Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 121


__ADS_3

Kinan membanting handphonenya kearah ranjang. Ia benar - benar kesal karena Raffa tidak sekalipun mengangkat panggilan teleponnya. Kinan tidak menyangka Raffa akan semarah ini, bahkan Raffa mematikan ponsel tanpa mendengarkan penjelasan darinya.


Esok hari, ia masih mencoba menghubungi Raffa. Dan di panggilan kesepuluh baru Raffa mengangkat panggilannya.


"Apa lagi!?" suara ketus Raffa terdengar sangat nyaring di telinga, sontak Kinan merasa ketakutan.


" Dengarkan aku, kumohon." pinta Kinan, " Abang cuma antar aku Raffa, tidak lebih."jelasnya


Raffa hanya menarik nafas panjangnya.


" Aku sudah bilang jaga dirimu dari pria lain tapi kamu tidak pernah mendengarkan ucapanku.Kalau Jessi tidak bisa mengantarmu pulang, kamu bisa minta tolong Pak Ari untuk menjemputmu atau kamu bisa ikut nebeng teman wanita yang lain, atau kamu bisa naik taxi. Apa uang bulanan yang aku kirim kurang hingga kamu tidak mampu membayar taxi!? " seru Raffa diujung telepon


" Uang yang kamu berikan cukup banyak, aku tahu aku salah,maaf. " Kinan menyesal dengan tindakannya kali ini." Jangan marah ya, please. "


" Oke, aku akan maafkan kamu Kinan tapi kamu harus jujur. "


" Oke, aku akan jujur yang penting kamu tidak marah lagi. "


" Sejak aku berada di Inggris,sudah berapa kali Juna mengantarkan kamu pulang?"


Kinan terdiam sejenak, ia sangat bingung menjawab pertanyaan dari suaminya yang akan membuat dia salah paham kembali.


" Kok diem sih! Nggak mau jujur sama aku! "


" Emmm..., mama Navysah tahu kok aku sering diantar Juna. " jawab Kinan ragu-ragu. Rasa takut kembali menyelimuti hati Kinan, ia tahu Raffa akan marah kembali padanya.


" Itu bukan jawaban, aku tanya sudah berapa kali pria itu mengantarmu!? suara Raffa terdengar naik satu oktaf. Suara beratnya begitu tegas hingga membuat Kinan merinding.


" Aku lupa sudah berapa kali abang mengantarku. Setiap aku tidak membawa mobil, dia selalu mengantarku pulang. Sayang, kamu jangan marah ya, beneran dia cuma antar aku pulang saja."


"Berarti sering kan, ya."


"Tut... Tut... " Raffa memutuskan sambungan teleponya lagi setelah mendapat pengakuan jujur dari Kinan.


"Tuh kan, Raffa marah. Aku harus bagaimana ini, huhuhu..." Kinan mulai menangis, hatinya begitu gelisah karena Raffa tidak mengangkat teleponnya kembali.

__ADS_1


* **


Fafa yang sedang bekerja kini .mendapat beberapa foto sensual dari Rena, seulas senyuman terbit dari wajah Fafa. Ia membalas chat dari Rena dengan wajah bahagia.


" Cie... senyum-senyum sendiri kayak orang gila." ucap Keken, sejak tadi ia menyembulkan kepalanya ke ruangan Fafa dan melihat dia sedang tersenyum bahagia.


"Biasa Ken, calon bini yang sexy nya tiada tara. Gue mau ajak dia makan malam." Fafa menghampiri Keken yang sedang duduk di ruangnya.


"Ah! paling cuma kissing doang lu, nggak jauh - jauh dari itu. Kayak gue dong, penjelajah handal,wanita mana yang tidak kepincut dengan sentuhan seorang Kendrew Feriansyah, pangeran paling tampan dengan wajah blasteran." Keken membusungkan dadanya.


"Anjayyy..." Fafa melemparkan bantal sofa tepat di kepala Keken, "Lu bukan blasteran tapi dasteran." celetuk Fafa


" Gue lebih takut sama emak gue Ken, ngeri kalau udah marah, seremnya ngalahin kuburan angker."


" Tante Navysah memang galak, gue juga takut. Mati kutu kalau ngomong sama dia,suaranya kayak terompet izroil kalau sudah marah, ih ngeri!" Keken bergidik membayangkan Navysah saat marah.


" Bukan terompet izroil Ken, tapi sirine pemadam kebakaran hihihi."


