
Di saat semua tamu bersorak - sorai gembira, gemuruh tepuk tangan terdengar begitu menggema di ballroom hotel,Fafa menghampiri ibunya dan memeluknya dengan erat.
"I love u sayangku, cup.. cup..." Navysah mencium pipi anaknya, ia tahu Fafa pandai dalam menyanyi dan membuat suasana menjadi meriah. "Anak mama memang keren banget, mama bangga." ia mengelus punggung Fafa dengan lembut
"I love u too mak, cup.. cup..." Fafa membalas ciuman ibunya." Fafa gitu lho." ia menyombongkan diri.
"Mba Kinan dan mas Raffa kelihatan bahagia banget ya mak." Fafa melihat kedua pengantin selalu tersenyum lebar sejak awal acara.
"Iya, alhamdulillah allah memudahkan semuanya. Melihat mereka bahagia, mama juga ikutan bahagia."
" Ya sudah nanti Fafa tambahin kebahagiaan mama lagi, habis mas Raffa nanti Fafa selanjutnya yang nikah ya mak." goda Fafa sembari cengengesan.
"Enak saja nikah!, kamu mau nikah sama kucing." Navysah melotot kearah Fafa dan mulai sewot. " Makan terkadang masih disuapin minta nikah." gerutunya, "Kalau sama Anggrek nggak papa atau dengan perempuan yang baik, sederhana nggak masalah buat mama. Ini malah carinya yang model truk goyang, aman kagak celaka iya!". Navysah tidak menyukai Rena yang selalu meliuk-liukan tubuhnya saat berjalan.
Fafa terkekeh dengan ucapan ibunya,"Jangan buka kartu napa mak kalau aku masih minta disuapin." Fafa merengek pada ibunya.
"Sexy mak, body mulus, bibit unggul grade A." ujarnya lagi.
"Grade A kok begitu!" sewotnya, ia melirik Rena yang sedang bercengkrama dengan seorang pria yang mungkin ia kenal. "Pokoknya nggak, sekali mama bilang nggak ya nggak!" tegas Navysah.
"Tante..." Anggrek menghampiri Navysah yang sedang bersama Fafa. "Kata Ayah Kamil, dia nungguin tante di lantai atas.
" Oke. "
Fafa sengaja memeluk Anggrek di depan ibunya. Ia memeluk dari arah belakang," Ngek, kata mama aku boleh nikahin kamu. Kamu mau kan ngek? kita cepetan nikah. " goda Fafa di telinga Anggrek.
Belum sempat Anggrek menjawab, Navysah kembali sewot dengan tingkah anaknya. "Jangan peluk - peluk anak orang sembarangan." Navysah menghujani anaknya dengan cubitan.
Sepasang mata menyalang melihat dari jauh Anggrek yang dipeluk mesra oleh kembarannya. Ia menarik tangan Anggrek agar segera mengikutinya, lebih tepatnya sedikit menyeret .
" Alif, kamu kenapa?" Anggrek menghentakan tangannya dan menatap wajah Alif yang masih merah padam. "Tanganku sakit." Anggrek melihat pergelangan tangannya yang sedikit merah akibat cengkraman Alif yang kuat.
Ia tidak menjawab dan tetap menarik tangan Anggrek, mereka menjauh dari ballroom hotel.
Fafa hanya menggulum senyum saat melihat Alif yang begitu kesal padanya, ia sengaja membuat Alif cemburu untuk kesekian kali. "Syukurin, emang enak aku kerjain.Gue yakin kali ini lu kalah lif, percuma lu diem tapi hati lu kebakaran jenggot, hihihi..."gumamnya dalam hati.
" Alif kenapa Fa, kok marah begitu?"tanya Navysah
" Nggak tahu mah. " Fafa meminta ijin untuk kembali berkumpul bersama Keken dan Khaffi.
" Truk aja gandengan, masa lu sendirian. "cibir Keken, ia melirik Khaffi yang selalu jomblo dan tidak berminat untuk berpacaran dengan seorang gadis.
" Enakan sendiri, bebas... " sahut Khaffi tak mau kalah."
__ADS_1
" Gue duluan Fa, Fi." Keken merengkuh bahu pacarnya dengan mesra.
" Cepet amat!, sini aja dulu, pesta belum selesai. " Fafa merarik kembali tangan Keken agar tidak pergi.
" Gue duluan, pengen ASI alias Air S*su Intan." lirih Keken sembari menggulum senyum.Ia mencium Intan di depan para sahabatnya.
" Najis lu! " Khaffi menatap jengah pada sahabatnya yang suka bergonta-ganti pacar dan s*x bebas.
