Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 81


__ADS_3

Kinan dan Rio masuk ke sebuah Cafe dan mereka duduk di pojok agar bisa berbicara lebih intens. Kinan memesan cake dan jus strawberry sedangkan Rio memesan steak dan air mineral.


"Jangan menatapku seperti itu?" cebik Rio. Sejak mereka masuk ke dalam Cafe Kinan selalu menatapnya dengan intens.


"Penampilanmu banyak yang berubah, tapi aku lebih suka dirimu yang dulu." Kinan masih menatap wajah Rio, "Sekarang terasa kaku dan aneh, aku bingung apa kau masih bisa bercanda seperti dulu." Kinan menggulum senyum.


"Semuanya masih sama, masih bisa kocak seperti dulu." Rio tersenyum, "Terima kasih Kitis, karena kamu selalu memberi keluargaku banyak makanan setiap bulan." ucap Rio dengan tulus


"Ishhh..., aku bukan Kitis lagi."gerutu Kinan," Lihatlah tubuhku begitu sexy dan menawan hihihi... "Kinan mengerlingkan matanya.


"Soal makanan itu tidak perlu dibahas, kita kan teman Yo." Kinan masih menatap wajah Rio dengan intens, " Yo, bagaimana keadaan Raffa?" tanyanya


"Apa dia baik-baik saja? Apa benar dia memiliki kekasih dan hidup bersama?, Kapan Raffa pulang yo? Kinan bertanya dengan beruntun.


" Dari dulu masih saja cerewet" cibir Rio dengan memutar bola matanya."Kalau mau tanya satu - satu." imbuhnya lagi


Kinan hanya mengerucutkan bibirnya,ia ingin Rio menjawab pertanyaannya dengan segera.


"Raffa baik-baik saja, dia sudah punya pacar tapi tidak tinggal bersama, jangan tungguin dia pulang karena dia masih betah hidup disana. Mungkin lima atau tujuh tahun lagi dia kembali ke Indonesia." balas Rio, ia menghembuskan nafas kasarnya. "Lebih baik kamu cari pacar yang lebih baik dari Raffa dan pastinya bisa membahagiakan kamu Nan. Jangan buang - buang waktu menunggu yang tidak pasti, belum tentu Raffa bisa membahagiakan kamu."


Saat di Inggris Raffa menitipkan pesan pada Rio agar Kinan menjauhinya dan bisa mendapatkan pria lain yang terbaik yang bisa membahagiakan Kinan.


" Aku akan menunggunya walaupun lima tahun lagi, aku akan ambil spesialis Urologi agar Raffa bangga padaku. " ucap Kinan sembari berkaca-kaca," Saat dia pulang ke Indonesia dia milikku bukan wanita itu" kekeh Kinan, " Aku mau Raffa bukan pria lain." entah kenapa air mata mengalir di sudut matanya


"Sudah kuduga si cerewet ini tidak akan mudah dipukul mundur." gumam Rio dalam hati. "Wanita berhati baja."

__ADS_1


"Yakin nggak nyesel? " tanya Rio dengan tersenyum, " Jangan melihat orang tuanya yang kaya raya. Raffa anak yang mandiri tidak ingin mengandalkan orangtua. Dia tidak punya apa-apa, kerjaan juga masih belum jelas. Belum tentu dia bisa memberikan apa yang kamu mau dan juga..." Rio menjeda ucapanya, " Kalau Raffa berubah jelek dan tidak menarik lagi apa kamu masih mau? "


" Issshh... kamu itu!. "desis Kinan sembari mencubit lengan Rio," Aku kenal Raffa sejak kecil, bukan karena dia tampan tapi karena aku nyaman selalu merasa dilindungi. Kalau dia jelek biarkan saja, aku malah senang jadi tidak ada wanita lain yang suka dengannya. Kalau masalah pekerjaan, kita bisa sama-sama bekerja dari nol. Apartemen tinggal minta sama mama Ifa, hahahaha. " jelas Kinan sembari tertawa, ia tahu ibunya akan memberikan segalanya untuk Kinan.


" Dasar kepala batu!"Rio sudah tidak tahu apa lagi yang akan dibicarakan agar Kinan menyerah


" Bodo amat! "ketus Kinan


" Perlu kamu tahu, lima tahun mendatang umurmu sudah dua puluh sembilan tahun dan belum tentu Raffa mau menikahimu. " ujar Rio dengan tegas," Kamu perempuan tidak perlu berlama-lama menunggu pria yang tidak jelas,keluargamu pasti ingin kamu menikah muda apalagi kamu anak pertama sudah tentu orangtuamu menginginkan cucu, lebih baik kamu cari pria yang lebih segalanya dari Raffa."


