Cinta Navysah Season 2

Cinta Navysah Season 2
Bab 19


__ADS_3

" Yo, gue pulang duluan ya. Mau ngerjain tugas animasi yang belum kelar, urusan bengkel nungguin minibar dateng aja biar nggak bolak - balik " ucap Raffa


"Gue kira lu udah kelar ngerjainnya,tumben banget lu nggak tepat waktu. Masalah bengkel lu tenang aja, lu kelarin dulu proyek impian lu " Rio menata buku kedalam tas nya kembali.


Terlihat Raffa yang sedang tidak semangat sembari menata bukunya. "Belum, gue nggak percaya diri. Kali ini saingannya luar biasa. Pusing banget ngerjain lomba kali ini" ia beringsut di kursinya.


"Yaelah, ni bocah tumben - tumbenan beringsut begono. Raffa Ahmad yang gue kenal orangnya selalu optimis dan pantang menyerah, ngapa lu insecure sih" ia menepuk bahu temannya seolah memberinya semangat.


"Dalam kompetisi kalah menang itu biasa yang penting lu udah berusaha semaksimal mungkin" ia memberi sedikit petuah bijak pada sahabatnya Dan Raffa menyentuh kening Rio mengecek suhu badannya "Lu mabok Yo, tumben banget otak lu waras bisa ceramahin gue. Hehehe "


"Ini nih kalau otak gue lagi bener pasti dibilang mabok. Emang gue Kitis" dan sang gadis yang merasa namanya disebut langsung menoleh. "Apa lu sebut-sebut nama gue" ia menghampiri Rio dan menjambaknya.


"Ahhhh...sakit Kitis, lu apaan sih! jambak gue" Rio melepaskan tangan Kinan dari rambutnya. Raffa jengah melihat adegan Kinan dan Rio yang selalu tidak akur. Ia berlalu keluar kelas untuk pulang ke rumahnya.


* **


"Drt.. Drt.. Drt" handphone Raffa berdering dan tertera di layar Rio Calling. Ia menghentikan sejenak desain animasinya yang sedang ia kerjakan.


"Assalamualaikum"


"Walaikumm salam"


"Raff, gue udah di depan D&R Restoran.Tadi di sekolah gue mau nanya sama lu, eh keburu jambak - jambakan sama si Kitis. Terus gue harus ngapain ini?"


"Nyemplung di empang sono, hahahaha!" kelakar Raffa. "Lu masuk aja minta ketemu sama Om Rayyan bilang saja perintah dari Tante Navysah"


" Oke bos, kira-kira gue di test soal dan interview kagak?"


"Nggak, lu langsung masuk yang penting penampilan lu rapi, sopan dan jujur. Mungkin hari pertama lu di bagian cuci piring dulu sama bantuin Chef Airin, biasanya nyetok bahan baku. Inget, kalau ngomong sama Chef Airin harus pakai bahasa isyarat. kalau lu nggak bisa bahasa isyarat, lu tulis aja di kertas pasti dia mengerti. Dia tuna wicara tapi dia hebat dalam memasak berbagai kuliner"


"Okelah, gue masuk sekarang"


"Good luck" ucap Raffa


"Raff.., Raffa" ia sengaja menjeda ucapannya dan terdiam di ujung telepon.

__ADS_1


"Apa lagi? Masih bingung" ucapnya sembari minum air putih. "Lu kenapa, kok diem"


" Makasih Oppa Raffa, ih dedek gemeesss deh. Saranghae Oppa ...bhahahaha " ucapnya dengan manja ala gadis genit.


"Byurrrr...Uhuk.. Uhuk.." ia tersedak mendengar suara sahabatnya yang sedang menggodanya "Ihhh...Gelayyyyyy hahaha" ia menambahkan candaan Rio.


"Yaelah, PE'A juga dia" Rio menutup handphone nya.


Raffa tersenyum dan kembali menggambar animasinya. Dia kembali fokus dengan tugasnya. Setelah dua jam berkutat di depan komputer akhirnya selesai juga projectnya kali ini.


"Alhamdulillah, akhirnya kelar juga. File sudah dikirim, bismillah" ucapnya sembari menggerakkan badannya yang terasa kaku. Ia meletakkan kacamata anti radiasi di dalam laci mejanya.


Terdengar suara dua orang adiknya berkelahi di depan kamarnya dan salah satu dari mereka sudah pasti menangis.


"Ini punya Fafa! "


"Ini punya Alif! , punya Fafa sudah digunting mama Navysah. Kamu jangan curang" Alif menangis dan mempertahankan baju bola kesayangannya.Mereka saling tarik menarik sebuah baju bola.


