Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 127


__ADS_3

Setelah pulang kerja Fafa mencoba untuk mengintai aktifitas keseharian Rena. Ucapan dari Keken dan Khaffi begitu mengusik hatinya.


Wanita yang polos tidak akan selihai itu sampai membuatmu panas dingin,pasti dia sudah pernah melakukan dengan pria lain. Buka mata dan hatimu Fa!


" Aku harus menyelidiki Rena kali ini." Fafa menunggu Rena keluar dari apartemennya.


Setelah satu jam berlalu, ia melihat Rena masuk ke dalam sebuah mobil. Ia melihat seorang pria bule mencium kening Rena.


"Sh**!, siapa pria itu!?" geram Fafa, ia melihat wanitanya tersenyum manis dengan pria bule itu.


Fafa mengikuti kemanapun mobil itu melaju, ia sungguh penasaran dengan pria itu


* **


Di sebuah mobil,


Rena tertawa bersama pria berwajah bule bernama Mark. Ia terlihat begitu bahagia dengan sesekali mencium pipi sang pria.


"Sayang, bagaimana dengan hubungan kita? kapan kamu memutuskan pria bodoh itu?" Mark sesekali mencium tangan Rena dengan lembut


"Kamu tenang saja sayang, setelah aku menikah dengan Fafa dan menguras semua uangnya kita akan kabur ke Amerika. Aku sudah bosan dengannya, tapi kita butuh uang dia. Kamu sabar ya."


"Tapi aku cemburu saat kamu bersamanya."


"Mau bagaimana lagi sayang, kita harus sabar. Kekayaan Davian Ahmad begitu banyak dan sudah pasti Fafa akan mewarisi kekayaannya. Aku sangat menyukai uang, maka dari itu aku harus menikah dengannya."


Saat Mark mengendarai, ia sesekali melirik kearah spion dan melihat sebuah mobil seolah sedang mengintai dirinya.


" Sayang, kau lihat mobil Mercedes Benz merah di belakang itu, sepertinya dia mengikuti kita. "


Rena melihat kearah belakang, ia melihat mobil sport merah dengan plat nomer yang ia kenal.


"Itu mobil Fafa!" Rena terkejut saat mobil Fafa mengikutinya, "Apa yang harus kita lakukan sayang?"

__ADS_1


"Kamu tenang saja, kita akan membodohinya seperti biasa." Mark menyungingkan senyum, ia menarik sudut bibirnya keatas.


Mark memutar arah mobilnya, ia melaju ke sebuah yayasan panti asuhan terdekat dengan lokasi dirinya. Mereka masuk dengan membawa beberapa makanan ringan, bermain dengan anak-anak dan memberi amplop uang pada ibu panti tersebut.


Fafa melihat kegiatan Rena dari jauh, ia begitu bahagia ternyata Rena memiliki jiwa sosial yang tinggi.


"Drt... Drt..." handphone Rena bergetar, dan terlihat satu panggilan dari Fafa.


"Iya sayang." sapa Rena dengan begitu manja.


"Kamu dimana?"


"Aku... aku sedang keluar bersama sepupuku." Rena pura-pura berbohong seolah Fafa tidak tahu dimana dirinya berada.


"Sepupu yang mana? Kok aku tidak tahu."


" Dia Mark, anak dari tante Nana. Mark baru pulang dari Amerika sayang." jelas Rena


"Oh, yasudah! kamu hati - hati ya sayang." Fafa menutup ponselnya dengan cepat.


"Aman sayang, pria bodoh itu sudah pergi." bisik Mark di telinga Rena.


"Kamu memang pria terbaik." balasnya, " Jangan lupa ganti semua makanan kesukaanku ini."


"Kamu tenang saja sayang, setelah ini aku yakin pria bodoh itu akan semakin mencintaimu. Kamu akan mendapatkan uang lebih banyak." bisik Mark kembali


Rena tersenyum penuh kemenangan, ia begitu senang karena Mark begitu cekatan dan pintar mencari solusi untuk membodohi Fafa kembali.


* **


Navysah begitu pusing karena Fafa kembali merengek untuk menikah dengan Rena. Anaknya begitu cerewet dan keras kepala saat ibunya melarangnya untuk menikahi Rena. Navysah pun mendapat laporan dari Keken bahwa Rena bukan perempuan baik karena beberapa kali Keken melihat Rena bersama lelaki yang berbeda dan terlihat begitu mesra.


