
Kinan dan Raffa kini datang ke pernikahan Jessica dan Bagas.
Pernikahan Jessica kali ini dilaksanakan secara outdoor dan sederhana. Seminggu yang lalu Jessica berpindah agama menjadi muslim mengikuti jejak kakaknya.
Raffa dan Kinan terlihat sangat serasi dengan balutan warna biru muda. Mereka menjadi saksi pernikahan kedua Jessica kali ini. Terlihat beberapa tamu rekan kerja dan kerabat dekat yang hadir di pernikahan Jessica.
Setelah ijab qobul kedua pasangan menyapa para tamu yang datang. Terlihat Alif dan Fafa datang ke acara tersebut. Mereka membawa pasangan masing-masing. Alif dengan Anggrek, Fafa dengan Hanin.
"Ngek, lu nggak pengen cepat - cepat nikah?" tanya Fafa pada Anggrek, ia melirik sejenak ke arah Alif.
"Nggak usah jadi kompor!" Alif menonyor saudara kembarnya. " Hubungan kami lagi adem."
"Es kali adem." celetuk Hanin
"Nin, lu nggak mau selingkuh? tanya Anggrek dengan bergurau," Banyak berondong ganteng masih kuliah, aku punya beberapa kenalan. Mana tahu kamu mau cari cadangan, hihihi.... "
" Yakin mau selingkuh dariku yang? Fafa melirik istrinya, ia tahu Hanin tidak akan berpaling darinya.
"Tidaklah, aku sudah dapat terong masa mau cari timun." kelakar Hanin sembari tertawa.
Fafa dan Anggrek tertawa begitu keras mendengar jawaban dari Hanin. Sedangkan Alif hanya menatap jengah pada pasangan mesum itu.
"Kira-kira Alif timun apa terong ya?" goda Fafa sembari melirik pada Alif
"Gue Jagung!"
"Ah bohong! pasti lu sosis seribuan Lif, ngaku aja lu!" Fafa menggoda kembarannya kembali.
"Nih, lu pasti segini nih." Fafa menunjukan jari kelingkingnya pada Alif
"Terserah lu deh Fa!" dengus Alif dengan kesal.
Anggrek tertawa hingga perutnya terasa kram. Alif yang terlihat begitu dingin bagi orang lain namun baginya Alif pria yang mau diajak bercanda seperti Fafa.
Jessica terlihat begitu bahagia bersama Bagas dan anak satu - satunya dari pernikahan sebelumnya. Mereka selalu memperhatikan senyuman terbaiknya.
"Senyuman penuh makna ini." goda Raffa pada Bagas, " Pistol bawah sudah siap nembak?!"
" Pistol sudah siap dan amunisi terisi penuh." jawab Bagas dengan tersenyum, " Tapi kali ini peluru air bukan peluru besi." ujarnya lagi
__ADS_1
Raffa tertawa lebar mendengar kelakar dari Bagas. Dan Jessica mencubit pinggang Bagas dengan keras.
" Tapi ngomong - ngomong lu kelihatan ganteng pakai jas hitam ini. " ucap Raffa dengan melihat penampilan Bagas dari atas sampai bawah
"Emang gue ganteng, Jessi aja tergila-gila denganku." Bagas begitu sombong dengan menepuk dadanya.
"Tapi nih ya, lu bakal lebih ganteng kalau pakai jas hujan anti air daripada jas hitam ini apalagi jas hujannya bonus saku dua lagi, kalau dapat amplop dari tamu, lu bisa langsung masukin ke saku." goda Raffa
"Setan lu Raff! Masa lagi acara sakral pakai jas hujan." gerutu Bagas
Raffa hanya tertawa, bersenda gurau dengan Bagas membicarakan bisnis ke depannya.
Juna mengobrol dengan beberapa tamu yang ia kenal, sebagai kakak dari Jessica ia merestui pernikahan adiknya kali ini. Juna pun sebagai wali nikah Jessica dengan Bagas. Orangtua Jessica tidak mungkin menjadi wali anaknya karena mereka non muslim.
" Adikmu sudah dua kali, kamu kapan Jun? Masa jomblo terus. " tanya dokter Erwin, salah seorang teman sejawatnya.
