Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 109


__ADS_3

" Jangan marah ya sayang." Raffa mencoba merayu Kinan. Namun masih saja Kinan menolak.


"Semua orang berbisik seolah aku merebutmu dari Jihan, mereka bilang Jihan mantanmu dan tidak kuasa melihatmu bahagia. Pasti besok gosip beredar,mereka akan melebih-lebihkan cerita tentang kita Raffa."


"Kamu jangan khawatir, semuanya akan diurus Rio dan Antoni. Aku sudah berbicara dengan mereka." Raffa menciumi tangan Kinan dengan lembut.


"Antoni siapa?!" Kinan mengenyitkan dahi, ia merasa asing dengan nama itu.


"Antoni Kusuma, teman kita yang dulu selalu membullyku saat di sekolah, kamu masih ingatkan?"


"Kok kamu tidak pernah bilang kalau Antoni bekerja denganmu!" salak Kinan lagi, " Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dariku Raffa. Jika kamu cinta sama aku katakan semuanya saat ini, aku ingin kamu jujur"


"Kamu mau tanya apa?"


Kinan terlihat bingung, apa yang pertama akan ia tanyakan pada Raffa, ia bertanya dengan asal " Pernah nggak kamu berciuman dengan Jihan?"


Raffa hanya menggulum senyum mendengar pertanyaan Kinan.


"Ayo jawab." sentak Kinan dengan tidak sabar.


"Aku jawab jujur tapi kamu jangan marah ya."


Kinan menganggukan kepala.


"Iya, aku pernah berciuman dengan Jihan dua kali. Itu saat aku mabuk dan saat..." Raffa menggaruk kepalanya dan tersenyum kembali.


"Saat apa?" tanya Kinan penasaran.Ia begitu kesal saat melihat Raffa tersenyum mengingatnya.


"Saat musim salju disana."


Raffa mendapat cubitan bertubi-tubi dari Kinan.


"Katanya harus jujur, kok marah." Raffa mencoba mencium pipi Kinan, namun Kinan menolak, membuang wajahnya kearah lain.


"Nggak usah cium aku!, aku tidak ingin kamu menyentuhku malam ini." ketus Kinan. "Terus uang darimana lima milyar itu, bagaimana bisa uangmu sebanyak itu Raffa?"


"Oke, aku akan jujur sepenuhnya denganmu kali ini karena kamu sekarang istriku." ujar Raffa, "Aku bekerja di kantor ayah Davian dan pemilik dari Hara Animation Studio. Hara singkatan dari Hanin dan Raffa, dia pemilik saham kedua terbesar setelah aku, kami membangun perusahaan bersama,walaupun Ayah Hanin juga berkecimpung di dunia animasi, Hanin lebih memilih merintis usaha dari nol bersamaku.Kumohon kamu jangan cemburu jika aku selalu bersama Hanin. Rio asisten pribadi di Hara, sedangkan Antoni asiten Fafa yang sengaja aku pekerjakan untuk menghandle semua kegiatan Fafa. Nantinya, Fafa akan memimpin perusahaan Ayah dan jujur aku masih punya kontrak kerjaan di Inggris. Aku akan disana selama tiga bulan Nan. "


" Jahat kamu! " Kinan memukul lengan Raffa secara bertubi-tubi," Kenapa baru sekarang jujur padaku. " dengus Kinan dengan kesal.


" Maaf, aku baru jujur sama kamu. Hara sedang bermasalah dan aku tidak ingin kamu kepikiran apalagi mendekati hari pernikahan kita saat itu, kamu begitu bahagia. Biar aku mengatasi semuanya ya.Percaya padaku, mahar itu dan semua biaya pernikahan kita, aku yang bayar. Aku tidak meminjam uang pada mama, dan kau tahu mama juga sudah menyiapkan rumah untuk kita. Rumah yang sangat indah, kamu pasti suka. " terang Raffa.


Kinan menganggukan kepala.


"Kalau Fafa tidak mau mengurus perusahaan Ayah bagaimana? Kamu kan tahu Fafa tidak fokus dalam bekerja."

__ADS_1


"Harus mau!, kan ada Antoni. Memangnya kamu mau aku tidak pulang ke rumah dan menua di kantor. Aku ingin menghabiskan waktu di rumah bersamamu Nan." Raffa mengelus rambut Kinan.


"Pura-pura miskin nyatanya kaya." sembur Kinan


Raffa hanya menggulum senyum,"Masih marah?"


