Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 67


__ADS_3

Raffa menutup wajahnya dengan bantal, entah mengapa hatinya merasa bersalah setelah apa yang dia lakukan terhadap Kinan. Masih teringat dengan jelas ciuman panas yang baru saja ia lakukan bersama Kinan.


Saat ia memeluk Kinan tercium aroma sampo dengan wangi lemon segar,aroma nafas Kinan dengan wangi mint, dan aroma chamomile tercium dari badan Kinan, sangat menenangkan dan menyegarkan.


Sensasi yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya membuat dirinya lupa dan terhanyut dalam kegiatannya bersama Kinan, saling berbagi oksigen dengannya dan tangan Raffa tanpa sadar menjalar ke area dadanya.


Ia menghembuskan nafas kasarnya dan memijit kepala yang sedikit pusing "Aku pasti sudah gila" lirihnya, ia memukul - mukul bantal dengan kasar.


Raffa melihat beberapa foto yang ia terima dari Kinan, foto saat mereka berada di foto box di sebuah Mall Jakarta. Sekilas senyum dia tunjukkan saat melihat foto Kinan yang begitu lucu dan konyol. Ekspresi Kinan yang apa adanya dan selalu nyeleneh membuat dirinya selalu tersenyum. "Kamu lucu, imut, keras kepala, manjanya nggak ketulungan tapi disisi lain kamu dewasa bisa bantuin mama Navysah momong adik-adiku yang selalu bikin rusuh."


Saat ia termenung melihat foto Kinan,tanpa disadari suara handphone Raffa bergetar "Ting.. Ting.. Ting.."


Terlihat beberapa pesan dari Jessica.


"Cieee..., yang perdana dapat rujak bibir dari Kinan,hahahaha... "


" Gimana rasanya, enak kan? Lu bakal ketagihan Rappol"


" Berani lu bikin Kinan nangis lagi, bakal gue ajarin dia jurus mesum selanjutnya. Jangan memberi harapan palsu dengan gadis polos seperti Kinan,kalau lu cuma bermain-main dengan hati Kinan lebih baik mundur jangan buang - buang waktu dan nyakitin anak orang. Gue bakal jodohin dia sama abang gue yang sudah pasti tajir, mapan dan tampan"


"Jangan manfaatin keluguan Kinan,dan jangan menjadi pria yang egois"


Raffa merasa geram dengan pesan yang diterima dari Jessica. Perkataanmya benar - benar menusuk jantungnya. Egois, benar mungkin saat ini Raffa merasa sangat egois karena memanfaatkan perasaan Kinan agar dia bisa meraih cita-citanya.Harapan palsu dan memanfaatkan keluguan Kinan ada benarnya juga dia melakukan hal itu.Dan Raffa merasa tertampar dengan pesan yang dikirim Jessica. " Aku bukan pria baik, maafkan aku Kinan." lirihnya


* **

__ADS_1


Hari H keberangkatan,


Sepanjang perjalanan menuju bandara Soekarno-Hatta, Navysah selalu bersandar di bahu Raffa sebelah kanan, sedangkan Kinan bersandar di bahu Raffa sebelah kiri.Dua orang perempuan yang selalu menempel pada Raffa.


Davian hanya melihat anaknya dari kaca spion depan mobilnya. Ia merasa jengah karena istrinya selalu menangisi anaknya sejak kemarin. Navysah seolah tidak ikhlas anaknya akan pergi jauh.


"Nan, malu ada mama Navysah jangan bersandar seperti ini." bisiknya di telinga Kinan.


"Kenapa..., aku kan cuma bersandar bukan..." Kinan menggantung kalimatnya, namun rona wajahnya berubah merah. Raffa melotot kearahnya, ia takut ibunya tahu kalau dia pernah berciuman dengan Kinan.


"Bukan memelukmu, dasar pelit..!" gerutu Kinan, "Boleh ya mah aku bersandar di bahu Raffa? Kalau peluk boleh mah, untuk yang terakhir kalinya? Cium boleh? " tanyanya beruntun pada Navysah sembari cengengesan.


"Sudah bersandar dan bergelayut dari tadi baru ijin sama mama" gerutu Navysah , " Kali ini mama ijinin peluk Raffa tapi tidak untuk cium. Awas saja kalau cium anak mama, langsung mama nikahin saja daripada bikin dosa."


"Mau mah dinikahin sekarang, aku siap hehehe " Kinan cengengesan dan bergelayut manja di lengan Raffa kembali


Kinan mencubit lengan Raffa dengan keras. "Aww.. sakit Kinan. " Raffa mendegus kesal. Ia melihat lengannya yang kini berubah merah akibat cubitan Kinan.


