
Empat tahun berlalu,
Kinan telah mendapatkan gelar spesialis Urologi,dan dia masih bekerja di rumah sakit yang sama bersama Jessica dan Juno. Empat tahun waktu yang tidak mudah baginya, hubungannya bersama Raffa terkadang naik turun terkadang akur terkadang bertengkar. Kinan yang sibuk dengan dunia medis dan Raffa yang sibuk dengan pekerjaannya sebagai arsitek.Namun, Kinan adalah Kinan seorang perempuan pintar namun rapuh jika menyangkut masalah percintaan.
Fafa dan Alif pun sudah lulus dari kuliahnya. Fafa lulus sarjana ekonomi dan Alif sarjana kedokteran.Mereka seperti dua sisi yang berbeda, Alif yang tekun dan selalu semangat untuk menggapai cita-cita sedangkan Fafa lebih suka bermain dan terlalu santai dalam hidup, hobinya nongkrong dan menyanyi di Cafe bersama Khaffi dan Kendrew.
" Ngapa lu diem Ken? Muka kusut amat." cibir Fafa sembari mengunyah cake caramel kesukaannya.
" Bingung dan pusing bagi jadwal, pacar gue banyak."Keken menepuk jidatnya," Senin Selasa sama Rani, Rabu Kamis sama Dewi, Jumat Sabtu sama Rara, Minggu sama emak."
" Itu pacar apa jadwal piket. " goda Khaffi," Lu pacarin cewek satu aja, kebanyakan bikin ribet. "
" Oh No..., apa kata dunia pacar gue cuma satu." Keken memutar bola matanya malas," Bosenlah, jatahnya itu-itu saja. "
Khaffi menatap jengah, seorang Keken sudah terbiasa pacaran dengan banyak wanita. Walaupun acap kali dia mendapatkan tamparan di pipi saat ketahuan selingkuh oleh pacarnya.
" Lu gimana hubungannya sama si bengek Fa?" tanya Khaffi
" Nggak ada perubahan, si bengek lebih demen si Alif. Capek gue ngejar bengek terus. Lihat, padahal wajahku sama kayak Alif. Badan lebih atletis gue, bisa taekwondo sedangkan Alif cuma pinter doang."
" Lah, itu yang dicari wanita sekarang. Pinter, punya masa depan cerah. Lu, cuma nongkrong sama kita-kita aja. "
"Asal lu tahu, Gue itu pinter tapi kepinteran gue sengaja disembunyikan hihihi."
Keken dan Khaffi menatap jengah, memang benar Fafa sebenarnya anak yang pintar namun kepintaranya terkadang dipergunakan untuk hal yang tidak baik. Fafa sering berbohong pada ibunya, niat berangkat kuliah ternyata bolos, pulang tengah malam dengan alasan skripsi hingga Navysah merasa kewalahan. Fafa pintar dalam mencari kesempatan dan peluang, dia lebih suka bekerja yang tidak memerlukan banyak fikiran,bebas tidak terlalu banyak aturan. Terkadang dia mencoba banyak pekerjaan dari marketing, jualan makanan maupun service laptop. Fafa punya banyak teman di segala kalangan. Ia selalu penasaran dan mencoba hal baru yang tidak pernah ia lakukan. Terkadang Navysah kesal karena Fafa jarang pulang ke rumah karena sibuk dengan dunianya dan teman-teman.
Fafa juga mempunyai yutube channel tersendiri dengan konten musik dan kuliner.Terkadang ia berkolaborasi bersama Inha yang juga gemar menyanyi. Sedangkan, Fafa dengan Inka lebih suka berkolaborasi di bidang kuliner.Pendapatan dari medsos cukup banyak namun Fafa anak yang boros, ia suka menghamburkan uangnya untuk senang-senang bersama sahabatnya.Dan sebagian uangnya ia simpan pada ibunya.
"Fa, lu nggak pengin kerja di perusahaan Ayah lu? Mas Raffa kan belum pulang, kasian Om Davian sering kecapean."
"Nggak..!" jawab Fafa cepat, " Mumet ngurusin bisnis properti, biar mas Raffa saja."
__ADS_1
"Lu, kapan dewasanya. Lu pasti pengen nikah kan, perempuan juga butuh lelaki yang bisa diandalkan bukan cuma hura - hura." Khaffi mencoba menasihati Fafa agar mau bekerja di perusahaan Ayahnya. Sejak setahun lalu, Raffa selalu meminta tolong pada Khaffi agar mau membujuk Fafa untuk kerja di perusahaan Ayah Davian atau sekedar magang di Hara Animation seperti Khaffi. Tapi Fafa adalah Fafa yang selalu bertindak semuanya sendiri dan ingin bebas, tidak ingin diatur.
"Nih, dengerin ya. Aku ini anak siapa?" tanya Fafa
"Om Davian." jawab Keken
"Lu tahu kan, babe gue uangnya banyak nggak ada serinya. Numpuk kayak kertas koran. Tujuh turunan, lima belokan kagak kelar-kelar nggak akan pernah habis. Gue sudah kuliah, keluarga gue kaya raya tanpa tanda koma. Tinggal cari bini yang kaya juga beres kan, gitu aja masa nggak bisa!. "selorohnya dengan pongah sembari menaik turunkan alisnya.
" Najis...!! " sahut Keken dengan kesal
" Terus bini lu yang kerja gitu. "seru Khaffi," Perlu lu tahu wanita yang banyak duit biasanya seorang tante atau wanita yang berumur. Emang lu mau nikah sama tante-tante? " ketus Khaffi dengan kesal.
