
Sudah dua bulan lebih Raffa tidak pernah mengangkat telepon dari Kinan, tidak ada komunikasi diantara mereka. Walaupun setiap minggu Rio selalu memberikan laporan perusahaan dan sedikit mengabarkan tentang perubahan yang terjadi pada diri Kinan.Satu bulan yang lalu Kinan sempat dilarikan ke rumah sakit karena sakit.
Hubungan pertemanan Kinan dan Jessica sedikit merenggang, Jessica selalu diacuhkan saat dia meminta bantuan. Apalagi saat dia mengidam ingin dibuatkan makanan,Kinan pun tidak mau. Juna merasa pusing dengan sikap Jessica yang selalu merengek padanya agar Kinan mau memaafkannya,namun Kinan masih selalu saja menghindar.
Kinan merasa frustrasi karena sampai saat ini Raffa tidak pernah menghubunginya. Kinan merubah rambut hitamnya menjadi warna coklat. Rambut yang lurus berubah sedikit curly, penampilannya sedikit lebih berani dengan menggunakan rok mini kembali.
Setelah pulang kerja dia jarang pulang ke rumah. Sejak pertemuannya dengan Rio terakhir kali, ia memutuskan untuk membeli apartemen sendiri dengan mengangsur dari gaji dirinya sebagai seorang dokter. Dan Kinan mengikuti jejak mama Navysah untuk menjadi selebram dan menjadi brand ambassador sebuah produk kecantikan.
Kinan menjadi seseorang yang berbeda, pergaulannya semakin luas, banyak teman lelaki yang ingin mendekatinya namun Kinan tidak pernah tertarik. Baginya hanya satu pria yang selalu ada di hatinya dan sampai detik ini Kinan masih menganggap Raffa tunangannya. Cincin pertunangan masih selalu tersemat di jari manisnya, tidak pernah ia lepas hingga detik ini.
Kinan sangat lelah dengan padatnya aktivitas sebagai dokter dan selebram. Saat pulang ke apartemen Kinan merasa kesepian. Dia selalu menyembunyikan perasaannya dari orang lain,saat Ayah Shafiq bertanya tentang hubungannya dengan Raffa, Kinan hanya menjawab bahwa hubungan mereka baik-baik saja dan kembali menjalin hubungan pertunangan. Kinan pun jarang pergi ke rumah mama Navysah karena malu hubungan dirinya dan Raffa tidak berjalan dengan baik.
Terkadang Kinan meminum wine agar dia mabuk dan bisa tidur lebih nyenyak. Dan Rio selalu datang sekedar memberikan makanan yang selalu ia gantungkan di gagang pintu apartemen.
"Drt... Drt..." ponsel Kinan berdering, seperti biasanya Kinan selalu bangun siang di hari libur .Sinar matahari tidak menyurutkan dirinya untuk tetap bergelung dibawah selimut.
"Siapa..!" ucap Kinan dengan suara serak khas bangun tidur. Ia tidak sempat membaca nama yang tertera di layar ponsel.
"Dasar pemalas!, bangun sudah siang nanti jodohnya di ambil orang." seru Rio diujung telepon.
"Jodoh aku jauh dan tidak ada wanita lain selain diriku ini yang akan menikah dengannya." tegas Kinan
"Nggak usah terlalu percaya diri." cibir Rio
"Aku memang selalu percaya diri, dan tidak akan kalah." kekeh Kinan kembali
"Terserah lu Nan, percuma ngomong sama lu capek doang.Gue cuma mau kasih info penting buat lu." ucap Rio tanpa basa- basi
"Info apaan sih kribo, pasti info lu kagak penting atau lu mau kasih makanan gue lagi kan. Bosen gue makan sayur terus, sekali-kali kirim aku pizza. Aku pengen itu." Kinan menelan air liurnya, sejak kemarin ia ingin membeli pizza namun tidak kesampaian karena Rio selalu memberinya makanan.
"Yasudah kalau nggak mau informasi. Ini tentang Rappol,kalau menurut lu nggak penting gue tutup teleponnya."
Mata Kinan yang menutup kini kembali melebar, ia sangat antusias ingin mendengarkan informasi tentang tunangannya.
__ADS_1
"Kribooooo....!!! jangan tutup teleponnya, aku ingin dengar info tentang Raffa. Ayo katakan."pinta Kinan sembari merengek
" Ogah...! Tadi lu kagak mau, yaudah sih. "
" Bo, kribo...!! "rengek Kinan kembali," Please... "pinta Kinan dengan memelas
" Bilang dulu kalau gue lebih ganteng dari Raffa. " perintah Rio, ia sengaja mengerjai Kinan agar kesal dengannya
" Najis...! "cibir Kinan dengan gaya khasnya.
" Yasudah, lu pasti nyesel seumur hidup kalau lu nggak tau informasi ini. " tawar Rio
Kinan merasa penasaran dengan informasi tentang Raffa sehingga dia mau memuji Rio sesuai keinginannya.
" Raffa pulang ke Indonesia sejak kemarin, ada beberapa hal penting yang harus diurusnya. Tapi dia hanya sebentar, nanti pulang lagi ke Inggris. Dia..." belum sempat Rio menyelesaikan ucapannya Kinan langsung memotong.
