Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 76


__ADS_3

"Alif....!!!"teriak Kinan, ia menerobos kamar Alif yang tidak di kunci.


" Sini kamu...!! "teriak Kinan, Alif yang sedang tidur merasa terkejut saat rambutnya ditarik dengan kasar dan Kinan memukulnya bertubi-tubi ." Kamu kan yang laporan sama Raffa kalau aku bersama bang Juna dan aku dipeluk Bagas! " Kinan begitu murka dan melampiaskan kekesalan pada Alif


" Apaan sih mbak! Sakit tahu...!" bentak Alif, kaos yang ia pakai terkoyak karena Kinan begitu membabi buta menghajarnya.


" Kamu nggak usah bohong, mana mungkin Raffa tahu kelakuan mba kalau tidak ada seseorang yang melapor" bentak Kinan, ia masih ingin merangsek ke tubuh Alif dan memukulinya.


Adu mulut terdengar sangat keras hingga Fafa terbangun dari tidurnya. "Ada apaan sih pagi-pagi berisik. Suara mba Kinan sudah kayak toa aja! " gerutu Fafa ia masuk ke kamar Alif dan melihat kembarannya bertengkar dengan Kinan.


"Stop.. Stop...! Hentikan." seru Fafa, ia memeluk tubuh Kinan dari belakang karena Kinan berusaha mencakar Alif.


"Apaan sih kamu Fa! Jangan ikut campur." sentak Kinan, "Jangan peluk mba, jangan cari kesempatan" bentak Kinan dengan keras


" Empuk juga sih, lumayan berisi" ucap Fafa, mulut tak berfilternya keluar begitu saja hingga Kinan bertambah kesal dan mencubiti tubuh Fafa.


"Ampun mbak, Sakit!" teriak Fafa, entah kenapa cubitan Kinan begitu terasa pedas kali ini. Kekuatannya berkali-kali lipat ngeri


"Ada apa ini?" Navysah melihat kedua anaknya meringis kesakitan. "Sudah cukup, jangan bertengkar lagi." teriak Navysah dengan memegangi tangan Kinan agar berhenti bertengkar dengan anaknya.


"Mba Kinan mah marah nggak jelas!" seru Alif, "Lihat kaos ini robek karenanya."


"Eh... kampret! Kamu duluan yang cari masalah dengan mba hingga Raffa marah. HAH...!! Puas kamu lihat mba diputusin mas Raffa seperti ini" teriak Kinan dengan frustrasi


"Cukup...!!!" suara Davian menggelegar di seluruh ruangan hingga membuat mereka semua terdiam.


"Alif, ganti bajumu. Ayah tunggu di ruang keluarga!" perintah Davian, "Kinan, Fafa juga ikut. Kita bahas sekarang, jangan bertengkar ini masih pagi." Davian menggandeng istrinya dan turun ke ruang keluarga.


"Ada apa Nan?" tanya Davian, ia melihat wajah Kinan yang bengkak seperti habis menangis.


"Ayah, Alif jahat!, Dia melaporkanku pada Raffa kalau aku selingkuh dan Raffa ingin memutuskan hubungan denganku. Aku nggak mau yah!" seru Kinan, ia menceritakan semua apa yang terjadi dengan hubungannya dengan Raffa.

__ADS_1


"Benar itu Alif!" tanya Davian dengan suaranya beratnya.


"Aku memang mengirimkan foto mba Kinan saat bersama pria jelek itu!, Aku kesal yah, mbak Kinan tertawa disini dengan pria lain sedangkan mas Raffa..." ia menjeda ucapnya, ia bingung akan mengatakan apa. " Sedangkan mas Raffa disana bekerja keras yah." sambungnya lagi.


Navysah melirik anaknya, ia melihat wajah Alif yang gugup seolah menyembunyikan sesuatu.


" Aku nggak selingkuh! " kekeh Kinan," Mama, aku nggak mau mah pisah dengan Raffa. Sungguh mah aku nggak selingkuh huhuhu... " Kinan menangis dipelukan Navysah." Mama percaya padaku kan, iya kan?" tanyanya pada Navysah


" Kamu tenang sayang, tenang ya. Mama percaya denganmu" Navysah mencoba menguatkan hati Kinan, ia tahu Kinan tidak akan menghianati anaknya. Dan juga cerita Kinan yang mengatakan kalau Raffa hidup bersama pacarnya, itu tidak mungkin. Anaknya tidak akan seperti itu.


