Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 28


__ADS_3

Kinan selalu merengek menagih janji pada Raffa untuk jalan seharian, hingga akhirnya sore hari mereka berempat menuruti keinginannya untuk nonton bioskop.Mereka menggunakan sepeda motor agar lebih cepat sampai tujuan mengingat ini weekend Jakarta sudah pasti macet.


"Lu keren banget Raff, pake celana bolong - bolong gitu" Rio melihat temannya yang memakai kaos putih dan celana bolong compang - camping model terbaru. "Coba kalau gue yang pakai pasti dikira... Ah, sudahlah" ia menghela nafas panjangnya. "Emang yah, beda anak Sultan sama anak pinggiran" ucapnya lagi.


Raffa memiting leher temannya "Apaan sih lu Yo, biasa aja kali. Tadi lu gue tawarin baju dan celana gue nggak mau" ucapnya sembari mengelitiki tubuh Rio.


"Ammpuuuunn geli Raffa, hehehe... geli tau.. !" serunya, ia terkekeh dengan candaan sahabatnya. Dan Raffa melepaskannya begitu saja.


"Kita mau nonton apa? Pumpung double date nih" tanya Rio


"Double date" Tatia mengenyitkan dahinya, " Oh no..! Gue gini-gini juga milih kali masa sama lu Yo" protesnya.


"Hahaha, Ya ampun Titanus. Lu emang yah kalau di sekolah diem nggak berani cuap - cuap tapi kalau sama kita berani ngomong. Takut ya di sekolahan dapat kartu merah?" ledek Rio


"Gue berani kayak gini cuma sama kalian, gue ogah cari masalah di sekolah. Bisa tamat hidup gue, gue nggak punya kekuatan dan backingan untuk melawan mereka. Lebih baik diam cari aman, lulus dan cari kerja" ucapnya.


" Yasudah, yang penting kita semua harus lulus dengan nilai baik, syukur - syukur Rio sama Titanus bisa kuliah. Gue do'ain biar bisa kuliah bareng sama gue" ucap Kinan sembari memeluk Titan.


"Aamiin" ucap mereka bersamaan. "Makasih ya Raffa, Kinan, Rio kalian mau berteman dengan aku yang hanya figuran ini. Cuma kalian yang baik dan menghargai aku di sekolah, bahkan les saja Raffa menggratiskan untukku,selalu makan siang gratis lagi dirumahnya , Makasih ya " Titan mulai berkaca-kaca, ia tahu betul seperti apa dirinya di sekolah. Hanya mereka bertiga yang menganggap dirinya ada, sejak les dirumah Raffa, Titan selalu disuguhi makanan. Asisten rumah tangga di keluarga Raffa selalu menyiapkan semua makanan agar mereka tidak kelaparan.


" Sudahlah, kita disini mau refreshing sebelum ujian sekolah. Kita semua sama, nggak ada yang beda Titan. Yang bayar les mama Navysah, bukan diriku. Dia juga tidak keberatan kamu dan Rio les gratis dirumah, santai saja" Raffa


"Kita mau nonton apa nih?" tanya Rio, ia berdiri di antara beberapa banner film yang sedang diputar di bioskop.

__ADS_1


"Film romantis saja?" pinta Kinan


"Film Horor" pinta Titan. Belum sempat mereka sepakat, handphone Raffa berbunyi tanda ada pesan masuk. Ia melihat handphonenya dan tersenyum penuh kemenangan.


"Alhamdulillah" ia berjingkrak - jingkrak dan mengepalkan tangan ke udara "Yesss, aku juara tiga di kompetisi animasi kemarin. Aku menerima pemberitahuan email dari mereka " Raffa tanpa sengaja memeluk Kinan karena saking bahagianya. "Walaupun juara tiga aku sangat bersyukur, ini tidak mudah untuk meraihnya saingannya luar biasa" ia masih tersenyum bahagia namun disisi lain Kinan harus menata hatinya. Debaran jantungnya mulai tidak bisa di kontrol, ia berupaya agar tidak gugup dengan pelukan dadakan yang diberikan Raffa.


"Alhamdulillah, aku bahagia kamu bisa menang Raff selamat ya " Kinan mengelus punggung Raffa dan melepaskan pelukannya.


"Wah selamat ya bro" ucap Rio


"Selamat Raff, lu emang the best" Tatia


"Thank you semuanya, hari ini gue yang traktir kalian nonton dan makan. Terserah lu Yo, mau pilih film apa" Raffa memberikan beberapa lembar uang untuk membayar tiket bioskop dan Rio langsung membeli tiket, popcorn dan beberapa cola.


