Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 21


__ADS_3

Kumandang adzan magrib terdengar sayup-sayup dari masjid sekitar rumah Davian.Setelah berdo'a bersama mereka mulai membatalkan puasanya. Terlihat Davian yang sedang menyesap secangkir teh chamomile, Raffa lebih suka minum segelas coklat panas dan Navysah yang lebih suka teh melati.Kinan yang tidak berpuasa ikut makan di samping Raffa. Setelah segelas coklat panas habis, Raffa bergegas ke lantai atas. Dan dia turun kembali dengan baju koko nya.


"Nak, mau shalat di masjid" tanya Navysah.


"Iya mah" dia mencium tangan kedua orangtua nya, Kinan selalu terpesona tiap kali melihat Raffa memakai baju koko. Aura nya luar biasa terlihat berkali-kali lipat lebih tampan baginya. Dan entah apa yang dipikirkan, dia mengulurkan tangannya ke arah Raffa.


" Bukan mahrom, jangan sentuh. Aku sudah wudhu" Ia langsung keluar rumah dan mengucapkan salam.


"Kenapa aku bodoh, kenapa tadi langsung mengulurkan tanganku" ucapnya dengan lirih namun masih terdengar di telinga Davian dan Navysah.


"Makanlah yang banyak, kata mama Ifa nanti dijemput Mamang jam delapan" ucap Navysah, ia sejak tadi melihat Kinan selalu melirik ke arah anaknya, Navysah tahu Kinan menyukai Raffa namun anaknya tidak pernah menganggap Kinan lebih dari sekedar adik.


"Ia mah, ini sudah cukup makannya. Perut Kinan sakit" ia meraba perutnya yang terasa sedikit kram.


"Tadi makan apa di sekolah, kok perutnya sakit?" tanya Navysah


"Nggak makan pedes kok tadi siang cuma makan roti keju kemasan, yasudah Kinan permisi mau ke atas dulu" ia bangkit dari kursinya, Navysah tidak sengaja melihat rok belakang Kinan terlihat seperti bercak darah.


"Kinan, tunggu Nak!" serunya dan menghampiri "Ini seperti bercak darah, kamu sedang menstruasi? " tanya Navysah. Kinan mencoba mencium aroma itu, "Iya mah ternyata darah menstruasi, biasanya tiga hari lagi. Kenapa menstruasiku selalu tidak teratur ya!"ucapnya


"Ya sudah kamu ganti dulu sana, pakai pembalutnya" ucap Navysah dan mendapat anggukkan dari sang gadis.


Navysah duduk kembali dan menyantap makanannya hingga licin tandas.


"Pesona anakku memang selalu menghipnotis kaum hawa termasuk Kinan" ucap Davian di sela-sela makan nya.


"Semua anakku memang tampan seperti kamu sayang dan cantik seperti diriku" ia mengerlingkan matanya untuk menggoda Davian.


"Nggak usah godain aku, paling ujung - ujungnya aku tidur sendirian lagi" ia mengingat sudah seminggu ini Navysah lebih suka menemani Inha tidur. Anak bungsunya selalu menangis dan rewel setiap kali akan tidur dan ingin selalu ditemani Navysah dengan dibacakan buku dongeng. Sudah tentu Inka akan iri pada kembarnya, dan pastinya ia ingin diperlukan sama dengan Inha.


"Apa mungkin Inha rewel karena ingin punya adik ya?" ucap Davian bermonolog, ia sengaja memancing singa betina untuk mengomel. Dan langsung mendapat cubitan dari sang istri. " Tidak akan! Umurku sudah empat puluh empat tahun,sudah ada lima ekor yang cerdas nya luar biasa dan aktif nya nggak ketulungan"

__ADS_1


Davian mencium pipi istrinya " Iya iya lima saja, yang penting jatah preman tetap harus dibayar sebagai mana mestinya" ia mengulum senyum.


"Mbuhlah! ( Entahlah)"


"Sayang, kamu sudah bilang Raffa untuk kuliah fakultas ekonomi?" tanya Davian setelah menyelesaikan makan nya.


"Belum" suaranya sedikit tercekik, jika suaminya sudah bertanya tentang kuliah anaknya, sudah pasti ujung - ujungnya mereka akan bertengkar.


"Capek ngomong sama kamu!, dia harus segera tahu bahwa aku sangat membutuhkanya untuk menjadi penerusku" dia beranjak dari kursinya dengan wajah kesal. Dan istrinya hanya menghela nafas panjangnya.


* **


Raffa menceritakan keadaan Rio pada ibunya bahwa Rio merasa kerepotan untuk membagi antara sekolah dan bekerja.Raffa meminta saran dari ibunya, apa yang harus dilakukan sahabatnya.


"Besok bilang sama Rio, seminggu lanjutkan bekerja di restoran nungguin karyawan yang bersedia menggantikan nya dan suruh Ayahnya kemari,mama butuh sopir untuk kirim barang produksi. Mang Dirman seminggu lagi akan resign, dia sudah tidak sanggup untuk menyetir. Kalau Ayahnya Rio mau, boleh kerja disini agar Rio tidak usah kerja part time lagi dia harus fokus pada sekolahnya "ucap Navysah dan dianggukan oleh sang anak.


"Makasih ya mah, Raffa sayang banget sama mama. Raffa bahagia bisa jadi anak mama" ia memeluk ibunya dengan pelukan hangat.