"Kamu ingin aku jadi perawan tua!" serunya dengan kesal. " Yang benar saja menikah umur empat puluh tahun. Bisa-bisa aku karatan dan jamuran" gerutu Kinan sambil mengerucutkan bibirnya


Terdengar tawa dari Pak Ari dan Davian dari kursi depan.


" Kuliah yang rajin, jangan terlalu dekat dengan Jessica, pilih teman yang baik dalam bergaul. "pinta Raffa,ia tidak ingin Kinan salah bergaul apalagi Jessica perempuan penganut aliran bebas.


" Jessica temanku, dia punya alasan kenapa berbuat seperti itu dan selama ini dia tidak menyuruhku untuk mengikuti jejaknya"Kinan berusaha membela Jessica

__ADS_1


"Tapi dia mengajarimu hal mesum" ucap Raffa, " Lama kelamaan kamu akan terbawa olehnya" sambungnya lagi.


Dan Navysah melirik tajam kearah Kinan "Benarkah itu Kinan?" tanyanya dengan selidik


"Ng.. Nggak mah. " Kinan menyangkalnya dengan sedikit gugup


"Aku yakin tidak akan terbawa olehnya, aku tidak bisa menjauh dari Jessica. Kasihan dia." Kinan


Raffa menyentakan bahunya agar Kinan tidak menyadarkan kepala,"Tapi aku nggak suka kamu bermain dengannya, jauhi dia yang bisa membuat pengaruh buruk untukmu." tegas Raffa, " Kamu itu polos jangan sampai diajari hal yang tidak baik olehnya"


" Nggak bisa Raffa, kami kuliah bersama dan hampir setiap hari kami bertemu, perlu kamu tahu Jessica seperti itu karena dia broken home dan kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya " Kinan masih bersikukuh membela temannya.


" Jangan membela teman yang salah Kinan! "seru Raffa dengan nada sedikit tinggi," Jangan jadikan alasan karena kurang kasih sayang sampai melakukan pergaulan bebas. Masih banyak kok teman kita yang broken home bisa bangkit dan melakukan hal yang baik. Contohnya Antoni, semenjak perceraian kedua orang tuanya dia bekerja keras dan menjadi anak yang lebih baik. Dan juga Tatia, Ayahnya seorang residivis barang curian, keluar masuk tahanan. Tatia gadis sederhana yang selalu semangat belajar, pantang menyerah walaupun banyak teman yang selalu mengolok-olok dirinya. Sekarang lihat, dia bisa masuk perguruan tinggi lewat jalur bidikmisi. Dan lihat dirimu, bisa menjadi anak baik walaupun kedua orang tuamu sibuk dengan pekerjaannya. Masih ada mama Navysah yang selalu menjaga dan kamu tidak kekurangan kasih sayang. Tergantung diri kita sendiri mana yang akan dipilih, jalan lurus atau jalan yang berbelok."


Kinan hanya mampu menundukan kepala tanpa membantah perkataan Raffa.


" Kalau Jessica salah perlu diingatkan agar dia sadar bukannya kamu membelanya. "geram Raffa ,


" Kok diem, ngerti nggak sih!?"tanya Raffa,ia melirik Kinan yang sedang diam membisu.


"Aduh..., kok kalian berantem sih. Mau ditinggal jauh malah debat seperti ini" Navysah mencoba menengahi kedua remaja yang sedang berseteru. "Sudahlah, jangan terlalu keras dengan Kinan biar nanti mama yang bicara dengan dia" Navysah mengelus punggung Raffa.


" Bilang sama Kinan mah, jangan pergi ke club malam dan main yang nggak jelas sama Jessica. Kalau aku yang bilang tidak akan di dengar, percuma ngomong sama dia yang keras kepala itu" ucap Raffa, ia sengaja meninggikan suara agar Kinan mendengarnya.


"Huaaa... huaaa...hiks.. hiks.. Raffa jahat!" ia menangis seraya memukul lengan Raffa bertubi-tubi. "Aku tidak mungkin meninggalkan Jessica, dia temanku yang baik"

__ADS_1


"Jessica sebenarnya anak baik, dia hanya korban." Kinan sembari menyusut air hidungnya. "Aku akan mencoba mengingatkan dia dan menjaga jarak dengannya. Tapi aku nggak janji."


"Terserah, bodo amat. Hidup kamu, pilihan kamu!." ketus Raffa tanpa melihat kearah Kinan. Mereka tetap terdiam dalam fikiranmya masing-masing.


__ADS_2