Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 18


__ADS_3

Mereka tiba di bengkel pak Eris dengan membawa beberapa peralatan, disana terlihat bang Dani yang sedang mengecat dan bang Ojak yang sedang memasang wallpaper dinding.Mereka tetangga Rio, dulu mereka pekerja bangunan karena sudah berumur akhirnya mereka beralih profesi menjadi tukang ojek dan serabutan. Di proyek sebelumnya Rio sudah memakai jasa mereka untuk membantunya.


"Bang ntar siang peralatan meja kursi dateng. Ntar terima aja bang, udah dibayar lunas" perintah Rio.


"Siap Ndan"


Raffa dan Rio bertugas mengecat atap langit-langit ruangan dan mengganti beberapa lampu. "Ini yo, gue udah gambar desain ruangan ini. Menurut lu gimana" dia menyodorkan gambar desainnya ke arah Rio.


" Desainnya bagus Raff, aku suka. Tinggal di bagian ini tambahin dua kursi single di depan mini bar. Terus ini kan Coffee Shop, menurutku tetap harus ada wifi dan charger handphone. Anak muda juga suka musik tinggal kasih sound sistem aja di pojok atas ruangan jadi nggak makan tempat"


Raffa mengangguk mendengarkan saran dari temannya." Oke juga, kita tinggal beli kabel, sound sistem dan minta orang buat pasangin wifi. InsyaAllah minggu depan bisa kelar tinggal nunggu pesanan minibar nya"


"Oke"


Mereka bekerja hingga sore hari, sebelummya Raffa mampir kerumah Rio untuk mengganti bajunya. "Tadi lu pamit sama ibumu bilang mau ngapain, kok lolos gitu aja"


"Aku bilang ke mama, aku mau olahraga sama kamu sambil main kerumah kamu, pulang sore. Untungnya tadi Kinan masih di kamar jadi aku langsung cabut, Nih lihat sudah puluhan misscall darinya" Raffa memperlihatkan layar handphonenya


"Hahaha, emang ya Kitis selalu kepo kalau kita mau jalan". Dan benar saja handphone Raffa berdering kembali. "Etdah!", panjang umur dia baru saja diomongin udah telepon lagi. Udah angkat aja bini lu telepon "kelakar Rio.


Raffa memiting leher temannya" Apa lu bilang, Kinan bini gue. Ya nggak lah yang ada nempel terus, gue nggak bisa gerak kemana - mana. Apalagi manja nya beuh minta ampun. Dia cuma adik bagiku"


" Siapa tahu nanti dia berubah kalau nikah sama lu"


"Berubah jadi Dakocan gitu, hah.. jangan harap deh. Capek dengan sifat manjanya. Apalagi kalau sama mama Navysah manja banget, berasa ibu dia sendiri yang lainnya cuma anak tiri" gerutunya.


"Tuh, dia telepon lagi" Rio menekan tombol hijau dan loudspeaker di handphone Raffa.


"Raffa, kamu dimana? Sama Rio kok nggak pulang sih, ini sudah sore mama nyariin kamu, kamu sudah makan belum? Si double kembar juga nyariin kamu terutama Inha. Kamu pulang ya" ucapnya di ujung telepon.


"Woi.. Kitis ngomongnya udeh kayak kereta aja sih. Satu - satu ngapa" ucapnya. " Raffa lagi ngedate sama si Nur, cewek cantik di kampung sini. Handphone dia ketinggalan tadi" Rio sengaja berbohong agar Kinan cemburu, dan pria yang ia ceritakan hanya menahan tawa sembari tiduran di kamar Rio.Si Nur yang Rio maksud itu mpok Nur yang selalu godain Raffa, janda berumur yang suka brondong.

__ADS_1


"Ah, jangan bohong lu Yo. Mana Raffa, aku mau ngomong"


"Eh, lu kagak percaya ya sudah terserah dah"


"Kok Raffa ngedate sama cewek nggak ngomong aku, tadi mama Navysah cuma bilang mau olahraga dan main ke kamu"


"Lah, siapa elu?! Kenapa Raffa harus pamit kalau dia mau ngedate sama cewek. Emang lu emaknya!?, karena dia maen di aku makanya sekalian ngedate sama kembang desa sini. Si Nur suka sama Raffa, mana dia tinggi, cantik, mulus, sexy, beuh gue juga mau kali sama dia" ucapnya dengan gerakan muntah dan bergidik amit-amit. Semua yang dia ceritakan berbanding terbalik dengan faktanya.


" Cantikan mana sama aku?" tanyanya


"Hahaha, please ya jangan bandingin dia ama lu. Jauh!. Kalau dia sexy kayak mobil mercy banyak yang ngelirik. Lah lu kayak body belakang mobil gr*ndmax alias rata, flat kagak ada tonjolan gitu apa yang mau dibanggain" kelakar Rio, Raffa menahan tawanya sembari melempar bantal ke muka sahabatnya.