"Alif, apa kau sering berkomunikasi dengan mas Raffa" tanya Davian dengan tegas


Alif merasa terpojok dengan pertanyaan Ayahnya, tidak mungkin dia mengatakan yang sejujurnya."Tidak yah, hanya kemarin saja aku menghubungi mas Raffa" ia membuang wajahnya kearah lain. Melihat tatapan Ayahnya yang tajam sedikit membuat dirinya takut.


"Bohong...!" tukas Kinan, "Kamu pasti sering kan berhubungan dengan Raffa. Sampai - sampai hubunganku hancur seperti ini. Puaskan kamu melihat mba stress kayak gini."


Alif merasa iba dengan penampilan Kinan yang begitu kacau dan kusut. Ia tidak tahu akan seperti ini jadinya, biasanya mas Raffa tidak akan merespon tentang apapun yang ia kirimkan tentang Kinan. Tapi tidak kali ini, mas Raffa ingin putus dengan mba Kinan. Apa yang sebenarnya mas Raffa inginkan? Kenapa dia menyerah dengan hubungannya kali ini?,Alif masih menerka-nerka dengan fikirannya sendiri.


"Pasti ada sesuatu yang terjadi" gumam Davian dalam hati.


"Alif, berikan ponselmu. Sini, ayah ingin lihat" pinta Davian dengan menadahkan tangannya


"Glek..!" Alif menelan salivanya, ia benar-benar takut saat Ayahnya meminta ponselnya. "Apaan sih yah! Ayah nggak percaya dengan aku, aku ini anak Ayah sedangkan mba Kinan calon menantu Ayah, baru calon yah belum tentu jadi menantu! "


Kinan merasa geram saat Alif mengatakan kalimat terakhir, ia beranjak dari pelukan mama Navysah dan ingin menjambak Alif kembali.


"Kurang ajar kamu ya!, mba sudah anggap kamu adik kandung tapi kamu tidak pernah menghargai mba. Ini balasan kamu lif" bentak Kinan dengan keras dan bercucuran air mata.


"Sudah Nan.., sudah maafkan Alif ya." Navysah memeluk kembali Kinan agar tenang.


"Alif jahat mah! Tega banget dia lakukan ini padaku. Aku salah apa mah sama dia huhuhu " isak tangis Kinan begitu pecah

__ADS_1


Alif hanya membuang wajahnya, tidak ingin merasa tambah bersalah. Ia bangkit dari tempat duduknya. "Aku pergi dulu"


Melihat keadaan yang begitu mencekam di ruang keluarga, Fafa dan kedua adik kembarnya hanya diam. Mereka tidak ingin memperkeruh keadaan.


Davian memijit keningnya yang terasa sakit, ia beranjak dari tempat duduknya" Kinan, kamu istirahatlah. Ayah juga lelah. "


" Ayah" panggilannya pada Davian, "Ayah percaya kan denganku?tanya Kinan, "Sungguh yah, aku tidak selingkuh"


"Iya, Ayah percaya denganmu." Davian mengusap rambut Kinan yang berantakan, ia merasa iba karena Kinan begitu terlihat menyedihkan.


"Terima kasih Ayah" balas Kinan.


Davian masuk ke dalam kamarnya dan menghubungi seseorang.


"Aku harus berhadapan dengan Ifa kali ini." Davian merasa sedikit pusing jika harus berurusan dengan Ifa. Perempuan yang sama cerdasnya seperti Imelda.


Kinan merasa sedikit lega karena mama Navysah dan Ayah Davian masih percaya dengannya. Ia masih memeluk mama Navysah tanpa ingin melepaskannya.Seperti biasanya, pelukan mama terasa sangat nyaman bagi Kinan.


"Ayo makan dulu, mau mama suapin?" tanya Navysah


"Nggak pengin makan mah, kepala Kinan pusing banget."


"Yasudah, kamu istirahat dulu di kamarmu. Nanti mba Nita antar makanan ke kamar setelah itu minum obat."


Kinan hanya mengangguk mengiyakan perintah mama Navysah. Namun saat dia berjalan beberapa langkah, Kinan jatuh ke lantai.


"Kinan...!" Navysah terkejut melihat Kinan yang pingsan.


"Fafa.. Fa! Tolong angkat Kinan ke kamarnya" perintah Navysah


"Iya mah" Fafa dengan sigap membawa Kinan masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


Wajah Kinan begitu pucat dan menyedihkan. Fafa yang biasa menggodanya pun merasa tidak tega dengan keadaan Kinan yang kusut.


__ADS_2