Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 105


__ADS_3

Hari ini pernikahan antara Kinan dan Raffa, mereka sejak semalam sudah menginap di hotel agar lebih mempermudah jalannya acara. Kinan terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya putih dan make up serta jilbabnya.


Sejak satu minggu terakhir Kinan meminta pada mama Navysah untuk membuat jilbab untuknya. Kinan ingin merubah penampilan agar lebih islami dan belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik.


Jessica, Hanin, Anggrek dan kedua adiknya Inha dan Inka menggunakan warna senada yaitu merah, sebagai bridesmaid.


Alif, Fafa, Juna, Rio juga menggunakan warna merah sebagai groomsmaid.


Di dalam kamar,


Raffa terlihat sangat tampan dengan balutan beskap warna putih dan penutup kepala bercorak batik. Raffa sangat gugup dan mencoba menghafalkan bacaan ijab qobul berulang - ulang.


Rio terkekeh melihat Raffa yang mondar - mandir di dekatnya.


" Semangat!, jangan sampai lupa. Kamu menikah dengan Kinan bukan Jihan." ucap Rio, "Salah ucap kelar hidup lu." Rio bergaya seolah memotong lehernya. Ia tahu Raffa sayang dengan Kinan namun sepuluh tahun di Inggris berteman bersama Jihan,terkadang lidah Raffa keseleo salah ucap seharusnya memanggil Kinan terkadang tidak sadar mengucapkan nama Jihan.


" Oke, aku tahu.Aku deg-degan Yo." sahut Raffa, ia mencoba menghembuskan nafas berulang kali.


" Kata orang kalau mau ijab qobul pasti deg-degan tapi kalau udah masuk kamar terus unboxing istri pasti nggak bakal deg-degan, keenakan malah lupa diri." goda Rio sembari menaik turunkan alisnya.


Raffa hanya menatap jengah.


"Navysah masuk ke dalam kamar Raffa, ia melihat putranya yang sebentar lagi akan menikah. Ada rasa haru,bahagia karena anaknya tumbuh menjadi sosok pria yang baik, berbakti pada orangtua dan kini akan menikah.


" Kamu sudah siap Nak? "Navysah mengenggam erat tangan anaknya. Tangan yang dulu kecil dan mungil kini berubah kekar. Badan yang dulu kurus sekarang terlihat sempurna.


Raffa menganggukan kepala, ia memeluk ibunya dengan erat dan mencium kening ibunya.


Raffa menggandeng ibunya agar duduk di sisi ranjang, sedangkan dirinya berlutut di kaki ibunya menciumi tangan ibunya tanpa henti. Raffa menadahkan kepala dan melihat wajah ibunya yang masih terlihat cantik di usia senja.


"Terima kasih mah sudah mendidik dan membimbing Raffa sebesar ini, sampai kapanpun Raffa tidak akan bisa membalas kebaikan mama sama Ayah.Maafkan aku belum bisa membahagiakan kalian." Raffa menitihkah airmatanya.


"Mama sayang kamu Nak, mama tidak butuh balas jasa darimu. Bagi mama kamu anugerah terindah dalam hidup mama. Anak mama yang paling penurut, mama bangga sama kamu.Semoga kamu dan Kinan selalu bahagia, diberikan keberkahan hidup dunia akhirat. Jadilah pemimpin keluarga yang baik, sayangi Kinan. Mama akan selalu berd'oa untuk kalian. "Navysah menangis sembari mengelus rambut anaknya.


Davian yang baru saja masuk ke dalam kamar Raffa merasa terharu melihat istri dan anaknya saling mengungkapkan perasaan satu sama lain, ia hendak keluar kamar namun suara Raffa menghentikannya.


" Ayah kemarilah. "pinta Raffa


Davian duduk bersandingan dengan Navysah.


Raffa bergeser ke sisi kiri dan mencium tangan Ayahnya dengan lembut." Maafkan Raffa terkadang membuat Ayah marah, dan terima kasih sudah memberikan kasih sayang pada Raffa selama ini. Terima kasih karena Ayah tidak pernah membeda-bedakan Raffa dengan adik - adik. Bagi Raffa, Ayah Davian itu ayah kandungku." ucap Raffa dengan sepenuh hati.


" Yah, Raffa meminta izin untuk menikahi Kinan, do'akan kami agar selalu menjadi keluarga sakinah, mawwadah dan warohmah. "


Airmata Davian lolos begitu saja, ia begitu sangat bahagia dengan ucapan Raffa yang begitu tulus." Bagi Ayah, kamu anak kandung ayah dan anak terbaik Ayah, terima kasih sudah mengajari ayah segala hal. Ayah akan selalu do'akan kalian. Berbahagialah Nak. "


"Ayah, Mama." Raffa menatap wajah ayah dan ibunya secara bergantian. "Raffa meminta izin untuk menikahi Kinan hari ini."


