Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 63


__ADS_3

Pagi ini Rio ditelepon Navysah untuk bertemu di D & R Restaurant. Ia merasa bingung apa yang akan dibicarakan nyonya bos sekaligus orang tua dari sahabat tempat Ayahnya bekerja, pukul delapan pagi ia sudah berada di lantai tiga dan menunggu Navysah datang. Ia tidak boleh terlambat karena tahu ibu dari temannya tidak suka menunggu dan ia selalu disiplin dengan waktu.


"Sudah lama menunggu Nak Rio" sapa Navysah dengan tersenyum.


"Eh..., enggak nyonya. Saya baru datang" ucapnya dengan sopan.


"Hahaha... Apaan sih kamu yo, panggilnya jangan nyonya"pintanya," Rasanya aneh didengar, panggil tante atau ibu saja "sambungnya lagi.


" Iya tan"


" Tante ingin bicara langsung, apa kau tahu apa yang membuat Raffa menerima Kinan?" tanyanya, " Kamu pasti tahu, tolong ceritakan pada tante"


"Hah..." Ia bingung akan menceritakan apa, baginya Raffa teman terbaik dan tidak mungkin dia mengkhianatinya. " Tidak ada cerita tan, Raffa hanya bilang tidak ada alasan untuk menolak Kinan"


"Apa kau yakin?" tanyanya lagi,


Ia meremas tangannya dan merasa gugup, "Aku yakin tan."


Navysah memperhatikan setiap gerak tubuh dari Rio yang merasa kurang nyaman berada di dekatnya.


" Setia juga dia dengan Raffa "gumamnya dalam hati.


" Kalau tentang Inggris,apa kau tahu alasan Raffa lebih memilih kuliah disana? "tanyanya lagi.


" Yang aku tahu dia lebih suka Inggris daripada Amerika agar dia bisa menonton bola di stadion secara langsung, Raffa kan suka sepakbola tan "ucapnya dengan berbohong. Ia membuang wajahnya ke arah lain tidak berani menatap wanita yang berada tepat di depannya.

__ADS_1


Navysah hanya menghela nafas panjangnya." Tante sudah berumur, sudah merasakan asam garam kehidupan dari gerak tubuhmu tante tahu kamu bohong atau tidak."


Dan suara Rio seolah tercekat di tenggorokan, ia menundukkan kepala dan merasa malu tertangkap basah menutupi rahasia temannya.


Navysah mengeluarkan sebuah kartu atm berwarna gold, ia menyodorkan kearah Rio. "Kalau kamu mau jujur, semua yang ada disini akan menjadi milikmu" ujarnya. "Katakan pada tante apa yang kamu ketahui tentang Raffa"


Rio menatap kartu itu dan mendorongnya kembali kearah Navysah " Saya tidak tahu apa - apa tentang Raffa tan, yang saya tahu dia teman terbaik saya disaat susah dan senang karena dia saya bisa les privat dan lulus dengan nilai baik, menolong saya disaat ekonomi keluarga kami begitu terpuruk. Walaupun jumlah saldo di kartu ini sangat banyak, saya tidak akan menjual informasi apapun tentang Raffa, Maaf "ucapnya dengan tegas.


Navysah berkaca-kaca menahan airmatanya, ia begitu salut dengan persahabatan mereka yang terbilang masih remaja.


" Tante tidak pernah salah memilih orang, kamu memang anak baik"ucapnya, ia mengusap sudut matanya dengan sapu tangan. "Rio mau kuliah di Inggris bersama Raffa?"tanyanya


"Hah...!"


"Tapi tante, saya sudah mendaftar di universitas negeri disini"


"Itu bisa diatur, yang penting kamu niat kuliah bukan untuk main-main disana" tegasnya, "Kesempatan tidak datang dua kali, tante hanya memberikan jalan tinggal kamu yang menentukan. Walaupun orang tua bekerja serabutan dan pekerja kasar, kalau bisa seorang anak harus lebih baik kehidupannya daripada mereka. Dan salah satunya dengan pendidikan yang tinggi"sambungnya lagi.


" Jaman sekarang harus punya keahlian dan pendidikan, kalau bukan kamu siapa lagi yang akan mengubah nasib keluarga. Ingat, masih ada dua adikmu yang masih butuh pendidikan. Seorang kakak laki-laki harus bertanggung jawab terhadap adiknya, dan sebagai pengganti Ayah nantinya."


