
Sebulan telah berlalu kini Navysah sudah kembali ke Jakarta,ia masih terlihat murung setelah kehilangan ibu yang sangat disayanginya. Ia lebih suka berbaring di tempat tidur dan melamun di teras. Terkadang, saat ia bersantai bersama keluarga entah kenapa air matanya selalu menetes dengan sendirinya dan seolah senyuman yang selalu ia tampakan kini lenyap entah kemana.
Davian dan anak-anak selalu mencoba untuk menghibur dia agar bisa tersenyum dan bersemangat kembali, mereka pun mengajak ibunya pergi ke villa agar ia tidak terlalu memikirkan kematian ibunya namun Navysah masih belum ada perubahan hingga Davian memanggil seorang psikiater untuk mengobati istrinya yang sedang depresi.
Dokter Irine setiap hari mengecek perkembangan mental Navysah dan meminta Davian untuk lebih sabar menghadapi istrinya.
"Bagaimana dokter dengan keadaan istri saya?" tanya Davian. Ia merasa Navysah masih sering melamun sendiri. Saat si double princess mengajaknya untuk bermain, ia menolak dan hanya menggelengkan kepala.
"Saat ini ibu Navysah masih larut dalam kesedihan pak, kemungkinan gejala depresi. Ciri-ciri seorang yang depresi akan terlihat murung, tidak punya gairah untuk hidup,tidak bersemangat, selalu ingin menyendiri, lebih suka tidur, tidak ingin makan hingga berdampak pada berat badan dan lebih parahnya lagi bisa saja berniat untuk bunuh diri. Apalagi saat bu Navysah menceritakan masa sulitnya dulu, ia tentu saja mempunyai memori atau perasaan lebih erat dengan ibunya. Rasa trauma di masa lalu yang sudah menumpuk kini mulai meledak dan tekanan dari setiap masalah yang ia hadapi bisa jadi membuatnya lebih terpuruk.Seseorang yang depresi akan merasa tidak berharga, tidak berguna, merasa bersalah dengan apa yang telah terjadi. Dan saya minta bapak harus sering mengajaknya berbicara untuk mengalihkan kesedihannya.Ajak dia berlibur dan bercerita yang lucu-lucu sehingga memori otaknya akan lebih merespon hal yang menyenangkan. Tolong jangan menyepelekan kesehatan mental ibu Navysah."
"Saya akan mencoba mengajaknya berbicara hal-hal yang lucu, ia selalu senang jika mendengar cerita tentang si kembar saat kecil "
" Bagus pak, itu akan membangkitkan memori bu Navysah agar lebih positif. Saya akan meresepkan sedikit obat untuknya. Tolong jaga hati dan pikirannya agar tenang, jangan membebani masalah apapun untuk sementara waktu" ucapnya, "Saya permisi dulu" sambungnya lagi.
"Terima kasih dok. "ucap Davian. Setelah dokter Irine pulang, ia duduk terlentang di sofa tamu,dan menghembuskan nafas kasarnya serta memijit kepala yang sedikit pusing. Ia menutup matanya dan menadahkan kepalanya keatas, sejak kepergian mertua kini istrinya hilang semangat hidup. Si double kembar pun selalu rewel hingga ia harus bekerja sama dengan Raffa untuk mengatasi si bocil. Saat Alif dan Inka sakit mereka harus membawanya ke RS sakit dan begadang setiap malam tanpa mengganggu tidur istrinya. Urusan kantor mulai terbengkalai, rumah sunyi senyap tidak ada canda tawa yang selalu dilontarkan istrinya hingga Davian mulai merasa frustrasi dan berada di titik terbawah kembali.
Raffa mendengar semua percakapan Ayahnya dengan sang dokter, ia sebenarnya lelah dan kerepotan saat mengurus si double kembar yang selalu rewel, apalagi selalu melihat ibunya yang selalu tidur dan melamun, rasanya ia ingin berteriak keras untuk mengeluarkan semua beban yang ada di dadanya.
Keesokan harinya,
Davian mengajak Navysah pergi ke Mall dengan membawa semua anaknya, ia berharap Navysah akan lebih rilek dengan hiburan di luar rumah. Raffa sengaja menggandeng ibunya, ia ingin ibunya terjaga dengan baik. Ia sengaja mengajak ibunya bercerita dan mengenang masa lalu saat dirinya kecil, dan Navysah sedikit merespon cerita Raffa saat ia melihat arena permainan.
"Nak!, dulu kamu suka mandi bola disini" ia menunjuk tempat area mandi bola. "Dan kamu selalu bertengkar dengan Kinan saat bermain karena dia tidak mau diajak pulang. Kinan kemana ya Nak!, sudah lama mama tidak melihatnya. Mama kangen"
Raffa hanya membuang wajahnya, ia tidak bisa berkata jujur kalau dia sudah memblokir nomor ponsel Kinan dan tidak ingin bertemu dengannya. "Dia sibuk mah" jawabnya tanpa melihat wajah ibunya. Davian melirik anaknya yang sedikit kesal saat ibunya bertanya tentang gadis itu, ia tahu Raffa sudah lama tidak berhubungan dengan Kinan.
