Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 8


__ADS_3

Bell sekolah berdering tanda selesainya belajar. Semua siswa berhamburan keluar kelas. Dan Kinan bergegas menghampiri Raffa yang sedang membereskan bukunya.


"Raffa, aku mau minta maaf soal kemarin. Kamu masih kesal ya sama aku?" tanya Kinan.


"Nggak" ucapnya singkat sembari meneguk air mineral yang masih tersisa di botol.


Rio menepuk bahu Raffa " Bro, gue pulang dulu ya. Besok jadi kan?


" Jadilah " jawabnya.


Kinan merasa bingung dan penasaran dengan apa yang diucapkan Rio." Yo, kalian mau kemana besok? "tanyanya.


Rio hanya mengedikan bahunya" Nggak usah kepo, ini urusan lelaki ". Kinan terlihat tidak suka dengan jawaban Rio, terlihat sangat menyebalkan.


" Dasar kribo pelit!, Awas aja nggak aku kasih contekan lagi lu"


"Eits.. nggak ngaruh ancamanmu Kitis, sekarang aku punya bos Raffa yang lebih pintar darimu. Sorry good bye"cibirnya


"Lama-lama kamu ngeselin yo" gerutunya


"Sama kayak kamu" celetuk Raffa hingga membuat Rio terkekeh. Dirinya bergegas keluar ruangan dan menuju parkiran, Kinan mengikutinya karena arah gerbang sekolah yang juga satu arah dengan parkiran kendaraan.


Kinan melihat Raffa menggunakan helm, dirinya bergegas menghampiri. "Raffa, kamu naik motor. Aku ikut" Kinan langsung bonceng di belakang.


"Nggak usah ikut, pasti mang Jaja sudah nungguin kamu. Langit mendung Kinan, aku nggak bawa jas hujan. Kamu naik mobil saja pulang kerumah"


"Nggak mau, hari ini aku mau ke mama Navysah dan mau ngaji disana"


"Besok aja, ustadzah Lisna hari ini libur anaknya lagi sakit. Tadi dia chat aku saat istirahat.Kamu pulanglah".


Kinan kesal, Raffa tidak memberikan dia tumpangan. Dirinya langsung mengambil kunci motor yang tergantung.


"Kalau mau ini kamu harus boncengin aku ke mama Navysah" dirinya sengaja meledek Raffa dengan mengoyang-goyangkan kunci motor dengan gantungan berbentuk love.


"Balikin nggak!, kamu kok rese banget sih. Setiap aku ngomong nggak pernah di dengerin, sebentar lagi hujan Kinan cengeng nanti kamu kehujanan! " salak Raffa, dirinya sedikit emosi dan kesal dengan tingkah Kinan.


"Tapi aku mau bonceng kamu, aku mau ke mama Navysah. Aku kangen dia " Kinan merasa takut jika nada bicara Raffa sudah mulai meninggi. Raffa pun melihat Kinan yang mulai sendu hingga dirinya tidak tega.


"Cepetan naik, bawa sini kuncinya" ucapnya " Baru tadi minta maaf sudah bikin ulah lagi, menjengkelkan" Raffa menstater motor miliknya. Kinan bergegas membonceng di belakang Raffa. Lebih baik Raffa mengomel asal dia bisa membonceng dan berdua dengannya. Mereka menghampiri mang Jaja kalau Kinan akan pergi ke rumah mama Navysah.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Kinan merasa senang bisa bersama Raffa. Dirinya tidak berani memeluk pinggang Raffa karena takut diomeli, dan dia harus menenangkan hati dan perasaannya yang kini mulai berdegup kencang. Kinan hanya memegang jaket yang Raffa kenakan.


Mereka melewati jalan tikus karena Raffa hanya membawa satu helm."Raffa, apa kau tidak lapar? Aku ingin makan bakso" dirinya mencondongkan tubuh ke arah depan.


