
Sebulan telah berlalu hubungan Alif dan Anggrek tidak ada perubahan. Alif dan Anggrek selalu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Mereka hanya bertemu saat weekend dan sekedar makan malam.
Alif pun jarang menghubungi Anggrek ataupun sekedar bertanya kabar hingga membuat Anggrek jenuh dengan hubungannya.
Disaat Anggrek merasa lelah dengan hubungannya, Fafa selalu menyemangati dirinya agar lebih bersabar dengan Alif. Dan sebagai rasa terima kasih Anggrek, ia berniat mengenalkan sepupunya pada Fafa. Anggrek yakin walaupun Fafa pria yang slengean tetapi ia pria yang baik.
"Nanti sore aku akan pergi sama Fafa ke toko buku?" ujar Anggrek disaat makan siang di kantin tanpa melihat kearah Alif.
"Lusa saja, aku anterin."
"Tidak perlu Lif, aku ada urusan dengan Fafa kok."
" Urusan apa?" tanya Alif penasaran
"Ada deh, nanti kamu juga tahu sendiri."ucapnya sembari menghabiskan makanan terakhirnya." Aku duluan, aku sibuk."
Anggrek pergi meninggalkan Alif yang masih melolong karena sikap Anggrek yang berbeda sejak seminggu lalu. Ia mulai penasaran apa yang akan dilakukan pacarnya dengan saudara kembarnya.
Alif mengunakan ojek online untuk mengikuti Anggrek dari belakang, ia sengaja memakai kacamata hitam, topi dan masker agar tidak ada seorang pun yang mengenali dirinya.
Anggrek bersama seorang gadis duduk di food court mall, mereka memesan cake coklat, es krim dan jus jeruk sembari menunggu Fafa.
"Kok lama sih!? " gerutu Anggrek saat Fafa datang tiga puluh menit kemudian.
"Biasa orang sibuk." jawab Fafa sembari menaik turunkan alisnya.
"Kok kamu berantakan begitu?" Anggrek melihat rambut Fafa yang sedikit acak-acakan.
"Biasalah, naik helikopter hihihi."
"Bilang aja naik ojek." Anggrek tahu Fafa sedang diskors jatah bulanan oleh tante Navysah.
"Nah, lu tau itu Ngek!" ucap Fafa sembari melirik seorang perempuan berkulit sawo matang, namun terlihat manis.
"Gue lagi kesel Ngek!"
"Memangnya kenapa?!" tanya Anggrek.
"Lu tahu kan Ngek, kalau duit gocap( lima puluh ribu) warnanya biru gitu." Anggrek menganggukan kepala.
"Tadi gue naik ojek, gue kira duit punya orang yang jatuh warna biru, so pasti gue ngelirik dong ya sapa tahu itu gocapan eh ternyata cuma bekas masker yang sudah diremas, ngeselin nggak tuh!" gerutu Fafa, "Heran gue hari gini masih saja ada orang buang sampah sembarangan!"
"Hahahaha...." Anggrek dan perempuan itu tertawa keras hingga beberapa orang melirik kearah mereka
" Ya ampun, sejak kapan Khaffa Ahmad mulungin duit orang, segitunya banget Fa lu nggak punya duit." cibir Anggrek
"Lagi miskin sementara, lusa balik lagi jadi orang kaya." jawab Fafa, "Bukannya gue mulung Ngek, tapi nggak tahu kenapa sejak semua fasilitasku diambil, jiwa miskinku meronta. Kartu kredit Alif aja aku sikat, jajanan si princess aku makan. Kemarin juga si Inka ngamuk gara-gara coklat dan biskuitnya gue makan sampai habis hihihi. "Fafa tanpa malu mengatakan hal yang sejujurnya.