Navysah menyusun rencana bersama Kinan, Keken dan mami Imel. Mereka sengaja menjebak Fafa untuk masuk ke dalam permainannya.

__ADS_1


"Mama yakin ini akan berhasil?" tanya Kinan


"Yakin nggak yakin, tapi kita harus mencobanya. Mama hanya ingin Hanin, bukan Rena." tegasnya, "Memang kamu mau punya adik ipar seperti Rena?"


"Nggak!," jawabnya, "Kinan hanya berfikir jika Fafa dan Hanin menikah, rumah tangga seperti apa yang akan mereka jalani. Mereka sama-sama keras kepala dan cerewet, suka teriak. Rumah mereka akan seperti hutan rimba dan tanpa cinta."


"Kamu tenang saja, dulu mama menikah dengan ayah Davi juga tanpa cinta, tapi lihat sekarang, anak kami begitu banyak dan ayah sayang dengan kami semua. Kamu hanya perlu akting sesuai tugasmu.Ingat, ini rahasia kita semua, jangan sampai bocor sebelum Fafa menikah dengan Hanin. "


"Siap mah! Kali ini Kinan tidak akan mengecewakan mama, Kinan akan akting sebaik mungkin."


* **


Kinan menelepon suaminya dan menceritakan semua drama yang akan ia lakukan bersama keluarganya. Raffa hanya tersenyum mendengar rencana dari ibunya. Ia mengiyakan semua keinginan Kinan agar rencananya berhasil.


Wajah Kinan begitu bengkak akibat menangis semalaman, penampilannya begitu berantakan. Ia sengaja pergi ke perusahaan Raffa untuk melakukan misi tersembunyinya. Awalnya Kinan ingin melakukan akting di sebuah club malam dengan sedikit minum agar dirinya mabuk, namun Navysah tidak mengizinkan karena terlalu berbahaya.


Kinan masuk ke dalam ruangan suaminya dengan meracau tidak jelas. Beberapa karyawan yang masih lembur di perusahaan Raffa sesekali berbisik karena melihat istri bos nya begitu menyedihkan.


Hanin melihat Kinan yang duduk sembari berputar - putar di kursi Fafa. Hanin dan Rio pun mencoba menghubungi Raffa namun panggilannya selalu ditolak, ponsel Raffa pun mati saat terhubung kembali.


"Raffa selingkuh Nin, dia selingkuh di belakangku!" ucap Kinan dengan meracau sembari menegak sedikit minuman yang sengaja ia bawa dari rumah.


"Aku membencinya, aku benci Raffa!!" teriaknya, ia menarik rambutnya dengan kasar.


"Dia menikahiku, dan pergi dengan alasan kerja tapi saat aku video call dengannya, dia selalu bersama wanita lain. Dia selalu marah saat aku menanyakan siapa wanita itu. Aku hanya heran, kenapa wanita itu selalu bersama Raffa walaupun disaat malam hari, ia selalu terlihat bersamanya. "


" Kak Raffa tidak seperti itu Nan, percayalah. Dia begitu setia denganmu. " Hanin mencoba menenangkan hati Kinan, ia tahu Raffa pria baik dan tidak mungkin berselingkuh


" Kamu juga dibodohi dengan wajah polosnya! " teriak Kinan," Aku memang bodoh, selalu percaya dengannya. Raffa begitu jahat! " Kinan menangis dengan keras," Kenapa sih, pria selalu membuat wanita menangis! Kenapa pria selalu membodohi pasangannya dan pura-pura baik." Kinan sengaja memancing emosi Hanin, ia tahu pacar Hanin juga selingkuh dan menghamili wanita lain.


" Kenapa nasibku seburuk ini Nin." Kinan menegak sedikit minuman.


" Kok rasanya nggak enak sih! Bikin aku mual dan pusing" gumam Kinan dalam hati saat meneguk minumannya.

__ADS_1


Hanin yang merasa stress dengan kehidupan percintaannya kini mulai menegak satu gelas minuman, ia justru lebih mabuk daripada Kinan.


Mereka saling meracau dan merutuki pasangan mereka.


__ADS_2