
Fafa sengaja pulang ke rumah mama Navysah, ia tahu Kinan sedang bersama kakaknya sehingga Fafa risih jika harus pulang ke apartemennya sendiri. Setelah seharian pergi bersama Anggrek, Fafa merasa bahagia karena berhasil mengerjai Anggrek habis - habisan. Saat di kota B, Fafa pun menyempatkan diri mampir ke rumah lama mama Navysah.
Fafa sengaja menaburkan sambal di soto Anggrek hingga wajah Anggrek memerah karena kepedasan, saat di mall Fafa mampir untuk membeli ponsel namun Anggrek yang membayar karena Fafa berdalih tidak punya uang dan saat Anggrek di supermarket, Fafa tidak sengaja tertidur di toilet mall sehingga Anggrek menunggu lama.
Anggrek benar-benar kesal pada Fafa dan merengek meminta pulang ke rumah. Anggrek menangis keras saat Fafa menemui dirinya di supermarket. Banyak orang mengira mereka sepasang kekasih karena Fafa merayu Anggrek dengan manis saat Anggrek menangis. Beberapa orang memfoto mereka seolah seorang selebritis.
"Kenapa kamu kemari?" Alif melihat Fafa yang senyum-senyum sendiri dan bersiul riang.
"Memangnya kenapa, ini rumah orangtuaku. Memangnya harus ada alasan untuk pulang ke rumah." Fafa tidak memperdulikan tatapan Alif yang tajam. Ia tetap berjalan dengan senyuman lebar.
"Kemana saja sama Anggrek?" tanya Alif penasaran.
"Kepo!, emang ada urusan apa denganmu."
" Aku cuma bertanya." sahut Alif kembali.
"Ke proyek, ke rumah mama Navysah yang dulu, ke Mall, hihihi...." Fafa masih dengan senyumannya, "Pokoknya hari ini aku senang banget bisa bersama Anggrek."
"Makan di rumah mama Navysah, makan berdua hot banget..." sambung Fafa, ia tersenyum dan sengaja memancing rasa penasaran Alif. "Anggrek sampai kepanasan, wajahnya bersemu merah, tidak kuat." Fafa menggulum senyum. Ia membayangkan wajah Anggrek yang kepedasan saat makan soto buatan mpok Nuri,Anggrek menyerah tidak kuat menghabiskan satu mangkok soto pedas.
"Saat di proyek dan di mall, mereka berfikir aku pacarnya Anggrek karena dia memelukku." Fafa masih membuat cerita yang membuat Alif salah paham dengan perkataannya. Padahal saat di Mall, Anggrek memeluk Fafa karena dia begitu kesal dan menangis sehingga Fafa harus menenangkannya dengan pelukan.
" Maksudnya apaan sih Fa! " Alif sedikit menaikan suaranya, ia sedikit kesal dengan cerita Fafa. Entah kenapa yang ada difikiran Alif begitu kotor membayangkan cerita Fafa bersama, Anggrek.
"Kamu kan pintar, masa nggak ngerti ucapanku yang bodoh ini. Kalau nggak ngerti mendingan lihat sosmed intagrem aku saja." Fafa bersiul sembari membuka pintu kamarnya, ia menjulurkan lidah pada Alif seolah meledeknya.
"Kurang ajar si Fafa." Alif membuka instagrem Fafa dan terlihat beberapa foto mereka yang tersenyum bersama sebelum tragedi Anggrek menangis di Mall. Beberapa orang berkomentar di postingan Fafa dan benar saja Anggrek memeluk erat Fafa di Mall.
Entah mengapa Alif terlihat begitu kesal.
" Asyik!, akhirnya aku bisa ngerjain kamu Lif. Makan tuh rasa cemburu. Besok pasti ada perang antara Alif dan Anggrek hihihi..." Fafa terkekeh membayangkan saat Alif dan Anggrek bertengkar.
* **
Keesokan harinya Fafa pulang lebih awal, ia pulang ke rumah mama Navysah kembali. Fafa melihat sebuah mobil berwarna hitam parkir di garasi rumah.