"Makan dirumah saja, mama pasti sudah masak" Hujan turun ke bumi dengan derasnya,membuat Raffa menghentikan laju kendaraannya dan berteduh di sisi rumah orang.


"Benerkan hujan, kamu sih nggak nurut sama aku. Basah kuyup gini" Raffa mengusap rambut Kinan dari air hujan dan tampak baju sekolah Kinan yang basah dan terlihat jelas lekuk tubuhnya.


"Pakailah jaket ini, biar kamu nggak kedinginan" Raffa membuka jaketnya dan memakainya.


"Nanti kamu gimana?"


"Nggak papa yang penting kamu nggak kedinginan.Nanti kamu sakit lagi"


Blush.., ucapan dan sikap Raffa yang perhatian membuat Kinan bahagia, dirinya bergelayut di lengan Raffa.


"Kamu kenapa masih dingin?" Raffa melihat Kinan yang sedikit pucat karena kedinginan dan dengan cepat Kinan menganggukan kepalanya.


" Yasudah sini" Raffa memeluk Kinan dari samping layaknya seorang kakak ingin melindungi adiknya. " Masih dingin?" tanyanya.


"Sedikit " Kinan mengeratkan pelukannya, baru kali ini dirinya mendapat pelukan dari Raffa dan kesempatan ini tidak akan dia sia-siakan. Walaupun sejak kecil mereka bersama, Raffa tidak pernah bersentuhan fisik dengannya sedekat ini. Dirinya mencium aroma maskulin dari tubuh Raffa. "Sangat menenangkan" gumamnya dalam hati.


Terlihat sang pemilik rumah keluar " Sedang apa kalian disini dan berpelukan. Kalau mau maksiat jangan disini" sarkasnya.


"Hanya adik, bodoh sekali diriku menganggap Raffa lebih sekedar kakak" gumamnya dalam hati,sedikit rasa sesak di dalam hatinya. Dan Kinan memaksa Raffa untuk melanjutkan perjalanan karena hujan sedikit reda.


"Assalamualaikum"


"Walaikumm salam" jawab Inka si gadis cerewet nan cempreng. " Mas Raffa dan mba Kinan kehujanan"


" Iya ka, kok rumah sepi Fafa, mama kemana?" tanyanya


" Mas Fafa sama Keken pergi main bola.Mas Alif sedang tidur, Mama sama haha lagi nyanyi di ruang karaoke, biar haha bisa ngomong dengan banyak kata. Di sekolah haha selalu diejek teman mad, katanya haha bisu nggak suka ngomong. Inka kesel karena haha diejek terus, aku pelototin dan cubit saja si nathan jelek itu "


"Jangan gitu, kalau ada anak yang nakal jauhi saja. Jangan dicubit nanti dia balas kaka lagi gimana. Jangan ya sayang" Raffa mengelus rambut adiknya dan mencium pipinya.


"Tapi kaka kesel mas, mereka selalu mengejek, kaka nggak terima. Haha kalau disekolah diam terus walaupun dia pintar dan selalu rangking satu. Dia sangat irit bicara"


"Kalau ada yang mengejeknya lagi laporkan pada guru ya ka dan yang terpenting mereka tidak menyakiti fisik haha. "

__ADS_1


"Iya mas"


Setelah membersihkan tubuhnya dan mengganti bajunya Kinan masuk ke kamar Raffa, dirinya melihat Raffa yang sedang menggambar di drawing table.


Kinan langsung terpukau melihat animasi yang Raffa buat di komputer. "Woww.. keren Raff gambarnya,ini seperti asli. Sudah berapa lama aku tidak masuk kesini. Peralatanmu semakin lengkap" Kinan melihat Light box, drawing table yang baru, Desk lighting, Mirror yang biasa digunakan dalam membuat animasi.


