Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 75


__ADS_3

Raffa


Jika di Jakarta pukul sebelas malam maka di Inggris pukul enam pagi. Setelah salat subuh Raffa membaca beberapa dokumen yang akan ia kerjakan, sejak kecelakaan terjadi Raffa tidak bisa berjalan dengan normal, ia dibantu dengan kursi roda namun lambat laun setelah melakukan beberapa terapi kini ia bisa menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan. Raffa lebih banyak menghabiskan waktu di dalam villa milik keluarga bu Ria dan saat ini ia mendapatkan tugas untuk mendesain sebuah kantor baru pesanan dari seorang teman. Sedangkan Rio, kemarin dia pulang ke Indonesia untuk mengurus semuanya.


Raffa membuka ponselnya yang baru dan melihat beberapa foto lamanya bersama Kinan. Sejak kecelakaan terjadi ponselnya hancur dan hanya tersisa beberapa file foto keluarga yang tersimpan di memori cardnya.


Ada beberapa foto dan video yang Jessica dan Alif kirimkan padanya, wajah Raffa datar tanpa ekspresi setelah melihat foto Kinan dengan kakak Jessica dan Bagas.


"Hei bodoh!, Jika kau tidak pulang tahun ini akan ku jodohkan Kinan dengan bang Juna. Lihat!, betapa serasinya mereka" Jessica


Raffa hanya tersenyum membaca pesan dari Jessica, wanita satu ini selalu mengancamnya akan menjodohkan Kinan dengan kakaknya.


Dan Bagas, pria satu ini selalu dekat dengan Kinan sejak sekolah dulu. Pasangan yang cocok, dia selalu membuat Kinan tertawa lepas.


Raffa membuka nakasnya dan mengambil sebuah cincin pertunangannya bersama Kinan. Cincin yang tidak pernah ia pakai setelah kecelakaan itu terjadi. Saat Jihan mengembalikan cincin dan dompetnya Raffa hanya bisa meneteskan airmata, malu karena saat ini dia hanya pria cacat dan merasa tidak berguna hingga akhirnya menutup semua komunikasi dengan keluarganya di Indonesia kecuali Alif. Hanya Alif yang tahu keadaan dia yang sebenarnya.


"Jangan berkecil hati, semuanya sudah Allah gariskan. Kabari tunanganmu, jangan membuatnya gelisah karena menunggu kabarmu."


Ucapan Jihan selalu terniang di telinganya.


"Aku memang lelaki pengecut." lirih Raffa


"Maafkan aku Kinan harus melepaskanmu." ucap Raffa, ia mencoba menelepon Kinan.Dalam hitungan detik Kinan langsung mengangkat teleponnya.


"Raffaaaaa...huhuhu..." Kinan tiba-tiba menangis mendengar suara pria yang begitu dicintainya."Raffa... ak.. aku." belum sempat Kinan menuntaskan ucapannya Raffa langsung menyela.


"Ayo kita akhiri ini semua, jangan menungguku pulang. Menikahlah dengan pria lain." ujar Raffa diujung telepon.


"Hahhh...." Kinan terkejut dengan ucapan Raffa, rasanya seperti disambar petir di siang bolong.


Kinan terdiam beberapa saat mencoba untuk menyadarkan diri, mencoba untuk mencerna setiap perkataan Raffa yang begitu singkat namun bak petir di siang bolong untuknya.


" Raffa, apa yang kau ucapkan, aku tidak mengerti." ujarnya dengan suara lemah


Raffa menghela nafasnya, " Aku ingin memutuskan pertunangan ini. Kau menikahkan dengan pria yang bisa membahagiakanmu, yang bisa membuatmu selalu tersenyum dan tertawa bukan denganku. "


" Nggak, aku nggak mau!."Kinan langsung merubah panggilan telepon ke panggilan video.


" Raffa, ini aku Kinan tunanganmu "ucap Kinan sembari menangis. Ia menatap wajah Raffa yang terlihat tirus namun bersih.Tidak melihat kekasihnya selama enam bulan membuat dirinya begitu gelisah, dan saat ini melihat Raffa seperti oase di padang pasir dan petir yang menyambar dirinya.

__ADS_1


" Raffa, apa kau sakit? Kau kemana saja? aku menunggu kabarmu setiap hari dan sekarang kau telepon ingin putus denganku? "tanya Kinan beruntun." Jangan harap!, aku tidak akan putus denganmu sampai kapanpun. " sambungnya lagi dengan tegas


" Aku sehat, hanya sibuk kerja!," ketus Raffa," Sudahlah Kinan kamu tidak perlu pura-pura, kamu selingkuhkan disana! Dan kamu fikir aku tidak tahu. HAH...!


" Berapa banyak pria yang dekat denganmu, tertawa bersama denganmu hingga peluk-peluk kamu. Kamu fikir aku tidak tahu kalau kamu bersama Juna dan Bagas !" seru Raffa dengan pura-pura kesal,


" Aku ingin kita batalkan pertunangan kita. Titik!"


"Raffa, dengarkan penjelasanku terlebih dahulu. Ini tidak seperti yang kamu fikirkan." Kinan menangis terisak


"Kak Raffa, ayo kita sarapan." teriak Hanin, terdengar di sela-sela mereka sedang bervideo call.


"Raffa, suara perempuan siapa itu?" tanya Kinan dengan selidik, "Itu suara siapa Raffa?" tanyanya kembali.