" Telepon Kinan Raff, suruh dia datang ke rumah. Mamamu kangen" pinta Davian, ia mencoba membujuk anaknya dan selalu berusaha mengabulkan apapun permintaan istrinya agar ia bisa sembuh. Dan Raffa hanya memutar bola matanya dengan malas tidak merespon ucapan dari sang Ayah.
__ADS_1
"Turuti semua keinginan mama bawa Kinan main ke rumah, Ayah mohon agar mama bisa sembuh seperti semula." bisik Davian di telinga anaknya.Raffa hanya mendengus kesal, dengan menyebut nama si gadis cerewet itu memorinya kini berputar kembali disaat ia dicium olehnya.
Navysah melihat si double kembar yang sedang bermain. Mereka saling berlari kesana kemari untuk mencoba semua permainannya hingga Ia mulai menerbitkan senyumnya, Ia melihat anak - anaknya tumbuh dengan baik.
"Mereka lucu ya mas" Ia menunjuk kearah anaknya. " Dulu kecil banget, suka berlarian dan menangis saat disuruh mandi. Kini mereka sudah sekolah."
"Ia sayang, mereka sangat aktif mirip denganmu yang jago atletik,aku sungguh kewalahan jika harus menghandle mereka semua. Kamu harus kuat dan semangat ya, ada anak-anak yang butuh kasih sayangmu. Mereka rewel kalau kamu sakit " jawab Davian. Ia mencium kening istrinya dan memeluknya dengan erat. " Aku menyayangimu" sambungnya lagi.
"Ehem.. Ehem.." Raffa berdehem agar sang Ayah tahu kalau mereka berada di Mall dan ia pun mencubit pinggang ayahnya. Terkadang orang tuanya tidak melihat tempat saat mereka sudah saling mengungkapkan kebahagiaannya.
"Ayah lupa kalau ini di Mall saking bahagianya melihat mama tersenyum melihat adik-adikmu" ia hanya mengulum senyuman.
"Ayo kita ke foodcourt, kamu mau makan apa akan aku belikan semua" ia menggandenga tangan istrinya dan berjalan cepat. Ia sangat senang istrinya meminta makanan, selama ini Navysah tidak berselera untuk makan hingga berat badannya kurus tidak terawat.
\* \*\*
***Raffa***
Pagi hari ia sudah uring - uringan karena ibunya rindu ingin bertemu dengan Kinan. Ia mendegus kesal dan segera menelepon Rio.
__ADS_1
"Bantuin gue yo, telepon Kinan suruh datang ke rumah. Bilang saja aku sedang bersamamu, aku yakin dia tidak berani datang ke rumah karena aku" pintanya.
"Kamu itu, tinggal telepon dia saja kenapa sok jual mahal!. Demi emak lu Raff, nyesel baru tahu rasa lho kalau Kinan diembat orang lain" cibir Rio, ia sengaja membuat temannya kesal. Rio hanya ingin Raffa dan Kinan akur kembali dan bermain bersama namun Raffa selalu menghindari si cewek cerewet itu karena takut akan dijodohkan.
"Yasudah kalau nggak mau..!" Ia menutup teleponnya tanpa mengucapkan salam.
"Yaelah... pundung dia, kalau sudah diledek masalah Kitis langsung melengos " ia hanya menghembuskan nafas kasarnya dan segera menelepon gadis cerewet itu.
"*Gue sudah telepon Kitis, dia bakal main ke rumah emak lu*" ia mengirimkan pesan pada Raffa setelah Kinan mengiyakan untuk datang ke rumah mama Navysah .
\* \*\*
***Just info***
Masalah mental health bisa berupa stress, depresi, kesedihan berlarut dan itu masih dianggap remeh sebagian orang Indonesia. Terkadang dibilang cengeng, orang gila, kurang iman dan nggak normal. No..., kesehatan mental itu sama dengan kesehatan tubuh dan bisa saja terganggu.
Survey membuktikan ada 27,3 juta orang Indonesia mengalami masalah kejiwaan dengan kata lain 1 dari 10 orang Indonesia mengidap gangguan kesehatan jiwa.
Banyak orang yang memilih untuk memendam perasaan stress, sedih atau depresi dengan harapan nanti akan lenyap dengan sendirinya seiring dengan berjalanya waktu.Namun jika tidak ditangani dengan baik maka depresi akan mengakibatkan penciutan atau masalah pada otak, kehilangan sebagian memorinya, mengakibatkan perubahan hormon dan gangguan tidur. Depresi juga mengakibatkan otak kekurangan oksigen sehingga sel-sel dalam otak perlahan akan mati.
Yok, mulai sekarang cobalah untuk bercerita dengan orang yang bisa dipercaya terutama orang tua ataupun keluarga, jangan hanya dipendam. Rawat baik - baik kesehatan mental kita. Support teman dan jadilah pendengar yang baik agar mereka bisa bangkit dari masalah yang membuatnya depresi.
__ADS_1
Slow update gaes.... 🙏