Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 39


__ADS_3

"Raffa" teriak Rio, ia berlari tergesa-gesa hingga menabrak pintu UKS, deru nafasnya terdengar begitu terengah-engah.


"Kamu baik-baik saja" ia melihat dengan detail wajah sahabatnya, terlihat beberapa memar di sudut bibir dan pelipisnya.


"Alhamdulillah, aku baik-baik saja. Kamu minumlah dulu" ia memberi segelas air yang belum sempat ia minum.


Rio meneguknya dengan cepat hingga air habis, ia menaruh gelasnya dengan kasar. " Lu yakin nggak papa, Ayo kita ke rumah sakit"


"Aku nggak papa, nggak perlu ke rumah sakit" ia menggelengkan kepala tanda tidak setuju dengan saran Rio.


"Sudah telepon tante Navysah?" tanyanya "Dia harus tahu kamu seperti ini, dan sudah saatnya si Antoni itu mendapat hukuman"


"Aku belum telepon tapi Kinan pasti akan menelepon Mama, aku yakin itu. Dia kan suka laporan, tukang ngadu ke Mama."


Rio melirik Bagas yang berbaring di ranjang lainnya, wajahnya lebih banyak luka daripada Raffa. "Gas, lu berani juga lawan geng Antoni?" tanyanya, "Bangga gue sama lu walaupun sekarang wajah lu sudah nggak karuan"


"Ck.., Berisik lu..!!, bilang saja wajah gue ancur. Iya kan!" cebiknya. "Eh, kribo perlu lu tahu ya gue nggak tega lihat Raffa melawan empat orang jadi gue bantuin. Terus gue juga tahu Ayahnya Raffa pasti tidak akan tinggal diam anaknya babak belur. Dia bakal melawan bapaknya Antoni, jadi gue aman. Ini antara bos properti melawan direktur rumah sakit. Dan gue yakin Ayahnya Raffa pasti menang dong "ucapnya dengan gaya slengean.


" Oh, jadi lu bantuin Raffa karena Ayahnya bakal ngurusin kasus ini dan sudah pasti menang dan posisi lu aman. "tanya Rio


" Itu alasan kedua, Ya kali gue mau berurusan dengan si Antoni itu. Gue juga mikir bapak gue polisi yang ada entar digulung dengan kekuasaan bapaknya si Antoni "ucapnya, ia menghembuskan nafas kasarnya. Tapi alasan pertama karena gue nggak tega lihat Raffa "jelasnya lagi


"Alasan ketiga ada nggak?" tanya Rio penasaran.


"Ada, karena gue tidak suka dengan gaya dia yang suka menindas dan membully anak lainnya. Sok berkuasa" ia mengucapkan dengan geram.


"Alasan yang masuk akal " ucap Rio, " Kalau gue yang berantem sama Antoni kayak gitu lu mau bantuin gue nggak"


"Ogah..!!, Maaf ya bukannya pilih - pilih tapi hidup harus realistis. Kalau gue bantuin lu yang ada keluarga gue kena imbasnya. Bisa-bisa bapak gue pensiun dini, yang ada fasilitas gue semua dicabut. Oh No..!! " seru nya.


"Kurang ajar lu gas..!! Cebik Rio, ia menyeringai sebelum mengatakan hal yang akan membuat Bagas terkejut." Lu harus banyak berdoa mulai hari ini karena Raffa itu sudah beberapa hari kabur dari rumah, tentu saja Ayahnya belum tentu mau menangani masalah ini. Jadi, lu nggak punya backing an sekarang.


Bagas hanya bisa melongo mendengar penuturan Rio, bagai disambar petir di siang bolong ia tidak menyangka Raffa pergi dari rumah, " Lu seriusan Yo" tanyanya tidak percaya. "Ah, lu pasti bohong Yo" sergahnya. "Raff, lu beneran kabur dari rumah?" tanyanya pada Raffa, dan dibalas dengan anggukan kepala


" Ya ampun, terus gimana nasib aku ini tidak punya backing an habis sudah gue bakal diomeli papah" ucapnya dengan memelas sembari menghentak-hentakan kaki. Ia mulai uring - uringan dan sesekali menjambak rambutnya dengan kasar.

__ADS_1


"Raffa.." teriak Kinan dari luar ruangan, suara cemprengnya memekakan telinga dan membuat Rio kesal karena kaget dengan suaranya.


"Bisa nggak sih lu jadi cewek alim sehari saja, jangan berisik dan itu ganggu banget. Lama-lama gue sakit jantung denger suara lu Kitis! " gerutu Rio


"Tidak mungkin lu sakit jantung Yo, sakit jantung itu untuk orang kaya doang, hehehe. "selorohnya


" Emang orang kayak gue pantesnya sakit apa? "tanyanya.


" Ya paling nggak jauh-jauh dari penyakit sejuta umat contohnya batuk, pilek, radang, kan model kayak lu suka gorengan, satu lagi penyakit bengek alias asma, hehehe ".


"Kampret lu Kitis!" Rio hanya memutar bola matanya malas, ia enggan menimpali ucan Kinan yang ujung - ujungnya dia pasti akan kalah.


"Raffa, kita pulang ya Mama Navysah nungguin kita."


