Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 60


__ADS_3

Raffa pulang ke rumah sakit pukul sembilan malam dan melihat ibunya sedang menyelimuti Alif yang tertidur.


"Gimana keadaan Alif mah?" tanyanya


"Alhamdulillah Alif sudah membaik mungkin besok siang bisa pulang, dia baru saja tidur setelah melihat kartun kesukaannya"


"Mama makanlah, tadi Raffa beli nasi padang dan cemilan ini " ia memberikan satu kantong plastik makanan untuk ibunya. "Nanti Mama pulang saja, biar aku yang menjaga adik"


"Mama belum lapar " ucapnya sembari membuat dua cangkir teh. "Minumlah Nak" ia menyodorkan kearah anaknya.


Aroma teh hangat menyeruak di indera penciumannya, wangi khas perpaduan antara teh bunga melati sungguh sangat menenangkan.Namun, tidak seperti hatinya saat ini yang begitu berat untuk mengatakan tentang pertunangannya dengan Kinan.


Ia mendekati ibunya yang duduk di sofa, " Mah, ada yang ingin Raffa katakan"


"Tentang apa Nak?" ia mengenggam tangan anaknya, menempelkan tangannya di pipinya. "Ah... dulu tangan ini sangat mungil, sekarang sudah sebesar ini" ucapnya dengan tersenyum.


"Mah..., A... aku ingin melamar Kinan sebelum aku pergi jauh" ucapnya dengan takut.


Navysah membelalakan matanya tidak percaya dengan apa yang didengarnya.


"Apa Nak, coba katakan sekali lagi" ucapnya sembari menatap mata anak sulungnya dengan intens untuk mencari kesungguhan disana.


"Raffa ingin melamar Kinan minggu depan sebelum pergi ke Inggris" ucapnya lagi.


"Kenapa?, Apa yang terjadi?, Kenapa kamu berubah pikiran untuk melamar Kinan, tolong ceritakan pada mama sekarang"


"Tidak ada alasan untuk menolak Kinan mah, dia gadis yang baik dan tulus.Ia sangat sayang sama mama dan adik-adik, Raffa minta mama persiapkan semuanya untuk acara pertunangan kami yang sederhana dan hanya mengundang keluarga dekat saja. Mama merestui kita kan?"


" Mama merestui kalian Nak"ia mengelus rambut lebat anaknya. "Apa kamu yakin dengan keputusanmu ini?" tanyanya lagi.


Raffa menyandarkan kepala di bahu ibunya,mencium aroma tubuhnya yang selalu membuat tenang dan nyaman.


" Aku yakin mah" ucapnya. "Mama tidak perlu khawatir, aku akan bertanggung jawab terhadap keputusanku"


"Sudah salat istikharah untuk meminta petunjuk Allah?" tanya Navysah


"Sudah mah, dan Raffa yakin ini jalan yang terbaik" ucapnya

__ADS_1


"Baiklah kalau kamu sudah yakin" ucapnya " Ah... anakku kini sudah dewasa. Dulu kemanapun Mama pergi selalu membawamu, Mama kerja pun kamu selalu mama ajak karena mama tidak bisa jauh darimu tapi sebentar lagi kamu akan melamar anak gadis orang dan kuliah di luar negeri. Apa Mama sanggup untuk jauh darimu Nak" ucapnya dengan berlinang air mata.


"Mah...., Raffa kuliah bukan pergi untuk selamanya. Mama tidak perlu khawatir, jika libur kuliah Raffa akan pulang ke Indonesia. Dan Mama disini tidak akan kesepian karena ada Kinan dan adik-adik." Ia memeluk ibunya dari samping, mencoba untuk menghiburnya agar tidak bersedih walaupun sebenarnya ia juga berat jauh dari sang ibu.


