
Sepanjang perjalanan mereka diam membisu, tidak ada yang berinisiatif untuk memulai percakapan. Kinan pun sesekali melirik ke arah Raffa, ia merasa kikuk duduk bersebelahan dengan pria yang dicintainya.
"Raffa, maafkan aku" lirihnya. Ia mencoba untuk meminta maaf atas kesalahan yang ia buat.
"Sudahlah" balasnya tanpa melirik Kinan, ia lebih fokus mengemudikan mobilnya.
"Kamu masih marah sama aku?, aku harus bagaimana agar kita bisa kembali seperti semula. Aku tahu aku salah, tolong jangan perlakukan aku seperti ini" ia merasa menyesal, tanpa terasa airmata mengalir di sudut matanya.
" Aku sudah memaafkanmu, kejadian kemarin tidak penting bagiku. Dan kamu tidak perlu menangis, jangan cengeng. " ucapnya sembari melirik Kinan
"Beneran kamu sudah maafkan aku" ucapnya tidak percaya,wajahnya terlihat senang dengan sedikit lengkungan senyum.
"Hmmm.." balasnya singkat.
" Raffa bisakah kamu tidak memblokir nomer ponselku. " pintanya
"Oke" balasnya
Dan Kinan tersenyum semakin lebar, "Terima kasih, hehehe. Akhirnya aku tidak perlu petak umpet lagi." Ia keceplosan dan menutup mulutnya.
"Raffa, kamu akan lama kan di Inggris. Aku pasti kangen kamu" gumamnya dengan lirih namun masih terdengar di telinga Raffa.
"Mungkin enam tahun" balasnya singkat.
"Tapi saat liburan kamu akan pulang kan ke Indonesia?" tanyanya, ia berharap Raffa akan pulang setidaknya satu tahun sekali.
" May be yes, may be no" ia menghela nafas kasarnya tanpa melirik Kinan.
"Kamu mau kuliah kedokteran, belajar yang rajin jadilah dokter hebat dan bisa membantu orang lain yang kesusahan dan tidak punya biaya untuk pengobatan."
Kinan mengulum senyum, akhirnya Raffa mau mengobrol dengannya "Aku akan berusaha yang terbaik, setelah lulus aku ingin mengambil spesialis"
"Spesialis apa?" tanyanya
"Belum tahu nanti, yang penting bukan obgyn dan spesialis anak karena sudah ada mama Ifa dan Ayah Shafiq" ucapnya. " Menurutmu, aku lebih cocok ambil spesialis andrologi atau urologi?" sambungnya lagi.
"Terserah yang mana saya, yang penting kamu niat dan fokus"
" Raffa" lirih Kinan
"Apa"
"Raffa" lirih Kinan kembali, ia memanyunkan bibirnya dan merengek layaknya anak kecil,Ia menarik - narik kaos Raffa
"Apaan sih Nan!, baru dimaafkan tadi sudah bikin kesal lagi"ia mendengus karena bajunya ditarik Kinan, terasa geli saat Kinan menyentuh lengannya.
" Aku lapar, tadi belum sempat makan karena nyuapi Alif. Aku ingin makan baso, mau yah anterin aku "pintanya, ia sengaja memasang wajah imut agar Raffa menuruti keinginannya.
Mau tak mau ia menuruti keinginan Kinan dan mampir di warung baso kesukaannya.
" Mang, baso tiga mangkok. Pake mie bihun dua, yang satu tidak" perintahnya.
" Siap Neng Kinan, eleh - eleh tambah geulis pisan si eneng teh."sapa mang Usep. Ia sudah mengenal Kinan karena ayah Shafiq selalu membawanya ke kedai ini sejak dulu." Ini teh saha neng? Pacar? "tanyanya, ia melirik Raffa yang sedang membereskan letak saus dan kecap yang sedikit berantakan.
" Teman mang, hehehe "jawabnya dengan cengengesan.
" Oh, mamang kira pacar eneng. Ganteng pisan."
Raffa hanya menghela nafas kasarnya,pertanyaan seperti tadi sudah terbiasa terdengar di telinganya. Bagi orang yang tidak tahu, pasti mereka akan berpikir bahwa mereka sepasang kekasih.
Kinan hanya tersenyum dengan memperlihatkan giginya yang rapi." Andai saja Raffa pacarku, aku pasti sangat bahagia. Tapi itu tidak mungkin" gumamnya dalam hati.
Kinan melahap dua mangkok baso yang dipesannya, ia terlihat sangat berselera melahap semua makanannya tanpa memperdulikan Raffa yang sejak tadi melirik dirinya.
"Pelan-pelan makannya, kuah basonya panas, nanti kalau kurang kamu bisa pesan lagi?" ucap Raffa.