Raffa hanya menundukkan kepala, ia bimbang akan pulang atau tidak.


"Kamu kok diam saja, ayo cepetan kita pulang" Ia menyingkap selimut dan membantu Raffa untuk berdiri.


"Aku bisa berdiri Kinan, tidak perlu dipapah " ucapnya, ia pun pamit dengan Bagas "Gue duluan gas, thanks bro!"


Bagas hanya mengulum senyum mendengar ucapan darinya, andai saja Kinan benar-benar mau menjadi pacarnya, mungkin saat ini dia menjadi lelaki yang paling bahagia namun faktanya jauh api dari panggang. Hati Kinan sudah terpatri untuk satu nama yaitu teman kecilnya, Raffa.


"Aku hanya butuh istirahat. Kamu pergilah pasti Raffa sudah menunggumu"perintahnya," Nan, kau tahu apa obat mujarab ketika seseorang sedang sakit " tanyanya


" Apa?!, aku tidak tahu " jawab Kinan polos.


" Perhatian dan ciuman, hehehe "balasnya, otak mesumnya kembali bereaksi untuk menggoda Kinan.


" Ah, kamu tuh sama kayak Jessica. Sama-sama mesum, ngajarin aku nggak bener! " ia mengerucutkan bibirnya tanda protes.


" Kalau lu nggak percaya coba saja, aku mau jadi kelinci percobaanmu "ia tersenyum sembari mengerlingkan matanya.


Kinan menjewer telinga Bagas saking gemesnya, bisa - bisanya dia menggoda disaat dirinya sedang penuh luka.


" Awwww.. sakit Nan! "

__ADS_1


" Bodo amat! " ia akan berlalu meninggalkan Bagas namun terdengar suara Bagas yang menghentikan langkahnya.


"Sebelum dia pergi jauh katakan bahwa kamu mencintainya" ucap Bagas, "Jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari" sambungnya lagi. "Waktu tidak akan pernah kembali, beri tahu dia walaupun jawabannya menyakitkan. Dan ini sudah saatnya dia tahu"


Kinan menoleh kembali ke arah Bagas, teman yang satu ini memang slengean, mesum tapi ia bisa menjaga rahasia dan selalu menyemangatinya. "Bagas" lirihnya, "Aku takut dia akan marah padaku dan berubah menjauhiku"


"Itu sudah resiko, bersemangatlah mana Kinan yang selalu ceria, pantang menyerah dan bawel. Belum perang sudah nyerah. Ah, nggak lucu itu bukan kamu !"


Kinan tanpa sadar memeluk Bagas, "Makasih ya gas selalu semangatin aku. Aku jadi terhore"


"Terharu bodoh!, suasananya sudah pas lu malah ngelawak" Bagas sengaja mengeratkan pelukan Kinan,lumayan ini pertama kalinya dia dipeluk Kinan. Ia mencari kesempatan dalam kesempitan.


"Nan.." lirih Bagas


"Apa?"


" D*damu mana Nan, kok nggak terasa tonjolan nya. Gue kayak meluk triplek" selorohnya.


"Bagas...!!!" teriak Kinan si telinganya sembari mencubit badan si Bagas.


* **


Assalamualaikum..


Curcol dikit boleh ya...


Libur telah tiba, alhamdulillah semua pekerjaan kelar pada waktunya. Terima kasih banyak all reader sudah membaca novel ini walaupun viewer nya cuma dikit alhamdulillah.


Mohon maaf kalau Author hanya bisa update satu Bab kemarin2 dan itu tidak rutin. Saya harus membagi waktu antara mengurus keluarga, kerja nyata, ibadah dan nulis didunia halu. Tiap hari Author cuma bisa tidur max 3 jam di mlm hari dan tidur lagi 1-2 jam setelah solat shubuh sebelum kerja, ngantuk pasti dan terkadang migran .Bln puasa benar-benar dikejar pengiriman ( beginilah mencari rupiah,hehehe ). Dan Alhamdulillah allah selalu memberikan kesehatan, luar biasa baiknya ya.


Selepas Idul Fitri insyaallah akan diusahakan update 2 Bab perhari karena ngejar waktu. Awal Juni atau akhir Mei ini Author ada project lagi dan akan menghabiskan bnyk waktu.Dan mungkin ini novel terakhir sebelum saya off dari dunia halu. Saya tidak bisa menjanjikan apa-apa karena saya lebih memilih dunia nyata sebagai pekerjaan, kalau ada waktu lagi insyaallah akan nulis kembali jadi jangan lupa jadikan novel ini sebagai favorit. Walaupun ini terakhir tapi novel ini dibuat tetap pada alurnya. Ambil sisi baiknya sebagai pelajaran, buang sisi buruknya.


Menuju hari nan fitri, Author ucapkan Taqobalallahu minna wa minkum. Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga keberkahan menyelimuti kita semua.Aamin


Jangan lupa like, Vote and comment. Syukur - syukur ngasih hadiah bunga atau piala (ngarep bgt😂) karena membuat novel tidak semudah membacanya. Apalagi saya yang masih baru perlu waktu untuk menulis dan mereview ulang. Terima kasih all reader 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2