"Iya, mama juga sayang Raffa. Mama bahagia punya anak seperti Raffa yang selalu baik dan nurut "ucapnya sembari mengelus rambut anaknya.


"Untuk apa mah?" tanyanya


"Tadi Kinan sakit perut, dia sedang menstruasi,Cepatlah kesana. " ia melihat punggung anaknya yang kini mulai menjauh ada rasa sesak di dalam dada" Mama bukan orangtua yang baik Nak, bahkan mama tidak bisa melindungimu, mama tidak bisa mengabulkan impianmu sebagai animator" ia menangis menutup matanya, membayangkan betapa putus asa nya seorang Raffa karena tidak bisa menggapai impiannya. Sebenarnya Navysah tahu apa yang dilakukan anaknya di luar rumah, ia tahu Raffa menerima job untuk mendesain dari orang lain. Suaminya selalu menyuruh bodyguard memantau gerak-gerik kelima anaknya. Ia tidak ingin keluarganya dalam bahaya, semakin maju usaha semakin banyak pula orang yang ingin menjatuhkan dirinya. Navysah selalu mengizinkan Raffa untuk keluar rumah, dengan mendapatkan beberapa job desain interior, Navysah berharap anaknya akan berubah pikiran menjadi arsitek, setidaknya dengan begitu Raffa masih bisa menikmati hobi nya dengan menggambar.Navysah tahu karakter dari setiap anaknya, beda anak berbeda pula sifatnya. Dan Raffa, dia anak dari Raihan Akbar yang pantang menyerah. Sifatnya yang penyayang, sabar, pintar bahkan wajahnya plek ketiplek dari almarhum suaminya. "Maafkan mama Nak" lirihnya


"Tok.. Tok.." Raffa mengetuk kamar Kinan dan terlihat seorang gadis dengan wajah pucat sedang bersandar di kepala ranjang.


"Kamu sakit?" tanya Raffa, ia menyentuh dahi Kinan mencoba untuk mengecek suhu badannya.


"Perutku tidak nyaman, terasa kram dan nyeri. Karena ini hari pertama jadi sakit" ucapnya


"Ini dari mama Navysah" Ia menyerahkan botol dan handuknya.

__ADS_1


Kinan menerima dan langsung beringsut merebahkan dirinya di ranjang mencoba mencari posisi ternyaman.


"Apa sangat sakit?" tanyanya, ia tidak pernah tahu tentang menstruasi karena dirumah, ibunya tidak pernah kesakitan saat haid sedangkan kedua princess kembar masih kecil belum mendapatkan apa yang namanya datang bulan.


Ia mengangguk pelan "Kamu mau cobain hehehe?" ucapnya berseloroh.


Raffa melotot tajam kearah nya, "Lagi sakit masih bisa bercanda"


Kinan mengangkat sedikit kaos nya keatas dan terlihat kulit bagian perutnya yang mulus, dia meletakkan botol yang telah dibungkus handuk diatas perutnya "Ah nyaman nya, mama Navysah memang yang terbaik" ucapnya sembari tersenyum.


Raffa langsung membuang muka ketika melihat perut Kinan yang mulus, dia tidak ingin melihat pemandangan yang tidak biasa untuknya. Dia menarik handle pintu untuk keluar kamar.


"Mau kemana?" tanya Kinan


"Aku mau lihat adik-adik belajar " ia sengaja beralasan agar bisa keluar dari ruangan yang pengap baginya.


"Disini aja temenin aku" pinta Kinan


"Nggak mau" ia membuka pintu dan terlihat ibunya berdiri di depan kamar.


"Mama buatin Kinan jamu kunyit asem agar perutnya tidak terlalu sakit " Navysah melihat Kinan yang terbaring dan terlihat bagian perutnya. Navysah menutup bagian perut Kinan dengan selimut, ia tahu pasti anaknya merasa risih melihat Kinan yang tanpa sadar memperlihatkan bagian perutnya. Kini Kinan mulai menyesap sedikit demi sedikit jamu buatan ibunya.


"Yang satu sembrono tanpa sadar buka - buka perut gitu saja, Kinan memang bodoh dalam hal seperti ini. Dia belum tahu kalau apa yang dilakukannya bisa berakibat fatal untuk dirinya sendiri, dan untungnya anakku otak nya lempeng tidak tergoda hal seperti ini tapi dia juga lelaki punya hasrat dan rasa penasaran yang tinggi, aku harus ekstra menjaga mereka"gumamnya dalam hati.


" Terima kasih mah "ucap Kinan usai menghabiskan semua jamunya.


" Yasudah, kamu tidur disini saja nanti mama yang telepon Ayah Shafiq. Kamu perlu apa lagi Nan? "tanyanya


" Minyak kayu putih mah, biar sakitnya berkurang "pintanya.


" Raffa ambilkan minyak kayu putih di kotak obat "perintah Navysah dan ia bergegas mengambil apa yang diminta ibunya.

__ADS_1


" Ini" ia menyodorkan minyak kayu putih dan langsung pergi dari kamar Kinan.Navysah membalurkan minyak di sekitar pinggang dan perut Kinan agar dia merasa sedikit nyaman.


"Kalau masih butuh apa - apa bilang ya, mama keluar dulu." Dan ia menutup pintu kamar Kinan.


__ADS_2