Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 24


__ADS_3

Selepas pelajaran selesai Raffa pun bergegas pulang, namun kali ini ia melihat ban sepedanya kembali kempes untuk kesekian kalinya.


"Hah..!, Kerjaan siapa lagi ini?" ia menghembuskan nafas panjangnya. Raffa mengingat ucapan Kinan terakhir saat mereka duduk di kantin.


"Coba cek CCTV siapa yang selalu ngerjain kamu Raff!"


"Emang kamu nggak capek gini terus, setiap pulang sekolah pasti kempes"


"Jangan terlalu baik!, bikin aku kesal aja. Adukan sama guru dan laporkan sama Ayah Davi biar mereka kapok"


Entahlah suara cempreng gadis itu selalu terngiang di telinganya. Dan dengan sangat terpaksa ia masuk ke ruang guru.


"Assalamualaikum pak, permisi boleh saya minta tolong"


"Walaikumm salam, silakan Nak. Apa yang perlu dibantu " jawab Pak Iwan. Raffa menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, hingga akhirnya dia mendapatkan izin untuk membuka CCTV.


"Coba kita cek dulu ya, perkirakan waktunya setelah istirahat. Kita coba lihat" ucap Pak Iwan. Mereka berdua fokus melihat layar monitor untuk melihat siapa pelaku iseng yang selalu mengempeskan ban Raffa. Walaupun tempat CCTV agak jauh namun masih bisa dilihat dari pergerakan di layar monitor.


"Ini dia pelakunya" pak Iwan menunjuk ke arah monitor.Ia mengenyitkan dahi,memikirkan siapa sosok yang terekam di kamera cctv. "Ini seperti... Mmm.. Ini seperti Antoni si bandel itu, dari gestur body dan tingkah laku memang mirip dengannya" sambungnya lagi.


"Dan jam tangan yang dia pakai serta cara dia mengempeskan ban menggunakan tangan kiri" ucap Raffa, ia mengingat Antoni anak yang kidal, dia selalu menggunakan tangan kiri untuk aktifitasnya.


" Boleh saya lihat rekaman dua bulan terakhir pak? pinta Raffa


" Kalau disini hanya bisa merekam satu bulan yang lalu, setelah itu otomatis akan terhapus "


" Oke pak satu bulan yang lalu".Pak Iwan memutar kembali rekaman Cctv dengan tanggal yang Raffa berikan padanya dan benar saja Antoni and the geng yang selalu mengerjai dirinya.


"Sudah berapa kali ban sepedamu kempes seperti itu Raff?" tanya pak Iwan


"Ada sembilan kali pak"

__ADS_1


"Ya ampun, sudah sembilan kali dan kamu baru datang kesini" ia menggelengkan kepalanya tidak percaya. "Dan kamu bersikap seperti biasa, baru sekarang laporan?"


Raffa hanya menggulum senyum " Masih batas wajar Pak, kecuali kalau dia sudah bermain fisik" ucapnya dengan tenang.


"Apa kamu ada masalah dengannya? Kenapa dia selalu membuat keonaran dan membuat siswa lain tidak nyaman" ia menghela nafas panjangnya.


" Saya tidak ada masalah dengannya, entah dirinya. Hati manusia tidak ada yang tahu"


"Bapak rasa mungkin saat dia kalah dalam lomba animasi antar sekolah, dia gagal meraih juara sedangkan kamu mampu menjadi juara pertama. Dia anak yang pintar namun dia selalu bikin kerusuhan entah apa yang menyebabkan dirinya bersikap seperti itu. Kenapa kamu tidak laporan sejak kejadian pertama?"


"Kalau saya melapor, apa bapak mau menghukum anak dari seorang direktur rumah sakit" sindir Raffa, dan Pak Iwan hanya menggulum senyum.


"Kalau kamu mau dia dihukum, bapak akan menghukumnya" tegasnya.


" Bapak mau menghukumnya karena permintaan saya" Raffa terkekeh dengan ucapan gurunya. Ia menarik nafas panjangnya sebelum berkata tidak sopan " Bukan karena saya hukum itu ditegakkan, jangan karena saya seorang Raffa anak dari Davian Ahmad hukum itu berlaku. Masih banyak siswa yang tidak mendapatkan keadilan di sekolah ini, namun sang guru yang seharusnya melindungi selalu menutup matanya, hari ini lapor besok menguap tanpa ada kejelasan. Bullyan verbal, kekerasan fisik,penindasan, premanisme dalam sekolah seolah sudah menjadi kebiasaan.Mereka tidak tahu seberapa berat beban mental yang diterima oleh korban. Saya rasa hingga bertahun-tahun rasa trauma,rasa sakit akibat kekerasan dan bullyan masih akan tetap membekas di memori dan hati mereka. Kalau seperti ini siapa yang patut disalahkan, embel-embel nama besar keluarga seperti tameng yang siap melindungi siswa yang bermasalah. Dan gila nya lagi itu sasaran empuk bagi oknum yang culas dan serakah untuk melakukan transaksi dan barter ekonomi.Sudah menjadi rahasia umum siapa yang kuat akan bertahan di segala medan. Mohon maaf jika saya harus berani mengatakan ini, Saya permisi dulu pak"


Ucapan Raffa yang menohok seolah peluru yang dibidik ke jantungnya, tepat sasaran hingga membuatnya sulit untuk bernafas. Kekayaan, Kekuasaan, Kekuatan itu yang selalu membuat orang berfikir untuk menyerah sebelum berperang, tepatnya lebih baik diam cari aman.


