
Flashback Off
Fafa pulang sore hari dengan membawa begitu banyak makanan. Ia melenggang dengan hati riang dan berjalan dengan gaya khasnya yang pecicilan.
"Emaaaaaakkkk....!!!" teriak Fafa dari luar, ia terkadang menyebut ibunya dengan kata emak. Anak yang selalu berbeda sendiri.
"Aaauuwoooo...!!! Fafa pulang bawa jajanan" serunya dengan gaya tarzan yang hidup di hutan. Suaranya sangat lantang sehingga membuat kedua orang tuanya yang kini sedang makan ikut tersedak.
"Amit-amit bocah satu ini." Davian mengelus dadanya, seolah butuh kesabaran ekstra menghadapi anaknya yang sejak kecil selalu membuat keriwehan di dalam rumah.
"Jangan teriak begitu, ini bukan hutan.Kalau masuk rumah ucapkan salam bukan berteriak seperti tarzan." gerutu Navysah
"Iya mak." balas Fafa, ia menyodorkan beberapa kresek putih pada ibunya.
"Apa ini?" tanya Navysah, "Kamu darimana saja jam segini baru pulang? Alif malah sudah nyampe rumah tadi siang "
"Kue dan buah dari emaknya Tiara, katanya buat Fafa yang paling ganteng hihihi."
"Hachih... Hachih..." Davian pura-pura bersin, mendengar anaknya yang selalu kepedean membuatnya ingin tertawa keras. "Sok ganteng, kayak ada yang mau saja"
"Eits...!!, Ada Ayah rupanya. Fafa kira manekin yang biasa emak bawa dari butik" godanya sembari tersenyum, namun ia mendapat lemparan kain lap dari Ayahnya.
"Ayah nggak tahu sih, coba saja mama ngizinin aku pacaran. Sudah pasti banyak cewek yang antri untuk menjadi pacarku. Mama kan galak yah, kami nggak boleh pacaran." gerutu Fafa
"Sekolah yang bener kalau sudah kerja dan siap, mama akan menikahkanmu.Pacarannya setelah menikah saja, pasti lebih indah."
"Ah, mama nggak asyik" cebiknya, ia menggigit buah apel yang ia terima dari Tiara.
"Kamu tidak makan Fa?" tanya Navysah kembali
__ADS_1
"Sudah kenyang tadi makan di rumah Tiara, makan rame - rame sama Yusuf dan Aurin. Alif diajak nggak mau sih yasudah." Fafa tahu Alif sangat selektif dalam bergaul, ia tidak ingin membuang waktunya untuk hal yang tidak penting, apalagi sekedar bermain.
"Kamu itu kebiasaan makan dirumah orang, mulung jajanan orang terus. Malu Fa sama keluarga temanmu itu." Davian tidak habis fikir, anaknya satu ini susah diberi tahu. Ia juga tahu Fafa orang yang loyal terhadap teman - temannya, hingga dia punya banyak teman tanpa melihat status sosial."
"Fafa nggak mulung yah, ini beneran dikasih emaknya Tiara karena Fafa bantuin emaknya bikin jemuran baju di halaman."
Davian hanya menghela nafasnya, seorang anak bos properti bergaul dengan kalangan bawah dan dengan sigap membantu ibu temannya membuat jemuran baju, luar biasa. Memang Davian akui, anaknya satu ini lebih suka berada di outdoor sehingga kulitnya lebih gelap dari Alif. Apapun pekerjaan mampu ia lakukan, berbeda dengan Alif yang selalu pasif. Hobbi Fafa menyanyi dan berolahraga, tidak jarang dia selalu membantu ART untuk memanjat pohon mangga yang terletak di belakang rumah, dialah juaranya ahli panjat memanjat. Bakat yang tidak dimiliki anak lainnya.
"Ayah tumben pulang sore, biasanya selalu pulang malam" tanya Fafa
"Ayah lelah ingin istirahat, kamu sih tidak membantu Ayah mengurus perusahaan." Davian mendegus kesal. Entah kenapa anaknya selalu menolak jika disuruh membantu dirinya di perusahaan. Berbeda dengan Raffa, dulu saat sekolah ia selalu menyempatkan diri untuk mampir di kantor Ayahnya, membantu beberapa berkas dan belajar tentang bisnis. Beda anak, beda sifat. Dan kini Davian merindukan Raffa, anaknya yang belum pulang ke Indonesia walaupun sudah lulus wisuda. Entah apa yang dilakukan disana hingga saat ini Raffa belum memberikan kabar.
