Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 103


__ADS_3

Anggrek dan Alif mengambil baju pengantin dan mengantarkannya ke sebuah kamar hotel.


Mereka juga melihat dekorasi yang indah di ballroom RC hotel yang akan dipakai untuk acara pernikahan Raffa dan Kinan besok.Mereka melihat Fafa yang sudah datang terlebih dahulu bersama Keken dan Mami Imel.


"Gimana sudah kelar semua? " tanya Alif, ia melihat beberapa orang dari Wedding Organizer sedang sibuk menyiapkan segala sesuatu.


" Paling tengah malam deh, ini saja sudah jam segini belum kelar, lihat noh, noh, noh." Fafa masih menunjuk beberapa bagian yang belum selesai dihias.


"Fa, mas mu kemana? Besok mau menikah tapi belum kelihatan." Mami Imel yang sudah berumur kini lebih memilih untuk memesan hotel agar lebih tepat waktu datang di acara pernikahan Raffa, ponakan yang paling penurut baginya.


"Mas Raffa gila kerja Mih!, dia suruh off nggak mau malah kelayaban keluar kantor terus. Fafa nih yang bekerja keras di dalam kantor, hehehe.. " ucap Fafa dengan gaya cengengesannya.


"Gayamu Fa!, bekerja keras dari hongkong. Orang cuma tanda tangan terima bersih dari Antoni aja bilangnya kerja keras." Keken meraup wajah Fafa dengan gemas, ia tahu kegiatan Fafa sehari - hari karena Keken pun tiap hari hanya tiduran di sofa kantor milik Fafa.


" Sesama pemalas jangan berantem, kalian itu sama saja sebelas dua belas! " sembur Imelda, ia pun merasa jengah dengan anak semata wayangnya yang suka berfoya-foya dan pacaran tidak jelas. Keken yang selalu membuat Imelda pusing dan naik darah.


"Ayah Feri masih kuat mih kerja, nanti kalau di sudah melambaikan tangan baru Keken kerja di perusahaan itu."


"Sudahlah nggak usah banyak janji, males mami dengerin omonganmu yang nggak bermutu itu!, janji doang kerjain kagak. Nikah sajalah kamu Ken, Fafa juga nikahlah sana biar tanggung jawab sama anak orang daripada bikin pusing." gerutu Mami Imel pada Keken dan Fafa, ia pergi meninggalkan pemuda-pemuda gila itu daripada tensi darahnya naik.


" Lu aja Ken nikah duluan. "sahut Fafa


" Ogah!!"sahut Keken," Hei men! Gue masih ingin berkelana, lu aja sono nikah duluan. Gue sumpahin lu bakal nikah cepet dan pastinya istri lu bikin pusing tiap hari. "


Fafa dengan gemas meremas mulut Keken," Enak aja lu sumpahin gue! "


" Nggak bakalan berlaku sumpah lu, karena mulutmu suka sosor sana sosor sini! " sembur Fafa dengan kesal.


" Eh, Ken lu tahu kan si Mimisan temen sekolah kita di SMA? Sekarang dia ganti alat perang. "ucap Fafa


" Mimisan yang mana? Kagak kenal gue"Keken mencoba mengingat nama seseorang yang ia kenal di sekolah dulu.


"Itu si Mizardi, pria gemulai yang suka lu suruh - suruh pergi ke kantin beli cemilan."


"Mizardi Ali kan, ya." sahut Anggrek. Ia pun tahu sosok Mizardi yang dulu satu sekolahan dengannya.


"Betul!, goceng buat lu ngek." timpal Fafa seolah memberi hadiah.


"Oh, si Mizardi Bimoli. Inget gue, inget" sahut Keken, " Beneran dia ganti anu?" tanyanya tidak percaya


"Beneran, orang dia kerja di WO ini. Dia belum nongol, ntar gue kenalin deh sama Mimisan Soun."


