Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 38


__ADS_3

Antoni merasa marah karena diabaikan, ia berteriak sengaja memancing amarah rivalnya. "Kamu Raffa Raihan bukan Raffa Ahmad,kamu itu anak tiri Davian Ahmad, bukan anak kandung! lihat saja kulitmu sedikit gelap dari adik - adikmu, wajahmu berbeda dengan yang lain. Mereka lebih putih dan tampan" Antoni mengejek dan menghinanya kembali, ini untuk kesekian kalinya dia melakukan rasisme.Antoni tahu adik-adik Raffa berkulit putih karena adiknya satu sekolah dengan mereka.


Ingin rasanya Raffa memukul anak itu, dengan sekali tendangan dia yakin akan melemahkan lawannya, dengan ilmu bela diri yang diajarkan ibunya. Namun Raffa tak mau memperpanjang masalahnya.Baginya kekerasan verbal seperti ini sudah terbiasa dia dengar.


" Anak tiri Davian Ahmad"


"Kulitmu coklat"


" Hanya anak tiri seorang Davian Ahmad"


" Dia bukan siapa - siapa"


"Kakak tiri si double kembar" perkataan itu yang selalu Antoni lontarkan padanya.


Dirinya lebih baik diam dan pergi tanpa memperdulikannya.Namun sebelum dirinya berlalu, terlihat seorang anak kecil berseragam SD dan gadis yang selalu menempel padanya kini berteriak menghampiri.


"Mas Raffa yang paling tampan, kakakku tersayang!" teriaknya dengan kencang dan berlari ke arahnya. Dirinya berhenti tepat di depan siswa abegeh yang lebih tua enam tahun darinya,menatap tajam seakan ingin menerkam anak abegeh yang sudah menghina kakaknya.


"Dia memang Raffa Raihan tapi dia kakakku, sampai kapanpun tetap kakakku. Bagiku, dia kakak kandungku yang paling tampan dan paling pintar . Dan kamu cuma pecundang bodoh yang suka menghina tapi tidak melihat dirimu sendiri !" bentaknya keras.


"Dasar bocah upil, beraninya menghinaku. Mau aku pites" ancam teman Raffa.


"Coba aja pites, Fafa tidak takut!" dirinya bersiap untuk menerima amukan dari bocah abegeh. Namun Raffa segera menarik tangan adiknya untuk berdiri di belakangnya. Kinan yang selalu mendengar Raffa dihina oleh Antoni merasa kesal, tidak sekali ini saja dirinya mendengar ejekan untuk Raffa.


"Bugh..."Kinan melayangkan pukulan tepat di wajah Antoni hingga dia tersungkur. " Dasar sampah!, Aku selalu diam selama ini. Aku tahu Raffa tidak akan memukulmu jadi biar aku yang akan menggantikan nya. Kalau kau iri dengan Raffa, bersainglah secara sehat tidak perlu menghina statusnya"


"Kinan Putria Syarif seorang yatim piatu yang ditinggal Ayahnya karena meninggal saat gempa jogja. Kalian memang pasangan yang serasi, sama-sama menyedihkan."ucapnya dengan sinis sembari mengusap sudut bibirnya yang sakit akibat tonjokan dari Kinan.


Kinan merasa kesal dengan ucapan Antoni, memang benar Ayahnya meninggal saat kejadian gempa jogja. Namun baginya tidak perlu mengungkit masa lalu nya. Bahkan, ia belum tahu bagaimana sosok Ayah maupun ibu kandungnya, yang ia tahu hanya Ayah Shafiq dan mama Ifa. Airmatanya lolos begitu saja mendengar Antoni menyebutkan bahwa dirinya menyedihkan.


"Aku memang yatim piatu, tapi aku menerima banyak kasih sayang dari kedua orang tua sambungku,Ayah Shafiq adik dari ayah kandungku, juga mama Navysah, mama Ifa mereka sangat menyayangiku. Sedangkan kamu" ucapnya sinis pada Antoni, " kamu tidak mendapatkan banyak kasih sayang dari orang tuamu, jangan kira anak sekolah ini tidak tahu kehidupan orang tuamu,sudah menjadi rahasia umum Antoni" sindirnya lagi.

__ADS_1


Antoni kian marah dengan ucapan Kinan, ia mendorong Kinan hingga tersungkur kebelakang dan membentur bebatuan.


"Ishhh.." desis Kinan, ia merasa sakit di area bok*ngnya.


"Mba Kinan" teriak Fafa, ia melihat Kinan yang terjatuh, kemudian Ia menatap tajam Antoni kembali, merangsek kearahnya, memegang tangan dan menggigitnya.


"Awww..." desis Antoni, ia menjambak rambut Fafa dan mendorongnya hingga terjatuh.


"Awww.." desis Fafa, ia kalah tubuh dengan anak abege di depannya.