" Aku pernah lihat mobil ini tapi dimana ya? Fafa mengenyitkan dahi, ia mencoba mengingatnya namun lupa.
" Assalamualaikum. "Fafa masuk rumah lewat pintu samping. Ia melihat Hanin dan keluarganya sedang duduk di meja makan.
" Walaikumm salam. "jawab mereka serempak.
Fafa mencium takzim tangan ibu dan Ayahnya. Ia duduk disamping Kinan
__ADS_1
" Eh, ada Hanin... "sapa Fafa dengan tersenyum manis. Namun Hanin menatap tidak suka. Ia sengaja datang pukul tiga agar tidak bertemu Fafa, namun mereka bertemu tanpa diduga karena Fafa pulang lebih awal.
" Nin, lu kesini kangen kan sama gue? Lu mau kerja bareng aku lagi kan, iya kan ya " Fafa sangat berharap Hanin mau kembali ke kantor.
" Nggak usah mengada-ngada siapa juga yang kangen lu. Amit-amit. "ketus Hanin," Aku juga tidak ada niatan untuk kerja sama kamu lagi,aku kesini hanya mengantarkan cake untuk tante Navysah." jelas Hanin.
" Mau ya, kerja lagi di kantor? Aku kangen kamu lho. "bujuk Fafa kembali.
" Iya kamu kangen manfaatin aku kan."sarkas Hanin. Fafa hanya terkekeh mendengar ucapan Hanin yang benar .
" Cie... cie...pasangan romantis. "goda Kinan
" Siapa yang pasangan! "Hanin dan Fafa menjawab bersamaan.
" Tuh, kan buktinya jawab aja barengan. " ledek Kinan kembali.
" Nggak usah jadi kompor meleduk, urus saja pernikahan mba sama bang Toing."seru Fafa
" Enak saja ganti nama Raffa jadi bang Toing. "Kinan mencubit lengan Fafa.
" Lah emang iya!, Ada lagunya tahu." ucap Fafa." Nih dengerin... Bang Toing.. Bang Toing kenapa nggak pulang - pulang anuku - anuku panggil - panggil anumu. Tiga kali puasa, tiga kali lebaran abang tak pulang - pulang bikin anuku karatan. Iya kan, ada lagunya kan."
Davian tergelak tawa mendengar anaknya mengubah lagu bang Toyib menjadi bang Toing.
" Itu judul lagunya bang Toyib, dasar PE'A! " dengus Kinan dengan kesal, namun dalam hatinya ia ingin tertawa.
Hanin hanya menggulum senyum, ia sudah biasa mendengar Fafa merubah nama orang maupun lirik lagu yang sering Fafa nyanyikan. Fafa yang aneh
"Lah, kalau bang Toyib tiga kali puasa tiga kali lebaran nggak pulang-pulang. Kalau mas Raffa dulu tiga kali puasa kagak, pulang suka-suka dia kalau inget rumah.Makanya namanya bang Toing hehehe " Fafa terkekeh dengan ucapannya sendiri.
"Mak, makan mak laper." Fafa mengelus perutnya
"Kita semua mau makan, untung kamu pulang kita bisa makan bersama. Itu ada kue karamel Fa dari ibunya Hanin,kamu pasti suka."
Fafa melirik kue karamel namun tidak berniat untuk memakanya. Ia lebih tertarik masakan ibunya yang terlihat menggoda.
"Asyik!, rendang dan sayur kepala kakap.Masakan mama memang juara." Fafa begitu berbinar melihat makanan kesukaannya tersaji di meja makan. Ia makan dengan lahap hingga menambah nasi lagi. Walaupun Fafa dan Alif tinggal di apartemen, mereka seringkali pulang ke rumah karena rindu masakan ibunya dan ingin berkumpul bersama adik-adiknya.
Hanin dan Kinan terlihat begitu lahap, mereka ketagihan dengan masakan mama Navysah. Hanin sangat beruntung karena bisa mencicipi masakan Navysah kembali, dulu saat di Inggris Navysah sering memasakan Hanin masakan Indonesia dan itu sangat lezat bagi Hanin.
Hanin menghabiskan makanannya dengan licin tandas.
