Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 65


__ADS_3

Pukul satu siang Raffa turun dari lantai atas dan duduk di ruang makan, ia melihat Kinan yang menguraikan rambutnya dan menggunakan bandana berwarna putih. Bandana yang sedang ngetren di kalangan remaja saat ini. Ia terlihat cantik walaupun masih dengan kesan melipat wajahnya. Raffa tahu Kinan kesal padanya karena telat bangun padahal ia sudah berjanji akan tidur selama dua jam namun tanpa sadar Raffa bangun setelah adzan dzuhur.


"Maaf". Satu kata yang keluar dari mulut Raffa, " Jangan cemberut begitu sebentar lagi jalan" ucapnya sembari membuka tudung saji dan terlihat beberapa lauk dan sayur sop ayam kesukaannya. Ia menyendok nasi dan sop, mengunyahnya dengan semangat namun seketika ia langsung menautkan kedua alisnya.


"Sayurnya yang masak non Kinan den, dia pengen masakin buat Aden" ujar budhe Salma yang sedang membersihkan area dapur.


"Pantas saja rasanya aneh, terlalu asin. Kalau mama yang masak pasti enak" gumamnya dalam hati.


"Mama kemana budhe?" tanya Raffa


"Ibu pergi sama dua princess ke Bekasi, mereka ke garmen ibu yang disana. Mungkin pulangnya malam sekalian main ke rumah tante Maya"ujar budhe Salma


"Raffa, gimana rasa masakanku" tanya Kinan." Enak tidak?"


Glek...,


"Haduhhhh..., kacau kalau dia sudah banyak tanya. Siap-siap saja serba salah" gumamnya dalam hati, ia tahu menjawab pertanyaan dari Kinan seolah buah simalakama dan sudah pasti jawabannya akan membuat Kinan cemberut.


"Hmmmm.. Mmm..." ia mengunyah sembari berfikir alasan apa yang tepat untuk meledeknya. "Mau jujur atau bohong?"


"Jujur deh"


"Tapi jangan ngambek kalau aku jujur, kamu kan rada-rada" cibirnya


"Rada apa?" tanyanya, "Aku waras" tegasnya lagi. Budhe Salma hanya mengulum senyum mendengar kedua pasangan remaja yang saling berseteru.


"Iya kamu waras dan terkadang soak" gerutu Raffa, ia selalu mendengus kesal saat mengobrol dengan Kinan apalagi mengingat tingkahnya yang selalu mencium dirinya tanpa malu.


Budhe Salma cekikikan kembali setelah mendengar anak majikannya menggerutu tentang sifat Kinan.


"Ya aku memang soak karena kamu, dan perlu kamu tahu aku mau RSJ" seru Kinan sembari melakukan finger love. "RSJ alias Raffa Sayang Juga hehehe..., Saranghae, " ia tersenyum lebar dan mengangkat tangan diatas kepala hingga berbentuk huruf love.

__ADS_1


"Soaaaaaakkkk... Auuuu... " ucap Raffa dengan gaya auman singa.


Budhe Salma tertawa keras hingga perutnya terasa kram. "Ya allah non, aden lucu banget pasangan yang serasi. Yang satu pendiam" Ia melirik Raffa, " Yang satu cerewet dan... " Ia melirik Kinan sembari berpikir.


"Dan Warso budhe" celetuk Raffa, sembari mengulum senyum.


"Pak Warso yang jualan bubur ayam" tanya Budhe. Nama yang tidak asing di telinganya, nama seorang tukang bubur ayam yang selalu lewat di depan rumah mereka.


Kinan menatap curiga ke arah Raffa, seolah akan mangsanya. "Siapa Warso?" tanyanya dengan selidik.


"Warso alias Waras tapi Soak. Jadi pantasnya kamu bernama Kinan Warso bukan Kinan Putria Syarif, hahahaha"ia tertawa keras," Sudah soak, masak sayur sop rasanya aneh karena kebanyakan merica dan garam. Nggak masuk dalam daftar istri soleha, langsung di krek" cibirnya lagi, dengan gaya memotong lehernya.


Kinan langsung memiting leher Raffa yang sedang duduk di meja makan, bukannya memberi hukuman ia membisikan kata-kata yang tidak jelas di telinganya sehingga Raffa merasa geli dan tidak tahan. Raffa tertawa terbahak-bahak bertambah geli karena Kinan kini menggelitiki tubuhnya.


* **


Mereka tiba di bioskop pukul dua siang,panasnya matahari seolah tidak menyurutkan mereka untuk diam di rumah saja. Mereka asyik menonton film horor yang sengaja Kinan pilih agar bisa selalu bergelayut manja di lengan Raffa.


"Yang satu minta kandang baru untuk si Leon, yang satu minta buku biologi untuk belajar. Tidak masalah yang terpenting saat ini bisa berduaan bersama Raffa" gumam Kinan dalam hati, ia tetap bergelayut di lengan Raffa dan sesekali menutup wajahnya karena takut.


