Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 69


__ADS_3

Tahun pertama di Inggris,


Raffa dan Rio mencoba menyesuaikan diri dengan keadaan masyarakat dan iklim di Inggris. Perbedaan waktu, musim dan menu makanan cukup merepotkan mereka yang kini tinggal disana. Apalagi Rio yang tidak terbiasa dengan udara dingin, dia beberapa kali hipotermia dan masuk ke rumah sakit.


Mereka berdua saling membantu dan mendukung, bekerja part time bersama untuk mencari uang tambahan karena biaya hidup di Inggris terbilang mahal.


Sebenarnya mama Navysah lebih dari cukup memberi mereka uang, namun mereka lebih suka bekerja part time untuk sekedar mencari pengalaman dan menambah banyak teman.


Tahun pertama sangat sulit bagi mereka, jauh dari orang tua membuat mereka merindukan keluarga. Walaupun ada handphone dan bisa video call namun berkumpul bersama keluarga sangat mereka rindukan. Apalagi, ini tempat terjauh mereka pergi menimba ilmu. Pertama kali pergi jauh dari rumah, jauh dari keluarga.Tak ayal terkadang Raffa dan Rio menitihkan airmatanya karena rasa kangen yang begitu mendera.


Begitu juga di Jakarta,tahun pertama Navysah selalu menangis jika rindu dengan anaknya.Baginya, Ini seperti kehilangan mas Raihan kedua kalinya. Raffa yang begitu penurut dan biasa membantu Navysah kini sudah pergi jauh untuk kuliah dan meraih masa depannya.Bulan pertama Navysah selalu sakit karena memikirkan Raffa yang jauh darinya, ia selalu berfikir apakah anaknya baik-baik saja disana, apa dia betah dan bisa makan dengan baik. Semuanya selalu ia fikirkan, naluri seorang ibu.


Kinan selalu menghibur Navysah agar selalu tertawa, walaupun sejujurnya dari lubuk hatinya yang terdalam ia sangat merindukan Raffa yang selalu menjaganya. Terkadang, ia menangis di kamar mandi agar orang lain tidak tahu apa yang ia rasakan.


Si princess kembar pun selalu menanyakan kapan mas Raffa pulang, mereka selalu menangis saat rindu dengan kakaknya dan berharap Raffa bisa datang dengan sekejap mata. Tidak mungkin...


Enam tahun lebih sudah berlalu, sekarang Fafa dan Khalif sudah masuk sekolah menengah atas. Setiap tahun Raffa pun menepati janjinya untuk pulang ke tanah air. Dia selalu mengirimkan beberapa barang untuk keluarga dan para asisten rumah tangga. Namun tidak untuk tahun ini


" Kok mas Raffa tahun ini belum pulang ya, tumben banget?" ujar Fafa yang sedang berbaring di kursi rotan dekat kolam renang.


"Iya, tumben banget sekarang mas Raffa jarang kasih kabar." balas Khalif, saat ini dia sengaja mampir ke rumah Fafa karena mengantarkan Kinan untuk menginap di rumah tante Navysah.


"Sabar, sebentar lagi juga mas Raffa pulang. Ini kan sudah enam tahun, mungkin mas Raffa sedang sibuk mengurusi kepulanganya" sahut Keken sembari menyeruput es mangga yang mulai mencair


Kinan tiba-tiba masuk dan bergabung bersama mereka, ia menonyor kepala Keken dengan gemas. "Jangan coba - coba deketin Jessica. Dasar keong racun mini" geram Kinan sembari menjambak rambut Keken. Ia tidak habis fikir Keken berani menggoda Jessica dan mengajaknya untuk berpacaran. Tidak masuk akal...

__ADS_1


"Apaan sih mbak. Ini urusan aku sama Jessica. Jangan ikut campur!" Keken cemberut karena Kinan sengaja ikut campur dalam urusan percintaannya. Ia mendekati Jessica untuk coba-coba. Sang penjelajah wanita yang tidak pernah menyerah.


"Eh cumi!, perlu lu tahu ya Jessica itu lagi hamil. Dia bakal nikah sama Sammy bulan depan." jelas Kinan


"What...!!" pekik Keken, "Jadi Jessica hamil duluan sama pacarnya. Ah, padahal aku juga pengen nyobain dia. Kalah start gue, hehehe " ucapnya terkekeh. Ia menarik bibirnya keatas membayangkan bodi Jessica yang bagus.


"Dasar gila kamu!, kalau tante Imel tahu bisa digoreng hidup-hidup kamu Ken." geram Kinan. "Dan kamu Fafa dan Khaffi, awas saja ngikutin jejak Keken. Mba akan jambak kalian berdua tanpa ampun kalau sampai ngerusak anak orang."


"Keken ya keken, aku ya aku jangan samakan" ketus Fafa. Ia tahu kelakuan Keken di luar rumah karena dirinya sering bermain bersama Keken.Ia tidak ingin mengikuti jejak Keken yang suka gonta ganti pacar dan nyobain anak gadis orang, bisa - bisa ia diusir dari rumah oleh ibunya dan tidak dianggap anak, Ia bergedik ngeri.