" Nggak usah iri, kalau mau tinggal pilih mana yang akan menjadi pacarmu. Disini banyak wanita cantik, kamu bisa merasakan gimana rasanya kenikmatan tiada tara." Keken menaik turunkan alisnya
"Maunya yang polos, si Inha juga boleh abis dia cantik banget." goda Khaffi, ia sengaja menyulut emosi dua orang sahabatnya.
"Eh, ******! Berani lu macem-macem sama Inha gue goreng burung emprit lu!" ancam Fafa, ia tidak ingin ada seorang pria merusak adiknya. Rahangnya mengeras mendengar ucapan Khaffi. "Kalau lu mau yang polos gue kasih lu yang polosan, ada tuh si Asti tetangga sebelah. Dia baru saja gila karena suaminya pergi meninggalkan rumah. Tiap hari polosan terus keliling komplek, ambil aja gue ikhlas."
Khaffi hanya menggulum senyum.
"Gue mutilasi lu Fi!" ancam Keken. "Enak aja adik gue lu remes-remes.Jangan lupa si Inha jutek itu keponakan mami Imel yang paling disayang. Lecet dikit, kelar hidup lu. Gue aja yang anak kandung mami nggak begitu disayang, si Inha nomer satu bagi mami." ujar Keken
Keken sudah menganggap Inha seperti adik kandungnya karena mami Imelda begitu menyayanginya, dan sejak kecil Inha selalu menghabiskan waktu di rumah mereka. Inha pun memiliki kamar khusus layaknya princess yang mami Imel berikan untuknya sejak kecil.
Khaffi hanya tersenyum kembali saat dua sahabatnya begitu emosi.
"Nih, kalau lu mau. Itu tuh, cewe yang pakai baju hijau." Keken menunjuk seorang wanita
"Sudahlah, gue cabut dulu." Keken terkekeh sembari menepuk bahu Khaffi
"Gue juga." Fafa beranjak pergi.
"Mau kemana Fa?" Khaffi menahan lengan Fafa. "Alif juga nggak kelihatan lagi."
"Alif lagi berantem sama Anggrek, mendingan lu berantem saja sama tembok." ketus Fafa, " Gue mau minum air dulu, haus."
"Ambilin gue juga, haus." pinta Khaffi
"Oke, tapi gue kasih lu air ketuban mau?!"
"Najis...!!"
* **
Alif menghentikan mobilnya di sebuah taman, ia menginjak rem secara mendadak hingga Anggrek terbentur dan sedikit kesal.
"Kamu kenapa sih! Nggak jelas gini." bentak Anggrek, "Aku mau pulang." pintanya.
__ADS_1
"Apa yang kamu suka dari Fafa?" Alif sembari menghembuskan nafas panjangnya.
"Apa maksudmu?"
"Aku ulangi sekali lagi, apa yang kamu suka dari Fafa?!" Alif menatapnya dengan tajam.
" Fafa baik, dia lucu, menyenangkan. Siapapun yang berada di dekatnya pasti happy walaupun terkadang menyebalkan" ucap Anggrek dengan polos
"Tapi aku tidak suka kamu dekat dengannya." Alif menatap tajam wajah Anggrek dengan rasa amarah dan kesal.
"Kenapa?"
"Masih tanya kenapa!" ketus Alif, ia membuka seatbelt dengan kasar dan mendekatkan diri ke arah Anggrek. Alif mencium bibir Anggrek dan ********** dengan lembut. Mereka menghentikan kegiatannya saat keduanya mulai kehabisan nafas. Anggrek tidak menolak saat Alif menciumnya begitu dalam.
"Aku suka sama kamu jangan membuatku cemburu, mengerti!"
Anggrek menganggukan kepala, ia tersenyum lebar saat Alif menyatakan perasaannya.
" Mulai hari ini, aku jadi pacarmu?" tanya Anggrek dengan semangat.
"Terserah kamu, itu kamu yang minta bukan aku." ucap Alif sembari tersenyum
Raut wajah Anggrek berubah kesal kembali, ia menghujani Alif dengan banyak cubitan.
* **
Khaffi : Thor, gue juga mau pacar thor?
Author :Nanti
Khaffi : Kapan thor?
Author :Kapan - kapan
Khaffi :Sama Inha saja thor, biar aku nongol terus di bab selanjutnya.
Author :Kagak, Inha milik orang lain ntar ada novel selanjutnya, nggak tahu nanti di NT atau aplikasi lainnya ( sembari makan chiki micin, krauk... krauk...)
Khaffi : Author Jahat....!!
Author : Bodo mamat!
Just kidding gaes😂🤣🤣
__ADS_1