"Iya Nak." jawab Davian.


"Iya..., huhuhu...sekarang mama tidak bisa peluk kamu terus. Sekarang sudah ada Kinan yang akan memelukmu setiap malam."Navysah menangis dengan keras.


" Apaan sih Yang! "pekik Davian," Jangan diperjelas begitu napa sih, Malu!"

__ADS_1


" Apaan sih! Orang aku ngomong bener kok. Aku sekarang punya saingan yaitu Kinan. "


Davian memutar bola matanya dengan malas.


" Tuh kan kamu sih Raffa, bikin mama nangis. Lihat ini!, bulu mata palsu mama lepas. " gerutu Navysah sembari mencoba memasangkan kembali bulu mata palsunya." Gara-gara gelombang airmata tsunami, bulu mata badai aja kalah." ia masih mencoba membetulkan bulu mata palsunya namun tidak bisa.


" Bulu mata palsunya apa harus pake lem tikus ya, daripada nanti kena badai tsunami lagi, hihihi..." Navysah terkekeh sembari beranjak dari duduknya. Ia mencari lem bulu mata di tas kecilnya.


Davian dan Raffa hanya mendengus melihat tingkah ibunya yang tidak pernah berubah,selalu ceplas ceplos dan bercanda.


Namun, entah kenapa semakin tua Navysah juga semakin cerewet dan emosian apalagi jika Fafa bikin ulah.


* **


Terlihat dekorasi nan indah dengan nuansa warna putih dan pink, warna kesukaan Kinan. Bunga - bunga terlihat sangat rapi sesuai keinginan dan konsep pernikahan kedua calon mempelai. Terlihat juga beberapa foto prewedding yang mengisahkan perjalanan saat mereka kecil hingga dewasa.


Para tamu undangan memenuhi ballroom,entah berapa ribu orang yang diundang keluarga Davian. Terlihat seperti kerumunan semut.


Raffa sudah duduk di depan Om Shafiq dan penghulu.Kali ini Om Shafiq yang akan menjadi wali dari Kinan.


Calon mempelai wanita dipersilahkan masuk dan duduk disamping Raffa.


Raffa melirik Kinan yang begitu berbeda. Di pernikahan ini Kinan menggunakan hijab.Raffa tidak menyangka Kinan mau memakai hijabnya tanpa paksaan darinya.


"Sejak beberapa hari yang lalu Kinan tidak pernah membahas tentang keinginannya untuk memakai hijab, dan disaat foto prewedding pun Kinan masih memperlihatkan rambutnya." gumam Raffa dalam hati.


"Ehem... Ehem..." Pak penghulu berdehem. "Sabar mas Raffa, mbak Kinan sebentar lagi halal kok, tidak perlu memandanginya seperti itu." goda pak penghulu kembali.


Beberapa orang terkekeh mendengar ucapan pak penghulu yang menggoda Raffa. Dan Raffa hanya tersenyum serta tertunduk malu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Kinan Putria Sharif dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.


" Sah... Sah...?!"


" Sah.... "


" Alhamdulillah, baarakallahu laka baarakaa alaik wa jama'a bainakuma fii khoir. "


Ucap syukur atas pernikahan Raffa dan Kinan begitu menggema. Dengan rentetan do'a dan sedikit ceramah dari pak ustad.


Keluarga dari Davian dan keluarga Shafiq begitu terlihat sangat bahagia, akhirnya Raffa dan Kinan menikah.


" Raffa, kau memberiku lima milyar, beneran!?" tanya Kinan saat disela-sela acara.


"Mmm..." balas Raffa


"Jangan - jangan uang mama Navysah lagi!?" Kinan masih tidak percaya Raffa mempunyai uang sebanyak itu. "Kamu hutang ya sama mama buat mahar ini? jawab jujur." bisik Kinan.


"Nggak." sahut Raffa. Kinan melirik dengan tajam seolah tidak percaya.


"Sekarang cium tangan suaminya ya mbak." perintah sang fotografer.


Kinan mencium takzim tangan Raffa.

__ADS_1


Dan Raffa mengusap kepala Kinan dengan lembut seraya berdoa, " Allahumma inni as'aluka min khoirihaa wa khoirimaa jabaltaha 'alaih. Waa' udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltaha 'alaih.


(Ya allah, aku memohon dari-Mu kebaikan istriku dan kebaikan dari tabiat yang kau simpankan pada dirinya. Dan aku berlindung kepada -Mu dari keburukan istriku dan keburukan dari tabiat yang kau simpan pada dirinya.)