"Masihlah! jangan fikir aku tidak bisa marah denganmu ya Raffa. Aku masih kesal karena kamu..." ucapan Kinan terhenti saat handphone Raffa berdering. Dan Raffa lebih memilih mengangkat handphonenya dan pergi ke sisi balkon daripada mendengar omelan Kinan.


Kinan begitu kesal saat Raffa menghindarinya dan mengangkat telepon dengan menjauh, seolah sedang menerima telepon dari seseorang yang penting dan tidak ingin Kinan tahu.


"Mau kemana?" tanya Raffa, ia melihat Kinan yang sudah menganti bajunya dengan kaos singlet dengan tali sehalus bihun dan celana hotpants yang memperlihatkan paha mulusnya.


"Glek!" Raffa menelan salivanya, mencoba menahan hasrat yang mulai menjalar di tubuhnya.


" Mau tidur di kamar mama Ifa." sahut Kinan dengan ketus


"Jangan!, ada mama Navysah di luar. Kamu mau mama kambuh sakit jantungnya melihat kita berbeda kamar. Aku tahu kamu marah denganku, kamu boleh memukulku Nan tapi jangan keluar kamar." Raffa memeluk Kinan, menghirup aroma wangi Kinan yang begitu menenangkan. Tanpa sadar Raffa menciumi bahu Kinan dengan lembut.


" Apaan sih Raffa!, nggak usah mancing deh.Hari ini kamu sudah bikin aku kesal setengah mati dan sekarang lebih baik kamu tidur di sofa. " Kinan berbalik kembali ke ranjang, ia ingin tidur. Hari ini begitu melelahkan karena seharian ia harus berdiri menyambut tamu yang datang. "


"Tega banget sih Nan, aku juga lelah berdiri seharian. Kakiku sakit Nan tidur di sofa kecil ini." gerutu Raffa


"Bodo amat! siapa suruh Jihan tidur disini, kamu merusak ranjang pernikahan kita." ketus Kinan. Ia memeluk gulingnya dengan erat dan menyembunyikan wajahnya ke dalam bantal.


Raffa hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya. Hukuman yang ia terima cukup berat karena ia tidak bisa sekedar mencium Kinan di malam pengantin.


"Kenapa liatin terus, mau?" goda Raffa, ia duduk dan merapikan sofanya.


"Nggak!, siapa juga yang mau. Inget ya, aku masih marah sama kamu." sembur Kinan.


"Beneran aku nggak boleh tidur di ranjang? Emang kamu tidak takut kalau hotel itu berhantu." Raffa sengaja membuat Kinan takut, ia bergidik seolah takut juga.


"Ah! bohong. Mana ada setan, aku tidak takut." Namun Kinan menutup wajahnya dengan guling dan menutup rapat tubuhnya dengan selimut.


Raffa hanya menggulum senyum, ia tahu Kinan seorang penakut. Ia sengaja menyetel suara kuntilanak di handphonenya.


Suara cekikikan kuntilanak membuat Kinan merinding dan takut bukan main,ia menghampiri Raffa yang sedang pura-pura tidur di sofa. "Ayolah, tidur di ranjang." pintanya dengan suara memelas. "Ayo tidur disana." Kinan menunjuk ranjangnya.


"Yess!! akhirnya aku terlepas dari sofa kecil itu." gumam Raffa dalam hati.


Ia berjalan dengan malas seolah sangat terpaksa tidur di ranjang bersama Kinan.


Kinan berbaring di sisi Raffa, ia menaruh guling ditengah mereka.


"Apa - apaan ini!" Raffa tidak suka saat Kinan membelakangi tubuhnya dan memberi sekat guling diantara mereka.

__ADS_1


" Pembatas, inget ya! Aku masih kesal padamu jadi tidak ada jatah malam ini.Aku hanya ingin kamu tidur disini bukan untuk lainnya." Kinan menutup matanya, ia mulai mengantuk dan lelah yang kian mendera.


"Yakin, tidak ingin tidur di dadaku ini." ucap Raffa sembari menendang gulingnya ke bawah ranjang.


Kinan hanya menelan salivanya, ia berharap bisa melakukan malam panas dengan suaminya namun egonya masih tetap tinggi.


"Nggak!" ia memunggungi Raffa


Raffa ikut membalikan tubuhnya, ia memejamkan matanya yang terasa berat. " Aku akan kembali ke Inggris" ucap Raffa, sontak Kinan membuka kembali matanya dan menatapnya dengan tajam.