"Aku lapar" ia melanjutkan melahap makanannya.
__ADS_1
"Kamu lapar atau tidak sama saja,dasar tukang makan" cibirnya. Ia tahu Kinan selalu makan dua mangkok baso entah itu dalam keadaan lapar ataupun tidak.
"Alhamdulillah kenyang" ia mengelus perutnya. Sepanjang perjalanan ia selalu mengajak Raffa mengobrol, karena ini salah satu kesempatan ia untuk menghabiskan waktu bersama Raffa.
" Gimana nggak kenyang makan baso dua mangkok, tambah lontong sama kerupuk dan es teh dua gelas."sindirnya
" Hahahaha, aku memang doyan makan. Aku ingin sedikit berisi agar terlihat sexy, nggak kurus kayak gini. Rio selalu meledekku Kitis" gerutunya, "Kira - kira kalau aku sexy kamu akan tertarik padaku tidak ya Raff?!"
Ia memutar bola matanya dengan malas, wanita satu ini sangat apa adanya jika bicara,ia hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Kinan.
Terlintas dipikirannya saat ia mencuri dengar pembicaraan mama Navysah dengan Kinan.
"*Maafkan mama dan Ayah Davi tidak bisa menepati janji kami untuk menikahkan kamu dengan Raffa. Bagi mama Raffa segalanya, kebahagiaan dia yang utama. Maafkan mama Kinan*"
"*Iya mah, tidak apa-apa jika Raffa tidak ingin menikahiku , saat itu aku sudah mengutarakan isi hatiku tapi ternyata dia hanya menganggapku adik*"
"*Aku yang salah sudah mempunyai perasaan lebih padanya*"
" *Kinan memang cinta sama Raffa, kalau jodoh kita bersama kalau tidak yasudah. Pastinya Kinan akan menangis seharian dan patah hati jika dia menikah dengan gadis lain*.
Setiap kalimat yang ia dengar saat itu masih terniang jelas di telinganya dan orang tua nya merasa bersalah karena tidak bisa menepati janjinya.
"Raffa, kok kamu diam. Aku tadi bercerita panjang lebar kenapa tidak didengar" gerutu Kinan sembari menepuk bahu Raffa.
"Maaf" balasnya singkat.
"Kamu lagi mikirin apa sih!, apa aku boleh tahu? Ceritakan padaku"
" Tidak"
"Kinan" ucap Raffa
"Ya, kenapa?" ia menjawab tanpa melihat kearah Raffa, ia sedang menikmati pemandangan luar dari kaca jendela mobil.
__ADS_1
"Apa kau mencintaiku?" tanyanya
Kinan langsung melirik kearah Raffa yang sedang menyetir. Ia meremas dress yang sedang ia pakai karena terkejut dengan pertanyaannya.
" Jawab jujur, jangan bohong" perintah Raffa, ia bicara dengan nada tegas.
"Maaf" lirihnya, ia menundukkan kepala merasa malu.
"Itu bukan jawaban dari pertanyaanku." serunya, "Aku tanya, Apa kau mencintaiku?"
"Iya, aku mencintaimu. Sampai detik ini masih ada perasaan. Bohong jika aku berkata tidak. Maafkan aku Raff" ucapnya dengan tegas
Raffa memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas kasarnya. "Baiklah, Ayo kita bertunangan"
Kinan membelalakan matanya , ia merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Raffa barusan. "Apa aku salah dengar? " tanyanya.
"Tidak"
"Raffa, kamu jangan bercanda. Candaanmu sungguh kelewatan, ini nggak lucu" seru Kinan.
Ia segera menepikan mobilnya ke bahu jalan dan mematikan suara mobilnya . "Aku tidak bercanda, ini serius. Kalau kamu tidak mau yasudah aku tidak memaksa anggap aku tidak mengatakannya" ia menatap wajah Kinan dengan serius.
Kinan masih saja tidak percaya dengan apa yang diucapkan Raffa kembali. "Jangan begitu, aku mau bertunangan denganmu kok,tarik kembali ucapanmu, kamu sudah mengatakannya padaku dan aku mau." Entah apa yang ada dipikiran Kinan, ia langsung mengiyakan permintaan Raffa untuk bertunangan tanpa berdiskusi dengan orang tuanya.
"Tapi ada syaratnya?"seru Raffa.
" Hah... syarat?! " ucap Kinan.
\* \*\*
Andrologi : Bagian dari ilmu kedokteran yang khusus mempelajari struktur serta fungsi sistem reproduksi pria.
Urologi: Bagian dari ilmu kedokteran yang mengkhususkan mempelajari masalah terkait sistem kemih pria dan wanita termasuk ginjal, kandung kemih, kelenjar adrenalin dan saluran kemih.
__ADS_1