" Ya jangan yang tante dong. "sahutnya dengan sewot." Perawan juga masih banyak. Maksud gue cari yang anak tunggal, orangtuanya sultan bukan abal-abal. "
" Sultan juga pilih-pilih cari mantu, masa yang modelnya cuma selangk*ngan. " sahut Keken
" Eh kampret, lu kagak tahu. Ibarat merk mobil orangtua gue diibaratkan mobil Alph*rd, orang pasti suka sama mobil mahal. Tinggal sebut nama mama Navysah dan Ayah Davian saja mereka akan merestui gue jadi calon mantunya. Coba kalau Khaffi, nyebut nama emak bapaknya saja orang jarang ada yang kenal. "Fafa melirik pada Khaffi yang sedang cemberut.
" Ken, lu ngapain sih liatin cewek itu terus. Naksir lu? " Fafa melihat Keken yang selalu menatap wanita sexy tanpa berkedip, benar-benar pecinta wanita.
" Cantik bro, sexy, cup bra sekitar ukuran 36B, rambut panjang tergerai indah.Ini target gue bro " Keken bergerak cepat menghampiri wanita cantik tersebut dan mulai merayunya.
"Si perayu ulung sedang melancarkan aksinya." Fafa mendengarkan Keken yang sedang mengobral janji pada wanita itu.
" Kagak ada kapoknya dia." Imbuh Khaffi
* **
Kinan mendatangi kantor Davian, ia ingin membahas tentang Raffa. Kenapa Raffa tidak pulang juga padahal ini sudah empat tahun. Setiap kali Kinan telepon Raffa hanya menjawab nanti. Komunikasi diantara mereka berdua tidak berjalan lancar karena Raffa sibuk dan yang membuat Kinan cemas, beberapa kali saat video call Raffa terlihat bersama beberapa wanita. Salah satunya Jihan, wanita yang selalu membuat Kinan cemburu.
"Ayah..." sapa Kinan, ia sebenarnya merasa segan untuk meminta bantuan pada calon mertuanya, namun hanya itu yang bisa ia lakukan. Kinan tidak bisa meminta bantuan pada mama Navysah karena satu bulan terakhir kesehatan Navysah tidak begitu baik.
__ADS_1
"Ada perlu apa kamu kemari Nak." Davian beranjak dari kursi kerjanya dan menghampiri Kinan
"Ayah, kapan Raffa akan pulang yah? Aku rindu Raffa yah." Kinan berkaca-kaca menahan airmatanya. "Ayah, bisakah Ayah membantuku agar Raffa segera pulang." pinta Kinan
"Raffa sedang menyelesaikan proyek disana agar dia pulang ke Indonesia tanpa beban. Kamu bersabarlah." Davian mengelus rambut Kinan seperti anaknya sendiri. Davian tahu tiga tahun ini Raffa bekerja sangat keras untuk membesarkan perusahaan Hara Animation. Jatuh bangun Raffa mempertahankan perusahaan itu tanpa meminta bantuan dari Davian ataupun Navysah.
"Ayah." Kinan menggigit bibir bawahnya, "Sebenarnya Kinan punya janji dengan seorang pria. Jika dalam empat tahun Raffa tidak pulang maka mau tidak mau Kinan harus menikah dengan pria itu. Kinan nggak mau yah." airmata Kinan lolos begitu saja." Kinan sudah mencoba komunikasi dengan Raffa tapi tidak pernah tersambung. Kenapa Raffa tega sama Kinan, dia selalu menggantungkan perasaanku dan tidak peduli denganku yah, huhuhu... " Kinan menangis di pelukan Davian.
" Raffa bukannya tidak peduli denganmu Nak, dia sedang sibuk. "
" Sesibuk apa yah sampai tidak pernah menghubungiku hampir empat bulan ini, huhuhu. "Kinan masih tersedu-sedu," Ayah, tinggal tiga bulan lagi batas waktu perjanjian. Aku harus bagaimana yah. "
Davian menghela nafas kasarnya," Apa pria yang sering membawa anak perempuan kecil ke rumah. Siapa namanya? "
Davian pernah dua kali melihat pria itu menjemput anak kecil berumur tiga tahun, anak dari sahabat Kinan.
Kinan menganggukan kepala, membenarkan apa yang Davian katakan.
" Namanya bang Juna, kakak Jessica. Anak kecil itu anak Jessica namanya Prita yah."
Davian menganggukan kepala, ia ingat Juna anak dari rekan bisnisnya. Keluarga kaya raya,bukan orang sembarangan. Saat Juna menjemput Prita di rumah Davian, pernah sekali Juna menyapa dirinya. Dan tatapan saat Juna melihat Kinan sungguh berbeda,tatapan penuh cinta.
Kinan sering membawa Prita ke rumah Davian dan memberi warna tersendiri. Navysah begitu senang bisa bermain dengan Prita, seolah cucunya sendiri.
"Ayah akan mencoba membujuk Raffa untuk pulang. Jika dia tidak mau, dengan sangat terpaksa kamu harus menikah dengan Juna itu." Davian menggulum senyum sengaja menggoda Kinan
"Ayah...." rengek Kinan, "Tega banget sih sama aku. Aku kan maunya jadi menantu Ayah. Memang Ayah nggak nyesel kalau aku gagal jadi menantu Ayah. Aku sempurna lho yah." Kinan menggerucutkan bibirnya
"Sempurna gilanya." lirih Davian hampir tidak terdengar oleh Kinan, " Dirumah sudah ada tiga orang yang gila, ini mau nambah satu lagi." gumam Davian dalam hati. Ia mengingat istrinya, Fafa dan Inka yang selalu membuat keributan di rumah.
"Yasudah, Kinan pulang dulu yah. Assalamualaikum." Kinan mencium punggung tangan Davian
__ADS_1
"Walaikumm salam."