Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 78


__ADS_3

Kantor Davian,


Davian yang sedang sibuk di depan laptop kini menerima telepon dari sekretaris bahwa ada seorang tamu bernama ibu Ifa ingin menemuinya.


"Biarkan dia masuk" perintah Davian sembari menghela nafasnya.


Ifa masuk dan duduk di sofa, ia membawa beberapa berkas dan menyodorkan kearah Davian.


"Apa ini besan?" tanya Davian pada Ifa, ia melihat wajah Ifa yang begitu jutek tidak seperti biasanya.


"Bukalah, kau akan mengerti setelah melihatnya." ucap Ifa dengan menghembuskan nafas kasarnya.


Davian membuka dan melihat beberapa foto Raffa yang sedang duduk di sebuah taman bersama seorang wanita, ia pun melihat foto Raffa yang sedang menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan.


Ia membaca file kecelakaan Raffa beberapa bulan lalu, cukup membuat Davian syok dengan kenyataan pahit ini.


"Sekarang aku tahu jawabannya kenapa anakmu ingin membatalkan pertunangan ini. Alasannya bukan karena wanita lain, tapi memang anakmu mungkin malu dengan keadaannya yang sekarang." Ifa menatap sendu mencoba untuk menahan tangisnya, "Aku sengaja menyuruh orangku yang berada di Inggris untuk menyelidikinya dengan cepat." sambungnya lagi.


"Aku tidak ingin salah melangkah, ini tentang kebahagiaan anakku juga, jika aku menunggumu bergerak pasti akan lama." Ifa menghembuskan nafas kasarnya. " Apapun yang terjadi dengan Raffa, aku yakin Kinan bisa menerimanya. Tidak perlu berkecil hati, kita akan melakukan yang terbaik untuk kesembuhan Raffa. "


Tangan Davian terasa bergetar, ia sungguh tidak menyangka anaknya sangat rapi menyembunyikan sakitnya." Aku akan mengurus anakku. Semuanya akan kembali seperti semula, dan kamu tenanglah. Apapun yang terjadi Kinan tetap akan menjadi menantuku. " tegas Davian, "Terima kasih sudah memberiku informasi Fa."


"Hmm, jujur saja awalnya aku sangat kesal karena anakmu menyakiti hati Kinan apalagi Khaffi dan Alif berantem juga,tapi setelah mendapatkan informasi ini semua aku mengerti keadaannya. Raffa akan tetap menjadi menantuku apapun yang terjadi."


"Ifa, tolong tutupi ini semua dari Kinan. Jangan sampai dia tahu tentang kondisi Raffa. Lusa, aku akan ke Inggris bersama Navysah."


"Baiklah jika itu keinginanmu." Ifa beranjak dari duduknya, "Oh ya, teman akrab Raffa baru saja pulang ke Indonesia. Sudah pasti dia tahu keadaan Raffa yang sebenarnya."


Davian menautkan alisnya, ia tahu Raffa pergi ke Inggris bersama anak dari sopirnya, "Ah si Kribo itu." gumamnya dalam hati


Ia menelepon Kamil untuk menyelidiki tentang anak dari sopirnya, "Aku harus tahu tentang semuanya, bagaimana bisa dia pulang tanpa memberikan kabar pada kami" gumamnya dalam hati


* **


Davian pulang ke rumah malam hari saat istrinya tertidur pulas, terlalu banyak pekerjaan yang harus ia lakukan di kantor dan hal seperti ini sudah biasa ia lakukan.


Navysah merasa terganggu saat suaminya memeluknya dengan erat, "Mas, kau sudah pulang." ucapnya dengan suara parau.


"Hmmm." ujar Davian sembari mencium pipi istrinya.


"Sudah makan belum? aku akan siapkan."


"Sudah, kamu tidur saja." Davian mengelus rambut Navysah dengan lembut, "Sayang, lusa kita ke Inggris ya. Kita jenguk Raffa." Davian semakin memeluk erat tubuh istrinya


Navysah memandang wajah suaminya dengan intens, "Tumben mendadak,biasanya selalu planning terlebih dahulu. Apa ada sesuatu yang terjadi?" tanyanya penasaran


"Nanti setelah sampai Inggris kau akan tahu semuanya." Davian mencium bibir istrinya dengan lembut


Navysah bangkit dari tidurnya, ia menatap tajam suaminya "Katakan padaku sejujurnya, ada apa?"