"Kapan?" tanya Kinan


"Tiga hari lagi." Raffa membalikan tubuhnya, melihat wajah Kinan dari dekat dan mengelus rambutnya.


"Tega kamu ya!, setelah aku dibayar tunai kini aku akan kau tinggalkan. Dan sekarang kamu baru ngomong hal sepenting ini denganku sekarang." sembur Kinan, ia memukul dada Raffa dengan bertubi-tubi.


"Baru ditelepon tadi saat kita bertengkar, aku harus pergi kesana. Proyek yang aku tinggalkan sedang mengalami masalah dan aku harus bertanggung jawab Nan, hanya tiga bulan setelah itu aku disini bersamamu. Selamanya...." Raffa mencoba merengkuh bahu Kinan agar dekat dengannya, namun Kinan menolak.


" Do'akan saja urusanku cepat selesai di Inggris dan aku bisa mendapatkan investor lagi untuk Hara. Kamu do'ain ya, sekarang kan kamu istriku. "


Mendengar kata istriku membuat hati Kinan sedikit meleleh. Rasanya sangat kesal karena situasi ini tidak ia inginkan. Jauh dari Raffa saat ia baru saja menikah akan sangat menyedihkan tidak bisa dekat dengan suami tercintanya.


Raffa hanya diam. Ia tidak ingin Kinan bertambah kesal dengannya,lebih baik diam.


"Kok kamu diam?!, kamu sebenarnya cinta nggak sih sama aku? Dimana - mana suami akan merayu istrinya untuk malam pertama untuk meminta itu,tapi kamu tidak!, Waktu kita hanya sedikit Raffa. "gerutu Kinan, ia begitu kesal melihat Raffa yang hanya diam dan tidak merayunya sedikit pun.


Raffa hanya menggulum senyum mendengar omelan Kinan yang beruntun padanya.Terkadang bicara dengan Kinan harus ekstra sabar.


Raffa merengkuh kembali tubuh Kinan," Katanya tidak mau disentuh, menolakku. Sekarang malah menyerahkan diri." goda Raffa.


Kinan mengelitiki tubuh Raffa dengan gemas. " Kamu ngeselin sumpah! bikin aku naik darah." Kinan membalikan tubuhnya, ia merasa malu dengan ucapan Raffa.


Raffa memeluk Kinan dari belakang, menciumi punggungnya dengan lembut. Hembusan nafas Raffa menyapu punggung Kinan dan terasa menggelikan bagi Kinan. Ia kembali membalikan badan dan menatap wajah suaminya yang begitu tampan dan bersih.


"Aku sayang kamu Nan, cinta kamu. Jangan ngambek lagi ya."Raffa menyelipkan rambut Kinan ke belakang telinganya." Jihan itu hanya teman, tidak lebih dan aku harap kamu tidak cemburu padanya. Aku berhutang nyawa pada Jihan, jika dia tidak menolongku saat kecelakaan itu pasti aku sudah mati saat itu juga. "


" Aku tahu, tapi aku sangat cemburu padanya." Kinan menggerucutkan bibirnya hingga membuat Raffa gemas. Ia mencium bibir Kinan dengan lembut, m*lumatnya, menyusuri rongga mulut. Menciumnya begitu dalam seolah oksigen di sekitarnya habis oleh mereka.


"Raffa, a.. a..aku..." ucap Kinan tersenggal-sengal,saat tangan Raffa menyusup di balik kaosnya. Mer*emasnya begitu lembut, menyentuh titik terlemahnya.


"Aku apa? " Raffa tersenyum, semakin membuat Kinan menggelinjang geli karena aktifitasnya.


"Aku mau itu...." Wajah Kinan memerah menahan malu, ia menyusup di sudut ketiak Raffa, menyembunyikan wajahnya. Sentuhan Raffa begitu melenakan, membuat dirinya ingin lagi dan lagi. Merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan.


"Kamu yang minta lho, bukan aku."goda Raffa, ia mendapat pukulan bertubi-tubi dari Kinan. Mereka berd'oa bersama-sama agar Allah meridhoi aktifitasnya.

__ADS_1


Terhanyut dalam arus cinta yang begitu menyenangkan. Merasakan nikmatnya surga dunia yang begitu melenakan dan tanpa sadar suara aneh keluar dari bibir keduanya, menuju nirwana lagi dan lagi.


__ADS_2