Fafa menceritakan pertemuan pertamanya dengan Mizardi. Anggrek, Alif dan Keken tergelak tawa mendengar cerita lucu Fafa.


Ponsel Alif bergetar, ia menerima telepon dari seseorang. ia sengaja menepi di sisi ballroom agar lebih leluasa menelepon.

__ADS_1


Setelah selesai menelepon Alif melihat seseorang yang ia kenal dari kejauhan,Alif mengangkat sudut bibirnya dan berlari kearah Fafa.


"Ramai ya ballroomnya apalagi besok." ucap Alif, "Daripada jenuh mendingan kita main. Taruhan siapa yang kalah harus cium orang yang masuk dalam ballroom saat ini." Alif mencoba menerangkan aturan mainnya.


"Ah nggak ah, males gue. Mendingan pulang terus tidur." Fafa tidak bergairah saat ini untuk bermain, tenaganya sudah habis untuk bekerja seharian di perusahaan.


" Ah, cemen lu Fa! Nggak asyik. Lumayan tahu cium cewek cantik, kalau dia marah tinggal beri dia uang jajan. "Keken mencoba merayu agar Fafa ikut dalam permainan."


Yang penting jangan cium cowok ya, ogah gue! "


" Oke,kita hompimpa yang kalah wajib cium orang yang pertama kali masuk gerbang ballroom. " ucap Alif


Alif memimpin permainan, mereka melakukan sesuai perintah Alif dan Keken kalah dalam permainan itu.


"Hahahaha, Keken kalah. Yuks, kita lihat siapa yang akan Keken cium." Mereka melihat kearah gerbang ballroom dan setelah satu menit berlalu Mizardi datang bersama seorang perempuan cantik, namun perempuan itu sedang menelepon sehingga Mizardi melangkahkan kakinya terlebih dahulu di gerbang ballroom.


" Anjayyyy..., Oh No.!!" teriak Keken, ia merasa kesal karena perempuan cantik itu tidak masuk terlebih dahulu melainkan Mizardi. "Masa gue cium boneka chucky!! Ogah ah!! "


"Yang benar saja, masa cium manusia setengah matang." Keken masih menggerutu dengan kesal, seumur hidupnya ia tidak pernah mencium wanita jadi-jadian yang jauh dari kriterianya. Bisa hancur imagenya sebagai cassanova ulung.


"Sudah terima saja takdirmu." Alif mendorong tubuh Keken untuk mendekati Mizardi.


Keken berjalan tanpa semangat, ia merutuki kebodohannya sendiri. Bagaimana bisa ia mencium seorang pria yang sudah berubah wujud menjadi wanita. Bagi Keken, pria adalah pria. Tidak bisa diubah walaupun senjata pria itu telah berubah.


Tanpa basa - basi Keken mencium pipi Mizardi dan berlari sekencang mungkin. Ia tidak ingin menampakan wajahnya. Malu luar biasa.


Terdengar gelak tawa dari segerombolan pria yang Mizardi kenal. Siapa lagi kalau bukan Fafa.


Mizardi menghentakan kakinya dan seolah kesal dengan Fafa yang selalu mengerjai dirinya.


"Oppa....!! Saranghae.. !!!" teriak Mizardi dengan begitu keras dengan mengangkat tangan keatas dan membentuk tanda love , hingga beberapa orang melirik dirinya. Ia melakukannya agar Fafa merasa malu.


"Fafa... I love you." rengek Mizardi begitu manja. Ia mendekat kearah Fafa


" Cuih..cuih...Najis.. Najis!!! Amit-amit." Fafa menggerutu begitu kesal karena Mizardi bersikap begitu lebay dan manja padanya.


Alif dan Anggrek tergelak tawa melihat wajah Fafa yang bersemu merah menahan malu dengan orang sekitarnya.


"Eh, Soun dengerin ya. Mendingan lu kerja, sudah telat sok manja lagi. Pen muntah gue lihat lu begini!" ketus Fafa masih dengan wajah kesalnya.