" Renaaaaa...!!! kapan kamu jadi milikku. Rasanya aku tidak tahan untuk menjamahmu. "teriak Fafa frustrasi.


" Hahahaha..., lama-lama lu stress Fa" Keken merasa kasihan dengan nasib percintaan Fafa yang menyedihkan.


"Nih Ken, lu tahu kan iklan pasta gigi sensitif dengan tagline, pas saya sendok itu es ke mulut rasanya crut gitu. Nah! kalau si Rena itu beda, tagline jadi pas saya cium tuh bibir ke mulut rasanya cruttt ada gerak - geraknya gitu, kenceng lagi dibawah sana."


" Anjayyy... bhuahahaha... "Keken melempar bantal sofa kearah wajah Fafa.


" Mumet Ken, mumet. Angel wis angel ( pusing Ken pusing, Susah dah susah) ngilangin Rena dari hidup aku. " dengus Fafa, ia melihat kembali layar ponselnya dan melihat foto sensual Rena.


" Kalau Hanin gimana?" goda Keken, ia menaik turunkan kedua alisnya." Dia cantik tahu, cuma tipis saja. Kalau dia sedikit gemuk pasti lebih sexy dari Rena.


"Cuih...! Amit - amit beda banget bagai langit dan bumi. Jauh... jauh.. jauh..." sergah Fafa. " Nih, tagline nya berubah lagi. Jadi, pas saya cium tuh bibir ke mulut, rasanya crutttt hoek.. hoek... hoek pen muntah." Fafa seolah mual membayangkan bibir Hanin.


Keken tertawa keras mendengar ucapan Fafa yang unfaedah itu.Ia merasa terhibur dengan sikap Fafa yang terkadang gila.


* **

__ADS_1


Hanin melihat pacarnya sedang mengobrol dengan seorang wanita di parkiran mobil. Mereka terlihat sangat serius dan sesekali sang gadis itu merengek dan menahan lengan Adit.


Hanin langsung memakirkan mobilnya dan menghampiri Adit dan gadis itu.


"Adit, kau sedang apa?!" tanya Hanin, ia melirik gadis itu dengan tatapan menyelidik.


"Ah, a...aku sedang bertemu dengan sepupuku. Dia ada keperluan denganku, namun kini sudah selesai. Ayo kita masuk kantor." Adit mengenggam erat tangan Hanin dan menariknya dengan cepat, ia tidak ingin Hanin mengobrol dengan gadis itu.


Sang gadis hanya menatap sendu saat Adit pergi dengan gadis pujaannya.


" Dia beneran sepupu kamu?! "tanya Hanin dengan menyelidik," Kok aku tidak dikenalin sih. "


" Nanti aku kenalin tapi tidak sekarang, kan kita mau masuk kerja sayang. " bisiknya di telinga Hanin.


" Oke deh. " Hanin selalu merona saat Adit membisikan kata manisnya.


Mereka masuk ke dalam ruangan masing-masing.


Hanin memeriksa beberapa rekaman cctv, ia masih menyelidiki siapa penghianat perusahaannya. Namun, dari rekaman cctv tidak ada satupun yang jangal,bahkan cctv beberapa kali tidak berfungsi.


"Ada apa ini!? siapa yang berani menghapus rekaman perusahaan ini! " geram Hanin dengan sedikit berteriak, ia merasa syok melihat layar monitor yang hanya terlihat gambar hitam.


"Pelakunya bukan orang sembarangan, ia sangat mengerti IT, aku harus menghubungi Frans,dia karyawan Ayah paling handal dan terpercaya." Hanin menghubungi Frans untuk bertemu di sebuah Cafe dekat kantornya.


"Tidak perlu Nin!" ucap Rio dari luar, tanpa sengaja ia mendengar suara Hanin yang begitu keras dari luar ruangan . " Serahkan semuanya padaku."


"Ada apa orang yang bisa memulihkan semua program kita?"


"Ada, dia sahabatku Antoni Kusuma seorang ahli IT paling handal. Dia akan datang kemari untuk membereskan semua masalah ini."


"Apa dia bisa dipercaya? Kita tidak bisa memberi data pada sembarang orang kak."


"Kamu tenanglah, dia orang kepercayaan kami. Walaupun dia terlihat dingin, sebenarnya dia pria yang baik."


"Baiklah, aku percaya padamu kak."

__ADS_1


__ADS_2