Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 156


__ADS_3

Dua bulan kemudian,


Kinan merasa tidak fokus bekerja karena perutnya merasa mual. Saat makan siang pun ia tidak berselera,kepalanya terasa pusing dan selalu mengantuk.


Raffa akhir - akhir ini pun selalu mual. Ia lebih suka tidur di ruang pribadinya dan mengabaikan pekerjaannya. Raffa pun selalu melewatkan makan siangnya dan lebih memilih untuk tidur.


Pagi hari Kinan mencoba mengecek menggunakan tespek. Ia sangat penasaran karena akhir - akhir ini dirinya menunjukan gejala kehamilan.


Ia menunggu beberapa menit di toilet dan harap- harap cemas, dengan meremas ujung bajunya ia sangat berharap kali ini ia mendapatkan kabar baik.


"Aku hamil." Kinan melihat dua garis di tespeknya. Ia begitu bahagia hingga airmatanya menetes begitu saja.


Ia menaruh hasil tespeknya di dalam sebuah kotak perhiasan miliknya. Kinan ingin memberikan surprise pada Raffa.


Kinan mencoba membangunkan suaminya yang sedang tidur nyenyak. Ini hal terbesar yang selalu Raffa nantikan yaitu hadirnya seorang anak.


"Mas bangun." Kinan menusuk - nusukan jarinya ke pipi Raffa agar terbangun.


"Apaan sih, Nan. Aku masih ngantuk, tolong jangan ganggu aku." Raffa membalikan badannya karena masih ingin tidur di ranjang.


"Akhir - akhir ini dia pemalas." lirih Kinan, " Ayo bangun."


" Ini, ada hadiah untukmu. Coba buka terlebih dahulu. Lihat apa isinya, setelah itu aku tidak akan mengganggumu tidur."


Raffa menghela nafas kasarnya dan bersandar di kepala ranjang dengan mata yang masih menyipit ia menerima kotak dari istrinya. Terlihat tespek dengan dua garis, Raffa masih mencoba mengucek matanya agar tidak salah melihat.


" Dua garis. " lirih Raffa, ia melirik ke arah istrinya. "Kamu hamil sayang?"


Kinan menganggukan kepala dan Raffa dengan segera memeluk istrinya dengan erat,menghujaninya dengan banyak ciuman. Ia menitihkah airmata karena merasa sangat bahagia.


"Terimakasih Ya allah." ucap Raffa dengan bahagia. " Akhirnya kamu hamil Nan."


"Iya mas, aku begitu bahagia karena disini ada buah cinta kita." Kinan mengelus perutnya dengan lembut.


Raffa mencium perut Kinan secara bertubi-tubi. Ia mengelus perut istrinya dengan lembut.


"Mama dan ayah Davi pasti bahagia mendengar kabar ini. Aku akan telepon mereka." Raffa mengambil ponselnya dan menelepon ibunya


Navysah begitu bahagia mendengar kabar bahwa Kinan hamil. Ia berpesan agar menantunya menjaga kehamilannya agar tidak keguguran seperti Hanin.


* **


Fafa yang sedang berolah raga di ruanganya kini mendapat kabar bahwa Kinan hamil. Fafa merasa bahagia karena kakak iparnya kini bahagia dengan kehamilannya.


"A, makan dulu." panggil Hanin pada suaminya.

__ADS_1


"Sayang, mba Kinan hamil tadi mas Raffa telepon aku." Fafa meneguk segelas air mineral di meja makan.


"Alhamdulillah, akhirnya mba Kinan hamil aku ikut bahagia." ucap Hanin dengan tulus. " Aku kapan ya A nyusul mba Kinan hamil ?"


"Segera menyusul, gagal bikin lagi, gagal bikin lagi sampai dapat" goda Fafa dengan tersenyum


"Kamu pikir undian berhadiah!" gerutu Hanin


Mereka sarapan bersama dan sesekali Fafa melontarkan candaan hingga Hanin tertawa lebar.


"Nanti siang aku ada pemotretan untuk iklan parfum."


"Kok mendadak sih! pasti ada cewek sexy lagi, iya kan?" Hanin selalu kesal saat suaminya melakukan pemotretan dan selalu ada wanita cantik di dalam projectnya.


"Namanya juga iklan Nin ya wajar ada wanita cantik, masa sama kucing."


"Tapi aku tidak suka A! pokoknya aku ikut kamu syuting iklan."


"Cie... cemburu." Fafa menyentuh dagu Hanin dengan lembut.


