi pacarmu" gumamnya dalam hati, ia segera beranjak dan menutup pintunya kembali


"Dia tidur mah"


"Biarkan saja, mungkin dia kelelahan. Nanti kamu tidur sama Khaffi saja"


"Nggak ah!, aku mau tidur sama nenek saja. Khaffi nggorok kalau tidur belum lagi ileran kayak si Fafa. Ogah"


"Hahaha, jangan salah itu ilernya mahal tahu kalau dijual" Ifa terkekeh


"Emangnya iler burung walet laku dijual dengan harga mahal, kalau Khaffi dapat satu ember pun kagak laku dijual ilernya" mereka berdua tertawa bersama. "Oiya, telepon mama Navysah dulu, nanti dia nyariin anaknya. Dirinya menekan tombol handphonenya


" Assalamualaikum "


" Walaikumm salam "


" Mah, Raffa ketiduran disini. Besok dia pulangnya. Mungkin dia kelelahan, tadi kehujanan basah kuyup" Kinan


" Nav, ini aku Ifa. Anakmu disini ya, Aman denganku" Ifa


"Oke, aku titip Raffa jangan diapa- apain, Hahaha" selorohnya.


"Yaelah, kayak anak loe cewek aja. Seharusnya gue yang ngomong gitu kalau Kinan nginep disana. Kita tentukan saja tanggal pernikahannya" Ifa menimpali candaan Navysah.


"Kalau mereka sama - sama mau okelah, daripada bikin dosa. Tapi sepertinya anakku otaknya lempeng, masih polos dia belum ada arah kesana"


"Ya, saking lempengnya ada cewek ngantri dia kagak minat.Memang calon mantuku is the best lah, aku nggak salah pilih. Hahaha" Ifa


"Memang anakku yang terbaik, kalau macem - macem mau kusunat dua kali" kelakar nya.


" Lah, abis dong. Anak gue kebagian apa nantinya,hahaha.Dasar lu, sudah tua masih sableng aja. Ya sudah, aku mau ngabarin itu saja. Salam buat sultan KW sama double kembar ya"


"Okelah, bye. Assalamualaikum"


"Walaikumm salam" Ifa menutup teleponnya.

__ADS_1


"Nan, kamu tidurlah besok sekolah jangan lupa bangunin Raffa subuh. Dia harus berganti pakaian dirumahnya" ia beranjak menuju kamarnya.


"Iya mah"


__ADS_2