Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 130


__ADS_3

Fafa membelokan mobilnya ke sebuah taman yang sepi. Ia mencoba bernegosiasi dengan Hanin agar mau menikah dengannya.


"Menikahlah denganku untuk saat ini." ucap Fafa tanpa melihat kearah Hanin. "Ini semua untuk ibuku, aku tidak ingin dia sakit lagi."


Hanin hanya membuang wajahnya ke arah lain. Melihat wajah Fafa membuat dirinya kesal apalagi kejadian semalam. Hanin pun menutupi tanda merah itu dengan rambut panjangnya.


"Kita tidak saling cinta untuk apa menikah!" ketus Hanin dengan pura-pura tidak mau.


" Begini saja, kita menikah karena simbiosis mutualisme. Aku akan menyuntikan dana pada perusahaanmu dan kamu harus menikah denganku.Perusahaanmu selamat, ibuku juga selamat. Entah itu satu bulan atau satu tahun terserah kamu yang penting saat ini kita harus menikah. "


Mendengar kata menyuntikan dana membuat Hanin sedikit mendapatkan angin segar, ia begitu lelah jika harus mengemis pada ayahnya yang tak kunjung memberinya uang untuk Hara. Hanin berfikir jika ada seseorang yang mau berinvestasi pada Hara maka dengan mudah perusahaannya bangkit kembali.


"Ada syarat lagi yang harus dipenuhi." ucap Hanin lagi


"Apalagi sih?!" dengus Fafa dengan kesal.


"Ini pernikahan hanya sementara,kamu harus mengikuti semua perintahku. Dan ku harap kau tidak melebihi batasanmu, jangan menyentuhku karena aku tidak mau!"


"Dih! Amit-amit!! eh, denger ya Janin,kalau lu nggak ngerayu gue kemarin, ogah banget nikah sama lu. Asal lu tahu aja, Rena lebih gemoy daripada lu! ucap Fafa," Setelah menikah terserah lu mau ngapain. Dan terserah gue mau pacaran sama Rena kek mau sama siapa kek, lu nggak berhak ngelarang gue!"


"Kalau gue salah, lu boleh cubitin lengan gue seperti biasanya!" sambungnya Fafa kembali, ia seolah terbiasa mendapat cubitan dari Hanin jika ia melakukan kesalahan. "Gue juga tahu lu masih cinta sama Adit kan, nggak usah munafik."


Hanin kembali terdiam, memang benar dirinya masih ada perasaan dengan sang mantan. Walaupun Adit sudah menghianatinya, ia masih saja belum bisa move on dari sang mantan.


"Oke deal, kita nikah." Hanin mengulurkan tangannya.


"Deal." Fafa membalas uluran tangan Hanin, ia sudah pasrah dengan semuanya yang terpenting baginya saat ini melihat ibunya bahagia dengan menikahi Hanin.


"Besok, kamu siap-siap. Kita akan ke rumahmu untuk melamar, lusa kita menikah."


"HAH...!! Kok besok sih!" Hanin terkejut tidak percaya, ini seperti nikah kilat baginya. "

__ADS_1


" Kalau Ibu Suri dan Ratu Medusa sudah bertindak, semuanya menjadi mudah baginya!" ucap Fafa, ia mengingat betapa hebohnya Mami Imel bertelepon ria dengan wedding organizer dan mama Navysah yang selalu telepon dengan menghubungi kerabat terdekatnya.


* **


Keluarga Davian disambut hangat oleh keluarga Hanin.Mereka melakukan pertunangan secara mendadak dan secara sederhana, mengenai tempat untuk diselenggarakan acara pernikahan kini mereka sepakat di halaman rumah Hanin yang cukup luas untuk melakukan pernikahan secara outdoor.


Gaun pengantin sudah Navysah persiapkan jauh - jauh hari. Ia bertindak begitu cepat saat tahu Hanin putus dengan pacarnya dan membeli semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk acara pernikahan.


Awalnya ibu Ria begitu terkejut saat Navysah mengatakan bahwa Fafa akan melamar anaknya besok dan lusa menjadi hari pernikahan mereka, namun ibu Ria begitu bahagia karena akhirnya ada seorang lelaki baik yang mau menikahi anaknya, apalagi calon besannya keluarga dari Davian Ahmad yang memiliki track record baik.


Fafa pun menyematkan cincin di jari manis Hanin sebagai tanda pertunangan. Hanin yang begitu cantik terlihat sangat menawan saat mengenakan kebaya berwarna hijau.


"Senyum dong sayang." ibu Ria mengelus rambut anaknya dengan lembut, "Ada tunangannya kok cemberut gitu." Ia melihat wajah Hanin yang selalu di tekuk sepanjang acara lamaran berlangsung.


Hanin tersenyum dengan terpaksa, ia memperlihatkan deretan giginya yang rapi.


