Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 118


__ADS_3

"Gak ada tempat lain selain disini?" Hanin menatap tidak suka saat melihat Fafa berada di tempat yang sama dengannya.


"Disini saja, makanannya enak." Adit menggandeng Hanin agar tetap ikut dengannya.


"Tapi disini penuh sayang." rajuk Hanin, ia menghentakan kakinya berharap Adit mau menuruti keinginannya dan pergi dari tempat itu.


"Tapi honey, beneran aku ingin makan disini." pinta Adit, "Menghirup aroma masakannya saja bikin aku ngiler, aku pengen banget, sumpah!"


"Uhuk.. Uhuk..." Fafa tersedak saat mendengar Adit memanggil Hanin dengan sebutan Honey.


"Cuih... Najis!" gumamnya dalam hati, "Mau saja dibodohi pria tengik itu." gumam Fafa dalam hati.


Adit tanpa sengaja melirik Fafa yang sedang membersihkan kemejanya dari tumpahan air. "Eh, kamu kan yang di pesta itu kan ya!?" sapanya, " Boleh nggak kita gabung disini."


"Boleh." sahut Vira dengan cepat , " Gabung sini saja, kita cuma berdua kok. Kasihan pacarnya berdiri terus." Ia melirik Hanin yang berdiri dan menoleh ke kanan kiri, berharap ada meja kosong untuknya.


"Ayo honey sini!" panggil Adit, ia membersihkan kursi yang akan menjadi tempat duduk Hanin. "Silakan duduk tuan putri." Adit tersenyum manis pada Hanin.


" So sweet banget!" ujar Vira, ia meleleh melihat tindakan Adit yang begitu romantis.


Hanin tersipu malu dengan sikap Adit, wajahnya selalu merona dan merasa menjadi wanita paling bahagia bisa bersama Adit.


"Cuih..!" lirih Fafa, namun Hanin masih bisa mendengar umpatan Fafa. Hanin melotot kearah Fafa dengan kesal.


"Honey, kamu mau makan apa?" tanya Adit, ia seolah tidak tahu bahwa Hanin sedang menatap tajam kearah Fafa.


" Jus strawberry saja."


"Beneran nggak mau makan?" tanya Adit sekali lagi.


"Tidak ***** makan! " Namun Hanin menatap kearah Fafa dengan sebal.


Adit memesan beberapa menu makanan dan minuman strawberry untuk Hanin.


"Fafa tidak peduli dengan Hanin yang selalu menatap tidak suka kearahnya, ia dan Vira bercanda tawa dan saling bercerita tentang diri mereka.


" Maaf, kamu siapanya pak Raffa? "tanya Adit, ia merasa penasaran dengan hubungan Fafa dan Raffa.


" Adiknya. "


" Serius!, Wah aku kira kamu cuma temen pak Raffa soalnya kalian tidak mirip, ternyata kamu adiknya. "


" Ialah tidak mirip, tingkah laku dan sifatnya juga berbeda dengan kak Raffa. Fafa adik tirinya." sahut Hanin dengan ketus.


Fafa merasa sedikit emosi dengan perkataan Hanin, ia tidak suka jika ada orang yang menganggap mereka saudara tiri karena bagi Fafa, mas Raffa sudah seperti kakak kandungnya. Fafa mencoba untuk diam tidak membalas perkataan Hanin.


" Ini pacar kamu? " tanya Adit kembali. "Kalian sangat cocok dan terlihat bahagia."


" Ialah bahagia,bersama wanita manapun Fafa selalu bahagia. Pacarnya saja banyak, nggak tahu ini yang keberapa!" sahut Hanin kembali.


"Pacarku memang banyak, tidak terhitung tapi aku tidak pernah meniduri mereka.Dan perlu kamu tahu, pria manapun pasti akan senang dengan banyak wanita disisinya, bukan begitu dit!?"


"Uhuk.. Uhuk..." Adit tersedak saat meminum air mineralnya. " Iy... Iya." jawabnya dengan gugup.


"Santai saja dit jawabnya, kayak pernah nidurin cewek saja jadi gugup begitu." ucap Fafa sembari menyunggingkan bibirnya keatas.

__ADS_1


"Apaan sih lu, nggak jelas! Mana mungkin Adit nidurin cewek!" murka Hanin, ia sedikit tersulut emosi dengan ucapan Fafa.


