Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 87


__ADS_3

"Tok.. Tok.. Tok..." suara pintu diketuk berulang kali namun tidak ada jawaban dari pemilik apartemen.


"Si kribo kemana sih!" dengus Kinan dengan kesal. Ia menelepon Rio. Setelah tiga kali baru panggilan tersambung.


"Yo, buka pintunya." seru Kinan dengan cepat.


"Gue lagi lembur, Raffa juga sudah tidur mendingan lu pulang saja." ucap Rio diujung telepon


"Nggak mau!, gue mau ketemu Raffa sekarang." rengek Kinan, ia mengganti panggilan telepon ke panggilan video.


"Apa lagi?" Rio melihat Kinan yang masih berdiri di luar pintu. "Berikan aku kode password apartemenmu." rengek Kinan


"No! lebih baik kamu pulang."


"Yo, sebentar saja. Aku ingin melihat Raffa, huhuhu...." Kinan menangis saat permintaanya ditolak.


"Dengan piyama doraemon begitu kamu ingin bertemu Raffa." cibir Rio, ia melihat baju Kinan dari layar handphonenya.


"Sudahlah Kinan lebih baik kamu pulang biarkan Raffa istirahat, dia sedang mabuk." Rio tahu kebiasaan Raffa yang tidak terkontrol saat Raffa mabuk.


"Rio, sebentar saja. Aku ingin melihatnya, kau kau tidak ijinkan aku masuk maka akan aku laporkan sama mama Navysah kalau kamu sudah buat Raffa mabuk." ancam Kinan


"Eh warso!!, Raffa mabuk karena lu bukan gue."


"Makanya cepetan kasih kodenya."


Dengan sangat terpaksa Rio memberikan kode password apartemennya karena Kinan terus merengek. " Jangan maksiat di apartemen gue, awas lu Nan!"


" Nggak janji, klo khilaf mau bikin adonan."


"Kinan.....!!!" teriak Rio dengan kesal dan Kinan langsung memutuskan sambungan telepon.


"Raffa..." lirih Kinan, ia melihat Raffa yang tertidur pulas hanya memakai celana pendeknya. Kinan melihat luka bekas operasi di kaki Raffa dan menciumnya. Ia juga melihat bekas luka di bahu Raffa dan menciumnya kembali. "Raffa,ternyata ini alasan kamu ingin meninggalkanku,aku janji akan menerimamu apa adanya. Aku cinta kamu sayang, jangan pernah meninggalkan aku huhuhu..." Kinan menangis dan ikut berbaring di lengan Raffa serta memeluknya.


Tangan Kinan menelusuri wajah Raffa yang sedang tertidur, menghujaninya dengan banyak ciuman.Tercium bau alkohol namun Kinan masih terus menciuminya tanpa henti.


Raffa merasa terganggu dengan kegiatan Kinan.Ia membuka matanya perlahan,melirik Kinan yang berada di sisinya seolah Raffa sedang bermimpi bertemu dengan Kinan.


"Dalam mimpi pun aku masih melihat wajah cantikmu Nan." ucapnya dengan suara serak, aroma alkohol mengeruar dari mulutnya.Raffa kembali menutup mata yang terasa berat.


"Raffa, apa aku cantik?" tanya Kinan, ia mengelus rambut Raffa yang tebal.


"Cantik." jawabnya, dan terlihat senyum Kinan mengembang.


Raffa membuka matanya kembali, dirinya masih mabuk tidak menyadari bahwa Kinan benar-benar berada di pelukannya saat ini.


"Cup, cup, cup." Kinan menghujani wajah Raffa dengan ciuman lagi.


"Bahkan saat bermimpi, kamu masih juga menggodaku Nan." lirih Raffa


"Aku akan selalu menggodamu walaupun dalam mimpi, Raffa."


Raffa mengelus rambut Kinan, mencium pipinya tanpa sadar. "Cup, cup."


"Maafkan aku sudah membuatmu menunggu hingga kau putus denganku dan ingin menikah dengan pria lain,maaf Nan."


"Tidak, aku tidak akan menikah dengan pria lain. Semuanya milikmu, aku masih milikmu." Kinan meraba wajah Raffa dengan lembut.

__ADS_1


"Dia bilang bibirmu manis,wajahmu mulus, tubuhmu sexy berisi. Aku tidak suka pria lain menyentuhmu." Igau Raffa, meracau tidak jelas. Tangannya tanpa sadar menelusuri wajah Kinan hingga kearah pinggang.