"Maaf..." ujar Davian menyesal, ia menutup wajahnya dengan bantal dan terdengar lirih isak tangis hingga bahunya terlihat naik turun.


"Mas, kamu kenapa?" tanya Navysah, ia membuka bantal yang menutupi wajah suaminya. Navysah merasa bingung karena Davian menangis, sudah lama ia tidak melihat suaminya menangis seperti ini. "Katakan padaku ada apa?"

__ADS_1


"Anak kita, Raffa kecelakaan enam bulan lalu. Dia menutupi semuanya dari kita." Davian mengelus punggung istrinya, " Kamu harus kuat" Davian menyodorkan berkas file dan foto Raffa pada istrinya.


Navysah melihat foto anaknya yang berjalan dengan alat bantu, hatinya begitu sakit dan teriris. "Raffa, anakku huhuhu..." isaknya. " Feelingku benar kan mas, aku selalu gelisah dan mimpi buruk tentang Raffa tapi kamu selalu tidak percaya." ucap Navysah, sejak enam bulan yang lalu ia pernah mimpi buruk tentang Raffa, namun Davian hanya mengatakan bahwa itu hanya bunga tidur dan tidak berarti apa-apa.


" Maaf.. "balas Davian


"Besok kita harus kesana, aku ingin bertemu Raffa." pinta Navysah dengan memaksa


"Sssttt... jangan besok,Lusa kita akan kesana. Besok kamu temui Rio terlebih dahulu, tanyakan apa yang terjadi. Dia sudah pulang ke Indonesia." Davian merengkuh tubuh istrinya agar tenang.


"Jadi Rio sudah pulang, kenapa anakku tidak ikut pulang" tanyanya bermonolog.


"Raffa pasti malu dengan kondisinya sekarang, makanya dia ingin membatalkan pertunangan dengan Kinan.Informasi semua ini dari Ifa. Dan dia ingin tetap menjadikan Raffa menantunya apapun yang terjadi. Besok kamu bicara dengan si kembar kalau kita akan pergi sementara waktu, bilang kalau kita ke Semarang bukan ke Inggris."


Navysah menganggukan kepala tanda mengerti. Namun sepanjang malam ia tidak bisa memejamkan matanya, ia terus menangis mengingat anaknya yang kini jauh dengan kondisi yang cacat.


* **


Keesokan harinya Navysah bertemu dengan Rio di D & R Restaurant. Navysah meminta Rio untuk segera menemuinya.


"Tante..." sapa Rio sembari mencium punggung tangannya. "Maaf belum sempat menemui tante." ucap Rio dengan kikuk, ia melihat mata Tante Navysah yang bengkak.


" Aku takut diintrogasi." batin Rio


"Sekarang kamu bertambah tampan, rambutnya tidak Kribo lagi hanya bergelombang. Kulitnya juga bersih" ucap Navysah, ia melihat wajah Rio dengan intens.


"Perawatan tan, rambutku juga di smooting hihihi" balasnya dengan cengengesan,


" Tante hanya memberikan jalan, tinggal kamu yang bergerak. Ini semua karena kerja kerasmu."


"Sekarang kerja dimana?" tanya Navysah sembari menyeruput minumannya


"Di perusahaan kecil, Hara Animation tan."


"Kenapa tidak ke perusahaan Om Davian?"


"Nggak Tan, Rio ingin bekerja cari pengalaman dulu di Hara Animation."


"Rio..." Navysah memegang tangan Rio dengan lembut, "Apa yang terjadi dengan Raffa, kenapa dia sampai kecelakaan Nak." Navysah mulai menanyakan keadaan anaknya disana.


Rio merasa gugup, bingung apa yang harus dia jelaskan.


"Tolong jangan bohong sama tante, hiks... hiks..., tante ingin tahu semuanya, kumohon." pinta Navysah sambil menangis


Rio menceritakan apa yang terjadi tentang Raffa disana. Ia terlihat menangis saat menceritakan sahabat terbaiknya. Dan Navysah pun ikut menangis mendengar Raffa begitu gigih untuk sembuh dari sakitnya.


" Maafkan Rio tan, Raffa yang meminta Rio untuk tidak mengatakan pada tante. Raffa takut tante sakit lagi. Tapi Alif tahu semuanya, ia setiap hari selalu menelepon Raffa."