"Siapa yang nuduh pacar lu!, Gue kan tadi bilang, kayak pernah nidurin cewek saja. Kalau dia nggak pernah melakukan itu ya santai aja Nin, kenapa lu yang nyolot!"


"Gue gak suka lu ngomong gitu!" bentak Hanin, matanya mulai menyalang seolah menantang Fafa kembali.


" Aku ke toilet dulu." Fafa pergi dari tempatnya, ia tidak ingin meladeni ucapan Hanin yang begitu terdengar emosi .


Entah kenapa Hanin pun ikut pergi menyusul Fafa ke toilet, ia masih merasa geram dan ingin segera menumpahkah semua kekesalanya pada Fafa.


Hanin sengaja menunggu di luar pintu toilet pria, namun sudah lima belas menit Fafa tidak kunjung keluar dan itu membuat Hanin semakin kesal.


"Apa kau tidur di toilet, kenapa lama sekali!?" seru Hanin dengan wajah cemberut.


"Bukan urusanmu, kenapa juga kamu menungguku. Jangan bilang kamu ingin mengintipku ke toilet! " Fafa memegang bagian sel*ngkangannya seolah merasa malu.


"Najis..!" umpat Hanin, " Eh, denger ya Fafa, gue nggak suka lu bercanda seperti tadi apalagi menyudutkan Adit, gue bener-bener kesel Fa!"


"Ya terus lu mau apa?" tantang Fafa


"Orang itu kalau salah ya harus minta maaf, tapi itu tidak kamu lakukan. Sebenarnya kamu orang bukan sih!? Ngeselin banget."


"Gue siluman kura-kura ninja, puas lu!"


"Perlu lu tahu ya Nin, gue nggak bakalan minta maaf!" sambung Fafa lagi.


"Ihh..... ngeselin banget sih!" Hanin mencubit lengan Fafa bertubi-tubi tanpa ampun.


"Apaan sih Nin!, sakit tahu." Fafa mencengkram tangan Hanin dengan kuat hingga tangan Hanin kini berada di dadanya dan jarak mereka begitu dekat. Hembusan nafas Hanin yang terdengar begitu kasar karena ia begitu menggebu melawan Fafa. Aroma strawberry masih tercium dari mulut Hanin,sedikit membuat Fafa menjadi salah tingkah.


" Denger ya Nin, gue memang brengsek pacar gue banyak. Tapi gue nggak pernah berpura-pura sok baik dan berbohong, semua pacar gue tahu kalau gue punya banyak cewek dan mereka mutusin gue satu persatu. Coba lihat dengan jelas siapa pacar lu sebenarnya, dia baik atau tidak. Jangan mau dibodohi oleh pria munafik! "


" Dasar perempuan bodoh! "ejek Fafa sembari menyunggingkan bibirnya ke atas.


" Apa...! " seru Hanin, ia tidak terima dikatakan bodoh. Namun belum sempat ia memukul Fafa, suara teriakan seseorang membuat ia harus mengakhiri pertengkarannya dengan Fafa.


" Woi..! kalau mau pacaran jangan di depan toilet! " teriak seorang pria.


" Nggak modal lu pacaran disini! " teriak yang pria lainnya


Fafa melepaskan mencengkraman tangan Hanin dengan kasar, ia langsung kembali ke tempat Vira.


"Ayo kita pulang." ajak Fafa pada Vira.


"Kak Fafa mau anterin aku?"


"Iyalah, nanti kalau kamu pulangnya nyasar gimana. Bisa-bisa aku dicekik si bengek!, tapi naik taxi, nggak papa kan?"


Vira tersenyum lebar, dibalik penampilan Fafa yang urakan, ia ternyata pria baik, masih mau mengantarkan dirinya pulang walau hanya menggunakan taxi. " Nggak papa kak, terima kasih. "


Hanin datang dengan wajah ditekuk dan tanpa sudi melirik Fafa, dia menarik kursinya dengan kasar.


" Honey, kamu kok lama di toilet?" tanya Adit, ia masih mengunyah ayam bakar kesukaannya.


"Iya, tadi aku telepon Halwa sebentar." ucapnya dengan bohong.

__ADS_1


" Dari tadi kak Adit makannya banyak lho kak, apalagi rujak buah dia makan semuanya padahal kan asem banget. Kak Adit kayak orang lagi nyidam saja." gumam Vira,ia menunjukan satu piring kosong bekas rujak.


" Seger banget Vir, itu rujak enak banget!" sahut Adit.