Berdekatan saja membuat hatinya berdesir apalagi sentuhan lembut Raffa membuatnya seperti tersengat aliran listrik.


Raffa menempelkan hidungnya dengan hidung Kinan hingga terasa hembusan nafasnya.


"Raffa, benarkah kau mencintaiku? " Kinan merasa pengap saat tubuh mereka saling menempel. Tangan Kinan menyusuri lengan Raffa yang kekar.


"Aku mencintaimu Kinan,kamu wanita baik." ucapnya dengan tulus, " Tahi lalat ini membuatmu bertambah manis, cup ." Raffa mengecup sudut bibir Kinan yang terdapat tahi lalat di bawah bibir. "Manis."


Kinan tidak menyangka dalam keadaan mabuk Raffa berani menciumnya dan bisa berkata romantis .


"Aku sayang kamu." Kinan mencium bibir Raffa dan dibalas olehnya. Ciuman yang semakin lama semakin menuntut dan dalam, terengah-engah seolah oksigen disekitarnya terasa menipis. Tanpa sadar Raffa sudah mengungkung tubuh Kinan. Mengecupi telinga belakang hingga leher jenjangnya dan membuat beberapa tanda merah di sekitar leher Kinan.


Mata Raffa terasa sangat berat dan kepalanya terasa pusing, hingga tanpa sadar ia menindih tubuh Kinan dan terdengar suara dengkuran halus darinya. Raffa tertidur di atas Kinan.


Kinan hanya menghembuskan nafas panjangnya, ia bersyukur Raffa tertidur pulas, jika tidak entah apa yang akan dilakukan mereka selanjutnya.


Sebelum pukul lima pagi Kinan pulang ke rumah. Ia tidak ingin Raffa tahu tentang apa yang terjadi tadi malam, karena Raffa mengira bahwa dirinya hanya mimpi.


* **


Sore hari Kinan datang ke rumah mama Navysah untuk menemui Raffa. Kinan tidak biasanya menggunakan syal sehingga mama Navysah sedikit curiga.


"Tumben Nan pakai syal, terus pakai switer. Kamu sakit?"tanya Navysah, ia menempelkan tangan di dahi Kinan dan mengecek suhunya


" Tidak panas. "ucap Navysah


" Nggak mah, cuma lagi pengen pakai aja. Sekarang lagi ngetren lho mah model begini. " Kinan berbohong


" Raffa belum pulang, tadi pamit ke mami Imel. Besok Raffa akan kembali ke Inggris, apa kamu yakin akan menunggunya lagi? "


" Alhamdulillah, mama seneng dengernya. Semoga kamu ikhlas menerima anak mama yang tidak sempurna itu. "


" Kinan sayang Raffa, apapun yang terjadi Kinan ingin bersamanya dan menjadi menantu mama Navysah. "Kinan memeluk Navysah dengan hangat. Wanita yang selalu Kinan sayangi seperti ibunya sendiri.


Tiba-tiba Raffa datang dari arah luar dan mencium takzim ibunya.


" Sudah selesai semua urusannya Raf. " tanya Navysah.


" Sudah mah, semuanya lancar. " Raffa sembari melirik Kinan dan merasa ada yang aneh kenapa Kinan bisa datang kembali ke rumahnya padahal Ia dan Kinan sudah putus. Namun, Raffa tidak ambil pusing dia masuk ke dalam kamarnya.


Tak lama kemudian Kinan mengikutinya dan masuk ke dalam kamar Raffa. Terlihat Raffa yang sedang memasukkan beberapa pakaian ke dalam koper.


"Raffa..." sapa Kinan, ia duduk di sisi ranjang. "Biarkan aku membantu packing barangmu."


Kinan menarik lengan Raffa untuk duduk di sisi ranjang, sedangkan ia bertugas memasukkan semua barang Raffa di koper.


"Kenapa kesini lagi? Kita kan sudah putus." tegas Raffa


"Kita tidak akan pernah putus." sahut Kinan tanpa menoleh, tangannya masih aktif memasukkan barang.


"Kemarin kamu minta putus sampai mengembalikan semua perhiasanku dan sekarang berubah lagi. Mau kamu apa sih, Nan?


" Di taruh dimana perhiasanku? "


" Nakas. "jawab Raffa singkat.

__ADS_1


Kinan mengambil box dan mengecek perhiasannya. Ia memakai cincin pertunangannya kembali dan memasukkan box tersebut ke dalam tas jinjingnya.