Navysah menghela nafas kasarnya, pantas saja Alif tidak ingin orang tuanya melihat isi handphonenya.Begitu pintarnya mereka menutupi semua agar dirinya tidak bersedih dan depresi kembali.


" Raffa memutuskan hubungan dengan Kinan, apa kau tahu? "tanya Navysah


Rio menganggukan kepala," Diantara kami tidak ada rahasia tan. " ucap Rio," Sejak kecelakaan itu memang Raffa ingin putus dengan Kinan, namun belum memiliki alasan yang kuat. "

__ADS_1


" Dan akhirnya menyerah seperti ini,Raffa berfikir mungkin Kinan akan mendapatkan pria yang lebih baik darinya."


Mereka mengobrol hingga sore hari dan kembali ke rumah mereka masing-masing.


" Mama... "teriak Inka saat melihat ibunya pulang ," Kata Ayah, mau ke Semarang. Kaka ikut ya. " pintanya


" Nggak usah, kamu jaga rumah saja. Kan masih sekolah,Mama cuma sebentar menengok Mami Naysila dan Nara. Mama kangen mereka. "Navysah terpaksa berbohong pada anaknya


" Tapi Aku juga kangen mereka. Ya Ha, kamu juga kangen kan sama mas Nara. " Inka meminta dukungan dari saudara kembarnya


" Iya mah, sudah lama tidak kesana. Haha juga ikut ya. " ucapnya dengan bergelayut di lengan ibunya.


"Semuanya tidak ada yang ikut." tegas Navysah.


Kedua anak kembarnya cemberut mendengar penolakan dari ibunya.


"Mama..." sapa Kinan, ia bergegas datang ke rumah setelah mendengar mama Navysah akan pergi ke Semarang, Kinan duduk dan bergelayut manja di lengan ibunya.


"Kok kamu kesini, kan sedang sakit" ujar Navysah, ia menyentuh rambut Kinan dengan lembut.


"Kangen mama." balasnya, "kata Inka mama mau ke Semarang


" Iya"Navysah bergegas masuk kamar dan Kinan mengekorinya.


"Lama mah?" tanya Kinan


"Nggak, ya paling seminggu." balasnya sembari memasukan beberapa baju ke dalam koper.


"Jangan kelamaan disana mah, aku pasti kangen mama." sahut Kinan dengan cemberut, ia selalu seperti ini sejak dulu. Jika Navysah pergi terlalu lama pasti Kinan akan menelepon dan selalu menanyakan kabarnya kapan akan pulang. Bagai anak ayam kehilangan induknya


" Iya, mama pasti cepat pulang. "


" Beneran ya jangan lama-lama" Kinan membantu ibunya memasukkan beberapa bajunya ke dalam koper.


"Iya iya" balas Navysah, "Kamu itu selalu khawatir kalau mama pergi tapi kalau mama Ifa yang pergi seminar berhari-hari tidak pulang, kamu tidak pernah nyariin."


Kinan hanya tersenyum dan menggaruk tengkuknya, apa yang mama Navysah katakan memang benar adanya.


"Kinan..." Navysah mengelus rambut Kinan dengan lembut


"Iya mah, kenapa?"


"Apa kamu benar - benar mencintai Raffa dengan tulus?" tanya Navysah dengan lembut


"Isshh.. Mama ah, masih ragu sama Kinan" desisnya, " Kalau aku tidak cinta dengannya pasti aku sudah pacaran dengan pria lain mah" tegasnya


"Bagaimana jika Raffa bukan pria sempurna" Navysah menatap Kinan dengan nanar, "Maksud mama, bagaimana jika Raffa sakit atau cacat pasti kamu tidak akan mau menerima dia kan?" Navysah ingin tahu jawaban dari Kinan tentang putranya.


"Mama...dengarkan aku." Kinan memegang erat tangan Navysah, " Kami tumbuh bersama, dan aku mengerti sifat Raffa. Sampai kapanpun aku akan menunggunya pulang, akan mencintainya apapun yang terjadi dan kami akan menikah. Hanya Raffa mah yang aku mau bukan pria lain." tegasnya


" Mama kenapa sih tanya seperti itu, aku sedikit takut." cebik Kinan, ia merasa aneh karena mama Navysah bertanya tentang perasaannya.


" Nggak papa sayang. "Navysah memeluk Kinan dengan erat," Terima kasih sudah mencintai anak mama dengan tulus." ia menahan airmatanya agar tidak menetes.

__ADS_1


__ADS_2