" Ayo kita pulang. " Fafa menggandeng tangan Vira, ia pergi begitu saja tanpa pamit ataupun sekedar basa- basi pada Hanin dan Adit


* **


Setelah mengantarkan Vira pulang, Fafa berkunjung ke rumah Navysah. Ia ingin menagih janji pada ibunya bahwa hari ini Fafa akan mendapatkan semua fasilitasnya kembali.


"Emak! Emak! makan yuk..." ia langsung ke ruang makan dan mencari ibunya namun Fafa hanya melihat Kinan yang sedang menyantap makanan.


"Emakkkk....Auwooooo...!!"teriaknya seolah tarzan yang tinggal di hutan.


" Kampret lu Fa! , dasar toa rombeng, berisik banget! " Kinan menjitak kepala Fafa dengan gemas.


" Ditinggal mas Raffa, ini pipi tambah bulet aja, tambah pulen, gemoy banget. " Fafa mencubit pipi Kinan dengan gemas. Ia melihat perubahan pada bentuk Kinan yang tambah berisi. Fafa mengambil sedikit nasi dan lauk untuknya.


" Ini namanya kebahagiaan tiada tara. " Kinan masih melanjutkan makanannya, ia mengisi nasi kembali ke dalam piring kosongnya.


" Busyet!, habis nguli dimana mbak?. Makan nggak kira - kira." Fafa menggelengkan kepala melihat cara makan Kinan yang berbeda,porsi makannya pun ikut bertambah.


" Nguli di rumah sakit, tenaga dan fikiranku sudah terkuras habis. Dan sekarang waktunya isi kembali,hihihi. "


" Bilang aja doyan masakan emak! "cibir Fafa


" Pengin diet dan kurus lagi, badanku tambah melar ini. " gerutu Kinan dengan wajah ditekuk," Mau olahraga tapi aku malas Fa."


" Mba mau kurus dengan cepat tanpa olahraga, aku tahu caranya."


" Gimana caranya, ajarin mbak. " Kinan begitu penasaran dengan saran Fafa.


" Ada dua, yaitu ijinkan mas Raffa menikah lagi dan yang kedua dengan ilmu kebatinan. Tetangga punya mobil, mbatin. Tetangga traveling keliling dunia, mbatin. Mas Raffa punya selingkuhan ya pasti mbatin lagi. Dijamin pasti kurus hihihi." ucapnya dengan cengengesan.


" Adik kurang ajar!, ngasih saran nggak bener! " Kinan menjambak rambut Fafa dengan keras." Enak saja Raffa mau nikah dua kali. Langkahi dulu Samudera Hindia baru boleh nikah lagi. "


" Mana mungkin Samudera Hindia bisa dilangkahi. Mba Kinan soaknya kebangetan! "


" Wah..!! Bener - bener perlu disembur nih bocah, ngata-ngatain gue soak. Gue bukan soak tapi gue PE'A. Puas lu!"


" Kenapa sih kalian ribut - ribut?!"tanya Navysah yang baru saja datang." Ini lagi teriaknya kenceng amat, ini bukan hutan Fafa, Ini rumah. " Navysah mencubit pipi Fafa sebagai hukuman.


" Mak, kartuku mak. Ini sudah satu bulan lebih beberapa hari, emak belum kembalikan kartuku. "ujarnya


" Tunggu sebentar. " Navysah mencari sesuatu di laci bawah meja dapur ." Ini milikmu. " ia menyodorkan satu plastik putih yang berisi dompet dan kunci mobil Fafa.


" Ya ampun mak!, tega bener fasilitasku di simpan bersama perkakas dapur. Memangnya nggak ada tempat lain sampai ditaruh disitu." gerutu Fafa, ia membuka bungkusan putih itu dan melihat semuanya masih utuh.


"Karena tempat itu yang tidak akan pernah kamu sentuh hihihi."


Fafa hanya bisa menatap jengah dengan tingkah ibunya.


"Belum selesai juga makannya Nan?" tanya Navysah pada Kinan


"Bentar lagi mah." jawab Kinan

__ADS_1


"Mbak Kinan tambah gemoy ya mah? Apa jangan - jangan lagi hamil? "


"Kamu hamil Nan? Mama seneng banget kalau kamu hamil, ini cucu pertama mama dong ya." Navysah tersenyum lebar,Namun Kinan masih terdiam tidak menjawab.Ia mencoba berfikir, mengingat kembali kapan terakhir ia mendapat menstruasi.


__ADS_2