" Makanya yang nurut sama emak lu!, tahu sendiri tante Navysah tidak pernah bermain - main dengan ucapannya. Untung aja lu kagak di coret jadi anaknya. "
__ADS_1
" Nggak usah ikutan Keken yang nggak bener! " Anggrek menjitak kepala Fafa," Jangan main ke club lagi,emang lu mau emak lu sakit jantung lagi!?"sambung Anggrek
" Mana ada anak yang mau emaknya sakit jantung, kagak ada Ngek!, kemarin lagi sial aja ketahuan bang Toing."
" Terus kalau nggak ketahuan lu mau main lagi gitu!? HAH!!" sembur Anggrek, " Oke fix, gue nggak jadi ngenalin sepupu gue yang cantik ini sama lu. "
"Oh, jadi ini sepupu lu Ngek?" tanya Fafa, ia melirik wanita itu sembari tersenyum.ia tidak mengubris pertanyaan Anggrek.
" Gue Fafa, pria paling tampan di keluarga kami. Nama lu siapa?" Fafa selalu percaya diri saat memperkenalkan dirinya. Ia mengulurkan tangannya ke arah sang gadis.
"Vira." balasnya sembari tersenyum
"Manis banget ya senyumnya." Fafa terpesona dengan senyuman Vira.
"Makasih." Anggrek yang membalas
"Najis!." kesal Fafa. "Bukan lu bengek tapi ini nih." Fafa menunjuk kearah Vira.
"Beri aku makan Ngek.", Namun Fafa mengambil jus jeruk milik Anggrek dan menyeruputnya tanpa rasa jijik ataupun bersalah.
"Kamu mah biasa deh Fa, nggak modal." sindir Anggrek
"Eits!, lu jangan bikin orang salah paham." Fafa mendorong gelas yang sudah kosong ke arah Anggrek, " Kemarin aja uang handphone yang gue pinjam, gue ganti dua kali lipat, kalau lu bilang gue nggak modal itu salah besar karena gue selalu mentraktir semua teman. Sebulan ini aja aku kere jadi nggak bisa traktir mereka."
"Percaya deh percaya, hari ini gue traktir lu sepuasnya."
Fafa yang hendak ke toilet tanpa sadar bertemu dengan Hanin dan pacarnya. Mereka seolah tidak pernah mengenal dan saling diam tanpa menyapa satu sama lain.
Dan saat Fafa akan kembali ke tempat food court, ia melihat Alif yang mengintai dari kejauhan. Fafa tahu postur dan gerak gerik saudara kembarnya. Walaupun Alif tidak memperlihatkan wajahnya namun Fafa tahu bahwa itu adalah Alif.
"Ayo gabung sama bengek." Fafa memiting lengan Alif, ia menguncinya hingga Alif tidak bisa bergerak bebas. "Ngapain lu kayak ninja begini!?"
"Apaan sih Fa!?" Alif mencoba melepaskan diri dari kuncian Fafa namun tidak bisa lepas. Mereka duduk di hadapan Anggrek, Alif hanya menundukan kepala merasa malu karena ketahuan penyamaran kali ini tidak berhasil.
"Kenapa kamu seperti ini?" tanya Anggrek pada Alif.
"Maaf, aku cuma penasaran kamu ngapain saja sama Fafa."
"Kamu cemburu?!" Anggrek menggulum senyum.
"Siapa yang cemburu, aku hanya ingin tahu apa yang kamu lakukan bersama Fafa."
"Isshh..., itu namanya cemburu bodoh!" desis Fafa
"Sok-sok an nyamar!, walaupun lu nyamar pake karung, gue tahu itu lu Lif.Lu punya ciri khas yang orang lain tidak punya."sambung Fafa lagi.
"Emang apa ciri khasnya." tanya Vira yang kini melihat kedua pria kembar di hadapannya. Pria kembar namun berbeda karakter, warna kulit dan bentuk tubuh.
"Alif suka garuk-garuk ****** selama sepuluh menit sekali dan itu berulang hihihi." Fafa menutup mulutnya seolah keceplosan. Dan kini Fafa mendapatkan jitakan dari Alif, "Ada yah model gini, dokter kremian."