"Anak mama memang paling cantik." ucap Bu Ria kembali


" Kamu ini lucu banget sih, calon mantu." Bu Ria tersenyum pada Fafa. " Kalau ibu menikah denganmu nanti ayah Dewa bahagia dong bisa nikah lagi, bidadari kisut diganti dengan bidadari cantik." selorohnya.


"Hahahaha..., ayah izinkan kamu menikah dengan Fafa mah, ayah tuker tambah dengan ABG yang lebih sexy darimu." seloroh Pak Dewa, ia begitu terhibur dengan gurauan istrinya. Ia pun sangat senang dengan Fafa karena membuat suasana ramai dan penuh dengan canda tawa dari semua orang yang hadir.


" Keluarga apalagi ini, ya allah.Sepertinya aku masuk jebakan batman " gumam Fafa dalam hati, niat hati agar keluarga Hanin marah namun malah sebaliknya. Di luar dugaan.


Navysah menahan tawanya saat Fafa mengerucutkan bibirnya," Mama tahu apa yang ada fikiranmu Fa!, jangan coba - coba mengagalkan acara ini. "gumam Navysah dalam hati.


Sebelumnya Navysah sudah memberi tahu pada keluarga Hanin bahwa anaknya suka bercanda dan membuat ulah hingga keluarga Hanin mau memakluminya.


Setelah acara selesai, Fafa meminta izin untuk pergi ke taman rumah Hanin. Ia begitu terkejut saat melihat taman Hanin yang sebagian sudah dihias sesuai permintaan ibunya. Banyak orang wara-wiri mendekor yang kini disulap menjadi taman bidadari. Nuansa putih dan hijau mendominasi taman itu.


"Emak gue memang luar biasa, tidak ada celah untukku kabur dari pernikahan ini. Semuanya tersusun rapi, sangat cepat dan indah." Fafa memijit kepalanya yang sedikit pusing. Sejak kemarin ia bahkan tidak diizinkan untuk pulang ataupun bekerja di perusahaan. Pengawal dari keluarga Davian sangat menjaganya begitu ketat, bahkan handphone Fafa harus disita selama dua hari agar dia tidak bisa berkomunikasi dengan siapapun.

__ADS_1


"Kenapa melamun? " Alif kini duduk di bangku taman menemani saudara kembarnya yang kini terlihat resah.


"Alif, kamu sayang kan sama aku?" Fafa merengek seperti biasanya, ia berharap Alif akan membantunya kali ini.


"Nggak, aku nggak sayang sama kamu!" ketus Alif, ia tahu jika Fafa sudah merengek dan bertingkah seperti anak kecil pasti dia akan meminta bantuan padanya.


"Dasar kembaran tidak punya akhlak!" seru Fafa, " Bantuin aku kenapa sih kali ini, kamu selalu begitu tidak sayang padaku." gerutu Fafa sembari mengerucutkan bibirnya.


"Bantuan apa? Kamu itu selalu minta tolong yang aneh - aneh makanya aku malas denganmu."


"Kamu mau kan menikah dengan Hanin, gantiin aku." pinta Fafa dengan memelas


"See, bener kan minta yang tidak masuk akal. Kamu yang berbuat jadi kamu yang harus bertanggung jawab."


"Lif, tapi aku tidak cinta dengan dia lif, beneran!" tegas Fafa


"Tidak cinta tapi nyosor juga. Hanin itu cantik, pintar, tidak manja sepertimu kurang apa lagi coba!?"


"Kurang gemoy, kurus, ngeselin, cerewet, suka teriak, sudah gitu pendek!" ucap Fafa dengan cepat


"Hanin tidak pendek untuk ukuran tinggi wanita dia wajar tingginya, kamu tidak boleh body lotion, dosa." Alif sengaja memplesetkan ucapnya, ia menggulum senyum.


"Body shamming bodoh!" ucap Fafa dengan kesal, bisa - bisanya Alif bercanda disaat Fafa bicara serius. "Nggak sekalian body scrub gitu!"


Alif terkekeh dengan candaan Fafa, ia begitu senang melihat wajah Fafa yang biasa ceria kini bermuram durja.


" Nanti juga cinta Fa, sekarang saja nolak. Besok juga ada apem diembat hahaha" goda Alif sembari tertawa


"Alif...!!!, sudah berani ya godain aku. Oke fix, besok aku embat juga si bengek untuk jadi bini kedua."


"Berani nikung Anggrek, aku bakar laptopmu!" Alif tahu laptop sangat berharga bagi Fafa,seolah urat nadi yang tidak boleh putus. Fafa begitu mencintai laptop itu.

__ADS_1


"Sekarang dokter kremi sudah berani sama aku, hah!" Fafa memiting leher Alif dengan pelan. Mereka bercanda tawa bersama tanpa terasa hari mulai sore.


__ADS_2