"Hah... leganya" ucapnya, seolah ada beban berat yang kini terlepas dari pundaknya."Akhirnya aku bisa mengeluarkan semua apa yang ingin aku ucapkan sejak dulu". Sebenarnya ia tahu konsekuensi apa yang akan diterima jika menantang seorang guru di sekolahnya. Ucapan dirinya yang terlalu frontal dan tanpa tedeng aling - aling sudah pasti akan menjadi tanda merah baginya. "Sesekali menggunakan label Davian Ahmad tidak masalah. Lihat besok, good news or bad news,tanda merah atau masih tetap hijau " sambungnya lagi. Ia menuntun sepedanya ke tempat Babe.


~Flashback On~


" Kamu bawa sepeda lagi? "tanya Kinan


" Hmmm"jawabnya dengan malas


"Pokoknya kalau hari ini ban mu kempes lagi, kamu harus cek cctv, biar tahu siapa yang ngerjain kamu. Emang kamu tidak capek gini terus, lapor guru dan Ayah Davi biar mereka kapok, jangan terlalu baik. Bikin aku kesal saja" ucapnya dengan bertubi-tubi.


Raffa menggulum senyum, mendengar Kinan yang selalu ngomel sudah tidak asing baginya "Sudah nggak usah cerewet, cepetan makan keburu masuk kelas"


Kinan cemberut karena Raffa tidak pernah menuruti sarannya untuk melaporkan kejadian yang dialaminya. "Kamu itu selalu seperti itu, terlalu santai seolah tidak ada masalah" cebiknya.

__ADS_1


"Oiya Raff, pulang sekolah temenin aku ke Mall ya, Khaffi ingin membeli buku. Mama dan Ayah Shafiq sibuk mereka pulang malam" pintanya


"Aku tidak bisa, aku mau menggambar. Kamu minta dianterin sama Bagas saja, dia kan pacar kamu. Kenapa harus aku!" ucapnya sembari menyeruput es kelapa.


"Tapi aku mau nya kamu" pintanya


"Aku beneran tidak bisa, toh aku naik sepeda. Kamu sama Bagas saja" balasnya. " Eh, itu si Bagas panjang umur dia baru aja diomongin, Bagas...!! "teriak Raffa " Sini "ia melambaikan tangannya


" Apa Raff? "tanyanya


" Pulang sekolah anterin pacar lu ke Mall, dia mau beli buku sama adeknya "


" Beneran Nan"ia melirik ke arah Kinan yang sedang mengunyah roti dengan kasar.


"Hmmm" jawabnya dengan tidak suka.


"Baiklah tuan putri, Pangeran Bagas akan mengantarkan tuan putri pergi ke Mall tapi jangan lupa isi bensin harus dibayar tunai hahaha" selorohnya sembari mengerlingkan matanya


"Kamu pikir ijab qobul dibayar tunai" Ketus Kinan.


"Bukan hanya ijab qobul doang, isi bensin pun harus tunai. Emang disono boleh utang. Yang ada diomelin pegawai pom bensin dong, ih ganteng - ganteng ngutang! " kelakarnya "Apa lu mau gue bayar tunai sekarang? Gue sih oke sajalah" tanyanya sembari menaik turunkan alisnya. Dan Raffa hanya terkekeh mendengar sahabatnya menjahili Kinan. "Gue duluan sob, daripada gue jadi obat nyamuk disini mending gue ke kelas"


"Lu, emang pengertian banget Raff, thanks bro"ucapnya


Kinan hanya mendengus kesal karena Raffa tidak peka terhadapnya. Ia pun kesal juga karena Bagas selalu mencari kesempatan dalam kesempitan. "Puas lu!" gerutunya.


"Cup...cup..cup kasihan si putri cantik ditinggal sendiri, soalnya si anak Sultan KW kagak peka. Mendingan sama yang pasti - pasti saja, sudah pasti setia tiada tara tanpa rekayasa" selorohnya sembari mengelus rambut Kinan dengan iba.


"Dia ngeselin, kamu juga ngeselin!" cebiknya.


"Aku ngeselin tapi ngangenin" Dan ia langsung mendapat cubitan dari Kinan secara bertubi-tubi.

__ADS_1


* **


Terima kasih sudah mampir di lapak Author, dan sudah memberikan semangat padaku untuk selalu menulis novel. Mohon maaf hanya bisa up satu kali๐Ÿ™. Pokoknya makasih, makasih, makasih untuk para reader yang sudah like , Vote and comment. Apalah diriku yang hanya Author remahan krupuk jauh dari kata sempurna dalam penulisan.Walaupun viewernya sedikit insyaallah akan tetap nulis sampai tamat dan hanya ada di aplikasi ini. Thank you and Love you๐Ÿ˜˜ ๐Ÿ˜˜โ˜บ๏ธ๐Ÿ˜


__ADS_2