"Kalau mau nambah ambil saja Nin, jangan malu-malu." Fafa melirik Hanin yang sedang melirik kepala ikan kakap.
__ADS_1
Hanin merasa malu dengan ucapan Fafa.
"Ayo nambah makannya Nin." tawar Navysah
"Boleh tan?" tanya Hanin, ia memang masih ingin makan masakan Navysah lagi.
"Bolehlah,ambil yang banyak.Nanti bungkus makanan untuk ibumu juga." Navysah menyendok ikan kakap ke piring Hanin kembali. Ia begitu senang Hanin suka dengan masakannya.
"Kalau kamu mau masakan mama Navysah, sebaiknya kamu menikah dengan Fafa Nin pasti tiap hari kamu bisa makan masakan mama Navysah. Lihat kita di meja makan ini sudah seperti keluarga kan." goda Kinan, ia sengaja membuat Fafa kesal dengan ucapannya. Kinan tahu Fafa sudah memiliki banyak pacar namun untuk dijadikan istri masih jauh dari kriteria ibunya. Mereka hanya cantik di luar, namun mereka hanya memanfaatkan uang Fafa untuk berfoya-foya.
" Uhuk.. Uhuk..." Hanin tersedak mendengar ucapan Kinan. " Tidak mungkin Nan, dan aku tidak akan mau menikah dengan..." Hanin melirik Fafa.
"Apa...! kenapa kau melirikku Nin." sembur Fafa saat Hanin meliriknya. " Eh, denger ya gue juga nggak mau nikah sama lu. Nggak usah kepedean,gue mau jeruk bali bukan jeruk purut!" seru Fafa sembari melirik dada Hanin.
"Eh, denger ya. Gue juga maunya pisang ambon bukan pisang susu." sahut Hanin dengan ketus
"Hahahaha..." Davian dan Kinan tergelak tawa melihat Hanin dan Fafa saling sahut menyahut,tidak ada yang mau kalah.
"Dengerin ya Fa, lu boleh hina aku saat jadi asisten lu tapi tidak sekarang karena aku udah resign." terang Hanin.
"Sudah - sudah jangan bertengkar,bisa-bisa jodoh kalian kalau berantem terus." celetuk Navysah.
"Mama apaan sih!" Fafa tidak suka dengan ucapan ibunya.
"Nggak mungkin tante, Hanin tidak mau berjodoh dengan playboy rusuh seperti dia.Mana pacarnya banyak banget suka dat..." Hanin tidak melanjutkan perkataannya karena mulutnya dibekap Fafa.
"Apaan sih Fa! Bau amis tahu tanganmu itu." ketus Hanin.
Fafa menciumi jari tangannya, "Iya ya bau amis. Makanya lu jangan rese!"
Setelah selesai makan mereka duduk di ruang keluarga bercanda tawa. Dan saat Hanin sendirian, Fafa mulai mendekatinya.
"Inget ya, jangan coba - coba ngomong apapun sama mama Navysah tentang pacarku dan kelakuanku di kantor." ancam Fafa
"Emang kenapa? Gue nggak takut sama lu!" sahut Hanin tidak mau kalah.
"Berani ngomong macem-macem aku akan." Fafa melirik tajam Hanin. "Aku akan..." Fafa mendekatkan tubuhnya kearah Hanin.
"Akan apa?!" seru Hanin, "Ih, apaan sih Fa! sana jangan deketin aku." Hanin merasa takut saat Fafa mendekatkan diri kearahnya. Ia berfikiran Fafa akan mencium dirinya seperti apa yang Hanin lihat saat Fafa bersama pacarnya di kantor.
"Aku akan..." Fafa menjeda ucapnya.
"Pret!!!...Pret!!...."suara kentut Fafa terdengar dua kali, ia berlari setelah mengerjai Hanin." Hahahaha...,syukurin lu Nin. Bau bau tuh hirup kentut gue. Jangan sok cantik, berharap gue cium. Ogah...!!"Fafa berteriak sebelum naik ke lantai dua.
__ADS_1
" Fafa...!!! "teriak Hanin," Kesel banget sumpah gue sama lu...!! " wajah Hanin memerah kesal karena ulah Fafa