Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 17


__ADS_3

Bagas merasa tidak nyaman berhadapan dengan ibu dari sahabatnya, ia selalu meremas tangannya yang kini sedikit lembab, rasa takut dan gugup terlihat jelas di wajahnya.


"Siapa namamu Nak?" tanya Navysah


"Saya Bagas tan, teman satu sekolah Kinan dan Raffa"


"Teman atau pacar Kinan, jawab yang jujur" seru nya, ia menatap tajam pria abegeh didepannya.


"Glek..!" ia menelan air liur nya, bingung dan takut dengan tatapan ibu dari temannya itu.


"Teman tan, sebenarnya tadi saya nembak Kinan tapi ditolak jadi Saya memaksa Kinan untuk jadi pacar saya" ia lebih baik jujur daripada harus berlama-lama duduk seperti pesakitan.


" Anak siapa kamu, rumahnya dimana?"


" Saya anak pak Teddy, seorang polisi berpangkat AKP, ibu saya Utari seorang manajer bank swasta. Rumahnya di kompleks perumahan Nusa Indah tan" ia menjawab langsung semua pertanyaan dari Navysah tanpa basa basi.


"Hahaha, kamu itu lucu. Minumlah jus itu dulu,kamu jangan gugup begitu Nak"


Tanpa ba bi bu Bagas langsung meneguk segelas jus jeruk hingga habis. Ia merasa sedikit membaik setelah melihat ibu sahabatnya tertawa.


"Tante hanya ingin menjaga Kinan, ia sudah seperti anak tante.Jujur tante tidak suka anak tante berpacaran, tapi jika Kinan memang ingin berpacaran denganmu itu pilihan nya sendiri. Tante harap kamu bisa menjaga dia,jaga kepercayaan tante jangan sampai melewati batas"


"Tante jangan khawatir saya tidak akan macam-macam dengan Kinan,saya memang suka dengannya tapi kita hanya berteman tan"


"Ya sudah cuma itu yang ingin tante tanyakan,pulangnya hati - hati ya Nak Bagas" Navysah beranjak dan menyuruh anak-anak mereka untuk tidur.


"Iya tan" balasnya. "Bagaimana aku mau macam - macam sama Kinan, aku harus menghadapi dua keluarga yaitu keluarga Shafiq dan keluarga Davian Ahmad belum apa-apa aku sudah takut, yang ada keluargaku yang 'digulung ' oleh kekuasaan mereka. Ngeri man" lirihnya.


* **


Pagi hari semua keluarga Davian berada di meja makan tanpa terkecuali dengan Rio. Ia merasa canggung duduk di tengah keluarga sahabatnya.Double kembarpun seperti biasa tidak mau diam, ada saja yang mereka ributkan berlari kesana kemari.


"Om kribo, rambutnya lucu kayak sarang tawon" Inka memainkan rambut milik Rio yang mengembang. Dan sang punya rambut hanya tersenyum padanya.


"Jangan begitu Nak, nggak sopan. Panggilnya Mas Rio atau Kak Rio jangan Om" Navysah sembari menata lauk untuk sarapan.


"Kaka mau nya panggil Om kribo, Om kira - kira disini ada kutunya nggak?" Inka masih penasaran dengan isi rambut.


"Nggak ada"

__ADS_1


"Beneran Om, Coba sini Kaka lihat beneran ada nggak?" ia masih ngotot ingin melihat isi rambut Rio.


"Nggak si tuyul Fafa, nggak si cerewet Inka itu sama, kenapa mereka selalu penasaran dengan rambutku ini" gumamnya dalam hati.


"Kutu nya nggak mau dirambut Rio ka, pusing dia muter-muter nggak ketemu jalan keluarnya, hehehe " Kinan


"Ka, nggak boleh Nak! Cepetan duduk"ujar Davian, dan Inka langsung diam duduk di tempat nya lagi.


Mereka berdo'a dan memulai sarapannya." Nak Rio, makan yang banyak jangan sungkan "Navysah


" Iya tan, makasih "ia masih merasa kikuk


Setelah selesai makan Inka menghampiri dan duduk di pangkuan Ayahnya." Ayah, kapan kita jalan - jalan Kaka bosen dirumah "


"Nanti ya Ayah masih sibuk kerja.Cium Ayah Nak" ia menyodorkan pipi ke arah anaknya dan dihujani dengan banyak ciuman dari Kaka, mereka tertawa karena Davian menggelitiki anaknya.


Inha pun menghampiri kembaranya dan memeluk Ayahnya. "Kenapa Nak? Haha mau duduk disini" Davian menepuk paha satunya. Dan mendapat anggukan dari Haha.


"Cium Ayah Nak?" pinta Davian pada Haha. Dan dia kembali mendapatkan ciuman dari anaknya. Mereka tertawa kembali. Rio baru pertama kali melihat Davian bersenda gurau dengan anaknya, selama ini ia selalu melihat Davian diam tidak terlihat ramah, namun dibalik sosoknya itu dia sangat sayang dengan keluarga.