__ADS_1
Anggrek dan Vira tersenyum lebar, sedangkan Alif seolah merasa dipermalukan oleh Fafa.
"Kalau Fafa ciri khasnya suka ngupil dan itu berulang kali." ucap Alif, Ia tak kalah sengit menceritakan kebiasaan Fafa yang jorok.
"Nah! betul itu, kalau gue memang suka ngupil." terang Fafa dengan bangga. Niat hati ingin mempermalukan saudara kembarnya,malah Fafa begitu bangga dengan hal nyeleneh yang selalu ia lakukan.
Alif melirik Anggrek dengan wajah tidak suka. Karena Anggrek, ia melakukan hal konyol seperti ini.
" Sudah cari bukunya?!" tanya Alif tanpa melihat kearah Anggrek, " Enak ya hahahihi sama si Fafa." sindir nya
"Enaklah! Fafa bisa membuatku tertawa, bersama Fafa pikiranku merasa tenang, tidak stres dan jenuh lagi, lebih berwarna karena Fafa selalu bercerita konyol dan lucu."
"Kamu fikir aku pensil warna yang bisa memberi warna padamu Ngek!" celetuk Fafa di sela-sela obrolan mereka. " Dan aku bukan badut yang bisa membuat orang tertawa."
"Diem...!!" seru Anggrek dan Alif bersamaan. Hati mereka sedikit memanas dengan menyalahkan satu sama lain.
" Oh jadi kamu lebih tertarik bersama Fafa daripada aku.!?, kamu ingin selingkuh sama dia!" Alif menatap tajam wajah Anggrek dengan sedikit amarah." Sana pacaran sama Fafa, jangan sama aku! "
" Apaan sih kamu Lif! kok kamu marah, seharusnya kamu berterima kasih dengan Fafa, karena dia selalu memberiku semangat dan menyuruhku selalu bersabar dengan sikapmu yang dingin ini." jelas Anggrek, "Kalau kamu tidak mau hubungan ini dilanjutkan, ya sudah kita akhiri saja!" Anggrek berkaca-kaca, ia berlari tergesa-gesa karena kesal dengan sikap Alif yang menuduhnya selingkuh.
"Ngrek...!" seru Alif, ia bangkit dari tempat duduknya dan akan mengejar Anggrek.
"Eits!, jangan pergi dulu bagi gue duit. Anggrek belum membayar semua ini." ucap Fafa.
Alif memberikan semua isi dompetnya pada Fafa dan segera mengejar Anggrek.
"Tunggu dulu!" ucap Fafa lagi, ia menahan lengan Alif agar berhenti.
"Apalagi sih Fa!" seru Alif dengan nada tinggi.
"Gue sama Anggrek nggak ada hubungan apa-apa, lu jangan salah paham. Gue nggak ada niat buat ambil Anggrek dari lu!"
"Gue sudah tahu!" Alif menghentakan tangan Fafa dengan kasar, ia berlari mengejar Anggrek dengan tergesa-gesa.
"Ini nih kebodohan si Alif." ucap Fafa sembari menghitung lembaran uang yang Alif berikan padanya.
"Dia selalu kalang kabut saat seseorang marah padanya. Dan selalu panik, ceroboh dengan wanita."
" Kalau kamu?" tanya Vira
"Kalau aku selalu santai dengan wanita hihihi." ucapnya dengan jujur. "Wanita yang akan selalu mengejarku karena aku pangeran tampan tiada tara, luar biasaaaa..."
Vira tergelak tawa saat Fafa mengucapkan kalimat terakhir dengan suara seriosa.
Namun disaat mereka tertawa lebar, Fafa melihat sepasang kekasih masuk ke dalam food court dengan tatapan tidak suka.
* **
Mohon maaf gaes, jadwal update belum bisa teratur karena masih ada kerjaan di dunia nyata. Kalau ada waktu aku update double. Stay positive and healthy,jangan lupa pakai masker dan jaga jarak. Semangat!!! 😊😘😘😘❤️
__ADS_1