"Oke, makasih kribo jelek." Kinan langsung menutup sambungan telepon. Rio langsung urung-uringan di ujung telepon walaupun tanpa sepengetahuan Kinan.
Kinan merasa bingung apa yang harus dilakukan, ia merasa sedikit gugup dan mencoba berfikir sesaat untuk mengatur strategi bertemu Raffa. "Akhirnya kamu datang juga setelah ku pancing dengan penampilanku yang negatif ini." Kinan tersenyum menyeringai, strategi awal Kinan sudah menunjukkan hasil. Kinan tahu Raffa tidak suka melihat dirinya yang terlalu sexy dan mengumbar aurat. Ia begitu yakin Raffa akan protes dengan penampilannya yang sekarang.
Lima panggilan tidak terjawab Mama Navysah
Satu pesan dari mama Navysah
" Kinan bagaimana keadaanmu? Raffa pulang ke rumah Sayang, kamu akan kesini kan? "
" Sial...!! "seru Kinan," Gara - gara aku mabuk dan handphoneku di silent jadi tidak tahu informasi. "gerutu Kinan.
" Memang mama Navysah yang terbaik, Love you mom. " seru Kinan dengan senyum lebar, bergegas membersihkan diri dan menuju rumah keluarga Davian.
* **
Raffa datang ke Indonesia bersama Hanin, perusahaan yang mereka rintis berdua dengan nama Hara Animation.Dengan saham terbesar masih dimiliki oleh Raffa. Saat ini Raffa dan Hanin pulang untuk melakukan rapat pemegang saham. Seperti biasanya, rapat tahunan biasa dihadiri Mami Imel namun berbeda kali ini, karena kondisi kesehatan Mami Imel, ia berhalangan hadir.
__ADS_1
Raffa meminta pada semua keluarganya agar tidak memberitahukan pada Kinan bahwa dirinya pulang. Namun Rio merasa kasihan dengan Kinan, ia ingin kedua sahabatnya tetap kembali bersama lagi. Rio merasa masalah yang terjadi diantara keduanya hanya salah paham yang sengaja dibuat oleh Raffa agar Kinan putus dengannya. Kinan tidak bersalah, dia pantas mendapatkan hak nya kembali sebagai tunangan Raffa.
"Assalamualaikum" ucap Kinan, ia datang seorang diri. Dengan memakai rok mini dan berlengan pendek dia datang ke rumah mama Navysah.
"Walaikumm salam" balas seluruh keluarga Navysah. Suasana kaku sangat terasa di ruang keluarga,mereka tidak menyangka Kinan akan datang ke rumah hari ini karena sudah sebulan lebih Kinan tidak pernah berkunjung ke rumah dan biasanya Kinan akan datang malam hari setelah pulang bekerja.
"Sa..., sayang kau datang." sapa Navysah, ia memeluk Kinan dengan hangat. "Sudah lama tidak menginap disini, mama telepon tidak pernah kamu angkat." ujar Navysah
"Maaf mah Kinan sibuk." jawab Kinan, namun arah pandangannya tetap kearah Raffa dan seorang wanita yang duduk disampingnya.
"Sayang, kok pakaianmu seperti ini." Navysah sedikit terkejut dengan penampilan Kinan yang berbeda, " Kamu sehat kan ya." Navysah menyentuh dahi Kinan dan menyamakan dengan suhu bagian bok*ngnya.
"Mama...!, masa suhu badanku disamakan dengan suhu ****** mama." dengus Kinan, ia tidak menyangka disaat keadaan di ruangan sedang kikuk, sempat - sempatnya mama Navysah bercanda dengannya.
"Mama lupa, soalnya dahimu seperti hangat - hangat ****** ayam hihihi..." seloroh Navysah sembari tertawa
"Tan, tante lucu banget sih. Bikin Hanin kangen terus sama tante." Hanin tersenyum dan menghampiri Navysah. Ia sengaja bergelayut manja di lengannya agar Kinan cemburu padanya.
"Kamu pasti akan selalu kangen sama tante dan suasana rumah ini." balas Navysah
Kinan melirik kearah Hanin,ia tidak suka melihat orang lain merebut perhatian mama Navysah. Apalagi dari gestur tubuhnya seolah mengatakan bahwa mereka mengenal dengan baik. "Tidak bisa aku biarkan." gumam Kinan dalam hati.
"Mbak Kinan kok nggak kerja?" tanya Inka, " Biasanya kalau libur selalu telepon aku, kapan kita kulineran lagi."
"Hari ini libur, kulineran nanti kalau mba ada waktu." Kinan kembali memandang kearah Raffa
"Ehem..." Davian berdehem untuk mencairkan suasana. " Raffa pulang karena ada masalah di kantor Ayah"ucapnya dengan berbohong pada Kinan," Belum sempat kasih kabar kamu. "
Kinan hanya tersenyum kecut, ia tidak menyangka Raffa akan berdekatan dengan seorang gadis apalagi terlihat sangat akrab.
" Aku antar Hanin pulang dulu mah." Raffa mengambil kunci mobil.
"Biarkan pak Ari saja." perintah Kinan
__ADS_1
"Tidak perlu, aku yang akan mengantarnya sampai rumah." Raffa bergegas pergi bersama Hanin. Kinan hanya bisa menatap punggung Raffa hingga menghilang dari pandangannya