Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 36


__ADS_3

Setelah masalah anak - anak di sekolah selesai, semua orang tua saling memaafkan. Jasmine dan Imelda pun langsung pulang karena mereka memiliki acara tersendiri. Ifa mengajak Navysah ke sebuah restoran untuk makan siang bersama.


Cuaca cukup terik saat mereka melajukan mobilnya ke restoran, sebenarnya Navysah ingin segera pulang namun Ifa memaksanya dengan alasan ingin membicarakan hal yang penting. Mereka bercanda tawa mengingat masa lalu yang pernah mereka lalui. Navysah memesan steak dan jus alpukat kesukaanya. Sedangkan Ifa lebih memilih Iga bakar dan jus mangga.Setelah mereka menghabiskan makanannya Ifa memulai pembicaraan yang lebih serius.


"Nav, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan denganmu" Ifa menatapnya dengan intens dan menarik kursinya agar lebih dekat dengan Navysah.


"Kenapa fa?, sepertinya sangat serius"ucapnya sembari menopang dagu, ia mendengarkan apa yang akan Ifa bicarakan.


" Aku dengar dari Kinan, Raffa pergi dari rumah karena Davian memaksa ia untuk kuliah ekonomi di Amerika setelah itu dia harus meneruskan perusahaan properti menggantikan Davian."


" Betul, Raffa pergi dari rumah tapi aku akan berusaha agar dia pulang kembali. Aku benar - benar rindu padanya " Navysah mulai sendu mengingat anaknya kembali.


" Nav, kau tahu kan siapa Davian dan bagaimana ambisiusnya dia.Jika dipikir secara logika apa yang Davian lakukan adalah hal yang benar dan wajar, ia ingin mempertahankan perusahaannya tetap ada di genggaman nya. Dan Aku yakin dia pasti berhasil membuat anakmu mengikuti perintahnya untuk kuliah di luar negeri.


"Aku tahu itu fa, dan aku masih pusing dengan masalah ini. Raffa anakku yang kusayangi dia lebih suka animasi dan aku percaya Raffa pasti tanggung jawab dengan apa yang dipilihnya. Dan sekarang aku benar-benar tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Satu sisi suamiku, disatu sisi anakku." ia mengusap wajahnya dengan kasar.


" Sebenarnya begini Nav, aku mengajakmu kemari ingin meminta sesuatu padamu. Dulu saat kamu koma melahirkan si kembar Fafa dan Alif Davian pernah berkata, Ia akan memberikan apapun padaku asal kamu selamat dari koma. Saat perusahaan dia hampir bangkrut aku pun membantumu untuk investasi di perusahaan Davian. Kau tahu itu kan "


Navysah hanya mengangguk mengiyakan perkataan Ifa.

__ADS_1


" Aku tidak minta uang atau materi lainnya. Bagiku kamu sudah aku anggap saudara. Hanya satu keinginanku, aku ingin Raffa menikah dengan Kinan sebelum dia pergi ke luar negeri. Atau setidaknya mereka bertunangan terlebih dahulu, jikalau Raffa lulus dan kembali ke Indonesia kita bisa menikahkan mereka. Hanya Raffa yang bisa membuat anakku bahagia dan aku percaya anak lelakimu adalah anak yang baik " Ifa menghiba, ia memegang tangan Navysah dengan erat.


Navysah terkejut dengan permintaan Ifa, ia tidak menyangka akan meminta anaknya untuk menikahi Kinan. "Ifa jangan begitu, Aku menganggap Kinan seperti anakku sendiri dan Raffa tidak ada perasaan dengan anakmu dia hanya menganggapnya adik. Jika Raffa mencintai Kinan sudah pasti aku sangat menyetujuinya untuk menikah, tapi ini berbeda fa! Jangan meminta itu, aku tidak bisa mengabulkan nya! " Navysah sedikit emosi akan permintaan sahabatnya yang tidak masuk akal.


" Navysah aku sangat berharap Raffa menjadi menantuku, aku hanya ingin Kinan bahagia. Kau tahu kan Kinan selalu manja dan menempel pada anakmu,cuma Raffa yang selalu sabar dengan tingkah laku anakku. Kinan mencintai anakmu Navysah dan Aku yakin lambat laun Raffa pun akan mencintai anakku."