" Saat Ayah Raihan meninggal cuma kamu anak satu-satunya, mama menjagamu bagai berlian karena takut kehilanganmu. Maaf jika mama terlalu berlebihan, sekarang sudah saatnya kamu terbang tinggi meraih apa yang ingin kamu raih. Mama tidak akan menghalangimu lagi. Mama do'akan kamu selalu sehat dan sukses jangan lupa salat, mama bangga punya anak sepertimu yang penurut dan baik Raff "


" Raffa juga bangga punya orang tua seperti Mama yang selalu ada untuk anaknya, selalu memberikan kami semua kasih sayang dan selalu mendengarkan cerita kami. Terima kasih banyak mah, Raffa sayang mama" ia mencium kening ibunya.


"Mama juga sayang Raffa". Ia menangis bahagia melihat putranya kini tumbuh dewasa dan bertanggung jawab." Kamu begitu mirip Ayah Raihan yang begitu sabar dan baik, Kinan pasti sangat bahagia bisa bersamamu. Si manja itu menyukaimu sejak dulu dan sekarang mama bahagia, nantinya Kinan akan menjadi menantu mama. Dia gadis yang cerewet dan baik"


"Cerewet dan suka makan kayak mama tapi tetap saja kurus, hehehe " kelakar Raffa


"Ah.., dulu juga kamu cerewet.Setiap apapun yang dilihat selalu ditanyakan hingga banyak orang yang menyukaimu. Entah sejak kapan kamu jadi pendiam seperti ini" ucap Navysah, sudah lama ia tidak bercanda berdua bersama anak sulungnya karena sibuk mengurus si double kembar.


"Sejak mama hamil adik-adik, aku kurang perhatian. Waktu mama terbagi untuk mereka dan aku selalu mengalah. Alif dan Fafa sudah dua tahun eh, mama hamil lagi si princess kembar. Kesel banget kalau ingat itu. Mana si Fafa nggak bisa diem, tapi aku bahagia punya banyak adik yang lucu dan cantik apalagi saat mereka balita gemesin banget.Dan sekarang mereka akan menjaga mama saat aku pergi nanti. "


" Maafkan mama ya Nak, kamu selalu tersisih. "lirihnya


" Nggak usah minta maaf mah,itu hal yang wajar. Mama juga kerepotan menjaga mereka, walaupun ada baby sitter mama selalu membuat mereka agar selalu dekat dengan mama" ucapnya, ia mencium aroma ibunya kembali dan merasa tenang " Aroma mama selalu membuatku tenang, seneng banget kalau cium ketiak mama tapi kalau Ayah Davian tahu kita quality time begini pasti dia cemburu, hehehe. Ayah lucu ya mah sudah tua cemburuan apalagi karena aku mirip banget sama almarhum Ayah Raihan"


"Aku tahu itu mah". Dan sepanjang malam mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol. Mereka tidak ingin membuang kesempatan yang ada.


~Kinan ~


Ia pulang dengan hati bahagia setelah Raffa mengatakan akan melamarnya. Ia menyuruh pak Jenal untuk memasang lukisan di ruang keluarga.


Ia terkantuk-kantuk di kamarnya karena menunggu orang tuanya pulang kerja,rasa lelah seharian karena menjaga Alif terpaksa ia tahan karena ingin segera memberitahukan kabar gembira tentang dirinya. Tepat pukul delapan malam kedua orang tuanya pulang ke rumah dengan wajah lelah.


Ia mendengar suara berisik dan bergegas keluar menemui kedua orang tuanya.


"Ayah... Mama! " ia berlari dengan tergesa-gesa hingga menabrak meja tamu.


"Apa sih Nan, jangan lari nanti jatuh" ucap Ifa, ia melihat putrinya tersenyum dengan lebar dan tidak menghiraukan rasa sakit yang biasa dirasakan saat Kinan menabrak meja.


"Ayah, Mama, Kinan akan dilamar Raffa mah. Minggu depan sebelum dia pergi ke Inggris" ucapnya dengan terengah-engah. Namun kedua orang tuanya saling menatap satu sama lain dan merasa ada yang janggal. Mereka tahu Raffa hanya menganggap anaknya sebatas adik tidak lebih.


