Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 56


__ADS_3

Semenjak Kinan datang ke rumah Navysah ia seolah sedang bermain petak umpet. Sebelum datang ia selalu menelepon mbak Nita dan bertanya apakah Raffa ada di rumah atau tidak.Kesehatan Navysah pun semakin membaik. Ia sudah kembali sehat dan sedikit melupakan kesedihannya. Hidupnya kembali normal dan tidak sering melamun karena ada Kinan yang selalu menemaninya setiap hari. Ia berusaha keras agar mama Navysah mau makan dan selalu menghiburnya.Saat mbak Nita kerepotan dengan si double kembar Kinan selalu membantunya dan mengajak adik-adik untuk bermain bersamanya.


Dan Raffa selalu pergi disaat Kinan datang, ia seolah menghindari si gadis cerewet itu. Ia lebih senang menghabiskan waktunya di luar rumah agar Kinan bisa datang ke rumahnya dan merawat ibunya.


Sejak kemarin Alif masuk ke rumah sakit, ia sempat jajan bersama Fafa di kedai mie ayam, dan ternyata kuah racikan dari kedai itu menggunakan irisan jamur sehingga membuat Alif muntah dan wajahnya sedikit bengkak kemerahan akibat alergi,Dan hal itu membuat seisi rumah panik. Ia harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.


Kinan menyuapi Alif yang sekarang sedikit membaik setelah mendapat infus dan obat anti alergi. Setiap hari ia datang untuk membantu mama Navysah mengurus Alif. Wajah yang bengkak dan kemerahan kini sedikit berkurang, nafasnya pun mulai teratur dan normal.


"Makan yang banyak lif, biar cepat sembuh. Sebentar lagi mama datang bawa obat, A...cepat buka mulutnya " ia menyuruh Alif membuka mulutnya. Anak kecil ini susah untuk mengunyah dan malas untuk makan.


"Cerewet..." cebik Alif, ia menolehkan wajahnya kesamping dan enggan untuk makan lagi.


" Ya, mbak memang cerewet makanya kamu harus nurut. Mba sayang sama kamu jadi kamu harus sehat, cepetan makan habis ini minum obat" ia menolehkan wajah Alif agar melihatnya dan menyuapkan kembali.


"Ngeselin..! Lebih cerewet dari mama Navysah." ketusnya.


"Bodo amat...!" cibirnya, "Siapa suruh kamu sakit. Sudah tahu alergi jamur masih saja dimakan, sedikit lagi kamu telat dibawa ke rumah sakit entah apa jadinya " ia menyalahkan tindakan Alif yang sembrono karena jajan sembarangan.


" Aku nggak tahu kalau mie itu ada campuran jamur, kuahnya juga enak, gurih dan lezat "ia menelan air liurnya seolah sedang menginginkan mie itu kembali.


" Ish...! , Coba saja sana makan mie itu lagi, kalau ada ruam kemerahan dan sesak nafas jangan minta tolong " decaknya


Alif hanya membuang wajahnya, ia tidak ingin berdebat dengan gadis yang sudah dianggapnya kakak.


~Raffa~


Setelah pulang dari restoran D & R ia seperti biasanya segera membuka cctv rumah dan melihat aktivitas beberapa hari sebelumnya.


Ia melihat dengan teliti setiap pergerakan seorang gadis yang selalu membuatnya kesal di satu sisi, namun di sisi lain ia merasa tertolong karena keadaan ibunya kini membaik setelah dirawat oleh gadis itu.


Ia mengusap wajahnya dengan kasar,dan melihat kegiatan yang dilakukan oleh Kinan. Gadis cerewet itu dengan telaten menyuapi si princess kembar dan bermain bersamanya. Saat ibunya tidak bersemangat ia selalu bertingkah konyol sehingga membuat ibunya tertawa, dan sangat jelas rona bahagia ibunya saat berada bersama si gadis itu.


Setelah itu Ia pergi ke lapangan futsal, hari ini ia akan bertanding melawan grup dari teman Rio. Saat ia bermain, ia terlihat tidak fokus dan tidak bersemangat sehingga permainan di menangkan oleh grup pesaing.


"Lu kenapa lagi?, ada masalah lagi" tanya Rio. Mereka kini berada di dekat taman kecil nan rindang karena banyak pepohonan.


Nggak ada apa-apa? "ia menghela nafas kasarnya.

__ADS_1


" Tapi lu kayak nggak biasa, tadi aja kurang fokus dan nggak semangat main. Kayak nggak biasanya " ucapnya sembari menyalakan satu batang rokok dan menghisapnya.