" Nggak lucu fa!, Raffa masih kecil dia belum ada pikiran untuk melangkah ke arah sana. Aku hanya ingin Raffa kuliah dengan benar setelah itu menikah dengan wanita yang dia cintai, entah itu Kinan ataupun wanita lainnya. Aku tidak berhak memaksakan dia untuk masalah ini. Kamu jangan menambah masalahku fa, aku sudah pusing dengan semua ini"


" Aku akan menagih janji pada Davian, hanya Raffa yang aku inginkan untuk menjadi menantuku bukan yang lain titik! " kekeh Ifa, ia menegaskan kembali apa yang diinginkanya.


"Kamu gila fa..!!" seru Navysah


" Dia sangat sayang padamu Nav daripada diriku ini.Aku merasa gagal menjadi orang tua, saat dia membutuhkan sesuatu dia pasti berlari ke arahmu bukan diriku, terkadang aku merasa iri " sambungnya lagi, matanya mulai berkaca-kaca terlihat ada rasa penyesalan yang mendalam karena merasa kurang perhatian terhadap anaknya.


" Aku bersyukur kamu sayang pada Kinan, selalu protektif padanya seperti anak sendiri, Raffa pun sangat baik memperlakukan anakku. Jika pria lain pasti anakku sudah habis dimakan olehnya. Kinan itu selalu menempel pada anakmu,dia itu bodoh dalam hal lawan jenis dan terlalu polos. Aku takut dia salah pergaulan dan salah menikah,dan hanya Raffa yang bisa aku percaya untuk menjaganya"sambungnya lagi.


" Ifa, apapun yang terjadi aku akan tetap menyayangi Kinan. Anakku juga harus bahagia dengan pilihannya sendiri bukan cuma anakmu fa.Aku tidak ingin memaksanya untuk urusan jodoh."tegas Navysah


Aku anggap pembicaraan ini tidak pernah ada, aku pulang dulu.Kamu hati - hati di jalan fa "Navysah berlalu meninggalkan sahabatnya, ia tidak ingin membahas hal ini lebih jauh lagi.

__ADS_1


* **


Dari siang Inha selalu menangis,ia terbangun dari tidurnya dan mencari kakaknya. Saat malam datang pun ia masih merengek ingin bertemu dengan Raffa sehingga Navysah kebingungan, ia menelepon Raffa untuk pulang ke rumah namun tidak diangkat, ia mengirimkan pesan tidak dibaca. Hingga tengah malam Inha demam dan ia harus menelepon dokter pribadinya untuk segera memeriksa anaknya. Navysah segera menelepon Pak Ari agar Raffa segera pulang karena Inha sakit dan selalu menangis mencari dirinya, namun Pak Ari mengatakan bahwa Raffa dan Rio bekerja part time di restoran.


"Ini sudah tengah malam pasti Raffa tidur di restoran" gumamnya dalam hati, ia tahu di lantai tiga ada beberapa kamar untuk menginap karyawan.Navysah menelepon Gani yang memang tinggal di kamar karyawan. Ia meminta tolong untuk mencari Raffa.


Beberapa menit kemudian Raffa menelepon ibunya, ia mengatakan bahwa ia tertidur di kamar karyawan bersama Rio. Ia berjanji akan pulang malam ini untuk menengok Inha yang sedang sakit.


"Ya allah Raffa, akhirnya kamu pulang juga. Mama kangen Nak" Navysah memeluk dan mencium pipi anaknya. Hal seperti ini yang selalu Raffa rindukan dari ibunya, yang selalu memeluk dengan hangat dan mencium pipinya sebelum berangkat sekolah ataupun saat ia pergi.


"Raffa hanya sebentar mah, ingin menjenguk Inha" Ia melengos tidak ingin melihat wajah ibunya, ia takut luluh jika melihat ibunya menangis.


"Mama mohon, kamu jangan pergi lagi. Mama tidak sanggup jauh dari kamu Raffa" ia menghiba pada anaknya, wajahnya sendu kembali.


" Raffa, tadi siang Inha bangun selalu menjadi mencarimu. Dia bilang, tadi tidur si pangkuanmu dan sekarang tidak ada kamu lagi. Dia selalu menangis, mama pusing Nak. Mama mohon jangan pergi lagi. Adik-adik butuh kamu sayang"pinta Navysah


Raffa tidak mengiyakan permintaan ibunya, ia bergegas masuk ke kamar adik mungil nya.


* **

__ADS_1


Matursuwun yang sudah mampir, jangan lupa Like, Vote and comment. Love you all reader 😊😘😘


__ADS_2