"Siapa suruh ngerjain aku." ucap Mizardi dengan manja, ia memegang lengan Fafa dengan erat.


"Eh, Soun lepasin nggak! ntar gue bisa sawan ketempelan nen lu." Fafa menghentakan lengannya, ia merasa geli dengan Mizardi yang menempelkan buah dadanya.


" Siapa tahu lu mau cobain Fa." bisik Mizardi di telinga Fafa namun Anggrek dan Alif masih bisa mendengarnya, mereka tergelak tawa dengan sikap dan ucapan Mizardi.

__ADS_1


"Najis...!!!" Fafa menjitak kepala Mizardi, " Mendingan lu cekik gue aja Soun daripada nyicipin nen lu, pergi sono kerja yang rajin ntar gue kasih amplop."


"Amplop duit!? mau dong." Mizardi berbinar


"Amplop takziah! " sahut Fafa dengan ketus.


"Kampret lu Fa!" gerutu Mizardi, ia kembali bekerja memantau pekerjaan karyawan menghias dekorasi.


"Ayo, main lagi kita suit yang kalah seperti biasa cium seseorang yang masuk gerbang pertama kali." Alif menaik turunkan alisnya.


"Ogah ah!, bisa-bisa gue dapet yang modelnya kayak Soun." Fafa menatap jengah


"Mizardi itu satu-satunya, siapa tahu lu dapat cewek cantik." bujuk Alif, ia berharap Fafa mau mengikuti ajakanya.


"Kalau aku kalah, aku cium Bengek ajalah. Takut gue dapet yang modelnya kayak si Soun. Ya ngek ya, boleh ya." pinta Fafa dengan cengengesan


Alif menatap kesal pada Fafa.


"Enak aja cium aku, mau aku jambak!" semprot Anggrek pada Fafa


"Pelit lu Ngek!"


"Bodo!" ketus Anggrek.


"Alif, aku ingin foto di sudut itu." Anggrek menunjuk sebuah tempat. "Dekorasinya indah, siapa tahu aku bisa jadi cover gadis sampul atau jadi model terkenal."


"Iya lu bisa jadi cover tapi bukan gadis sampul, lu pantesnya cover buku yasin Ngek!" celetuk Fafa


Anggrek memukuli lengan Fafa dengan gemas, "Kamu kalau nggak ledekin aku nggak enak ya Fa." geram Anggrek.


"Ayo kita suit cepetan." Alif melihat jam tangannya, ia terlihat gusar karena sebentar lagi kejutan untuk Fafa masuk ke dalam ballroom.


"Ayo." Alif menarik tangan Fafa untuk bersuit dengannya


Fafa mengiyakan permintaan Alif, ia melakukan suit.


"Gunting, batu, kertas." Alif mengeluarkan tangan dengan tanda gunting, sedangkan Fafa mengeluarkan tangan dengan tanda kertas.


"Asyik gue menang!" seru Alif, entah kenapa sejak dulu Fafa selalu suit dan mengeluarkan tanda kertas sehingga mudah ditebak.


" Ya allah semoga bukan yang modelnya kayak Soun ya allah, tolongin Fafa." ucap Fafa sembari menadahkan tangannya. "Aamiin."


Mereka menunggu selama sepuluh menit namun belum ada tanda - tanda seseorang masuk ke dalam ballroom. Namun, suara sepatu seorang perempuan begitu nyaring terdengar. Mereka bertiga melihat kearah gerbang ballroom.


"Anjayyyy....!!" Fafa terlihat lemas setelah melihat seseorang masuk ke dalam ballroom.

__ADS_1


Alif tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengerjai balik Fafa saat ini. "Syukurin....yes..yes..yes..."gumam Alif dalam hati.


Anggrek menutup mulutnya tidak percaya orang itu masuk ke dalam ballroom.


__ADS_2