"Nak Rio, tante ingin bicara denganmu sebentar" pinta Navysah.


"Padahal tadi malam aku ngerjain Bagas, kenapa sekarang aku merasa seperti dia yang siap di eksekusi" ia berjalan mengikuti Navysah.Baru kali ini ia melihat dari dekat wajah dari ibu sahabatnya. Walaupun usia nya sudah berumur, namun wajahnya masih terlihat awet muda, badan yang tidak terlalu melar, jika berjalan dengan Raffa pasti dikira kakak beradik.


"Nak Rio,kata Raffa setelah pulang sekolah kamu part time?"


"Iya tan, bantuin cuci mobil. Kadang bantuin servis di bengkel"


"Ayah dan Ibu kerja apa?" tanya Navysah


"Ayah sekarang sopir di blibird, dulu kerja kantor tapi kena PHK, hari minggu beliau bantuin beberes di rumah besar pak Candra. Ibu guru honorer, setelah pulang mengajar dia buka warung sembako di depan rumah"


"Kamu mau kerja part time di Restoran bareng Raffa nggak, jadi nggak usah di bengkel lagi. Sistemnya dihitung per jam nanti Raffa yang ajarin kamu disana. Kalau weekend kamu bisa kesini bantuin mang Dirman atau mang Ujang, nanti kalau ada pengiriman barang kamu bisa antar ke rumah pelanggan tante. Mau? "


" Kalau kerja di restoran apa saya pantas tan, fisik saya seperti ini "ia menundukkan kepalanya, merasa sedikit insecure dengan dirinya sendiri.


" Memangnya fisik kamu kenapa? Apa ada yang cacat? " Navysah balik bertanya.


" Nggak tan, maksud saya. Saya kan jelek, kribo, item lagi. Apa pengunjung restoran tidak geli melihat penampilan saya yang seperti ini"

__ADS_1


"Hahahaha, kamu itu lucu sekali Yo, siapa yang berani hina kamu. Bilang sama tante. Di restoran D&R tidak memandang fisik,pekerja disana ada yang bertato, yang tuna wicara pun ada. Asal mereka mau bekerja keras, rapi dan punya attitude yang baik mereka akan diterima, satu lagi yang terpenting JUJUR" Navysah sengaja menekankan kata terakhir.


"Nanti rambutmu diikat saja biar rapi, pakai pakaian yang rapi dan wangi. Itu kalau kamu mau kerja disana" sambung Navysah lagi.


"Mau tan, aku mau part time disana. Lumayan buat jajan adik." ia langsung mengiyakan, dan Navysah merasa terenyuh dengan penuturan Rio, dia mengingat saat kehidupannya jauh dari kata layak, harus bekerja keras demi keluarga.


" Setelah lulus kamu mau kemana?" tanya Navysah


"Belum tahu tan, mungkin kuliah sambil kerja. Mau kuliah jalur beasiswa, hehehe"


"Tante yakin kamu akan jadi orang yang sukses, semangat ya Yo. Yasudah tante permisi dulu" Navysah pergi menuju taman, melihat suaminya dan double kembar yang ikut bertanam, lebih tepatnya mereka membuat kerusuhan disana.


"Drt.. Drt.. Drt.." handphone Rio berdering dan terlihat di layar ponsel Emak memanggil.


" Ya mak, ada apa"


"Yo, emak beresin kasur kamu, di bawah bantalmu ada uang dua juta. Ini uang siapa?"


"Jangan - jangan uang Raffa lagi" ucapnya dalam hati.


" Haloo Yo, Rio kamu denger suara emak nggak?" tanyanya diujung telepon.


"Eh, iya mak. Mungkin itu uang Raffa ketinggalan. Emak simpan dulu, nanti Rio balikin ke Raffa"


"Oh, Emak kira itu uang gajimu buat bayar sekolah Lian dan Caca. Yasudah, emak simpan ya uangnya. Assalamualaikum"


"Walaikumm salam" ia menutup teleponnya. "Raffa pasti sengaja menyimpan uang itu untuk keluargaku. Ya allah malu rasanya merepotkan temanku yang begitu baik. Orang tuanya juga sangat baik padaku" ia berkaca-kaca mencoba menahan tangisnya.


Raffa turun dari lift dengan membawa tas besarnya, ia akan segera eksekusi tempat bengkel yang akan di desainnya.


"Ayo yo berangkat keburu Kinan liat kita " ucapnya


"Raffa, tadi emak telepon. Apa kamu yang menaruh uang di bantalku" tanyanya.


"Nggak tahu" dia mengedikkan bahunya dan berjalan seolah tidak peduli.


"Aku yakin pasti itu kamu, terimakasih teman. Anggap ini sebagai hutangku, aku pasti akan melunasinya dengan gaji part timeku" ucapnya dalam hati.


* **

__ADS_1


Jangan lupa like, Vote and comment. Matursuwun All reader ☺️😘😘


__ADS_2