Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 14


__ADS_3

Di sisi lain,


Bagas menjemput Kinan di rumahnya dan mereka menuju ke sebuah Mall. Bagas mengajak Kinan untuk menonton sebuah film yang kini sedang booming. Kinan sebenarnya malas untuk pergi, saat pulang sekolah dia sudah badmood karena Raffa tidak cerita ia akan pergi kemana. Namun di sisi lain dirinya sudah berjanji pada Bagas.


Hanya Bagas yang menikmati film yang terpampang jelas di depannya, sedangkan dirinya hanya diam tidak fokus dengan apa yang ditonton nya. Yang ada dipikiranya hanya kemana Raffa pergi dengan Rio, seolah ada rahasia dengan mereka sembunyikan. Bertanya pada mama Navysah pun dia hanya mendapat jawaban main di rumah Rio. "Ah, menjengkelkan" gumamnya.


Bagas mendengar, dan mengenyitkan dahinya "Siapa yang menjengkelkan Nan?" tanyanya.


"Eh, itu.. itu aktornya kok selingkuh gitu. Kasihan kan ceweknya di PHP in doang" dia langsung menunjuk ke arah layar besar di depannya. Ia gugup takut Bagas akan tahu siapa yang dipikirkanya.


"Oh, memang jalan ceritanya seperti itu Nan"


"Berisik..!" teriak seorang pria di belakang mereka. "Kalau mau ngobrol di luar, disini bioskop bukan warung kopi!" ujar yang lainnya. Kinan buru - buru menggandeng tangan Bagas, ia sudah tidak ingin lagi melihat film yang tidak dia mengerti jalan ceritanya.


"Huuu.. Haaa.." Ia mengeluarkan nafas kasarnya. "Rasanya sesak sekali di dalam, mana orangnya galak-galak" gerutunya.


"Hahaha, iya ya padahal kita cuma berisik sebentar. Telinga mereka ada pengeras suaranya kali makanya mereka dengar kita ngomong walaupun pelan. Padahal, di bagian pojok atas tadi aku lihat banyak yang kissing gitu"


"Masa?"


"Iya, itu kan mereka yang cari - cari kesempatan sama pacarnya pumpung suasana gelap "


"Biarin sajalah, dosa di tanggung mereka" ia seolah tidak peduli dengan ucapan Bagas.


"Hahaha, Kinan kamu itu beneran polos atau bodoh? Hal seperti itu sudah biasa bagi sebagian dari kita, mereka tidak akan berpikiran dosa atau tidak. Apa jangan - jangan kamu belum pernah berciuman?" tanyanya dengan penuh selidik.


"Bagaimana aku mau berciuman sedangkan pacar saja tidak punya, berharap pada Raffa tidak mungkin. Otaknya selurus penggaris tiga puluh senti. Mama Navysah juga mengingatkanku agar aku tidak berpacaran" gumamnya dalam hati.


"Apaan sih kamu gas, kepo!. Aku lapar ayo kita makan" dia menarik tangan Bagas menuju gerai burger.Mereka memilih tempat di pojok gerai agar bisa melihat ke semua arah. Dan Bagas memesan dua burger, dua cola dan stik kentang. Mereka saling bercerita satu sama lain tentang sekolah, keluarga dan kegiatan lainnya hingga sebungkus burger dan stik kentang habis dimakan.


"Alhamdulillah, aku kenyang" ia mengelus perutnya sudah penuh dengan makanan dan beringsut di kursinya

__ADS_1


"Kamu itu memang apa adanya, kalau cewek yang selalu aku ajak pasti mereka akan jaim tapi kamu berbeda"


"Berbeda?, maksud lu gue tidak normal, atau roh halus gitu kasat mata" kelakarnya


"Kamu itu kalau nggak bercanda nggak enak ya Nan" ia mengacak rambut Kinan.


"Kenapa sih lu suka banget ngacak-ngacakin rambut gue kan jadi berantakan gini"Kinan dengan wajah cemberut.


" Gue gemes sama lu!, "


" Emang gue bayi beberapa bulan yang bisa bikin lu gemes, nggak usah ngaco kamu gas! "


Bagas tersenyum dan menatap dengan serius ke arah Kinan, ia memegang tangannya "Nan, gue mau ngomong serius sama lu. Gue suka sama lu sejak pertama kali ketemu di perpustakaan. Saat itu lu pakai headphone, gue lihat lu dari jauh begitu cantik dan setelah kenal ternyata lu juga baik orangnya walaupun terkadang kelakuan lu setengah waras dan bodoh dengan hal tertentu tapi semuanya tertutup dengan sikap baik lu. Apa mau lu jadi pacar gue?"