Setelah melakukan ijab qobul, Raffa dan Kinan melakukan beberapa tradisi adat jawa yang biasa orang lain lakukan, salah satunya sungkem pada orangtua.


"Akhirnya ya Nan, lu nikah juga. Sekarang sudah jadi istri Raffa. " ucap Jessica setelah rentetan tradisi yang baru saja telah dilakukan kedua mempelai.


Jessica yang sejak awal melihat Kinan mondar - mandir dan gugup di kamar kini merasa lega karena Kinan sudah sah menjadi istri Raffa.


"Alhamdulillah, aku bahagia banget Jes. Akhirnya mimpiku jadi istri Raffa menjadi kenyataan."


"Iya, tapi kasihan abangku Nan. Sedih gue lihat abang Juna, lihat noh dipojokan dia." Jessica menunjuk kakaknya yang sedang menyendiri.


"Maaf."


"Tidak apa-apa Nan, kamu jangan merasa bersalah. Aku senang kamu bahagia." Jessica memeluk Kinan dengan erat.


"Ate Nanan, nanti main sama plita lagi yah,Ate Nanan tantik, mmmuaahh..." Prita yang sedang digendong Jessica kini mencium pipi Kinan dengan gemas.


"Kebiasaan nih si uprit kalau cium pake nyembur segala, pipi tante Nanan becek air liurmu " Kinan mencium balik pipi Prita dengan gemas. Dan si kecil Prita hanya tertawa lebar.


"Cepetan kejar target, bikinin ponakan buat gue." kelakar Jessica, ia melirik Raffa.


" Harus itu!, sepuluh ronde." Raffa tersenyum saat menimpali candaan Jessica.


" Lecet.. Lecet deh ah!" timpal Jessica


Di sisi lain,


Juna hanya meneguk air soda sembari melihat Kinan dan Raffa dari jauh. Ia tahu sebenarnya hal ini akan terjadi, seberat apapun Juna berusaha, Kinan tetaplah milik Raffa.


Mungkin dulu dia terlalu memaksakan diri untuk mencoba mengambil Kinan dari Raffa,namun Allah sudah mengariskan takdir bahwa dirinya tidak berjodoh dengan Kinan.


Dan sekarang Juna memakai pakaian senada dengan groomsmaid lainnya. Menyedihkan.


Terlihat lucu saat Kinan dengan memelas meminta bantuannya untuk menjadi groomsmaid. Memorinya terulang kembali pada Kinan .


"Tolong aku bang, mau yah."pinta Kinan," Apapun yang terjadi aku menganggap abang kakakku jadi tolong jangan menghindariku ataupun berubah padaku."


"Menghadiri pernikahan orang yang kita cintai ternyata sedikit sakit, nyesek juga." gumamnya dalam hati. Ia meneguk soft drinknya sampai habis.


Ia melirik seorang perempuan dengan kebaya berwarna sama dengan dirinya. Perempuan yang sedang terlihat kelaparan. Tanpa memperdulikan orang lain, perempuan itu hanya menyantap makanan prasmanan yang sudah disediakan.


" Dasar ceroboh, makan saja belepotan." lirih Juna, ia melihat bibir perempuan itu penuh dengan makanan.


Inha melirik ke kanan dan ke kiri,mencoba mengamati orang sekitarnya. "Kamu bicara denganku!?" tanyanya, ia melirik Juna yang masih mengenggam gelas minumannya yang sudah kosong.


" Emang ada masalah dengan kamu, kalau aku makan belepotan!" sembur Inha dengan sewot.Ia dengan cepat menghabiskan makanannya sampai licin tandas." Nggak tahu aku lagi kelaparan apa, sejak pagi belum makan." gerutu Inha, ia pergi dengan hati kesal.


"Dasar jutek!" dengus Juna, "Ngeselin kayak si Raffa."


Semakin siang acara semakin meriah, tamu semakin berdatangan. Rio tanpa sengaja melihat Jihan yang datang sendirian.

__ADS_1


"Ya ampun! sudah kubilang jangan datang, dia malah datang.Pasti akan terjadi sesuatu ." gumam Rio dalam hati.


Satu minggu yang lalu Rio memperingatkan Jihan agar tidak datang ke pernikahan Raffa. Rio tahu Jihan mencintai Raffa, ia tidak ingin Jihan terluka melihat kebahagiaan Raffa. Walaupun Jihan selalu tersenyum dan berkata aku akan baik-baik saja namun Rio tetap tidak percaya. Sepuluh tahun berteman, tidak akan mudah untuk dilupakan.


__ADS_2