Kinan dan Alif yang mendengar pertanyaan tidak penting itu hanya memutar bola matanya dengan malas. Mereka tahu dokter Erwin salah satu dokter yang suka ikut campur dengan urusan orang dan selalu nyinyir.
"Santai saja bro, nanti juga ada jodohnya." ucap Juna dengan santai, ia tidak pernah tersinggung jika ada seseorang yang menanyakan kapan ia akan menikah.
"Lu kapan Nan? hampir satu tahun belum punya anak, buruan gih keburu tua. " ujar Erwin pada Kinan.
Kinan hanya tersenyum kecut tanpa menjawab pertanyaan dari temannya. Ia merasa terusik dengan pertanyaan yang sedikit menyinggungnya.
"Lu dokter tapi otak lu kosong!" sembur Alif.
" Pertanyaan tidak penting seperti itu tidak perlu ditanyakan. Apa kamu tidak berfikir orang itu tersinggung atau tidak, HAH..!! Alif menarik kerah baju dokter Erwin itu.
" Alif, sudah Lif. " Kinan mencoba melerai dan meredakan amarah Alif. " Ini pesta pernikahan Jessi, kita jangan bikin ribut Lif."
" Manusia seperti ini perlu di hajar mba, agar dia tahu bahwa ucapannya itu menyakitkan!" seru Alif dengan keras
"Alif, ayo kita pulang." ajak Anggrek, ia melihat pacarnya begitu marah dan emosi.
Fafa dan Raffa yang baru saja keluar menerima telepon dari perusahaan, kini merasa bingung saat terjadi sedikit keributan di acara Jessica.
"Ada apa ini? tanya Raffa, ia menghampiri istrinya yang berwajah sendu.
" Tidak apa-apa mas, ayo kita pulang terlebih dahulu. Ayo!" Kinan menarik tangan Raffa dan keluar dari rumah Jessica.
__ADS_1
" Ada apa yang? " tanya Fafa pada Hanin, ia begitu penasaran karena wajah Alif begitu merah.
"Tidak tahu A ,ayo kita pulang." Hanin menggandeng tangan suaminya, ia tidak ingin Fafa terlibat pertengkaran dengan tamu lainnya.
"Ada apa Nan?" tanya Raffa saat menyetir mobil. Ia melihat istrinya selalu diam setelah keluar dari acara Jessica.
"Mas, apa aku harus program hamil?"
Raffa mengenyitkan dahinya, ia melirik istrinya dari kaca mobil.
"Tidak perlu sayang, kita jalani dulu masa pacaran kita. Kamu tidak perlu mendengarkan omongan orang yang tidak penting. Allah akan memberikan waktu yang tepat untuk kita. Masalah anak kita serahkan pada Allah. Apa ada orang yang bicara kasar padamu?"
"Tidak mas." Kinan berbohong, ia menundukkan kepalanya
" Kinan tanpa kamu menjawab, aku sudah tahu kalau kamu sedang berbohong." Raffa menghela nafas panjangnya,
" Apa aku harus memasukan orang itu ke penjara dengan pasal perbuatan tidak menyenangkan?"
"Tidak perlu mas." Kinan mengelus lengan suaminya. " Aku baik-baik saja."
" Istriku memang yang terbaik walaupun cerewet." goda Raffa dengan mengelus pucuk kepala istrinya
"Raffa...!!!" teriak Kinan
Disisi lain,
Fafa menelepon Alif dan bertanya apa yang terjadi di acara itu, wajah Fafa terlihat marah dan kesal saat mengetahui kalau Kinan disindir perihal anak.
Hanin yang melihat suaminya kesal kini hanya bisa menyuguhkan secangkir kopi untuk suaminya agar emosinya mereda.
"Minum dulu A."
" Tidak mau! Aku lagi kesal." ucap Fafa dengan ketus.
"Masalah mba Kinan tadi."
Fafa menganggukan kepala.
"Eh, eh mau ngapain?" Hanin merasa bingung saat Fafa menggendongnya ala bridal.
__ADS_1
"Mau redakan emosi dengan cara itu ." Fafa menggulum senyum, ia menendang pintu kamarnya dengan kaki dan membaringkan istrinya si ranjang.
"Ah! bilang saja kamu pengen, banyak alasan pura - pura marah." Hanin pasrah saat suaminya meminta.