Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 12


__ADS_3

Raffa pulang ke rumahnya pukul empat pagi, sebenarnya ia sudah terbangun jam dua dini hari alarm yang berbunyi menandakan saatnya sholat tahajud. Saat bangun tidur dirinya merasa bingung karena berada di tempat yang asing bukan kamarnya sendiri. Dan Om Shafiq tidak mengizinkanya pulang dini hari, ia khawatir dijalan terjadi sesuatu karena saat ini banyak begal berkeliaran.


Raffa bergegas masuk ke kamarnya, dia melihat adiknya yang tertidur bersama Keken dan seekor kucing bernama Leon. Ia menyungingkan senyumnya karena melihat beberapa gambar yang berserakan.


"Ini pasti gambar Fafa" ia melihat gambar robot yang cukup rapi namun dengan warna yang masih jelek . Fafa terkadang tidur dengannya dan ia senang melihat kakaknya bermain komputer bergambar animasi. Terkadang Raffa mengajari adiknya belajar, Raffa sangat telaten dan sabar dengan kelakuan adiknya yang sedikit sulit diatur, jika belajar dengan Navysah sudah pasti ada teriakan dari ibunya saking gemesnya dengan kelakuan Fafa yang ngeyel.


"Kalau ini pasti gambar Keken" Ia melihat gambar harimau yang tidak beraturan. Keken selalu menggambar harimau dan dia selalu ngotot jika itu gambar harimau walaupun lebih mirip gambar kucing belang dengan kumis tiga helai yang tergambar. Ia sama frekuensinya dengan Fafa yang sedikit sulit diatur dan sesuka hati melakukan sesuatu.


"Ya Allah, bantalku banyak lautan. Si biang kerusuhan ini selalu ngiler" ia menepuk pipi adiknya "Fa, bangun Fa shalat subuh dulu" perintahnya.


"Ken, keken shalat dulu. Habis itu bobo lagi nggak papa. Atau mandi berangkat sekolah" ia pun menepuk pipi keken.


"Keken nggak mau shalat, nggak mau ke sekolah. Sekolahnya libur, gurunya cuti operasi". ucapnya, ia masih menutup mata dan mengigau,Ia sangat pandai beralasan untuk absen dari shalatnya.


"Nggak usah bohong mana ada guru operasi terus tiap hari alasan kamu sudah basi, cepetan bangun hampir jam lima. Sebentar lagi di razia mama Navysah. Mau dijewer dan nggak dapat jatah sarapan pagi" ancamnya. Raffa mengingatkan sepupunya untuk bangun, setiap pagi Navysah selalu membangunkan anaknya untuk shalat, jika tidak mau ia akan menggelitiki tubuh anaknya, menjewer, tidak ada sarapan dan uang saku untuk sekolah.


"Keken dirumah boleh tidur sampai siang, Mami Imel nggak pernah marah. Kalau tante Navysah rese, Keken suruh bangun kan masih ngantuk" dirinya duduk di kepala ranjang untuk mengumpulkan sejenak kesadarannya.


"Ini rumah Ayah Davian bukan rumah mami Imel, kamu harus mengikuti peraturan rumah ini. Keken harus shalat ya. Shalat itu wajib" ucapnya " Fa, ayo Fa bangun. Mau di jepret lagi sama mama Navysah atau mau ngerasain jurus sapu terbang " bisiknya di telinga adiknya.


Fafa langsung terbangun dan mengucek matanya, ia tidak mau merasakan sakitnya jepretan karet dari ibunya. Walaupun hanya karet biasa tapi rasanya luar biasa panas, apalagi jurus sapu terbang yang pernah dia rasakan, bikin senut-senut di tangan.


"Mas, kok baru pulang. Fafa nungguin tahu, lihat gambarku bagus kan" dia menyodorkan beberapa gambar miliknya.


"Iya bagus, nanti kita belajar lagi pakai komputer. Sekarang sholat dulu keburu ada mama kesini. Sana cuci muka, ileran terus, kalau bisa mandi ya" ia mengelus rambut adiknya.

__ADS_1


"Iya mas, Ayo Ken kita mandi dan shalat. Kita kan sudah sunat masa nggak sholat, dosa tahu" Entah apa yang merasukinya,kali ini otaknya sedang waras.Dia memberi petuah pada sepupunya untuk shalat.Raffa hanya cengar- cengir menahan tawanya


"Nggak mau, kamu aja. Aku ngantuk" ia beringsut ke dalam selimut kembali dan menutup mata. "Kalau tante Navysah galak nggak ngasih aku sarapan, akan ku laporkan sama mami Imel,Ibunda Ratu "


"Ratu apa? " tanya Raffa


"Ratu Medusa" ia masih menutup matanya dan menjawab dengan setengah sadar." Orang yang berhadapan dengan mami akan dibuat seperti batu, diam membisu!"