"Kamu sudah dapat kabar dari Raffa yang" tanyanya pada Navysah,
"Sudah, kemarin dia video call katanya enam bulan ini sibuk kerja. Dia mendapat project dari perusahaan kontraktor untuk proyek jalan raya.
" Kemarin saat telepon Raffa sedang rebahan di kamar, sepertinya dia kelelahan "Navysah mengingat saat terakhir bertukar kabar dengan anaknya.
" Kapan ya mah mas Raffa pulang, Fafa kangen. " Fafa sangat merindukan kakaknya, hanya dia tempat untuk bercerita dan berkeluh kesah tentang masalahnya.
" Sebentar lagi, mas Raffa masih sibuk kerja." Navysah
"Mah..." Alif langsung menghampiri ibunya dan duduk di samping Fafa." Alif mau ke toko buku " sambungnya sembari mengambil buah apel dari kresek putih.
"Lif, lif sekalian ya beliin buku untukku juga. Tugas dari bu Ivon kan pelajaran biologi. Aku belum kumpulin, kamu yang ngerjain ya bantuin aku." Fafa merengek pada Alif dan bersandar di bahu Alif
"Apaan sih Fa!, jangan begini geli tahu." Alif menjauhkan kepala Fafa yang bersandar di bahunya. "Aku beliin bukunya tapi kamu yang kerjain sendiri tugasnya. Jangan malas!" seru Alif, dia sudah merasa jengah karena Fafa jarang sekali mengerjakan tugas sekolah dan selalu Alif yang kerjakan karena dia merasa iba jika kembarnya selalu dihukum keliling lapangan.
" Sekali ini lagi lif, tega banget sih sama aku. "Fafa merengek kembali padanya
__ADS_1
" Nggak ada alasan kali ini, belajar bertanggung jawab kerjakan tugasnya jangan main terus. "tegas Alif
Navysah hanya menggulum senyum melihat Fafa yang cemberut karena permintaannya tidak dituruti Alif" Alif benar Fa, kamu harus lebih giat belajar. Mama sudah memberimu kebebasan untuk nyanyi di restoran Ayah, tapi kamu harus tahu tanggung jawabmu sebagai pelajar jangan kebanyakan main terus, sebentar lagi ujian. "
" Iya mak."balasnya
" Alif, besok malam datanglah ke acara pernikahan anak dari rekan bisnis Ayah. Ada Kinan disana, Ayah sibuk tidak bisa datang. "
"Fafa saja yah, masa Alif terus yang gantiin." cebik Alif, seperti biasa jika Davian tidak bisa menghadiri sebuah acara maka Alif yang akan menggantikannya.
" Fafa saja yah, aku mau disana pasti banyak perempuan cantik." sambung Fafa tersenyum membayangkan perempuan seksi dan cantik di sebuah pesta
" Jangan kamu, biar Alif saja. Kamu biasa rusuh, kita harus menjaga image perusahaan di setiap pertemuan. Dan Alif pasti bisa." balas Davian
Fafa hanya tersenyum kecut, seperti biasa Ayahnya selalu menganggap remeh dirinya, Ayahnya selalu membanding - bandingkan mereka dan sudah pasti Alif lebih mendapat dukungan dari sang Ayah.
" Nanti Fafa sama mama saja, kita akan promo live di aplikasi online shop. Kita bisa promosiin gamis mama sekalian kamu bisa nyanyiin lagu yang terbaik . Follower Fafa kan banyak, suruh tuh beli baju di online shop mama." ujar Navysah, ia merasa iba karena Fafa terlihat sedih dan tidak ada yang mendukungnya.
" Asyik!!, mamaku memang paling pengertian,mata duitan dan tidak melewatkan kesempatan. Sambil menyelam minum arak hihihi. "selorohnya
" Sambil menyelam minum air bodoh! " Alif merasa kesal karena Fafa selalu bercanda dan bicara seenaknya sendiri.
" Enak aja mama mata duitan, kalau kamu nggak mau yasudah! "Navysah pura-pura kesal
" Jangan ngambek mah, nanti tambah jelek lho banyak keriput,kaburrrr..." Fafa berlari menghindari murka ibunya
" Fafa....!!! "teriak Navysah
Davian hanya menggaruk tengkuknya" Bagaimana Fafa aku beri kesempatan untuk menghadiri acara penting, ucapan yang keluar dari mulutnya semua unfaedah. Tidak pernah serius dalam bicara yang ada diperolok lawan bisnisku"gumamnya dalam hati
__ADS_1