"Ini punya Fafa, punya Alif nggak ada" ia ngotot bahwa itu miliknya. Raffa keluar dari kamarnya dan melihat Alif yang sedang menangis mempertahankan miliknya. "Apalagi sih, berantem terus?" ujarnya.


"Bawa sini bajunya Fa, coba mas lihat" ia menadahkan tangannya


"Nggak mau, pokoknya ini baju Fafa. Titik"


"Itu baju Alif, baju Fafa sudah digunting mama soalnya Fafa nggak mau ngaji minggu lalu. Fafa main bola terus mas" Alif


"Fafa, coba bawa sini bajunya. Kalau nggak, mas nggak akan ngajarin bikin kartun lagi" ancamnya.


Fafa cemberut mendengar ancaman kakaknya, bagi Fafa bermain di depan komputer dan bisa menggambar menjadi salah satu hobinya. "Ini, mas Raffa nggak asyik. Nggak belain Fafa!" ia mulai merajuk dan memberikan bajunya dengan melempar kasar.


"Fafa...! Mas cubit nih, yang sopan ngasih bajunya."


Fafa langsung menundukkan kepala, menghampiri kakaknya "Maaf mas, nggak sengaja jangan marah yah" ia memeluk kakaknya agar tidak marah padanya.


Raffa mengecek label kain di dalam baju bola itu dan melihat kodenya " Ini punya Alif disini tertulis AL, kalau Fafa kodenya FA." Dari dulu Navysah selalu memberi kode baju pada anaknya agar tidak berebut. Kebanyakan dari pakaian mereka itu sama, terkadang hanya beda warna. Walaupun sudah punya masing - masing mereka kerap bertengkar satu sama lainnya.

__ADS_1


" Tuh, kan benar ini punya Alif. Punyamu sudah digunting mama. PS kamu juga dibanting mama kan. Syukurin! ,makanya jangan bolos ngaji, main terus sama Keken sih ". Alif mengingat saat ibunya marah karena Fafa sulit diatur, selalu bilang iya akan menggaji namun tidak pernah dilakukan.


"Cih..!" Fafa berdecak kesal dan masuk ke kamar kakaknya.


"Mau ngapain dikamar Mas?" tanya Raffa


"Bobo disini" ia berbaring di ranjang kakaknya.


"Aku juga mau bobo disini" Alif tidak mau kalah dan berbaring di sisi sampingnya. Mereka masih saling menatap tajam satu sama lain hingga membuat kakaknya pusing.


"Ampun dah, ini bocil sama-sama keras kepala. Mirip banget Ayah Davi " Raffa akhirnya berbaring di tengah-tengah mereka. "Sudah jangan berantem, bobonya nanti malam, ini mau maghrib shalat dulu."


Dan mereka saling berebut memeluk kakaknya, saling senggol satu sama lain tidak ada yang mau mengalah.


"Hahhh...Capek deh, mau tiduran saja berantem dulu.Nanti mas mau ke masjid, siapa yang mau ikut sholat" tanyanya


"Alif ikut"


"Fafa juga ikut"


"Yasudah nanti mas nungguin di bawah, kita ke masjid rame-rame. Nanti sehabis sholat langsung pulang Fa jangan nongkrong sama teman" perintah Raffa, ia tahu kebiasaan adiknya yang tidak betah dirumah dan selalu bermain dengan teman - temannya.


"Biasakan makan dirumah, jangan ngrepotin orang mulu Fa. Nanti dikira orang kamu nggak dikasih makan mama" Raffa tahu kebiasaan adiknya yang suka makan dirumah orang, selepas bermain bola pasti ke rumah temannya dan makan disana dan terkadang pulang membawa sekantong camilan. Pernah suatu hari, ia mendadak membawa pasukannya untuk makan dirumah hingga budhe Salma bingung apa yang mau dimasak karena terlalu banyak orang. Mau tidak mau Navysah harus membeli makanan via online.


"Kan Fafa mau nyobain masakan ibu mereka mas,enakan mana sama masakan mama Navysah. Hari ini dirumah Andre, besok di rumah Yayan,lusa di Aldi" ia menjadwal setiap hari kunjungan makan nya.


"Lah, lambemu (bibirmu) Fa gaya banget nilai masakan orang. Bilang aja minta makan sama mereka" Raffa meraup bibir adiknya, dia gemas dengan tingkah absurd adik satunya ini.


"Habis shalat, makan, terus belajar kerjain PR nya" perintah Raffa


Terdengar sayup-sayup suara adzan dari speaker masjid. "Ayo bangun, kita sholat maghrib di masjid." Dan mereka bergegas memakai sarung dan koko untuk sholat.


* **


Jangan lupa like, Vote and comment. Matursuwun All reader sudah mampir 😊😘😘

__ADS_1


__ADS_2