"Dasar kampret kecil, bener-bener keturunan Om Feri" lirih Raffa


"Fafa..!!, Keken..!! bangun Nak" teriak Navysah dari luar kamar. Kedua bocah itu langsung tersigap dan berhamburan dari ranjangnya. " Ibu Suri datang, Fafa harus mandi cepetan" ucapnya dan berlari ke arah kamar mandi.


"Aduh! Tante galak sudah razia, Keken harus cepetan shalat"


Raffa tertawa melihat duo bocah yang lari terbirit-birit karena mendengar suara ibunya berteriak.


* **


" Om Eris, kenalin ini Raffa yang aku ceritakan" ucapnya, dia mengenalkan Raffa pada pemilik bengkel tempatnya bekerja, Pak Eris ingin mengunakan jasanya untuk mendekor satu ruangan sebagai Coffee Shop mini agar pengunjung bisa menikmati sembari menunggu mobilnya kelar di servis.


"Saya Raffa Om" ia mengulurkan tangannya dan dijabat langsung oleh pak Eris.


"Saya Eris, kamu cukup tampan ya anak muda" ia melihat penampilan fisik Raffa sekilas.


"Saya sangat senang dengan anak yang kreatifitasnya tinggi. Om ingin meminta kamu mendekor ulang ruangan ini untuk Coffee Shop, seperti yang Rio ceritakan padamu. Nggak perlu terlalu mewah tapi setidaknya rapi dan cozy "

__ADS_1


"Ayo, kita duduk dulu. Om mau lihat saran kamu tentang ruangan ini. Rio bilang kamu pintar dalam desain dan animasi". Mereka diajak kesebuah ruangan di sudut bengkel. Mereka berbincang-bincang dan saling memberi saran untuk dekorasi ruangan.


"Saya rasa desain Coffee Shop dengan model minibar cukup bagus Om, nanti sebelah sini untuk meracik, sebelah dinding sini akan saya beri walpaper dinding dengan warna natural,sebelah sini pakai cat tembok jadi kombinasi, tidak terlalu berlebihan. Lebih baik pakai kursi lipat warna natural juga biar senada dan mudah dibongkar pasang tidak makan tempat. Nanti kubuatkan gambar animasi atau karikatur di sebelah sini untuk pemanis ruangan" ia menunjukkan setiap sisi bagian dan saran untuk perabotannya.


" Ya sudah terserah kamu saja, Om tidak begitu mengerti desain interior. Kamu belajar dari mana bisa desain dan animasi?" tanyanya.


" Awalnya memang suka menggambar otodidak tapi sekarang kursus desain dan animasi lewat online Om, sekarang banyak sekali kursus online tinggal klik tanpa keluar rumah. Kadang saya pergi ke studionya pas ada waktu soalnya saya part time juga di restoran "


"Luar biasa, Om bangga sama kalian. Masih remaja sudah kerja keras, tidak mengandalkan uang saku dari orang tua. Kamu tinggal dimana?"


"Saya, sa.. ya tinggal didekat rumah Rio Om"ia tidak mau ada yang tahu bahwa dia seorang Raffa Ahmad. Dirinya hanya ingin menjadi diri sendiri tanpa ada embel-embel nama besar sang Ayah yang notabene pengusaha properti di Jakarta.


Rio sudah terbiasa mendengar Raffa menutupi jati dirinya, ia mencoba menahan tawanya "Putra Mahkota yang sedang menyamar menjadi pria sederhana"


"Oke, kalau butuh apa-apa bilang Om saja apa yang dibutuhkan. Kira-kira kapan akan dimulai pengerjaannya?"


"Besok bisa um, pumpung hari minggu saya libur sekolah. Besok akan ada yang bersihin tempat ini dan mengecat tembok. Saya akan membeli peralatan dan memesan minibar nya"


"Oke, uangnya akan Om transfer sebagai DP untuk pembelian barang - barang dulu, kalau sudah selesai Om beri kamu full sisanya"


"Baik Om, terima kasih"


Raffa sangat senang dengan proyek keduanya ini. Dulu ia pernah mendekor ulang sebuah rumah minimalis milik orang tua temannya dan hasilnya sungguh memuaskan. Rio selalu membantunya,ia selalu mencari beberapa tukang dan orang - orang yang mau diajak kerjasama yang tinggal di sekitar rumahnya.


"Asyik, aku dapat uang jajan lagi dari Raffa. Aku bisa beliin emak dan adek makanan enak" gumamnya dalam hati, ia berharap kali ini dapat fee yang lumayan seperti proyek sebelumnya.

__ADS_1


* **


Jangan lupa like, Vote and comment. Matursuwun all reader 😍😊😘😘😘


__ADS_2