"Bugh..!" Raffa memukul tepat di wajahnya, hingga Antoni tersungkur. " Kamu boleh menghinaku tapi jangan pernah sekalipun kamu kasar terhadap adik-adikku" ucapnya, rahangnya mengeras dengan mata yang memerah menahan amarah. Ia membali memukul Antoni. Dan teman Antoni ikut melawan Raffa sehingga satu banding empat. Mereka saling pukul, namun tanpa diduga Bagas ikut membantu Raffa berkelahi dengan mereka.


Bagas tidak sengaja lewat area belakang Aula untuk menghindari beberapa wanita yang ingin menjadi pacarnya. Ia melihat sejak awal Raffa yang selalu diam menerima perlakuan tidak baik oleh Antoni hingga akhirnya ia nekat terjun untuk membantu Raffa.


Dan dengan kejadian ini mereka bertiga masuk ke ruang BK untuk pertama kalinya, sedangkan Antoni dan teman - temanya sudah terbiasa keluar masuk ruangan itu.


Terlihat wajah Raffa dan Bagas yang memar akibat berkelahi. Sudut bibir dan wajahnya terdapat luka, walaupun tidak separah teman - teman Antoni.


"Kalian mau jadi apa, masih sekolah berkelahi disini" ucap Pak Iwan, guru disekolah.Ia menatap Raffa dan Bagas, ini pertama kalinya mereka berurusan dengan guru BK.


"Fafa, adiknya mas Raffa" ucapnya polos


"Kenapa kamu ada disini, ini sekolah SMA bukan SD"


"Saya yang membawa dia kemari pak, sesudah pulang sekolah dia ingin bertemu kakaknya sebentar, eh malah ada kejadian seperti ini" Kinan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Pak Iwan hanya mendengus kesal.


"Dan kamu Antoni, ini sudah berapa kalinya kamu masuk kesini. Kamubutu pelanggan tetap disini, track record kamu sungguh buruk padahal kamu itu anak yang pintar" ia menggelengkan kepalanya.


"Besok, panggil orang tua kalian kesini. Ini suratnya" ia menyodorkan sebuah surat kepada masing-masing siswa.


Kinan menggandeng tangan Raffa dan Bagas menuju ruang UKS. Ia mengambil kotak obat dan menuang betadin di cotton bud untuk membersihkan luka keduanya.Namun Kinan bingung siapa dulu yang akan ia bantu. Satu sisi ia ingin Raffa terlebih dahulu yang dia obati, namun disisi lain Bagas lebih parah luka bekas pukulannya.

__ADS_1


Raffa tahu Kinan termenung diantara mereka berdua. "Kamu bersihin luka Bagas saja, aku bisa sendiri."


Kinan melirik Bagas dan segera membersihkan lukanya.


"Isshh.. perih Nan, pelan-pelan " ucap Bagas sembari menyentuh tangan Kinan.


"Ini sudah pelan Bagas, kamu saja yang cengeng" sahut nya.


"Biar aku saja, kamu keluarlah. Bawa adik Raffa pulang ke rumah, kasihan dia disini duduk diam seperti itu" ia melirik Fafa yang berada di samping kakaknya.


"Ya sudah aku antar Fafa dulu kedepan, kamu bisa kan ngobati sendiri." Dan Bagas mengangguk cepat. Kinan membawa Fafa untuk keluar dari gerbang sekolah dan mengantarkan nya pada Pak Ari.


"Makasih gas, sudah bantuin gue melawan mereka" ucap Raffa setelah Kinan pergi bersama Fafa.


" Santai saja, aku suka kok membantumu" balas Bagas. " Lumayan juga olahraga, tanganku sampai kram" ia menggerakkan tangan nya kembali.


"Gara-gara gue lu ikut babak belur" Raffa meliriknya, ada perasaan bersalah melihat banyak luka di wajah sahabatnya.


" Gue nggak pernah nyesel bantuin lu tadi" ia menggelengkan kepalanya, " Itung-itung ngasih balasan Antoni karena dia juga sering membully gue, dan perkataannya pada lu dan Kinan itu sudah kelewatan. Antoni terlalu sombong karena Ayahnya seorang direktur rumah sakit" sambungnya lagi. "Dan sekarang saatnya rival antara orang tua, direktur rumah sakit melawan pengusaha properti, dan sekarang melawan Ayahku juga yang seorang polisi" ia mengulum senyum.


Raffa hanya membalas senyum dari sahabatnya.


"Pantas saja dia selalu menempel padamu karena kamu sangat tampan apalagi saat tersenyum" ucap Bagas.


Raffa mengenyitkan dahinya, "Maksudmu Kinan" potongnya, " Kamu tenang saja aku hanya menganggapnya adik dan tidak akan merebut pacarmu itu" sahut Raffa lagi.


Bagas hanya tertawa, ia memutar bola matanya dengan malas. "Kamu itu tidak peka Raff, yang dia suka itu kamu bukan aku. Kalian memang sama-sama lurus pikirannya, capek deh" gumamnya dalam hati.


Rio datang sambil berlari, ia mendengar sahabatnya saling pukul dengan Antoni sang pembuat onar.


"Raffa..." teriaknya.

__ADS_1


* **


Jangan lupa like, Vote and comment. Matursuwun All reader 😘😘😘


__ADS_2