"Kok malah diem sih..!" cebik Kinan, " Mah, anakmu akan dilamar lho mah. Dilamar Raffa Raihan" ucapnya kembali

__ADS_1


"Alhamdulillah" ucap Shafiq


" Kok Raffa bisa berubah pikiran untuk melamarmu" ucap Ifa, " Kamu nggak diapa-apain dia kan Nan, jawab Mama" selidik Ifa, ia sangat takut anaknya melakukan hal terlarang.


"Maksud mama Apa? Diapa-apain gimana?" tanyanya dengan polos, ia tidak mengerti arah pembicaraan ibunya.


"Yang..." tegur Shafiq pada istrinya


"Apaan sih mas..!, balasannya, ia mengerucutkan bibirnya." Kinan, kamu nggak melakukan hal terlarang bersama Raffa kan? Kamu masih virgin kan ". ia menggoyangkan bahu anaknya.


" Mah, kamu apaan sih ngomong gitu. Ayah yakin Raffa tidak akan melakukan sesuatu seperti itu. Dia anak yang baik, kayak baru kemarin saja sih kamu kenal dia dan keluarganya. Ingat!, dia anak Navysah yang dijaga dengan sepenuh hati dan dibesarkan dengan kasih sayang,mana mungkin dia seperti itu" Shafiq.


"Mas, namanya juga setan nggak kelihatan. Bisa saja mereka khilaf, Lihat saja si Januar anak sholeh tapi gitu juga sama pacarnya married by accident"


Kinan hanya menggulum senyum melihat kedua orang tuanya berseteru, ada niatan jahil untuk mengerjai orang tuanya.


" Raffa bilang akan pergi jauh entah kapan pulang" ucapnya dengan mimik pura-pura sedih, " Terus dia membawaku ke hotel" sambungnya lagi. Ifa membelalakan matanya namun Shafiq tidak bergeming. " Kami disana berdua, hanya berdua saat itu..." ia menundukkan kepala seolah merasa menyesal.


"Kinan...!!" teriak Ifa, " Terus apa yang terjadi? kamu diapain Raffa Hah...!, Raffa maksa kamu, iya. Katakan sejujurnya sama mama " seru Ifa dengan nada tinggi.


"Raffa.. Raffa... hiks.. hiks.." ia menunjukkan wajah sedihnya. " Orang Raffa mau pipis dan dia juga mau kasih lukisan itu, hehehe" ia menunjuk lukisan yang sudah terpasang di dinding ruang keluarga.


"Kinan...!!" teriak Ifa, " beraninya kamu ngerjain mama". Dan Shafiq hanya tertawa melihat kedua perempuan yang dicintainya kini saling kejar-kejaran.


"Habis pikiran mama nggak jelas, masa kearah itu terus. Raffa nggak mungkin gitu mah"


"Betul apa yang dikatakan anakmu mah, Lihat Kinan telanjang saja belum tentu Raffa tertarik" goda Shafiq sembari tersenyum.


"Ayah...!!, Jahat banget sih ngomongnya" gerutunya. "Do'ain napa yah biar Raffa cinta mati sama Kinan dan kami hidup bahagia" ia memanyunkan bibirnya dan memeluk Ayahnya dengan erat


"Iya, Ayah do'ain agar kamu selalu bahagia dengan Raffa" ia mengelus rambut Kinan dengan lembut.


Kinan menceritakan bahwa Raffa ingin acara pertunangan yang sederhana hanya keluarga terdekat.


"Apa alasan anak itu melamar anakku padahal dia tidak mencintainya, Aku harus melakukan sesuatu" gumamnya dalam hati


Shafiq pun mendengarkan setiap perkataan Kinan, "Apa yang Raffa inginkan sebenarnya?" gumamnya dalam hati. Ia tidak ingin salah langkah dan membuat anaknya terjebak dalam perasaan cinta yang tak berbalas.

__ADS_1


__ADS_2