Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 40


__ADS_3

Di rumah Davian,


"Ngek, ini untukmu" Fafa menyodorkan sebuah bunga mawar merah yang ia petik dari halaman belakang.


"Namaku Anggrek Bulan, A.N.G.G.R.E.K bukan ngek!" ia menjeda setiap huruf namanya. "Kamu itu Fa, suka ganti nama aku" protesnya,namun ia tetap menerima bunga dari Fafa.


"Sama saja, nggrek dan ngek" serunya tak mau kalah.


"Beda tahu, kalau kamu panggil aku ngek pasti dikira aku bengek" ia menggerutu mengerucutkan bibirnya. " Alif, tolong aku. Fafa ngeselin nih suka gangguin aku" ia berlari kearahnya dan mengadu pada Alif.


Alif tidak memperdulikan Anggrek dan Fafa yang masih berkejar-kejaran, baginya melihat mereka berseteru dan saling meledek itu hal yang biasa,ia hanya diam tanpa mengucapkan sepatah katapun dan langsung masuk ke area dapur untuk minum air mineral.


"Anggrek cantik ya lif" ucap Keken yang sedang makan siang, ia sejak tadi melihat Anggrek yang sedang bermain bersama Fafa dan Inka.


Alif memalingkan wajahnya ke arah Anggrek kembali, ia melihat gadis kecil itu yang sedang tertawa riang.


"Ah, Alif nggak asyik. Kalau ditanya tentang cewek pasti diam saja,datar tanpa ekspresi" dengus Keken


"Kita masih kecil,tidak perlu mengomentari hal yang tidak penting. Tugas kita hanya belajar" ia berlalu dan naik ke lantai atas.Ia tidak ada keinginan untuk mengobrol bersama sepupunya, karena bagi Alif berbicara dengan Keken sama gilanya mengobrol dengan Fafa yang tidak jauh - jauh dari obrolan tentang cewek cantik.


Jasmine dan Imelda sejak tadi berada di rumah Navysah, mereka menjenguk Inha yang sedang sakit. Imelda sempat menangis melihat ponakan kesayangannya sakit, ia rela menggendong Inha dengan kain jarik walaupun si mungil itu terasa berat jika digendong namun ia tidak merasa kelelahan.


"Cepat sembuh sayang, nanti kita jalan - jalan ke Mall lagi, mau kan?" ia mengecup dahi Inha sembari menggendong. Inha menggelengkan kepalanya tidak setuju, "Inha maunya mas Raffa pulang" lirihnya dengan wajah sendu.


Imelda hanya mampu menghembuskan nafas kasarnya, ia terkejut Inha menolak ajakan nya dan lebih memilih kakaknya. "Biasanya semangat kalau diajak ke Mall, Yasudah nanti Mami suruh mas Raffa pulang ya" ujarnya


"Beneran ya mih!"


"Iya sayang, apapun keinginan kamu akan Mami Imel penuhi" ia menepuk bahu ponakannya agar lekas tidur.


"Navysah, kok jam segini Raffa belum pulang?" tanya Imelda, " Kata kamu dia berantem di sekolah dan wajahnya memar, apa perlu saya turun tangan dengan masalah ini" lanjunya lagi.

__ADS_1


Navysah menggelengkan kepala "Tidak usah mba, aku sudah telepon mas Davi. Dia yang akan mengurus semuanya."


Sejak Kinan meneleponnya dan mengabarkan bahwa mereka berantem di sekolah Navysah sangat terkejut, seorang Raffa belum pernah memukul ataupun membuat gaduh di sekolah, ia merasa cemas dengan keadaan putranya dan segera menelepon Davian.


" Aku pusing banget mba seolah masalahku nggak ada habisnya, Si kembar baru kemarin berantem di sekolah karena Inha di bully, Raffa kabur dari rumah karena tidak ingin kuliah ekonomi dan meneruskan bisnis Ayahnya, sekarang dia kasus di sekolah. Si Ifa ingin sekali menjadikan Raffa menantu, dia ingin segera menikahkan mereka sebelum Raffa pergi ke luar negeri atau setidaknya melamar si Kinan. Ya terus terang saja aku tidak mau, Raffa masih anak kemarin sore dan labil masa mau menikah, dia pun tidak ada perasaan dengan Kinan. Terus tadi pagi mbak Naysila telepon kalau mama sakit di Semarang. Aku ingin pulang kampung sebentar untuk menjenguk mama tapi Inha sakit, rasanya kepalaku mau pecah. "ia menghembuskan nafas kasarnya dan memijat keningnya yang sedikit pusing.


"Kalau urusan Inha, dia bisa denganku. Urusan Raffa di sekolah biar Davian, Ifa..?" ia mengenyitkan dahinya berfikir sejenak, " Aku no comment, dulu memang Davian pernah berjanji padanya akan memberikan apapun keinginannya saat kamu koma, coba kamu komunikasikan lagi dengan Ifa nanti.Sekarang yang terpenting kamu pergilah ke Semarang, jangan sampai menyesal seperti diriku kehilangan mama Fera " Imelda meraup wajahnya dengan kasar, ada rasa penyesalan terlihat jelas di wajahnya. Dulu saat mama Fera sakit dan kritis ia berada di luar negeri bersama Feri untuk melobi beberapa sahabatnya, karena saat itu perusahaan Davian dan suaminya berada di ujung tanduk. Ia belum sempat melihat ibunya untuk yang terakhir kalinya.Rani saat itu hamil besar dan tidak bisa banyak bergerak sehingga semua diurus oleh Navysah. Saat ibunya sakit, Navysah berada di Solo untuk merawatnya sedangkan Davian tetap bekerja di Jakarta, ia berupaya keras agar perusahaanya tidak bangkrut.