Setelah menonton film, mereka menyempatkan diri untuk makan di foodcourt dan berfoto bersama di fotobox.Dengan gaya nyeleh Kinan dan Raffa mereka mengabadikan diri bersama di beberapa fotonya. Kemudian mereka pergi ke daerah Ancol. Kinan ingin melihat laut yang indah, walaupun Raffa sempat menolak dengan alasan panas namun Kinan tetap bersikukuh dan selalu merengek ingin pergi kesana. Raffa sebenarnya bosan pergi ke laut lagi karena terakhir kali ia pergi setelah acara pertunangan mereka selesai.


Kinan berada di tepi laut, ia sedang membuat sebuah candi dari butiran pasir dan mengajak Raffa untuk bermain bersama namun dia tidak mau,dia lebih senang duduk di tepi pantai dan melihat Kinan dari jauh.


"Raffa, tolong ikat rambutku?" pintanya, tangannya terlihat kotor dengan butiran pasir. Ia sengaja menyuruh Raffa mengikat rambutnya seperti yang mama Navysah lakukan padanya. Ia mengingat kejadian dulu sejak kecil dan mengenal Raffa, Ia selalu bermain di rumahnya dan mama Navysah selalu mengikat rambutnya dengan berbagai macam model, saat itu belum ada si princess kembar. Dan Kinan selalu merasa istimewa jika bersama Navysah karena selalu diperlakukan sebagai anak sendiri hingga Raffa selalu cemburu padanya.


Raffa mengikat rambut Kinan dengan model kucir kuda seperti yang selalu ia lakukan pada kedua adik kembarnya,ia mengulum senyum mengingat kedua princess kembar yang selalu merengek minta di kucir olehnya. "Kenapa aku merasa aneh, ini seperti mengikat rambut adikku sendiri" gumamnya dalam hati.


"Pakai jaketnya Nan, biar nggak masuk angin" perintahnya, ia menunjuk jaket kepunyaanya.


"Oke"

__ADS_1


Setelah selesai berkarya membuat candi ala Kinan yang bentuknya terlihat tidak jelas , ia bergelayut di lengan Raffa dan menyadarkan kepalanya di bahu. Mereka melihat sunset yang begitu indah, langit senja kemerahan,disertai gulungan ombak seolah mengejar kearah mereka. Raffa merasa tidak nyaman dengan sikap Kinan yang selalu manja dengannya.


"Nan, Malu ini tempat umum. Jangan bergelayut seperti ini nanti dikira orang kita seperti orang pacaran yang sedang berbuat mesum." Ia menggerakkan bahunya agar Kinan segera duduk di tempatmya seperti semula. Namun ia mendapat tatapan tajam dari Kinan.


" Lah, memang kita lebih dari pacaran. Kita sudah tunangan Raffa. Apa kau amnesia? " jelasnya." Lihat ini, aku selalu memakainya agar aku selalu ingat denganmu. Aku sangat bahagia saat melihat cincin yang melingkar di jariku ini." Ia tersenyum sembari menunjukkan cincin berlian pemberian Raffa darinya.


Raffa terlihat diam saja, tidak ingin menimpali ataupun berdebat lagi dengan Kinan. Cari aman


"Raffa, aku haus?" ia mengelus bagian tenggorokan, merasa kering dan serak.


"Tunggu sebentar, aku beli minum dulu" ia bangkit menuju sebuah stand penjual makanan dan minuman.


Dari kejauhan, ia melihat Kinan bersama kedua pria remaja. Ia terlihat tidak nyaman saat salah seorang lelaki itu memegang tangannya. Raffa bergegas menghampirinya.


"Apa yang kau lakukan pada adikku! " bentaknya pada kedua lelaki yang berusaha menggoda Kinan, Ia menyeret tangan Kinan untuk berada di belakangnya agar merasa aman. Namun Kinan hanya menatap sendu kearahnya, mencoba menahan air matanya agar tidak menetes.


" Adik"gumam Kinan dalam hati, entah kenapa perkataan Raffa yang terucap tadi seolah mengoyak hatinya. Sakit


" Sorry, gue kira dia sendirian. Ternyata adik lu"ucap seorang pria itu


"Boleh kenalan dengan adik lu nggak? " tanyanya, "Dia cantik"


Raffa geram dan sedikit tersulut emosi "Pergilah, jangan ganggu kami"


Namun Kinan berlari pergi menjauh darinya, Ia tidak sanggup menahan laju airmatanya.


"Kinan mau kemana?" teriak Raffa, ia mencoba mengejar Kinan namun tidak mampu menggapainya.


* **


Nanti Fafa dan Alif akan ada Babnya sendiri setelah Raffa keluar negeri. Seru-seruan bareng mas Kentir si trio K.

__ADS_1


__ADS_2