Kinan mendelik karena mendengar pengakuan dari Bagas," Lu sebenarnya nembak gue atau hina gue sih gas! " serunya." Aku itu sehat wal'afiat, enak aja setengah waras! " dirinya tidak terima dengan ucapan teman nya.


" Hahaha, Aku ini bicara sejujur-jujurnya Kinan, coba kamu tanya semua temanmu. Coba tanyakan pada mereka bagaimana sifat dan karaktermu,pasti mereka akan sama jawabannya denganku. Gimana, aku diterima nggak? "


"Kalau aku buat acara penembakan yang kamu inginkan seperti itu, apa kamu mau menerimaku?" tanyanya


"Nggak!" jawabnya tanpa basa- basi


"Kenapa?, Apa ada orang yang kamu cintai?" tanyanya lagi


Kinan hanya menghembuskan nafas kasarnya seolah ingin meredakan sesak di dadanya.


"Nothing" ia menundukkan kepalanya


"Seriously, jangan bohong. Kamu itu tidak bisa berbohong Kinan"


"Sudah kubilang tidak ada" ucapnya lagi dengan kesal.

__ADS_1


"Ah, sepertinya kamu harus kecewa. Karena orang yang kamu sukai sekarang sedang bersama cewek lainnya." Kinan langsung mengangkat kepalanya, dia tidak mengerti apa yang dimaksud Bagas.


Bagas sejak tadi melihat seorang pria yang dia kenal, bentuk tubuh dan cara berjalan sangat mirip dengan sahabatnya. Dan benar saja dialah seorang Raffa Raihan yang sedang berjalan dengan seorang gadis.


"Lihatlah kearah jam sembilan. Itu kan pria yang kamu sukai" Bagas tersenyum kaku, ia sebenarnya sudah tahu jika Kinan selalu menempel dan menyimpan rasa untuk Raffa. Namun, dia pantang menyerah toh Raffa sepertinya hanya menganggap Kinan adiknya.


Kini Kinan melihat Raffa berjalan dengan seorang gadis berkulit putih nan cantik dengan rambut diikat model kucir kuda.


"Raffa sama siapa itu?" tanyanya, ia melihat Raffa sedang tertawa dengan bersenda gurau dengan gadis lain. Ada rasa sakit di hatinya melihat pria yang ia sukai jalan berduaan dengan gadis lain.


"Kamu kenapa Nan, cemburu hehehe?" ujarnya. "Sayang sekali Raffa hanya menganggapmu adik, tragis sekali nasibmu" ia sengaja membuat Kinan terbakar api cemburu.


"Raffa Ahmad alias Raffa Raihan Akbar seorang pria tampan yang digilai banyak gadis di sekolah. Siapa yang tidak tertarik padanya, pria yang baik dan cerdas. Ah, fisik yang sempurna, kulit sawo matang dengan senyuman termanis, siapa yang tidak tergila-gila padanya. Kalau aku pacarnya, aku pasti akan memeluk dan menciumnya, pasti bibirnya terasa sangat manis.Apa kau pernah menciumnya Nan?"


" Apaan sih kamu gas! "salaknya, dia melihat kearah mana Raffa pergi.


" Pastinya tidak akan pernah bisa kamu menciumnya, karena seorang Raffa Ahmad tidak akan memberikan akses seorang gadis untuk menyentuh dirinya. Bukan begitu Kinan. " Ia hanya menoleh kesal dengan ucapan Bagas.


"Ishh.. Kamu itu ngeselin!" ucap Kinan.


"Hohoho.., Kinan sebenarnya kamu kesal dengan ucapanku atau kesal melihat Raffa jalan dengan gadis lain. Jangan munafik, jika kamu suka katakan suka seperti diriku ini. Jika tidak katakan tidak agar kamu tidak menyesal di kemudian hari"


"Tapi dia akan menghindariku jika aku mengatakan kalau aku suka padanya" Ia berusaha menahan airmata nya agar tidak jatuh.


"Ayo, ikut aku. Kita mainkan drama sinetron. Kita lihat Raffa suka denganmu atau tidak. Kamu turuti saja semua perkataanku"


"Apa yang akan kau lakukan?"


"Sudah, turuti saja perkataanku"


"Oke." Mereka bergegas menghampiri Raffa yang masuk ke toko buku. Dan melihat Raffa sedang memilih-milih buku dan beberapa cat air.

__ADS_1


"Raffa..!" seru Kinan. Dan sepasang muda-mudi menoleh ke arah suara.


__ADS_2