"Coba Keken jadian sama Jessica, Si playboy dan si playgirl. Nanti anaknya jadi playstore hehehe " kelakar Khaffi, ia senang menggoda Keken yang sedang dicubiti Kinan dengan gemas.


"Nggak sekalian saja anaknya jadi browser, youtube biar rame penuhin isi handphone" dengus Keken dengan kesal.


"Mba, kok mas Raffa nggak kasih kabar. Dia hubungi mba nggak?" tanya Fafa


"Coba telepon mas Rio kribo,dia pasti tahu." sahut Fafa


"Rio juga nggak bisa dihubungi.Komunikasi terakhir Raffa tidak bisa pulang tahun ini. Entahlah..." Kinan mulai berkaca-kaca


"Apa jangan - jangan mas Raffa sudah punya pacar disana terus dia betah nggak mau pulang ke Indonesia. Tahukan, pergaulan bebas disana. Mas Raffa pasti kepincut gadis bule" Keken berbicara dengan nada semangat mencoba menggoda Kinan agar cemburu.


Kinan menatap tajam Keken dengan kesal. "Tidak mungkin!, calon suamiku begitu baik dan soleh. Tidak mungkin dia neko-neko disana" tegas Kinan, walaupun di dalam hatinya dia sedikit khawatir jika Raffa benar-benar tergoda dengan gadis lainnya.


"Jangan terlalu positif thinking, mungkin mas Raffa tidak akan menggoda perempuan tapi jika perempuan yang menggodanya bisa jadi kan" Keken dengan senyuman menyeringai mencoba memanas - manasi Kinan, " Witing tresno jalaran soko kulino ( Mencintai itu karena terbiasa)

__ADS_1


" Keken...!!! bentak Kinan tidak terima,ia kembali mencubiti lengan Keken. "Kenapa sih kamu rese banget,nggak bisa lihat orang seneng.Seharusnya kamu do'ain biar mas Raffa cepetan pulang terus bisa nikahin mba."seru Kinan


"Tapi masalahnya do'a Keken nggak mungkin terkabul mba. Orang dia maksiat terus" sindir Khaffi, "Malaikat Atid sampai bingung buku catatan Keken mau ditulis dimana lagi saking banyak dosanya" kelakar Khaffi kembali.


"Salah,malaikat bingung bukan karena catatan dosa gue kebanyakan tapi karena bukunya gue umpetin disini" Keken menunjuk area intinya " Jadi dia keder nyarinya kemana, orang nggak kelihatan, hehehe." sahut Keken dengan terkekeh dan bangga. Obrolan unfaedah dengan grup keong racun mini membuat Kinan jengah.


"Kenapa lu diam aja Fa, nggak semangat gitu" Keken melihat akhir - akhir ini Fafa tidak seceria biasanya. Ia pun jarang membalas candaan temannya.


"Nggak papa, gue lagi pengen jadi orang pendiam dan tidak banyak omong." sahutnya, namun ditertawakan semua orang yang berada disitu bersamanya.


"Paling lagi mikirin si bengek, sakit banget ya ditikung kembarannya sendiri. Cinta bertepuk sebelah tangan, eh si Anggrek lebih suka Alif." ledek Khaffi


" Siapa...?!! Si bengek, maksud lu Anggrek anaknya Om Kamil dek" tanya Kinan pada Khaffi


"Iya kak, sayangnya Anggrek lebih memilih Alif tapi kayaknya Alif juga no respon. Ini seperti cinta segitiga biru." balas Khaffi


"Segitiga biru itu merk tepung. Dasar bodoh!" seru Keken, ia tahu karena mami Imel suka membuat cake kesukaannya menggunakan merk tepung itu.


"Apaan sih kalian, sudahlah nggak usah bahas si bengek lagi.Gue cabut duluan mau ngamen di restoran dulu" Fafa dengan wajah kesal, membawa gitar kesayangannya dan bergegas pergi.


"Yah, cemberut dia. Nggak asyik banget si Fafa" gerutu Keken.


"Fafa mau kemana Nak! , kok bawa gitar segala " tanya Navysah, ia berpapasan dengan Fafa di ruang keluarga dan melihat anaknya membawa gitar.


"Ngamen dulu di Restoran Ayah mah" balasnya, "Ya Fafa bawa gitar lah kan masa bawa seruling " sahut Fafa sembari menyalami takzim ibunya ,"Tapi kalau Fafa bawa seruling bisa juga sih nanti mama jadi ular kobranya yang joget - joget biar kayak film India,keluarnya bukan dari box ular tapi dari kurungan ayam, hahaha..." Fafa meledek ibunya sambil berlari, ia takut kena amukan dari baginda ratu.

__ADS_1


" Fafa....!!, Ya ampun anak satu ini rese banget sih " teriak Navysah


__ADS_2