Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 70


__ADS_3

Seminggu lagi pernikahan Jessica dengan Sammy akan dilaksanakan.Mereka mengadakan pernikahan di sebuah gedung di area Jakarta Pusat. Selama satu bulan yang lalu Kinan selalu membantu Jessica untuk mempersiapkan pernikahan, mulai dari undangan, souvenir dan catering.Ia pun diminta untuk menjadi brismaid dalam acara tersebut.


Satu bulan ini juga hubungan Kinan dan Juna, kakak dari Jessica begitu intens. Kemanapun Kinan pergi bang Juna selalu mengantarnya. Mereka beberapa kali bertemu di rumah sakit dan di rumah Jessica, namun Kinan masih merasa canggung berhadapan dengan kakak sahabatnya.


"Ada yang mau dibeli lagi? Tadi Jessica pesan apa saja." Juna masih menunggu ikan bawal bakar pesanan adiknya, ia merasa akhir - akhir ini Jessica banyak permintaan,bukan calon suaminya yang disuruh untuk pergi namun Juna lah yang selalu dimintai tolong.


"Mmm... tinggal jus alpukat sama baso bakar,katanya dedek bayi ingin makan itu. " balas Kinan. Ia melirik Juna yang sedang duduk dengan wajah cemberut karena ulah adiknya.


"Jangan cemberut gitu nanti wajah cakepnya hilang loh, hehehe " seloroh Kinan, " Itung-itung bantuin dedek bayi, kan sebentar lagi mau jadi padhe Juna hihihi " goda Kinan.


"Cih! , andai saja waktu bisa diulang kembali. Sudah pasti aku akan menjaga Jessica lebih ketat lagi,hal seperti ini tidak akan terjadi. Kalau bisa jujur abang tidak suka dengan Sammy, tapi mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur. Jessica hamil duluan, bikin malu keluarga " gerutu Juna dengan kesal,ia merasa selalu dibohongi adiknya yang suka keluyuran hingga pulang malam hari.


" Kamu jaga diri baik-baik jangan sampai seperti Jessica, jika kamu mau melakukan kesalahan atau perbuatan yang tidak baik,Ingatlah ada orang tua dan keluargamu yang akan terkena dampaknya. Jangan sampai menyesal dikemudian hari, itu tidak akan berguna dan tidak akan merubah semuanya "Juna menasihati Kinan agar tidak terjerumus seperti adiknya yang salah pergaulan.


" Maaf bang, aku juga salah karena bohong dan selalu membela Jessica, dia sering bermain ke club dan pergi bersama pacarnya. "Kinan tertunduk malu dan menyesal.


"Kalau kamu merasa bersalah, kamu harus bertanggung jawab." tegas Juna sembari melirik wajah Kinan


"Kok aku yang harus bertanggung jawab!, Bagaimana caranya?" tanya Kinan bingung


"Menikahlah denganku." Juna menatap lekat netra Kinan yang berwarna coklat.Jarak mereka cukup dekat sampai orang lain yang berada di sekitarnya menengok kearah mereka.


"Hah....!!" Kinan terperanjak kaget dengan ucapan Juna.Kakak dari Jessica yang satu ini memang terbilang tampan, mata sipit dengan kulit putih bersih dengan wajah oriental pasti membuat setiap kaum hawa terpikat. Namun tidak untuk dirinya, bagi Kinan Raffa pria yang paling tampan dan baik.


"Mmm.. Menikah?" tanyanya, "Dengan abang.?" tanya Kinan kembali,wajahnya terlolong tidak percaya dengan apa yang di dengar. Ia menengok ke kanan dan ke kiri karena beberapa orang mencuri dengar pembicaraan mereka. Sangat malu bertatapan dengan banyak orang. Dan saat seperti ini seolah bang Juna mengajaknya untuk kearah yang lebih serius.

__ADS_1


"Hahaha... Tapi itu bohong" Juna tergelak tawa melihat wajah Kinan yang terlihat bodoh. " Jangan dianggap serius ucapanku, kamu tahu kan abang selalu bercanda."


"Yah, kirain beneran mau ngelamar pacarnya bang ternyata prank." celetuk seorang pria yang duduk tak jauh dari tempat mereka.


"Cuma temen pak, bukan pacar." Juna tersenyum lebar


Kinan hanya bisa tersenyum kecut, ia merasa lega karena Juna tidak benar-benar memintanya untuk menikah, sedangkan Kinan menunggu seorang pria yang begitu sangat ia cintai walaupun saat ini tidak tahu bagaimana keadaannya.