" Hanya berpikir untuk masa depan" ia ikut menyalakan satu batang rokok milik Rio dan menghisapnya. Terlihat udara yang mengebul di sekitarnya. "Uhuk.. Uhuk.." ia terbatuk karena asap rokok yang masuk ke dalam tenggorokan.


Rio segera mengambil rokok itu secara paksa dan membuangnya ke tong sampah, ia tahu Raffa tidak pernah merokok seumur hidupnya. "Kamu kalau tidak bisa merokok jangan ikutan. Rokok itu tidak baik untuk kesehatan bisa menyebabkan gagal jantung, kanker, dan paru-paru rusak." ujarnya


"Cih..!, kamu saja merokok sok-sok an dengan bijak nasihati , tadi aku hanya ingin mencicipinya ternyata tidak enak." ia mendengus kesal sembari mengusap bibirnya.


"Rokok itu memang tidak baik untuk kesehatan, makanya kamu jangan merokok biar aku saja. Aku sudah mengenalnya terlebih dahulu, sedangkan kamu itu pemula alias amatiran jadi apapun masalahmu jangan sampai kamu lari ke rokok ataupun minuman keras. Kamu tidak cocok dengan mereka biar aku saja"ucapnya dengan cengengesan.


" Aku sudah sulit jauh dari rokok, tapi aku tidak akan membiarkan temanku ikut terjerumus."sambungnya lagi.


Raffa memejamkan matanya, berada dibawah pohon mangga membuatnya sedikit lebih tenang dan damai namun belum sempat ia tertidur, handphone nya berbunyi cukup keras. Satu panggilan dari ibunya.


" Iya mah, oke aku kesana sekarang "ia beranjak dari tempat duduk dan pamit ke Rio bahwa ibunya menyuruh datang ke rumah sakit untuk menjenguk adiknya.




Ia bertemu ibunya di lorong rumah sakit dan berjalan menuju kamar adiknya. Sempat dalam hati ia ingin bertanya pada ibunya, apakah Kinan ada di dalam ruang itu atau tidak. Namun ia urungkan karena malu.



"Walaikumm salam"



Raffa mendengar balasan salam yang diucapkan oleh si gadis itu, suara yang sangat ia kenal sejak kecil. Suara yang setiap hari selalu ia dengar entah di rumah maupun di sekolah.



Kinan terkejut melihat Raffa kini duduk di sofa tak jauh dari tempatnya.Ia merasa kehilangan kepercayaan diri dan melengos seolah tidak melihatnya.



"Adik sudah selesai makan Nan" tanya Navysah.

__ADS_1



"Su... sudah mah" ia terbata-bata membalas pertanyaan mama Navysah. " Habis tadi makanannya"



"Gimana nggak abis setiap kali aku mau berhenti makan, mba Navysah selalu mengomeliku dan mencubit pahaku mah" gerutu Alif. "Aku dipaksa makan"



Navysah hanya menggulum senyum melihat Alif yang selalu menuruti permintaan Kinan walaupun harus dengan ancaman terlebih dahulu.



"Kalau begitu Kinan pulang duluan mah, Kinan ada acara dengan teman" ucapnya dengan bohong, ia sengaja menghindari Raffa dan malu bertemu dengannya.



"Biar Raffa yang anterin" ucap Navysah, " Nak, tolong anterin Kinan pulang". sambungnya lagi.



Raffa yang sedang bermain ponsel kini menatap ibu dan Kinan secara bergantian.



"Nggak usah mah, Kinan bisa sendiri" ia buru-buru mengambil tasnya dan meraih punggung tangan Navysah untuk dicium. "Assalamualaikum"



"Walaikumm salam" balas Navysah, " Kinan tunggu dulu biarkan Raffa yang mengantarmu." Tanpa bisa menolak Kinan menuruti perintah ibunya.


Dan mereka pergi dari kamar inap itu bersama - sama dengan perasaan canggung.



Navysah melihat kepergian mereka dengan sedikit senyuman di wajahnya. "Mama tahu hubungan kalian sedang tidak baik. Mungkin dengan memberi sedikit waktu, kalian bisa saling mengobrol dan meredakan semua masalah yang ada. Kinan tidak mau jujur apalagi anakku Raffa, sebenarnya kalian punya masalah apa sih! " gumamnya dalam hati. Ia sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Ia tahu anaknya selalu pergi saat Kinan datang, seolah tidak ingin bertemu dengannya.

__ADS_1



"Ah..., jadi ingat mereka saat kecil, mereka sangat menggemaskan. Berantem hari ini, besok baikan lagi. Kenapa sekarang lebih susah mengatur mereka saat dewasa" lirih Navysah


__ADS_2