"Rioooooo...!!" teriak Kinan di ujung telepon. Awas lu ya si item kribo gue jadiin permen kapas lu. Kalau hina gue mantep banget, tungguin aja gue bakal jadi cewek yang paling cantik. Lu sama Raffa pasti kaget kalau gue udah dandan cantik "


" Bodo amat, gue sama Raffa nggak bakalan naksir lu cewek setengah waras..!!"


" Yo, beneran ngapa. Raffa dimana?, terus gue pulang sama siapa? ntar kalau aku diculik gimana?"


"Riooooo....!!" teriak Kinan, Rio langsung menutup telepon sebelum disambar omelan lagi oleh si cewek manja.


"Hahahaha, senang akutuh ngledekin si Kitis, dia pasti lagi cemberut denger lu ngedate sama cewek lain" Ia melirik sahabatnya yang sudah tenggelam di alam mimpi.


"Lah, udah tidur aja dia.Cepet banget merem nya"


~Kinan ~


Pagi hari dia mencari keberadaan Raffa dan Rio, setelah sarapan tadi ia tidak melihat kedua pria ini. Dia menanyakan pada mama Navysah, namun hanya dijawab mau olahraga dan main di rumah Rio.


"Menjengkelkan! " dia mencoba menelepon beberapa kali namun tidak diangkat, hanya suara operator yang dia dengar.


Ia hanya bermain dengan si double kembar tertawa bersama mereka, namun tidak bisa dipungkiri pikirannya kini entah kemana yang ada hanya" kemana Raffa dan Rio pergi, benarkah mereka hanya olahraga dan bermain di rumah Rio. Kenapa mereka tidak mengajak diriku" gumanya dalam hati.

__ADS_1


Adik mereka pun mencari Kakaknya, Kaka dan Haha yang sudah terbiasa bermain dan bercanda dengan Raffa kini mulai mencarinya. Saat panggilan terhubung, ia kira Raffa yang mengangkatnya namun ternyata si kribo yang bicara.


"Raffa sedang ngedate sama Nur, cewek cantik di kampung ini"


"Deg" Benarkah ucapan si kribo ini,ia merasa tidak percaya seorang Raffa bisa ngedate dengan gadis lain. Pikirannya mulai kacau, kemarin adiknya Rio sekarang kembang desa disitu. Kinan mulai terpancing dan bertanya, namun si kribo satu ini malah membuat emosinya meningkat beberapa level hingga diujung telepon mematikan handphone secara sepihak


"Riooooo......!!!, Awas kalau ketemu aku jambak kamu ya, beraninya kenalin Raffa sama kembang desa itu" kesalnya dan uring - uringan. Sejak tadi Kinan hanya memandangi handphonenya berharap Raffa akan menelepon dirinya.


* **


Pagi hari Kinan langsung menghampiri Raffa yang sedang menggambar, ia ingin bertanya tentang kejadian kemarin yang membuatnya penasaran. " Kamu gambar apa Raff?" ia melihat gambar karikatur dengan wajah seorang pria.


" Seseorang"


"Seseorang siapa?" Kinan masih penasaran siapa yang ia gambar. Raffa menghentikan kegiatannya dan melirik gadis di depannya itu. "Kamu mau tanya apa? Kejadian kemarin" ia sengaja mengalihkan pembicaraanya.


Ia mengigit bibir bawahnya, seorang Raffa memang selalu to the point tidak suka basa-basi. Ia menghembuskan nafas panjangnya "Kata Rio kamu ngedate sama kembang desa di kampung Rio. Kapan kamu kenal sama dia?" tanya Kinan


"Kemarin di rumah Rio, sebelumnya udah sering lihat dia" ia tersenyum mengingat saat mpok Nur keganjenan menyapa dirinya saat itu.


Kinan menatap tajam kearah Raffa yang kini sedang tersenyum " Kurang ajar Rio, ternyata dia yang jadi mak comblang" gumamnya dalam hati.


"Terus beneran dia suka sama kamu?" tanya Kinan kembali.


"Beneran, ia malah ngajakin aku nikah. Katanya aku ganteng banget, senyumku lebih manis daripada gula, ia sangat suka denganku" ia senyum - senyum mengingat mpok Nur yang lucu.


"Stop..!!, Nikah?? Yang benar saja kan masih sekolah masa mau nikah" Kinan seolah tidak terima dengan ucapan Raffa,ia melihat Raffa senyam-senyum seolah sedang jatuh cinta.


"Kalau sudah jodoh kenapa tidak, daripada bikin dosa" ia melirik Kinan yang kini melotot kearahnya. "Kapan - kapan aku kenalin kamu sama dia"


Dan benar saja si gadis manja langsung pergi dari ruang kelas dengan wajah cemberut. Sedangkan dia melanjutkan sketsa karikatur yang dia buat tanpa memperdulikan perasaan seorang gadis yang kini sedang sedih karena ucapannya.

__ADS_1


__ADS_2