" Apaan sih Nan, kenapa dipakai lagi cincinnya kan sudah putus! "Raffa berusaha melepaskan cincin Kinan.


" Sudah kubilang, kita tidak akan putus. Aku akan menunggumu empat tahun lagi. "


Raffa mengenyitkan dahi," Katanya mau nikah sama dokter itu. Siapa namanya? "Raffa menggaruk kepalanya, seolah sedang berfikir." Oh, Junosaurus. "


" Juno, namanya Juno bukan Junosaurus. "


" Terserah. " cebik Raffa dengan memutar bola matanya.


" Ingin rasanya aku beri dia alkohol agar mabuk lagi.Saat dia mabuk begitu romantis tapi setelah sadar muka datar banget nggak ada romantis - romantisnya." gerutu Kinan dengan lirih.


" Kamu ngomong apa? "Raffa merasa Kinan sedang mengomelinya, terlihat dari cara Kinan yang menggerucutkan bibirnya dengan senyuman sinis dan menatap tajam Raffa.


Raffa menarik syal Kinan dan membuangnya ke lantai, ia sedikit kesal karena Kinan melotot padanya. Namun justru Raffa terkejut karena leher mulus Kinan kini terdapat beberapa tanda merah.


"Kamu di gigit serangga?" tanya Raffa penasaran. Ia mencoba mendekat dan melihat beberapa tanda merah itu.


"Bukan serangga tapi gerandong anaknya mak lampir!" ketus Kinan. Ia benar-benar kesal Raffa tidak mengingat kejadian tadi malam dengannya.


"Ini seperti.." Raffa seolah berfikir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ini perbuatan Junosaurus!" seru Raffa dengan sedikit emosi, "Dia melakukan hal ini sama kamu?" geramnya.


Kinan menatap jengah, kenapa Raffa masih tidak sadar dengan apa yang sudah diperbuatnya. Kinan mencubitnya bertubi-tubi.


"Kamu yang lakuin kenapa orang lain yang menjadi tersangka. Mana mungkin bang Juna berani melakukan hal seperti ini padaku." dengus Kinan


"Aku..." Raffa menunjuk dirinya sendiri merasa tidak percaya bahwa itu perbuatannya. "Kapan?" Raffa mencoba mengingat kembali apa yang terjadi. " Jadi kemarin bukan mimpi, kamu datang dan aku melakukan hal seperti itu." ucapnya tidak percaya


Kinan menganggukan kepala, mengiyakan perkataan Raffa


"Astagfirullah.." Raffa mengusap wajahnya dengan kasar. "Seharusnya kamu menolak atau berteriak saat aku mabuk dan melakukan hal itu."


"Karena aku juga mau." Kinan menggulum senyum, "Apalagi saat itu kamu bicara manis dan romantis."


" Apa Kita harus menikah sekarang? Aku sudah melecehkanmu, maaf." ucap Raffa dengan menyesal.


"Jangan sekarang, aku masih ingin kuliah lagi. Empat tahun lagi kita akan menikah."


"Baiklah kalau itu keinginanmu,Maafkan aku Kinan. Aku khilaf. Aku akan bertanggung jawab padamu, tunggu aku pulang ya." Raffa mengelus rambut Kinan dengan lembut.


"Aku akan menunggumu." Kinan berkaca-kaca, hatinya sangat bahagia karena Raffa akan bertanggung jawab dan menikahinya nanti. "


* **


Terima kasih sudah like, Vote and comment. Matursuwun


Terima kasih reader sudah mendo'akan Ayah kami dan menguatkan kami. Semoga allah membalas amal perbuatan anda semua.


Mohon bersabar, saya sedang menguatkan diri untuk menata hidup kembali. Cobaan kali ini begitu luar biasa, dalam sebulan terakhir lima keluarga terdekat meninggal karena sakit. 😭😭😭


Pekerjaan carut marut hingga akhirnya saya mengundurkan diri. Lagi nggak pengin ngapa - ngapain,masih terasa hambar dan terpuruk. Berusaha bangkit ingin memulai usaha sendiri nantinya.


Saya percaya allah akan memberikan jalan yang terbaik.

__ADS_1


Yang masih punya orangtua jangan lupa tanyakan kabarnya, rawat dengan baik.


Bicara ikhlas mudah tapi hati tidak bisa dibohongi. Bukan tidak menerima kenyataan tapi hati ini hanya rindu. Rindu karena tidak akan bisa melihat wajah beliau lagi...😭


__ADS_2