"Apaan sih, A! wajar dong aku cemburu kalau suami aku di kelilingi banyak cewek cantik! "


Fafa tersenyum saat istrinya marah karena cemburu. "Ya sudah ikut tapi kalau ada perempuan yang deketin aku jangan marah, ini kan hanya syuting apalagi rekan kerjaku banyak wanita."


" Oke aku tidak cemburu tapi AA jangan kegenitan ya!" pinta Hanin


"Boleh, tapi sebelumnya aku potek dulu Juniormu!" ancam Hanin


Fafa tertawa lebar mendengar ancaman istrinya.


"Tega banget sih Nin."


"Kamu juga tega, awas saja berani nikah lagi! Akan ku datangkan malaikat kematian."


Fafa kembali tertawa dan menarik tangan Hanin agar duduk di pangkuannya.


"Bagaimana aku bisa menikah dengan wanita lain, kalau istriku saja secantik ini. Dengan melihatmu saja diriku berg*irah." Fafa mencium bibir istrinya dengan lembut dan menuntut.


Hanin merasa terhanyut dengan setiap ucapan manis suaminya hingga ia selalu menuruti semua keinginan Fafa.


"Stop...!!" Hanin mencoba mengatur nafasnya yang masih tersengal. "Kalau dilanjutkan sudah pasti akan berakhir di ranjang."


Fafa tersenyum lebar mendengar celotehan dari Hanin.


"Aku ingin bersiap terlebih dahulu agar terlihat cantik dan tidak ada satu wanita pun yang berani menggodamu."

__ADS_1


"Terserah kamu Nin." Fafa tersenyum lebar


* **


Hubungan Alif dan Anggrek mulai ada kemajuan. Alif bersedia melamar Anggrek terlebih dahulu. Anggrek meminta Alif untuk serius dalam berhubungan, hingga akhirnya Alif meminta ibunya untuk melamar Anggrek.


Navysah pun tidak keberatan atas permintaan anaknya, baginya lebih cepat menikah lebih baik. Mereka pun menentukan tanggal pertunangan anak mereka.


Kamil dan Jasmine merasa bahagia karena akan berbesan dengan keluarga Davian. Akhirnya persahabatan yang sejak dulu terjalin kini bertambah erat dengan ikatan pertunangan anak mereka.


"Akhirnya anak kita dilamar A apalagi dengan keluarga Navysah ." Jasmine begitu bahagia melihat anaknya mendapatkan Alif, anak dari Navysah.


"A, menantu kita orang kaya hihihi, lihat banyak sekali seserahan untuk anak kita" bisiknya di telinga suaminya. Jasmine melihat banyak bingkisan dan perhiasan untuk anaknya.


"Masih matre saja sih yang." bisik Kamil di telinga istrinya


"Dari dulu memang aku matre, hidup harus realistis A!" terang Jasmine


Kamil hanya menggelengkan kepala melihat istrinya yang selalu tertawa lebar dan membanggakan calon besannya.


"Aku bahagia melihat Anggrek bisa bertunangan dengan pria yang dia cintai. Kau lihat anak kita A, dia selalu tertawa lebar." Jasmine menunjuk anaknya dengan jari tangan


Kamil melihat anak tunggalnya dengan mata berkaca-kaca. Tidak ada yang bisa membahagiakannya selain melihat Anggrek tersenyum bahagia.


" Jangan cengeng A, anakmu baru bertunangan bukan menikah. "


Kamil mendengus kesal, karena Jasmine tidak berubah. Ia selalu cerewet dan menyebalkan.


Alif dan Anggrek terlihat begitu serasi. Navysah sengaja membuatkan mereka baju couple dengan warna ungu. Warna kesukaan Anggrek.


" Ngek, lu jendes?! pake warna ungu gitu." cibir Fafa pada Anggrek.


Anggrek mencubit lengan Fafa bertubi-tubi. Karakternya tidak berubah selalu usil dengan Anggrek.


" Hanin...! Fafa mau cium aku nih." Anggrek membalas dengan mengerjai Fafa. Ia tahu Hanin tipe wanita yang selalu cemburuan.


Hanin menghampiri suaminya dengan menatap tajam seolah ingin menerkam mangsanya.


"Nggak yang, Anggrek cuma bercanda." Fafa langsung memeluk istrinya agar tidak marah.


"Beneran?!"


"Iya sayang." Fafa menggandeng tangan istrinya untuk menjauh dari Anggrek. Kini Fafa tidak bisa bebas menggoda Anggrek karena Hanin selalu berada di sisinya.


"Mau kemana?" Alif melihat Fafa menjauh darinya.

__ADS_1


" Mau nyemprot Hanin , pulang duluan ah." Fafa tersenyum lebar sembari meledek kembaranya.


"Setan lu!!" ketus Alif


__ADS_2