"Pacar baruku, kami hidup bersama disini. Jadi, lebih baik kita batalkan saja pertunangan kita, aku bukan pria baik, lupakan diriku." Raffa sengaja mengucapkan perkataan yang menyakitkan agar Kinan benci dengannya.


"Nggak, itu nggak mungkin. Kamu bohong kan, aku tidak percaya!" teriak Kinan dengan frustrasi.


"Terserah...!!!" Raffa buru-buru memutuskan video call.


"Siapa yang hidup bersama?" gerutu Hanin karena mencuri dengar saat Raffa menelepon, " Ah..., kak Raffa memang tidak ahli dalam berbohong. Payah..!"


Ponsel Raffa terus berdering dan sudah pasti Kinan yang meneleponnya.


"Yakin, mau putus dengannya?" tanya Hanin, " Kasihan tahu dia kak, sudah nungguin kamu malah dituduh selingkuh dan apa tadi aku pacar baru kak Raffa? Oh No!..., bohongnya kebangetan."sambung Hanin kembali," Disana Kinan, disini Jihan luar biasa. "


" Ingat! , jangan menyesal saat dia benar-benar lelah menunggumu dan pergi dengan pria lain. " Hanin sembari menutup pintu kamar.


Raffa melihat handphonenya, begitu banyak panggilan tak terjawab dari Kinan.


"Maafkan aku Nan, harus melakukan ini. Semoga kamu bahagia dengan pria lain yang lebih pantas untukmu."


"Ting.. Ting.. Ting.."


Beberapa pesan dari Kinan


" Sampai kapanpun aku akan menunggumu pulang, dan kita akan menikah. Aku tidak ingin putus!"


"Terserah kamu mau punya banyak pacar disana, yang terpenting saat kamu kembali ke Indonesia, Kamu milikku! "

__ADS_1


"Aku tidak pernah selingkuh!, Akan aku cari tahu siapa orang yang menghancurkan hubungan kita. Aku tidak akan memaafkannya!"


"Kamu tidak bisa bohong denganku Raffa!, Jangan fikir dengan membuatku kesal seperti ini kita bisa putus. Tidak akan...!"


Raffa hanya bisa memijit keningnya yang mulai pusing, sifat Kinan yang keras kepala tidak mampu membuatnya menyerah dengan hubungan ini. Kinan memang luar biasa, masih saja mau menunggunya dengan sabar.


***


Semalaman Kinan tidak bisa tidur, perasaannya sangat kacau setelah mendapat telepon dari Raffa.


Membatalkan pertunangan, jangan mimpi!


Ia begitu geram dengan seseorang yang melaporkan dirinya pada Raffa. Bagaimana Raffa bisa tahu apa yang dia lakukan, sedangkan Raffa berada di Inggris.


"Tidak salah lagi, pasti Alif yang melaporkanku" gumamnya dalam hati.


Pagi hari dia sudah bersiap untuk pergi ke rumah mama Navysah, ia ingin sekali melabrak Alif karena berani melaporkannya.


"Kinan, mau kemana?" tanya mama Ifa, "Ya ampun, ada apa dengan wajahmu sayang. Kenapa seperti ini?" Ifa begitu terkejut karena wajah Kinan begitu kusut. Matanya begitu bengkak karena menangis. Tidak secerah biasanya


"Kamu kenapa Nak?" tanya Shafiq, ia yang sedang sarapan langsung menghentikan suapannya saat melihat wajah Kinan yang bengkak.


"Mamaaaa....huhuhu!!" Kinan berhambur ke pelukan Ifa dan menangis


"Mama.. Ayah... Raffa jahat. Di.. dia ingin membatalkan per.. pertunangan." ucapnya dengan terisak dan terbata-bata, " Dia hi.. hidup bersama dengan seorang wanita disana mah, dia menuduhku selingkuh karena dekat dengan Bagas dan Juna. Dia menyuruhku menikah dengan pria lain dan melupakannya. Aku nggak mau mah! Aku nggak bisa menerima ini semua!" teriaknya dengan frustrasi.


" Tenang Sayang.. Tenang... "Shafiq mengelus punggung Kinan.


" Ayah, bagaimana aku bisa tenang saat Raffa ingin putus dariku. Aku nggak mau yah! Lebih baik aku mati daripada harus kehilangan Raffa. " ancam Kinan," Cuma Raffa yah yang aku mau huhuhu..."


" Oke.. Oke...kamu tenang dulu.Lebih baik kita sarapan, nanti mama yang akan bicara dengan Navysah. Mama antar kamu kesana" Ifa menggandeng anaknya ke meja makan.


" Nggak mah!, aku tidak ingin makan. Aku ingin hajar Alif. Pasti dia yang melaporkanku pada Raffa, mama tidak perlu mengantarku "seru Kinan, ia berlari menjauh dari rumahnya.


Khalif menggepalkan tangannya, ia merasa geram melihat kakaknya menangis hingga matanya bengkak." Awas kamu Alif! " gumamnya dalam hati


Ifa langsung menelepon orang kepercayaannya" Pak Akmal, ada tugas untukmu. Datanglah sekarang ke rumah " pinta Ifa,


" Mah...! "ucap Shafiq, ia mencoba menenangkan istrinya dengan memeluknya." Jangan seperti itu "

__ADS_1


" Tidak bisa!, Aku harus melakukan sesuatu, beraninya Raffa membuat anak gadisku menangis seperti itu! "tegas Ifa dengan geram


__ADS_2