Kinan membayangkan orangtuanya, apa yang diucapkan Rio memang benar. Sangat besar harapan Ayah Shafiq agar dia cepat menikah dengan Raffa dan segera memiliki momongan tapi apalah daya Raffa tidak kunjung pulang bahkan menetap lebih lama dari waktu yang dijanjikan.


Kinan terlihat sendu, Raffa tidak pernah mencintainya bahkan sekarang dia punya kekasih disana. Apa mungkin Raffa akan pulang dan menikahinya, sedangkan hati dan fikiran Raffa milik orang lain. Hatinya mulai bimbang dan goyah membayangkan Raffa bersama dengan wanita, rasanya Kinan ingin berteriak dan mencaci maki dirinya sendiri karena begitu bodoh menunggu tunangan yang tidak pernah mencintainya.


"Rio, aku ingin tanya padamu. Tolong jujur padaku sekali saja." pinta Kinan, Rio membalas dengan anggukan kepala.


Rio membuang wajahnya kearah lain, ia sudah berjanji akan menjawab pertanyaan Kinan dengan jujur. "Pernah, saat pertama kali tinggal di Inggris."


Kinan tersenyum penuh arti. Hatinya cukup senang karena Raffa pernah rindu dengannya walaupun hanya sekali.


"Tapi kamu jangan senang dulu, karena dia hanya ingat dirimu yang cerewet, bawel dan sesuka hati. Dia cuma anggap kamu adik!" ucap Rio, hatinya terasa nyeri saat mengucapkannya. Satu kata yang selalu membuat nyali Kinan menciut,adalah adik. Rio menuruti semua perkataan yang diperintahkan oleh Raffa padanya.


Kinan begitu sedih saat Rio mengatakan bahwa dia hanya dianggap seorang adik, airmatanya kembali mengalir. " Terima kasih." Kinan berlari meninggalkan Cafe, Rio yang melihat wajah Kinan yang sedih menjadi tidak tega.


"Mau kemana?." Rio menahan tangan Kinan agar tidak pergi

__ADS_1


"Bukan urusanmu! huhuhu..." Kinan menangis dan menyentakan tangan Rio dengan kasar, "Aku ingin pergi! " teriak Kinan


Suasana parkiran yang cukup ramai membuat Rio tidak nyaman, beberapa orang lalu lalang dan melihat kearah mereka sambil berbisik - bisik.


"Aku antar kamu pulang, ini sudah malam." ujar Rio sembari menggandeng tangan Kinan.


"Nggak perlu, aku bisa sendiri, aku mau pergi!" Kinan kembali melepaskan tangan Rio dengan kasar


Rio hanya menghembuskan nafas kasarnya, berurusan dengan Kinan harus ekstra sabar seolah membujuk seorang anak kecil. "Mau kemana, ini sudah malam tidak baik untuk kamu pergi sendirian, Ayo kita pulang ke rumah."


"Nggak mau ke rumah!, Aku mau ke club malam. Aku tidak ingin pulang!"teriak Kinan, ia bergegas menyetop taxi yang lewat di depannya dan menuju ke club malam. Disaat fikirannya kacau seperti ini yang terlintas hanya ucapan si Ratu Clubbing Jessica.Kinan pernah diajak keluar masuk club di area ibukota walaupun dia hanya minum air soda saat disana.


"Maafkan aku Kinan, ini semua permintaan Raffa agar kamu bahagia dengan orang lain." gumam Rio dalam hati, ia mengikuti Kinan dari belakang.


Setelah sampai di Shine Club, Kinan merasa bimbang untuk masuk atau tidak. Ia tahu, dirinya tidak pandai minum alkohol dan juga tidak bisa menjaga dirinya saat mabuk. Terlalu membahayakan saat seorang gadis pergi sendiri ke sebuah club malam.


Kinan mondar - mandir di area club malam, hatinya merasa bimbang antara masuk dan tidak.


"Jika kamu pusing dan stress, club tempat terbaik untuk menghilangkan segala masalahmu." ucapan Jessica selalu teringat di telinganya. Ia berjalan dua langkah untuk masuk ke dalam club


"Jika kamu ada masalah, mintalah pertolongan kepada Allah. Dia pemilik segalanya, do'a kamu pasti akan dikabulkan." ucapan Raffa terniang di telinga. Kinan selalu mengingat petuah yang Raffa sisipkan saat dulu meneleponnya.


Kinan mundur dua langkah lagi dan berbalik arah, dia berlari dan menyetop taxi untuk kembali pulang ke rumah.


Rio sejak tadi melihat gerak - gerik Kinan dari kejauhan.Kini dia tertawa cekikikan karena melihat wajah Kinan untuk yang begitu terlihat bingung dan bodoh.

__ADS_1


***


Jangan lupa like, Vote and comment. Makasih all reader


__ADS_2