"Keren kan" ujarnya


"Keren banget, komputernya juga baru ya"


"Iya, aku membeli semua ini dari gaji part timeku di restoran Om Rayyan. Mama Navysah yang selalu mengambil gajiku, setelah dikumpulkan hasilnya lumayan banyak jadi sebagian untuk mama, sebagian untuk membeli ini semua"


"Restoran Om Rayyan ya restoran Ayahmu juga Raffa, kamu tidak bekerja dan tinggal minta sama mama Navysah pasti langsung dibelikan. Kenapa harus bekerja part time"


"Aku ingin membeli semua ini dengan hasil kerja kerasku dan setidaknya dengan bekerja part time aku bisa belajar bagaimana caranya mencari uang, tidak hanya mengandalkan mama ataupun Ayah" Kinan mengangguk menyetujui ucapan Raffa.


"Kamu masih kursus online animasi"


"Masih" jawabnya " Aku sedang ikut event animasi tahunan dari Ai production, hadiah kali ini lumayan banyak. Kompetitornya juga hebat - hebat,bikin aku insecure. Do'ain aku ya nan"


"Aku pasti do'ain kamu. Kamu yang terhebat. Tapi ngomong - ngomong, tiga bulan lagi kita ujian dan lulus. Kamu mau kuliah dimana, jurusan apa"


Raffa menoleh kearah Kinan, sedari tadi dirinya hanya menatap komputer dan drawing table miliknya. "Jangan bilang kamu mau ikut satu fakultas denganku, jangan mengikutiku terus. Kamu punya impian kan? pilihlah fakultas sesuai hatimu?"


" Dasar gila! siapa yang mengikutimu. Nggak usah kepedean deh. Aku mau kuliah di universitas terbaik di Jakarta fakultas kedokteran.Aku ingin jadi dokter seperti Ayah Shafiq " dirinya tidak terima dengan ucapan Raffa, walaupun sebenarnya hal itu benar karena sejak sekolah dasar Kinan selalu mengekori kemana pun Raffa berada.


Raffa hanya tersenyum melihat Kinan cemberut, " Aku ingin kuliah di luar negeri, mungkin Inggris. Aku ingin belajar lebih tentang animasi,membuat beberapa film tentang animasi. Aku bercita-cita bisa membuka studio animasi di Indonesia. Dunia digital akan lebih canggih dimasa yang akan datang, ini kesempatan besar untukku"


Kinan seperti tercekik mendengar Raffa akan pergi kuliah ke luar negeri, bagaimana bisa dia jauh dari teman yang sejak kecil selalu bersamanya. Hampir setiap hari dia bertemu dengannya, apa bisa dia tidak berjumpa dengan seorang Raffa Raihan.


"Kamu kuliah disini saja, jangan jauh dariku. Aku pasti kangen kamu Raff" dirinya merengek dan mengguncangkan lengan Raffa.


" Ini baru rencana, belum tentu aku pergi ke luar negeri. Kamu seperti anak kecil saja kehilangan diriku. Kan ada video call, kita bisa melihat satu sama lain. Kalau kamu jenuh kamu bisa pacaran dengan cowok lain biar nggak mikirin kakakmu ini" ucap Raffa sembari tersenyum.


"Raffa, Aku nggak mau pacaran" lirihnya.


"Bagaimana aku bisa bilang cinta padamu, sedangkan aku hanya dianggap adik. Aku takut kamu menjauhiku.Aku ingin selalu bersamamu, selalu di sisimu sampai akhir. Kalau bisa menikah denganmu, bahagia denganmu, tapi apa bisa? Ah, sungguh sangat menyedihkan diriku ini " gumam Kinan dalam hati.


" Mas Raffa" suara si mungil terdengar lembut dan membuyarkan semua imajinasi Kinan.

__ADS_1


* **


Terima kasih banyak all reader yang sudah setia menunggu up novel ini, maaf kalau up nya lama. Besok insyaallah bisa up lagi, pumpung libur. Jangan lupa like, Vote and comment. Love you 😘😘


__ADS_2