Ia masih mendengarkan setiap wejangan dari ibu sahabatnya, sempat tidak percaya diri ia mendapat penawaran untuk bisa kuliah di luar negeri." Apa aku bisa kesana tan, pendidikan disana sangat mahal sedangkan ekonomi keluargaku tidak memungkinkan.Ayah bisa kerja menjadi sopir di rumah tante saja kami sudah bersyukur, kehidupan kami menjadi lebih baik dari sebelumnya. Saya takut tidak bisa diterima disana dan terutama masalah biaya. "


" Belum perang sudah nyerah, coba dulu daftar disana. Untuk masalah biaya tidak perlu khawatir"ucapnya sembari memegang tangan Rio. " Semuanya berlaku untuk anak karyawan tante di rumah. Mereka sudah tante anggap keluarga, tanpa mereka tante bisa apa begitu repotnya mengurus bisnis dan anak-anak apalagi anak tante yang super aktif, tidak semua orang bisa menghandle mereka. Anggap tante orang tua asuhmu, kamu hanya perlu fokus kuliah setelah itu pulang ke Indonesia. Terserah kamu mau bekerja di perusahaan Om Davian atau di tempat lainnya itu hak kamu.Apa kamu tidak mau merubah keadaan ekonomi keluarga, sayang sekali jika di lewatkan. Dan tante juga bisa tenang karena Raffa punya teman yang bisa diajak susah dan senang bareng disana. Kalian bisa saling menjaga dan saling mengingatkan, jangan sampai salah pergaulan. Jaman boleh berubah tapi kalian harus punya prinsip dan iman. Tante ngeri kalau Raffa disana sendiri, takut pergaulan bebas. "


Rio hanya manggut-manggut mendengarkan petuah dari tante Navysah, ia masih terlihat bingung dengan keputusan yang akan diambilnya.

__ADS_1


" Maaf tan, ini bukan sogokan agar aku selalu mengabarkan kegiatan Raffa disana kan? Tante melakukan ini bukan menyuruhku untuk memata - matai Raffa kan" tanyanya dengan takut


"Hahaha.. kamu lucu sekali, takut banget kalau ini ada timbal baliknya. Kalau tante ingin tahu keadaan Raffa ya tinggal telepon, dia anak yang penurut pasti memberi kabar tante walaupun hanya seminggu sekali. Ini tidak ada perjanjian apapun diantara kita, ya paling kalau Raffa nggak bisa dihubungi tante pasti telepon kamu "ucapnya dengan tersenyum.


" Besok harus sudah ada jawaban. kalau kamu bersedia, datanglah ke rumah dengan membawa surat - surat penting nanti Om Kamil yang akan mengurusnya"


"Baik tan, saya akan berdiskusi dulu sama emak gimana baiknya. Terima kasih sudah memberi saya kesempatan emas ini" ucapnya sembari mencium tangan Navysah.


* **


Ia bergegas pulang ke rumah dan memberitahukan pada ibunya perihal kesempatan kuliah di luar negeri. Bu Asti terkejut dengan penuturan Rio bahwa orang tu Raffa sekaligus bos dari suaminya menawarkan kuliah gratis untuk anaknya. Rasa haru dan bahagia menyelimuti dirinya, ini suatu kesempatan berharga yang tidak pernah ia bayangkan, kesempatan emas untuk anaknya agar bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik.


"Ya allah, alhamdulillah lu dapat kesempatan seperti ini. Emak senang sekali, kamu jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan ini belajarlah yang rajin jangan pernah mengecewakan ibu Navysah yang sudah membiayaimu" ucapnya, ia mengelus rambut Rio yg kribo dengan penuh kasih sayang. "Soal adik-adik jangan dipikirkan, ada Ayah disini gajinya lebih dari cukup untuk membiayai kita semua"


"Beneran mak, kagak ngapa-ngapa aku pergi ke Inggris."tanyanya kembali


" Nggak apa-apa, belajarlah disana dengan baik. Kamu anak pertama dari keluarga kami yang satu-satunya bisa sekolah di luar negeri,banyak - banyaklah bersyukur. Ingat, jangan lupa salat. "


" Iya mak, Rio janji akan belajar dengan rajin dan bekerja keras agar Lian dan Caca bisa hidup lebih baik, bisa kuliah dan kita bisa punya rumah yang bagus. Do'ain Rio ya mak". Ia mencium tangan ibunya dan bersimpuh di kakinya.


"Iya emak do'ain. Huhu.. huhu...huhu.. " terdengar suara tangisan dari bu Asti


"Emak nggak usah nangis, Rio tahu emak pasti kangen kalau aku pergi.Anak emak yang paling ganteng cuma aku"ucapnya dengan percaya diri.


" Siapa yang nangisin elu!, Emak nangis karena lu injek kaki emak. Mana lagi kutu air, sakit dodol...!!" serunya sembari menjambak rambut Rio yang kribo

__ADS_1


__ADS_2