" Masih menunggu pria tidak jelas itu? "tanya Juna tanpa melihat wajah Kinan.


" Aku akan selalu menunggunya"Kinan menundukkan kepala. Wajah Kinan terlihat lesu mengingat Raffa yang sekarang tidak pernah mengirimkan kabar, entah apa yang terjadi disana sehingga Raffa tidak berkomunikasi dengannya.


" Hidup harus realistis, semua butuh kepastian. Jangan bodoh dan menunggu seseorang yang tidak pasti, hanya buang - buang waktu saja."


"Aku yakin dia akan pulang dan kami akan hidup bersama." tegas Kinan


" Maaf bukannya abang sok tahu, cuma ngingetin kamu saja karena tidak semua lelaki setia. Bisa jadi mereka setia tapi banyak wanita penggoda dan akhirnya ikut tergoda. " sambung Juna


" Tapi Raffa tidak seperti itu, aku yakin dia setia padaku." tegas Kinan, Ia masih selalu membela tunangannya walaupun dalam lubuk hatinya merasa khawatir jika Raffa tergoda dengan gadis cantik lainnya


" Kamu tahu apa hal yang paling sia-sia? "tanya Juna.


Kinan menggelengkan kepala.


" Menasihati orang yang sedang jatuh cinta "Juna menggulum senyum," Itu paling sia-sia karena tidak akan diterima oleh orang yang sedang jatuh cinta, nasehatnya akan selalu dibantah seperti kamu. "

__ADS_1


Kinan mendegus kesal, ia memalingkan wajahnya kearah lain.


" Marah sama abang "goda Juna dengan tersenyum," Kalau cemberut gitu wajah cantiknya hilang loh. " Juna mengcopy perkataan Kinan yang selalu ia lontarkan saat dirinya cemberut.


" Abang ngeselin ..!! "seru Kinan dengan tatapan tajam.


" Masa sih abang ngeselin. " Juna mengelitiki badan Kinan hingga terasa geli dan tertawa lepas bersama.


* **


Siang hari di sekolah Fafa,


Alif yang sedang berkunjung di perpustakaan kini dihampiri oleh Anggrek yang duduk tepat di sampingnya. Dia meminta Alif untuk mengajari pelajaran matematika yang sulit baginya.


"Caranya begini." Alif memberi contoh soal dan jawaban pada Anggrek, "Nanti hasilnya baru dibagi dengan ini." terang Alif, namun Anggrek kurang memperhatikan apa yang dijelaskan Alif. Dia lebih fokus dengan wajah Alif yang begitu bersih dan putih.


"Kalau minta diajarin kamu harus fokus ke pelajaran, bukan fokus dengan wajahku nggrek." ucap Alif tanpa melihat kearahnya.


Wajah Anggrek begitu merona saat ia ketahuan sedang memperhatikan Alif, "Maaf"


"Kalau kamu tidak mau fokus, lebih baik Fafa saja yang mengajarimu. Jangan minta bantuanku." tegas Alif


"Tidak.. tidak.., jangan Fafa! yang ada aku dikerjain lagi." tukas Anggrek, Ia kesal karena Fafa selalu membodohinya. Saat Anggrek pulang sekolah, pak sopir telat menjemputnya sehingga ia menunggu di luar gedung namun Fafa tiba-tiba datang dan menawari dirinya untuk membonceng bersama. Namun di tengah perjalanan, bukannya pulang ke rumah Fafa lebih dahulu berhenti di rumah makan padang dengan alasan lapar.


Anggrek merasa tidak cocok bermain dengan Fafa karena dia suka nongkrong dan bermain bersama banyak teman lelaki. Fafa pun selalu mengatakan lupa saat Anggrek meminta bantuan untuk mengerjakan tugas sekolahnya.Yang ada difikiran Fafa hanya bermain bersama sahabat dan bermain musik.

__ADS_1


Anggrek lebih merasa nyaman bersama Alif karena Alif lebih pintar dalam pelajaran, dia yang sedikit pendiam dan tidak banyak omong selalu memberikan kenyamanan tersendiri baginya.


"Lebih baik belajar dengan Alif yang pintar daripada aku harus bertemu dengan teman Fafa yang aneh aneh modelnya ." gerutu Anggrek dalam hati


__ADS_2