"Kok film horor?" Kinan melihat judul film yang dibeli Rio


"Ke toilet, Tatia juga sama"


Rio menjitak kepala Kinan karena saking gemasnya "Kitis, lu bener-bener polos atau bego sih?"tanyanya" Gue itu beli tiket film horor agar gue bisa cari kesempatan sama Tatia, lah elu sama Raffa. Ya kalau dia ngebolehin lu peluk - peluk dia yah "sambungnya lagi.


" Oh gitu, tapi aku beneran takut film horor " ucapnya, ia sangat tidak suka menonton film horor dari dulu karena setelah acara selesai pasti ia masih membayangkan adegan hantu tersebut.


" Nah, itu kesempatan lu Maemunah!!" ia merasa gemas karena Kinan nggak nyambung untuk urusan percintaan,pikirannya terlalu lempeng untuk seusia mereka. " Lu kalau pelajaran pinter, kalau masalah beginian onengnya nggak ketulungan. Makanya lu belajar dari gue " ia menaik turunkan alisnya dan ia mendapat cubitan dari Kinan.

__ADS_1


"Yasudah, aku nurut saja. Tapi aku nggak mau belajar mesum darimu" ia tidak berpikir sejauh itu, baginya sudah nonton dengan Raffa saja ia sangat senang.


Rio menyelidik kearah Kinan, ia sangat penasaran kenapa Kinan di usianya yang sekarang masih belum paham tentang gaya pacaran anak sekarang. "Kitis, jawab dengan jujur. Lu nggak pernah ciuman sama Bagas gitu selama pacaran dengannya " tanyanya dengan penuh selidik, "Jangan - jangan tuh bibir masih perawan"


Kinan melotot dan mencubit pinggang Rio, ia kesal jika Rio bertanya tentang hal privasi. "Bukan urusan lu" salaknya.


"Oke, tapi jawab jujur pertanyaan gue yang satu ini." Lu pernah lihat film gituan? "tanyanya


" Gituan? " Kinan belum mengerti apa yang dimaksud dengan pertanyaan Rio.


" Kesel banget deh ah kalau ngomong sama lu, otak lu nggak nyampe - nyampe. Maksud gue film b*kep gitu "ia menggertakkan giginya karena gemas dengan Kinan.


" Oh, gue nggak pernah lihat gituan. Kata mama Navysah nggak boleh nonton begituan nanti otak saraf dan pikiran kita akan rusak, menonton seperti itu akan membuat kecanduan dan apalagi di usia seperti kita yang belum saatnya melihat hal seperti itu, takutnya coba - coba yang berakibat p*rnoaksi. Kebablasan dalam pergaulan yang berakibat hamil diluar nikah. Mama Navysah mengajarkan aku sex edukasi, hal yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain. Jadi sampai sekarang aku tidak mau lihat begituan " ucapnya


" Oh sekarang gue tahu dibalik pikiran lu dan Raffa yang lempeng, ada sosok emak Raffa yang selalu menasihati kalian. Luar biasa protektif sama anak. Kalau emak dia butuh anak angkat gue mau jadi anaknya biar pikiran gue selurus kalian"


"Tapi masalahnya penerimaan anak angkat sudah ditutup, mama Navysah sudah kebanyakan punya anak angkat. Belum tentu kalau lu jadi anak angkatnya otak lu langsung waras dan lempeng kayak Raffa " cibirnya dengan memutar bola matanya malas.


"Hehehehe, siapa tau ada lowongan anak angkat lagi tis, gue mau" Rio


"Ayo kita masuk, sudah mulai tuh filmnya" Raffa mengajak mereka masuk dalam bioskop. Sepanjang film diputar Kinan selalu memegang lengan Raffa, sesekali dia berlindung di lengannya. Raffa pun tidak menolak karena ia tahu sejak dulu Kinan seorang yang penakut dengan hantu. Sejak dulu, jika Kinan merajuk dan tidak mau berdamai dengannya, ia selalu menakut- nakuti Kinan dengan cerita hantu, hingga akhirnya si gadis manja itu selalu datang menghampiri dan mengikutinya tanpa disuruh.


Disisi lain, harapan Rio musnah sudah. Berharap Titan akan memeluknya jika melihat adegan hantu, namun sebaliknya ia hanya diam tidak ada tanda - tanda ketakutan dalam diri Titan. Rio hanya meliriknya sekilas. "Yang milih film siapa, yang dapat pelukan siapa. Apes banget deh gue si Titanus ternyata tidak penakut seperti si Kitis " ucapnya dalam hati.

__ADS_1


* **


Jangan lupa like, Vote and comment. Sebentar lagi menuju konflik,up nya nunggu Author senggang ya. Matursuwun 😊😁😘


__ADS_2