"Iya mba, aku akan pulang setelah urusan Raffa di sekolah selesai" ucap Navysah


"Mba Navysah, jika Raffa menolak bertunangan apa mungkin Ifa akan menarik sahamnya? mengingat Ifa salah satu pemegang saham di perusahaan properti mas Davian,ya walaupun tidak sebanyak punya mba Imel" ucap Jasmine, ia pun memikirkan kemungkinan yang akan terjadi jika Ifa menarik sahamnya.


"Aku tidak peduli, yang penting anakku bahagia dengan pilihannya, masalah hati biarkan Raffa yang memilih, aku tidak ingin memaksa. Jika Ifa ingin menarik sahamnya maka mas Davi harus mencari solusinya, entah itu menjual restoran atau aku yang akan menjual perusahaan garmenku. Yang terpenting Raffa bahagia, tidak tertekan dengan perjodohan ini " tegas Navysah, ia sudah tidak peduli dengan bisnisnya.


Terdengar suara dari luar rumah,


"Assalamualaikum"


"Ken, kamu kesini sama siapa?" tanya Kinan, ia melihat Keken yang sedang bermain perang-perangan bersama Fafa.


"Sama Ratu Medusa, disana juga ada tante Jasmine mba" ia menunjuk arah ruang keluarga dengan dagu nya.


"Oh" Kinan menggulum senyum mendengar penuturan Keken, ia mengerti siapa yang dimaksud Ratu Medusa yaitu tante Imel, Keken yang memberikan julukan itu pada ibunya sendiri. " Kualat kamu Ken, mau dikutuk Tante Imel jadi kucing kumis tiga. " lanjutnya lagi.


"Maunya dikutuk jadi pangeran ganteng biar cewek - cewek mau Keken pacari, bukan kucing kumis tiga"


Raffa hanya menggelengkan kepala,pikiran anak satu ini tidak jauh - jauh dari cewek cantik. "Bener - bener titisan dari Om Feri" gumam Raffa dalam hati, sejak tadi ia diam karena menahan sakit di sudut bibirnya akibat ditonjok Antoni.


"Ya allah Raffa, wajahnya gini amat" Navysah melihat beberapa luka lebam di wajah anaknya.Raffa hanya menundukkan kepalanya," Maafkan Raffa sudah buat masalah di sekolah dan membuat mama khawatir"


"Nggak papa sayang, Mama mengerti kenapa kamu memukul dia nanti biar Ayah yang mengurus semuanya." Navysah memeluk anaknya

__ADS_1


"Raffa selalu dibully mah,ban sepeda nya selalu dikempesin, dia selalu dikatain anak tiri dari Ayah Davi, berbeda dengan si kembar lainnya dan ter... Mmmph" mulut Kinan dibungkam Raffa agar tidak banyak bercerita tentang keadaan dirinya di sekolah.


"Apaan sih Raffa!," pekik Kinan, ia melepaskan tangan Raffa dari mulutnya.


"Diamlah berisik!, laporan mulu kayak security" Raffa.


"Tapi itu kenyataan Raff, mama Navysah harus tahu kamu di sekolah seperti apa" cebik Kinan dengan menggerucutkan bibirnya.


"Sudahlah kalian jangan bertengkar, sekarang Raffa istirahatlah dikamar" perintah Navysah. Raffa bergegas naik ke lift menuju kamarnya dan diikuti Kinan.


"Eh, eh Kinan mau kemana?" tanya Navysah, ia melihat Kinan mengekori anaknya.


"Ikut Raffa mah ke kamar" ucapnya polos


"Aduh, jangan Nak. Biarkan Raffa istirahat dulu ya. Kamu main saja bersama adik-adik" perintah Navysah, ia tidak ingin anaknya berdua dengan Kinan di kamar. Navysah tahu Kinan masih polos dan Raffa hanya menganggapnya adik, ia tidak akan berani macam - macam dengan anak orang.


"Iya mah" ia langsung menuju Inka dan Jasmine yang sedang menirukan tarian K-pop di depan tv. Ia ikut menari bersama dengannya.


"Tuh, kan lihat. Masa anak begitu mau dinikahkan. Mainnya saja masih sama si Inka, pikirannya masih lempeng begitu" Navysah menunjuknya dengan dagu kearah Kinan.


"Lucu ya mba, nanti kalau malam pertama langsung teriak lihat burung emprit si Raffa, hahaha" lirih Jasmine dengan terkekeh.


"Enak aja burung emprit!, dia itu Elang. Hahahaha" kelakar Navysah, "Kamu itu belum berubah jasmine dari dulu selalu mesum." gerutu Navysah


"Yaelah, sama - sama mesum saling tuduh" sarkas Imelda.


"Iya, mesum sama frekuensi dengan mas Feri, hahahaha " ucap Navysah dan Jasmine bersamaan.


* **


Taqobalallahu minna wa minkum, syiamana wa syiamakum taqabbal ya karim. Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir batin πŸ™β˜ΊοΈπŸ˜˜πŸ˜˜β€οΈ

__ADS_1


__ADS_2